puisi & fiksi, My FavoriteFebruary 11, 2006 8:42 pm

El invierno te ha devorado
No llegaste al verano
Como dice la profecía

(Musim dingin telah menghabisi dirimu
Kau tidak sampai pada musim panas
Seperti yang dikatakan ramalan)

Nos despedimos en una sala fría
En tan poco tiempo
como tu muerte sin agonía

(Kita berpisah di ruangan yang dingin
dalam waktu yang sebegitu singkat
seperti kematianmu yang tanpa penderitaan)

Una dosis letal
te llevó a un dulce y largo sueño

Sebuah dosis yang mematikan
yang membawamu ke dalam mimpi yang indah dan panjang

Añoranza nunca tiene respuesta
Sólo me imagino
estás en el horizonte
al anochecer
en el fondo del cielo
rojizo fuego como tu pelo

Kerinduan tidak pernah mempunyai jawaban
Hanya kubayangkan dirimu berada di horizon
saat malam menjelang
di langit yang paling dalam
Merah berapi seperti rambutmu

Porque no pienso pensar que hayas empezado otra vida
en otro cuerpo

Karena saya tak kan pernah mau berpikir kau telah memulai kehidupan yang lain
di raga yang lain

¡No!
Los muertos descansan en paz
tal vez esperando a sus seres queridos
todavía viven malamente en la tierra

Tidak!
Mereka yang mati beristirahat dengan tenang
Mungkin menunggu yang mereka cintai
Yang masih hidup menderita di dunia

Lloro
y te pido perdón

Saya menangis
dan saya meminta maaf padamu

Eres como un sol para mí
cálido como tu cuerpo
caliente como tu corazón

Kau seperti matahari bagiku
hangat seperti tubuhmu
panas seperti hatimu

Salúdame por las mañanas
Báñame con tu rayo
Sintiendo tú

Sapalah diriku tiap pagi
Mandikan aku dengan sinarmu
merasakan dirimu

Y cuando desciendas
sigues tan hermoso como un rey en el cielo

Dan ketika kau terbenam
kau tetap sebegitu tampan seperti seorang raja di langit

Para un amigo, que siempre nos acompañaba, disfrutaba del cálido luz del sol, dormía para despertar una vez más con nosotros.

naga.

puisi & fiksiJanuary 2, 2006 11:44 am

Distrik tanpa nomer dan tanpa kode pos hanyalah sebuah distrik yang berada di pinggir barat kota Bragan. Tanpa nomer dikarenakan Kecamatan yang meliputi kota itu tidak mau bertanggung jawab atas kegiatan yang berlangsung di distrik tersebut.

Distrik itu muncul begitu saja, isinya hanya orang-orang yang tersingkir dari warga-warga terhormat pembayar pajak.

Distrik di mana para perampok dan kriminal bersembunyi dan merasakan ketenangan meminum seteguk bir tanpa harus menjaga punggungnya dari intaian autoritas.

Walaupun distrik ini tidak bernomer, listrik, air minum dan saluran telpon sampai walaupun dengan cara ilegal.

Korespondensi tradisional hanya sampai di kantor pos pintu masuk distrik, warga bisa mengambil surat-suratnya di sana dan mengirim korespondensinya, tidak ada tukang pos yang berani masuk ke distrik tersebut.

Bila pagi menjelang, justru distrik ini diliputi keheningan dan ketenangan. Hanya terkadang lewat truk-truk yang mendistribusi pangan berhenti di depan satu-satunya supermarket di daerah itu.

Beberapa anak kecil berbaju compang-camping bermain bola di pinggir jalan bergabung dengan penjual narkotik yang selalu muncul kesiangan.

Bangunan-bangunan di daerah itu agak sedikit kumuh dan kuno, walaupun beberapa gedung dicat berwarna warni dan beberapa bar tampak tampil moderen pada dekorasinya, karena mungkin bisnis ini hanya salah satu dari beberapa bisnis yang paling menguntungkan.

Untuk beberapa warga luar dan warga setempat, distrik ini sering disebut “distrik gelap”, walaupun pada malam hari penenerangan publik tidak kurang di jalan-jalan dan gedungnya.

Satu-satunya taman di kota itu hanyalah sebuah taman kecil di mana para gembel dan anjing-anjing liar meninggalkan kotorannya. Bau kencing dan tai mendominasi taman yang tak pernah berbunga dan tak pernah disiram air kecuali air seni.

Bisnis yang buka di pagi hari hanyalah sebuah supermarket, kantor pos, toko gadai dan sebuah bar yang tidak pernah tutup.

Kira-kira pukul lima sore hari, barulah distrik ini dipenuhi orang-orang, baik warga setempat maupun pendatang (yang dimaksud pendatang adalah warga dari luar distrik).

Biasanya kegiatan akan dimulai dari bar dengan meminum seteguk bir maupun gintonic. Para wanita penjaja seks biasa berkumpul di bar ini sebelum memulai kegiatannya di burdel yang berada di ujung jalan.
Madame yang mengatur mereka akan membuka bisnisnya sekitar pukul enam sore dan di belakangnya akan masuk Sebas, pemusik yang tiap malam bermain piano di burdel-bar itu.

Di sebelah burdel terdapat sebuah bar yang menyajikan pertunjukan humor, sulap dan badut, pemiliknya menamakan tempat itu dengan “humoris causa”. Terkadang mereka juga menyajikan pertunjukan adu kuat, tinju dan segala macam pertandingan kotor lainnya, karena sanking banyaknya orang yang berpartisipasi. Yang bergulat biasanya penjahat-penjahat yang sedang menganggur- tanpa proyek, dan yang bertaruh adalah para politisi, autoritas, mafia dan orang-orang yang tidak takut- yang kadang mampir di distrik gelap untuk bersenang-senang.

Terkadang orang baru bisa rancu oleh penampilan badut dan WTS karena mereka sama-sama menyamar dengan kostum dan topeng yang aneh-aneh. Hanya saja bau badut-badut itu tidak menyenangkan sedangkan bau para wanita itu menyenangkan sekaligus menyengat oleh parfum-parfum murahan.

Musik di burdel dan di humoris causa diisi oleh musik opera dan klasik, musik lainnya tidak diterima.

Para pengunjung, orang-orang penting biasanya menyamar ketika masuk distrik ini, mereka suka memakai pakaian bangsawan kuno, dengan rambut palsu seperti senator-senator di parlemen Inggris, topeng ataupun kumis dan janggut palsu. Mereka cukup mudah untuk diidentifikasi karena baju yang mereka pakai bersih, mahal dan mereka tidak takut untuk memakai jam tangan berlian.

Di distrik ini ada perjanjian damai antara para kriminal dan pengunjung. Di distrik ini harus ada kedamaian, keamanan luar biasa dan ketenangan. Ada uang, ada barang. Jadi jangan lupa membayar ketika selesai dengan suatu servis tertentu. Jika anda lupa membayar, mungkin anda tidak akan bisa keluar untuk pulang dari distrik ini.

Di musim panas, para penghibur distrik ini akan turun ke jalan untuk menari dan berakrobat. Orang-orang dari manapun akan berpartisipasi, karena pada karnaval ini mereka menyamar. Di balik kedok putih orang yang sedang berjumpalitan itu bisa jadi kau menjumpai. X -seorang perampok bank yang sedang cuti. Penari ular yang berada di atas jerigen anggur, bisa jadi seorang transeksual. Dan badut yang memakai jas berwarna warni itu bisa jadi Horatio- seorang bos mafia yang sedang membebaskan diri dari urusan dagangan ilegal dan kepolisian ataupun seorang pendeta yang ingin merasakan dosa dengan cara bergerumul di antara warga distrik gelap ini.

Keuntungan yang didapat di distrik ini bisa melebihi keuntungan kotor kota Bragan. Tentu karena di distrik gelap ini tidak berlaku pajak dan inspeksi-inspeksi lainnya.

Kegiatan tukar menukar tanpa uang pun bisa terjadi di distrik ini, menunjukkan bahwa warga di sini bukan semata-mata materialistis. Eva - profesi WTS, bisa membeli perhiasan dengan cara memberikan servis gratis kepada pedagang perhiasan yang mampir ke kota itu. Semua bisa dibeli dengan tukar menukar barang/jasa, menunjukkan warga biasa bernegosiasi dan bermusyawarah.

Tidak ada kata penjahat dan kriminal maupun pendosa di distrik ini.

Bagi orang-orang yang munafik, ketika mereka datang di distrik ini, mereka akan lega karena tidak harus berpura-pura menjadi apa yang mereka selama ini lakoni pada kehidupan sehari-hari.

Datanglah ke distrik ini, namun sebelumnya jangan lupa mampir di toko Samara, sebuah toko yang menjual beribu jenis kostum dan berbagai ukuran. Setelah kamu menyamar, rasakan kebebasan, kegembiraan dan keamanan di distrik ini. Kalau ada uang, bagus, kalau tidak punya, tidak apa-apa, kamu bisa tukar dengan servis lainnya, atau dengan…jiwamu….

Ha ha ha ha ha ha….

puisi & fiksiDecember 12, 2005 4:33 pm

Ah gila…ternyata kamu sudah memasuki konvoy itu, seperti halnya penumpang yang menunggu kereta api di stasiun, namun sayangnya penumpang itu telat datang dan ketinggalan kereta api yang sudah berangkat itu. (more…)

puisi & fiksiNovember 3, 2005 4:24 pm

egocéntrica
eso es todo
carne, uñas y pelo
y nada más

los demás
un individuo
que sólo piensa
en sí mismo

un centro de avaricia
consumiendo todo el aire
alrededor

yo y solamente yo

puisi & fiksiNovember 2, 2005 12:55 pm

(more…)

puisi & fiksiAugust 17, 2005 10:18 am

Cinta yang terputus
kala alam membagi dunia
pilu terasa menyeluruh jiwa
(more…)

puisi & fiksi 10:11 am

Prolog: puisi-puisi ini karya saya sekitar tahun 1995-96, cinta ke dua, sekaligus cinta lokasi. Lokasinya ya dimana lagi kalau bukan seperti yang tertera di judul puisi.

Cinta ini ga pernah tercapai, karena ada orang ketiga bahkan keempat yang kala itu menghantui, maklum, ternyata orang ketiga dan keempat masih satu geng sejak jaman seragam putih biru. Alasan kedua juga jarak yang memisahkan kita. Jadi, cinta itu hanya bersemi di kala kami berdua kebetulan ada di Halimun, setelah itu, seminya terbang, terbawa angin yang ditiup orang-orang sekitar kita.

Rentetan puisi itu saya tulis dalam sebuah buku kecil yang kemudian saya persembahkan untuknya. Salinannya juga saya tulis dalam buku kecil yang saya titipkan pada sahabat saya, yang kebetulan hari ini berulang tahun.

Puisi-puisi ini berasal dari masa lalu yang telah sekian lama tersimpan aman, yang kini mungkin menuntut untuk dibuka dan dibaca kembali.

(more…)

yang patetic, puisi & fiksiAugust 8, 2005 10:25 am

Una Poésia pero no ficción

pensé que persona como tú sólo existe en las películas
gente con mente depravada
sólo piensa en dañar sentimiento de los demás (more…)

puisi & fiksiJuly 7, 2005 4:07 pm

Kesalahan itu cuma satu kali saja
namun penyesalannya tak terkira

manusia tak luput dari kekeliruan
mungkin dari situ kita belajar
untuk memaafkan kesalahan orang lain

Terima kasih kepada waktu yang berjalan
yang memberikanku kesempatan untuk berpikir
dan menjernihkan pikiran

Namun sayang kesalahan itu tak bisa dihapus
dia selalu ada di situ membayangiku
kesalahanku adalah
bertemu dirimu

puisi & fiksiMay 25, 2005 9:56 am

de “Cien Sonetas de Amor” - Pablo Neruda

Sabrás que no te amo y que te amo
Kelak kau tahu bahwa aku tidak mencintaimu dan aku mencintaimu

SABRÁS que no te amo y que te amo Kelak kau tahu bahwa aku tidak mencintaimu dan aku mencintaimu
puesto que de dos modos es la vida, karena dua cara adalah kehidupan
la palabra es un ala del silencio, kata adalah bagian dari keheningan
el fuego tiene una mitad de frío. setengah dari api - dingin.

Yo te amo para comenzar a amarte, Aku mencintaimu untuk memulai mencintaimu
para recomenzar el infinito untuk memulai lagi keabadian
y para no dejar de amarte nunca: dan untuk tidak pernah berhenti mencintaimu
por eso no te amo todavía. karena itu aku belum mencintaimu.

Te amo y no te amo como si tuviera Aku mencintaimu dan aku tidak mencintaimu seakan-akan aku mempunyai
en mis manos las llaves de la dicha di tanganku kunci-kunci dari kebahagiaan
y un incierto destino desdichado. dan ketidakjelasan nasib buruk

Mi amor tiene dos vidas para amarte. Cintaku mempunyai dua kehidupan untuk mencintaimu
Por eso te amo cuando no te amo Karena itu aku mencintaimu ketika aku tidak mencintaimu
y por eso te amo cuando te amo. dan karena itu aku mencintaimu ketika aku mencintaimu

Next Page »
online