yang pateticMarch 8, 2006 9:02 pm

each day I try to avoid hearing bad news, news in general.

It makes me crazy, paranoia, and scared.

Soon oil is running out (China demanded more and more each time).
Oil price rocketed, means every thing will rise too.
Iran with their nuclear project.
Economy will slow down.
War for water, oil, and any resources.
Birds Flu.
……
…..

ANY GOOD NEWS, PLEASE???

yang patetic, all about blogDecember 17, 2005 12:08 pm

Bingung hendak menaruh judul yang tepat atas tulisan yang mau saya buat.

Masih sekitar keributan kasus SMS fitnah, tuduhan penghinaan terhadap presiden, dan sekitarnya yang berhasil menaikkan angka pengunjung blog-blog yang bersangkutan maupun tidak. Heboh, kata orang awam.

Rasanya tidak afdol kalau tidak saya bahas, loh???

Terus terang, saya kurang mengikuti situasi di tanah air dan sumpah! saya tidak mengenal siapa itu Roy Suryo.

Jabatannya, kekuatannya dan lingkungan yang mengelilinginya.

Saya hanya ingin mengatakan seputar kasus ini, saya pikir kasus ini mungkin cuma satu permukaan tipis dari sekian banyak adanya kasus-kasus kebebasan berpikir, berkarya dan hak-hak hidup lainnya yang lebih berat yang terjadi negara kita.

Ini terjadi juga di negara-negara dunia ke tiga, pada penulis-penulis blog di negara itu, saya lupa, mungkin sudah setahun yang lalu, dari Pakistan kalau tidak salah. Yang terjadi adalah penulis itu sempat (atau mungkin) masih berada di penjara karena telah menghina (mengkritik maksudnya) autoritas negara tersebut.

Saya harap tidak akan terjadi di negara kita.

Namun melihat dari pasal-pasal yang disebutkan Priyadi di blognya, saya melihat pasal-pasal tersebut masih berbau rezim yang lalu, masih menyebarkan bau penindasan.

Dan fakta bahwa Herman Saksono sampai diperiksa oleh pihak kepolisian, menunjukkan bahwa ada oknum-oknum di negara kita yang ingin menutupi problem besar dengan problem kecil. Demi membubarkan konsentrasi sebagian rakyat, mereka berusaha menutupi masalah yang besar yang terjadi di negara ini.

Saya pikir, telah memanfaatkan kepolisian untuk menginterogasi seorang penulis blogger dengan juga memanfaatkan pasal-pasal penindasan adalah suatu….penghinaan terhadap rakyat. Baik karena kita telah membayar gaji pegawai negara dengan pajak dan kecilnya masalah yang dipertunjukkan pada kasus ini, membuat saya harus berkata: Patetik!!!!!

Mengingat beban kepolisian Indonesia yang masih mempunyai pending terhadap keamanan dan stabilitas negara, begitu juga wakil rakyat di parlemen yang seharusnya memodifikasi beberapa pasal penindasan yang tidak mencerminkan kebebasan di negara kita. Bukankah sampean baru minta kenaikan gaji dan kenaikan itu sudah disetujui??? paling tidak, coba merevisi kasus-kasus penindasan terhadap kebebasan rakyat!

Maka dengan itu saya tutup tulisan ini dan saya harap hal ini tidak menjadi bahasan lagi
, karena ide dan rencana mereka adalah membuat kita “meleng”, lupa dan terjerumus pada masalah kecil demi menutupi masalah yang ada dan jauh lebih besar dari hanya sekedar memodifikasi foto kepala negara tanpa bermaksud menghina beliau.

yang pateticNovember 3, 2005 10:11 am

Hey…selamat merayakan hari raya idul fitri.

Pasti kamu-kamu lagi asik makan ketupat, sayur, opor dan bersalam-salaman dengan sanak famili.

Anak-anak kecil memakai baju baru, ibu-ibu juga tampil secantik mungkin.

Saya di sini di kantor, sekarang jam 10 pagi dan hanya ada seorang rekan di ujung sana.
Rencana mau kabur ke kedutaan, paling ngga nyicipin ketupat, gagal, karena boss saya tidak masuk dan saya musti ada di sini. Mana kena flu ketularan seorang rekan kerja.

Tapi, ngga pa pa kok…pasti di luar sana ada yang lebih menderita dari saya (hi hi hi…*ketawa gaya orang jahat*)

Tadi nelpon ke rumah di Indonesia juga ga ada orang, pasti lagi berkunjung ke rumah uwa.

Ya sudah…selamat berlebaran, jangan kelewatan makannya, kirim-kirim ke sini kalau ada sisa…(hu hu hu……anjr…)

yang pateticSeptember 26, 2005 11:50 am

Udah dapet pengumuman PHK, pake jatuh sakit segala. (more…)

yang patetic, puisi & fiksiAugust 8, 2005 10:25 am

Una Poésia pero no ficción

pensé que persona como tú sólo existe en las películas
gente con mente depravada
sólo piensa en dañar sentimiento de los demás (more…)

yang pateticJune 29, 2005 10:51 am

Hari ini seorang rekan kerja berulang tahun yang ke-empat puluh dan pagi tadi istrinya menelpon, memberitahuku bahwa akan dikirim kue ulang tahun sekitar jam 4 sore dan memintaku untuk menyiapkan pesta kejutan untuk suaminya tersayang.

Aku segera memberitahu rekan-rekan lainnya melalui email untuk bersiap-siap dengan rencana ini. Semua orang menjawab dengan antusias dan bahagia.

Namun…tak lama berdering telpon yang menggelapkan semuanya. Berasal dari pimpinan kami. Dia mengatakan, “kenapa pestanya ga diundur sampai jam lima, setengah enam sore, lebih logis kan? sekitar jam segitu kita udah mau pulang? coba kamu telpon istrinya, bla bla bla bla….”

Padahal orang ini terkadang juga mengumpulkan kami sekitar jam yang sama di dapur kantor kalau dia membawa oleh-oleh. Kenapa kali ini dia menentang dan nada bicaranya denganku serius sekali?? seakan-akan akulah pentolan organisasi pesta itu.

Alasan, dia akan menerima kunjungan dari luar pada jam itu di kantor.

Kenapa orang ini tidak bisa fleksibel dan membiarkan orang-orang lain bahagia?

Kalau dia sedang menerima kunjungan dan tak bisa hadir di pesta itu, ya sudah! apa ga ngerti kalo ada istri orang yang ingin membuat bahagia suaminya yang sedang krisis umur pertengahan? betapa egoisnya orang tersebut dan tiap hari membuatku MUAK melihat mukanya!

Toh berapa lama sih makan kue tart? paling lama 20 menit…dan kami akan kembali ke meja kami masing2! dan pesta ini tidak dilakukan sering kali!

Semoga dia mendapat balasan yang setimpal. Omongannya memotong semangat rekan-rekan dan saya.

Terima kasih sekali lagi atas keputusan bodohmu!

yang pateticJune 1, 2005 3:14 pm

Kursus gratis visual basic terpaksa aku tinggalkan, setelah mencoba datang 2 hari, jumat dan sabtu- minggu yl. Pas hari Senin selanjutnya, kebetulan suami juga ikutan kursus Photoshop gratis di lain tempat dengan jam yang sama.

Jadi jadwalku kalau ikutan kursus, dari jam 8 pagi berangkat dari rumah, jam 9 pagi sampai jam 6 sore di kantor, dari situ berangkat ke tempat kursus, mulai dari jam 7 sore sampai jam 10 malam, pulang sampai rumah, jam 11 malam.

Hanya bisa: “Hai honey” “Selamat malam”…..horrrgggh…pheeewwww trus ngorok!
Besok paginya dengan rutinitas yang sama selama kira-kira dua setengah minggu.

Hari sabtunya aku sempat ingin meledak melihat tumpukan pakaian kotor yang berjibun, kamar mandi yang tak terurus, dapur yang dipenuhi piring dan gelas yang menunggu untuk dicuci, hm…pakaian-pakaian yang menggantung di jemuran menunggu untuk dirapikan dan disetrika, lantai ruang tamu yang dipenuhi partikel-partikel debu, pasir, dan rambut 2 anjingku yang berketurunan nordik!

Aku memegang kepalaku mencoba untuk mengendalikan urat syaraf yang hampir pecah membludak karena darah yang terpompa dengan cepatnya dari kaki.

Suami dengan santai cuma bilang “relax, relax”. Mungkin kalau di Ally Macbeal, dia langsung aku terkam dan aku makan, ha ha….

Akhirnya aku putuskan untuk menghentikan kursus itu. Karena jika kami berdua ikutan kursus dan pulang ke rumah jam 11 malam setiap hari, anjing tidak ada yang ngurus, kulkas akan seperti padang pasir- hanya ada es batu di frizer, di dapur tidak ada makanan karena tidak ada yang pergi belanja dan memasak. Atau alternatif lainnya yaitu membeli hamburger tiap hari atau makanan2 cepat lainnya.
Rumah bagaikan hotel….masih mending hotel, ada receptionist dan restaurant di lantai bawah…he he. Belum lagi badan yang porak poranda.

Di kursus yang sempat aku datangi, hanya aku cewek satu-satunya dan cowok2 itu tampaknya masih tinggal dengan ortu mereka, jadi sepertinya tidak risau dengan hal-hal metafisik disekeliling dirinya.

Begitulah.

yang pateticMay 18, 2005 2:40 pm

Blusmu musti merek Mango
Cardiganmu dari Zara
Tas wajib dari Louis Vuitton
Celana Jeansnya Levis
Syal dengan desain Armani
Perfume Chanel number 5
Dan Lipstick dari Clinique
(more…)

yang pateticApril 18, 2005 12:58 pm

Munafik kalau di post aku membela kehidupan di atas segalanya.

Memang dulu aku seringkali berucap: “God I wanna die”, “God, let me die”, “God, please kill me. My life has no sense”.

Ataupun pernah juga otakku berpikir: “Sampai di sini saja, aku ingin berhenti berfungsi untuk selamanya”.

Ada perasaan ingin berhenti, meninggalkan semuanya. Ada perasaan hanya ingin menjadi serpihan-serpihan abu. Ingin menjadi atom-atom tanpa nama.

Namun kini fase itu telah aku lewatkan. Entah, mungkin ada materi positif yang menyentuh otakku.

Kini telah kulewati fase ingin bunuh diri. Telah kulewati fase keinginan untuk mati dan berhenti berfungsi.

Entah fase apalagi selanjutnya?

en español, yang pateticMarch 28, 2005 9:03 am

This post is password protected. To view it please enter your password below:

Next Page »
online