investmentNovember 12, 2007 4:11 pm

Ternyata kesabaran bukan saja harus dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari, namun juga dalam strategi menanam modal.

Setelah lahirnya krisis hipotek yang dimulai sekitar 3 bulan yang lalu yang berasal dari AS, namun berefek sampai Eropa dan dunia, naiknya harga minyak, sampai 100 US dollar per barrel, bursa saham di berbagai pelosok masih anjlok dan berubah-ubah.

Kepercayaan para penanam modal saat ini masih tipis. Contohnya, walaupun indikasi makro ekonomi di Amerika dan Eropa tidak seburuk yang diperkirakan, secara umum, bank-bank Eropa dan Amerika kebanyakan tidak melaporkan keuntungan seperti yang diperkirakan, malah mereka melahirkan hutang yang besar.

Hanya kali ini BNP Paribas, bank Perancis, mungkin satu-satunya bisa melaporkan keuntungan 22% dan 300 million Euros dana yang terkena imbas krisis hipotek AS. Namun apa yang terjadi? Nilai saham BNP tetap jauh dari nilai terendah tahun ini.

Sama dengan Deutche Bank, nilai sahamnya kini berada di angka 82 Euros, sedangkan nilai terendah tahunan adalah sekitar 81 Euros. Kesempatan untuk membeli? Namun berapa potensi keuntungan yang akan diraih dalam tahun-tahun mendatang melihat lambatnya perkembangan ekonomi dunia?

Sebenernya memang efek krisis hipotek AS sangat rumit, rumit strukturnya, makanya rumit juga dalam menilai kehilangan yang disebabkannya. Karena itulah berita-berita tentang krisis ini dari berbagai rumah-rumah investasi, bank-bank agak lambat keluarnya di media dan tidak akan berhenti sampai tahun mendatang.

Untungnya saya tidak menanam modal di Fonds (fund), bagi saya fond itu cukup rumit, makanya kita penanam modal kecil mempercayakan saja uang kita ke Fund Manager. Ada ribuan macam Fund, alasan saya itu malas membaca informasi dari ribuan macam Fund tersebut. Kamu harus mempelajari di mana mereka menanam modal tersebut, di industri apa aja, di negara mana aja, berapa persen, berapa komisi administrasi, komisi manager, biaya kanselasi bila mau ditarik sebelum waktunya.
Sedangkan untuk menanam saham, saya bisa langsung memilih salah satu saham, mempelajari balance dan P&L dari perusahaan tersebut dan kalau menurut saya ada potensi keuntungan, saya tinggal beli melalui internet, melalui broker/bank saya.

Nah balik lagi ke soal menanam modal di Fund, misalnya saja, saya mempercayakan uang saya di salah satu fund tanpa saya ketahui dimana mereka menanam modalnya. Ternyata, misalnya aja ternyata mereka menanam modal di sektor hipotek di AS. Uang hilang, kalau ada untung, masih bisa ditarik, kalau ngga, ya hilang.

Bukan berarti modal saya tidak terkena imbas krisis subrprime, tidak terkena secara langsung, namun terkena imbas secara umum, misalnya ya kelakuan bursa yang jelek, ketidakpercayaan penanam modal, berita-berita krisis yang menimpa bank2, naiknya harga minyak, turunnya angka pertumbuhan ekonomi di AS dan Eropa, turunnya harga dollar terhadap Euro, inflasi, etc..etc.

Saya cuma bisa sabar (=nanam modal jangka panjang), kata Pat Dorsey, kalau takut, mendingan jangan jual dalam keadaan bursa turun, tapi kalau kamu rakus, sebaliknya, gunakan kesempatan ini untuk membeli.

Gimana dengan kepercayaan saya sendiri terhadap bursa? Susah untuk menilai…saya Cuma bisa hati-hati dan kata kuncinya sabar. Apakah tahun mendatang datang bear market? Kalau iya, bisa saya manfaatkan untuk terus membeli. Apa yang terjadi dengan modal saya yang saat ini terkena imbas? Cuma bisa menunggu sampai situasi membaik, menjualnya dengan nilai terbaik – tidak tahun ini, mungkin tahun mendatang.

Kata kunci yang lain adalah: jangan terlalu rakus. Contohnya, lihat saja bank2 dan rumah2 investasi yang terkena krisis, walaupun mereka adalah ahli-ahli di dunia penanaman modal, toh kalau tidak hati-hati dan terlalu rakus, akhirnya jatuh juga.

asem manis asinNovember 8, 2007 1:52 pm

RED BULL atau Renault ??

asem manis asinNovember 7, 2007 6:56 pm

Gua jadi kesel nih, di tempat kerja sebenernya resmi dilarang merokok, cuma sayangnya direktor human resource-nya merokok juga. Di sini kita cuma 10 org, jadi ga protes karena solidaritas, gua sebenernya ga setuju!!!!!

Anyway, keselnya sih gini, gua sebagai orang yang ga merokok, selama jam kerja, jarang atau istirahat lebih sedikit daripada para perokok.
Bandingin, para perokok di kantor gua, tiap sejam dua jam, pasti berhenti kerja, ke teras buat ngerokok. 10-15 menit hilang…tiap mereka keluar

Gimana yang bukan perokok? artinya kita ga brenti dengan sengaja tiap sejam dua jam seperti mereka.

Yah bisa aja sih kita berhenti buat ngobrol atau liat internet, cuma ga sesering para perokok.

Jadi gua gondok, bukan ngiri, sebel aja.

No body sees this but it’s a fact!!!!

I know I’m not the company owner, but still, this isn’t fair.

asem manis asinOctober 31, 2007 5:52 pm

Sebenernya hari ini gua ngeblog lagi karna malu sama diri sendiri, abis ngunjungin blognya sepupu, yang tulisannya menarik, temanya ya tentang masalah sehari-hari banyak orang, tapi tulisannya cakep dan okeh. Jadi bikin inspirasi gua lagi untuk coba nulis apa adanya - yah abis gimana donk!!!! gua kan ga punya kehidupan menarik seperti kamu-kamu.

Hari ini gua juga baru nyadar, temen-temen kantor ternyata suka coba-coba restaurant baru, yang “in”, tapi kenyataannya gua dan tetangga, lebih demen tiap akhir pekan ke restaurant yang sama deket rumah…(wartegan gitu lah)…abis makanannya enak dan pelayannya udah tau apa yang biasanya kita minta, jadi udah aja tiap minggu kita nangkring lagi di situ. Ngga kepikiran keluar rumah pergi ke restaurant di down town dan daerah gay yang semarak itu. Males aja. Bukan gaya hidup kita.

Contohnya sore ini kita mo ke restaurant di deket rumah, 5 menit, yang biasa nyediain menu special usus2an, otak gitulah…soalnya si pemilik mau pensiun dan pas tanggal 31 ini hari terakhir.

Eh ya, judul tulisan kali ini emang ada hubungannya dengan turunnya nilai mata uang dollar terhadap euro, dari tahun lalu sampai saat ini udah 10%. Kok grogi gitu sih? ya iya, saham saya yang ada di Amerika itu jadi turun nilainya. Makanya walaupun nilai sahamnya naik, kalo saya jual sekarang, dan ditukerin ke Euro…tambah potongan pajak, broker fee, ya…keuntungan berkurang.

Sebetulnya pengen jual beberapa nilai akhir tahun ini, supaya bisa bayar sebagian dari mortgage ke bank, tapi akhirnya saya putuskan untuk menunggu.

Tambah lagi, ada satu saham (euro), yang kena krisis subprime. Sounds cool, “saap praymee…”, tp duh…sial! yang tadinya udah divalorisasi 12%, sekarang anjlok. Mau ga mau gua musti ngendon, ga mau gua jual sekarang karna ga “worth”. Musti nunggu, mungkin setahun dua tahun lagi.

Tapi ga pa-pa. Untung gua orangnya ga boros dan gaya hidup ga konsumis kayak kebanyakan orang.

Tiap kali nerima gaji, langsung gua distribusi, sekian % bayar rumah, sekian % “expenses”, sekian % tabungan/investasi. Walaupun di bank akhir bulan tinggal 100 euro, ga pa2….saya ga butuh banyak liquidity. Hidup apa adanya.

Oya, satu lagi, kemaren-kemaren, pas minyak naik, beberapa saham gua yang berkaitan dengan sektor energi juga naik. Das Gut!

Anyway…kadang, orang-orang lupa, salah satu musuh terbesar adalah inflasi!

Tapi paling ga, gua udah berusaha.

Bodo deh orang sekeliling gua mikir kalo gua cuma mikirin duit dan ekonomi! kalo ga dipikirin, ekonomi domestik bisa ancur lebur. Gua ga mau gali lobang tutup lobang.

asem manis asinSeptember 1, 2007 10:27 am

heit….bukan, bukan saya yang mau bunuh diri…

Itu loh, khas seseorang yang bangun pagi ngga ada kerjaan, ngopi sambil merenung, merenung tentunya tentang diri sendiri (ngapain juga gua mikirin orang lain), tentang hidup yang bagi saya tidak artinya, absurd…
Untung aja saya sendirian, kalau ada orang lain yang melihat saya berbicara dengan “Tuhan”, mungkin saya sudah pindah tempat tinggal, ke rumah sakit jiwwww

Tiba-tiba aja mikir, tentang keputusan seseorang yang bunuh diri, bukan harakiri ala Nipon, tapi orang-orang yang memutuskan untuk tidak meneruskan hidup dia lagi, paling ngga, di dunia ini, di Bumi (jika memang ada kehidupan di dunia lain).

Mereka cukup bebas, merdeka dalam otak mereka yang gelap, untuk melakukan hal tersebut, dan memiliki keberanian (nekat), untuk bunuh diri.

Keputusan yang cepat dan tentu, tidak khawatir Tuhan, dosa, atau apalah, karena elemen-elemen tersebut mungkin tidak berarti apa-apa bagi dia.

Terus terang saya “salut” atas keberanian mereka diatas apapun alasan mereka utk melakukan itu.

Keputusan yang cepat dan ditemani oleh keputus-asa-an dan solusi nol dan lingkungan sepi.

Lain halnya dengan pasien yang dalam keadaan koma, cacat total, etc. yang menulis surat wasiat untuk dihentikan hidupnya oleh dokter. Mereka masih punya alasan yang kuat.

Gimana kalau yang mau bunuh diri ini, seorang pemikir- filsafat, yang alasannya cuma, mau berhenti hidup karena ngga mau hidup di kehidupan yang absurd. Boleh toh?

Apakah benar kehidupan di dunia ini diciptakan dengan niat oleh seseorang/sesuatu yang lebih kuasa daripada siapapun/yang diciptakannya? Waktu dia menciptakan semua ini, apa yang terlintas di pikirannya?
“I’m just having fun??????????????” “I’m tired to be alone”????????????????????

Atau apa semua ini tercipta secara tidak sengaja? tapi sulit untuk menjelaskan sesuatu yang tidak ada dan menjadi ada secara tiba-tiba….makanya lahir agama-agama, nabi-nabi, rasul-rasul, orang-orang suci…

Hm….

untuk coba menjelaskan kepada otak-otak kecil yang dimiliki orang-orang yang malang…bahwa dibalik semua itu ada seorang Pencipta dengan nama-namanya tersendiri.

Ngga kok, saya ga mencoba untuk ironis.

Just live and let live. What ever your reason to be here, maybe one day you know why you are created (jangan ngasih jawaban bahwa kamu diciptakan utk beribadah, dst. karena saya sudah belajar itu dari sekolah dasar…).
Dia pasti memberikan kamu kebebasan, karena otak dan kamu adalah ciptaanNya yang paling sempurna, ah masa?

Terus, terus berpikir….sampai sejauh mana otak kamu mencari-cari jawaban walaupun untuk itu kamu harus tetap HIDUP. Welcome to the club!
———————————————–
Sorry to write this people.

asem manis asinAugust 31, 2007 1:03 pm

Entah udah berapa tahun gua ga nulis di blog ini. Terus terang selama waktu yang berlalu, gua udah berubah menjadi orang yg egois, membosankan dan membosankan.
Kenapa? gw udah ga tau harus ngapain saat ada waktu luang…lagi-lagi baca berita ekonomi, bisnis, oportunity, etc. Dan gw pikir, udah gawat kalo seseorang ga tau gimana caranya “have fun”.
I mean, I’m just 31….

Ngeblog itu buang2 waktu, begitu juga ngeliat-liat blog orang. Susahnya, kalo loe udah jauh dari dunia nge-blog dan kawan2nya, rasanya susah mo balik lagi. Pas saat loe nyangkut dan hobi, pasti dateng lagi waktu sibuk.

Agak missing…mo liat blog apa dan siapa nih? siapa sih skrng penulis blog yg ngetop? siapa? siapa?
Siapa siapa aja pendekar-pendekar blog tersebut? apa sih yang lagi in sekarang ini?
Kok saya ketinggalan banget yah?

Ya iya deh, ini cuma mampir aja di blog sendir, iseng-iseng…karena ga tau lagi kalo bosen aku tuh harus ngapain, masa main game di kantor? atau nonton telenovela di youtube?
Waduh…

asem manis asinNovember 24, 2006 10:49 am

Talking about Angelina Jolie - Brad Pitt or Tom Cruise & Katie Holmes, Victoria & Beckham, going around India city by Bajaj or wedding in Italy, launching new perfume.

New babies, families, what they wearing, how lovely are their kids and how happy being them, rich, famous, “perfect”…

Simply I don’t care. Actually I’m seek and tired to see them and plus all the paparrazi following them just to get some quick shoot.

Sometimes in our life, we need an idol, we get crazy about them.
But it is obvius they need us, public, to continue to be stars, to be seen more than anyone.

Sometimes by pathetic way.

I stay with Jeniffer Aniston and her “Friends” - a reflected of us.

asem manis asinNovember 18, 2006 2:31 pm

I’m back to my old blog and saw a dozen of comments from some readers and I just don’t know what to say. It seems that I’ve been too long out of this blog thing.

I’m just trying to live now, to live my life and play my role, as a person.

I put aside targets or achievement or what ever it is.

I’m just trying to be happy and get on with this life.

I don’t wanna hear anyone says, you’ve been married a long time and have no kids?

typical comment.

WELL GUESS WHAT? I’M NOT TYPICAL PERSON WITH TYPICAL LIFE!!! SO JUST SHUT UP YOUR FU..MOUTH AND GET OUT OF MY WAY, WILL YOU?

LET ME LIVE AND FOR YOUR INFORMATION, I’M HAPPY OF BEING DIFFERENT!

asem manis asinSeptember 16, 2006 7:41 pm

akhirnya aku buat blog baru, ga dalam bhs. indonesia dan isinya ga serius.

Idenya sederhana, ingin memutuskan hubungan pikiranku dengan blog ini yang udah keliwat serius.

Blog baruku (baru kubuka hari ini), isinya hanyalah omong kosong, ide, cita-cita, yeah..apa ajalah.

Nyantai.

Kenapa? karena aku rasa hidupku akhir-akhir ini agak berubah…mungkin secara ga terasa, berubah pelan-pelan dan ketika mau ngisi blog ini, kok ya gimana ya? aneh.

Makanya bikin blog baru. Judulnya “Tiga puluhan” (Treinta añeros), isinya ya pikiran orang umur tiga puluhan gitu.

Mm…ga ada niat sih meninggalkan blog ini. Keperluan akan adanya perubahan dan blog baru…

buku/film/celebAugust 31, 2006 10:07 pm

Novel ini mungkin salah satu novel yang paling lugas menceritakan keadaan aktual planet Bumi kita, salah satu buku terbagus yang pernah saya baca.

Yang kemudian menyebabkan saya ragu akan pengetahuan saya tentang pemanasan global yang ribut dibicarakan oleh kaum ilmuwan sampai orang-orang awam.

Entahlah, membaca buku setebal 600 halaman ini seperti melahap pengetahuan yang mengejutkan, bukan saja menambah ilmu pengetahuan kita, namun juga kita dihibur oleh cerita yang menegangkan, seru dan penuh (sekali lagi) kejutan. (more…)

LINK TEXTNext Page »
online