Imperio/sejarahJune 16, 2005 12:01 pm

Kalau di negara-negara lain ketika kita sudah dua tiga minggu tinggal di negara tersebut, kemudian sering membaca mass media, kita akan tahu pemerintah negara itu sosialis atau konservatif, sayap kiri atau sayap kanan. Partai-partai apa aja yang ada, sayap kiri moderat, kanan moderat, kiri ekstrim, kanan ekstrim, tengah, partai yang berbau agama, partai hijau (pro lingkungan hidup), dst.

Nah kalau di Indonesia, kayaknya kok ngga seperti di luar ya? Ngga jelas gitu loh.

Golkar - golongan karya, dulunya partainya Soeharto, partainya pegawai negri, partai orang-orang pemerintahan (kurang lebih selama Harto memerintah). Membela siapa? kiri atau kanan? yang jelas lebih ke arah kanan, militer. Ngga membela siapa2, cuma membela kepentingannya sendiri, demi lanjutnya kesejahteraan orang-orang golkar sendiri.

PPP, partainya orang Islam istilahnya. Jelas bukan sayap kiri, pokoknya ini menyangkut agama Islam.

PDI, partai demokrat, isinya campur2. Seharusnya ini partai sayap kiri ya?

Nah setelah adanya reformasi, puluhan partai bermunculan bak jamur di musim hujan.

Aku sendiri terus terang ngga ngikutin perpolitikan di Indonesia, terkadang terlalu rumit dan simpang siur.

Tapi ga pernah jelas tendesi masing-masing partai. Yang jelas mungkin partai yg dulu (atau sekarang masih?) dipimpin oleh Budiman. Dan juga partai nasionalis (lupa namanya).

Sedangkan sampai jaman Soeharto, kata: “komunis” itu tabu banget, komunis itu jahat, komunis itu Aidit, komunis itu yang membunuh jendral-jendral di lubang buaya, lalu perempuan2nya nari2 apa tuh namanya?

Pokoknya komunis itu setan yang perlu diberantas di muka bumi.

Ketika kamu berada di luar Indonesia, kamu menemukan persepsi yang berbeda dari kata komunis dibandingkan ketika kamu di Indonesia. Lalu kamu jadi tersenyum-senyum. (more…)

Imperio/sejarahMay 17, 2005 9:37 am

Tiba-tiba pagi ini aku teringat akan sesuatu, entah apa yang membuatku teringat akan hal ini.

Begini, masih ingat dengan presiden Spanyol, Aznar, yang pada periode pemerintahannya beraliansi dengan AS untuk menyerang Irak? kemudian ketika tahun berikutnya ada pemilihan umum, dia kalah karena rakyat spanyol sebagian besar menentang perang tersebut?

Ada 2 teori dari Maquiavelo di sini, yaitu:
1. Persekutuan
2. Keputusan pemimpin yang tidak populer

Di sini akan aku kutip perkataan Maquiavelo mengenai keduanya:

Pertama, mengenai persekutuan, katanya:

Jika kamu merasa terpaksa, disarankan untuk bersiap-siap dengan suatu persekutuan dengan seseorang yang lebih berkuasa daripada dirimu untuk menyerang pihak lain. Alasannya adalah jika halnya persekutuan ini menang, kamu menjadi tahanannya dan para pemimpin harus menghidari sebisanya berada dalam kontrol orang lain.
Juga dicapai nama yang baik, dalam hal persahabatan maupun permusuhan, dengan kata lain, ketika kamu berpihak secara jelas kepada seseorang - melawan orang yang lain.
Cara aktuasi ini selalu lebih berguna daripada menjadi neutral, karena ketika dua negara tetangga berperang, seperti halnya karakter mereka, jika salah satu pihak menang maka ada rasa takut pada pihak pemenang. Pemenang tidak bersekutu dengan negara yang ragu-ragu, yang tidak membelanya dalam perlawanan. Sedangkan pihak yang kalah, tidak akan memberikanmu tempat berlindung dengan alasan tidak mau berbagi keberuntungan dengan senjata di tangan.

(more…)

Imperio/sejarahMay 13, 2005 10:22 am

Maquiavelo lahir pada tahun 1469, anak dari seseorang yang berkecimpung di bidang hukum.

Selama hidupnya telah diberikan untuk teoria dan praktek politik, yang dirangkum dari observasi dan pengalaman langsung dari kekacauan politik. Saat belia, dia diangkat untuk memimpin kedutaan kedua yang tugasnya mengurus urusan dalam negri Florencia, namun banyak dari kegiatannya bertambah menjadi beberapa misi diplomatik, tak hanya dengan negara-negara tetangga Italia juga dengan pemimpin-pemimpin Eropa lainnya.

Pada pertemuan dengan raja Maximiliano yang terjadi pada tahun 1508, lahirlah karyanya “Laporan tentang Jerman”; ketika ia bermisi dengan raja Luis XII, tahun 1510, lahir pula “Laporan tentang Perancis”; setelah melewatkan waktu dengan César Borgia, ia menulis “la Exposición” tahun 1503, Exposisi tentang bagaimana cara Duque de Valentinois mengalahkan Vitellozzo Vitelli, Oliverotto de Fermo, el Señor Pagolo dan el Duque Gravina Orsini.

Dalam lima belas tahun Republik Florentina, sampai kembalinya kekuasaan keluarga Médici, tahun 1512, ia mempunyai beberapa tanggungjawab politik dan teknik, termasuk organisasi pasukan infantri nasional dan pasukan berkuda. Kemudian tahun 1513, ia dijauhkan dari kekuasaan dan disiksa.
(more…)

Imperio/sejarah 9:28 am

Sumber: http://clientes.vianetworks.es/empresas/lua911/html/Maquiavelo/Premaqui.html

Maquiavelo menulis “El Principe” dalam satu waktu saja, antara agustus dan desember tahun 1513 yang didasarkan pada bacaannya, dan dari pengalaman panjangnya pribadi. Dalam karyanya dibedakan empat bagian yang paling penting:

1. Bab I-XI: Di sini Maquiavelo menyelidiki beberapa kelas yang berbeda dari wilayah kekuasaan Pangeran, bagaimana memiliki dan mempertahankannya. Setelah menjelaskan secara singkat tentang wilayah2 yang diwariskan (bab II), difokuskan dalam penelitian yang dinamakan wilayah-wilayah baru, yang membahas pertama-tama apa yang disebut wilayah campur (bab III-V). Walaupun begitu, kekhawatiran yang terpenting dari Maquiavelo adalah menyelidiki wilayah2 yang benar2 baru (di mana baik pangeran maupun organisasi politik yang menghidupi wilayah itu adalah baru) juga sama halnya dengan berbagai perbedaan dalam cara memasuki wilayah dan masalah-masalah umum yang penting dalam mempertahankan wilayah itu (bab VI-IX). Setelah konsiderasi pertama tentang kekuatan2 wilayah (bab X) diakhirilah bagian pertama dengan membuat referensi tentang Wilayah keagamaan (bab XI) di mana ditegaskan pelecehannya terhadap politik temporal dari gereja.
(more…)

Imperio/sejarahApril 28, 2005 2:32 pm

Diambil dari buku yg berjudul “El Príncipe” dari Maquiavelo (ahli politik dan strategi italia pada abad XV). Saya terjemahkan “El principe” yang bisa berarti:

1. Yang pertama dan terbaik, yang berkuasa/lebih tinggi derajatnya dari pada yang lain-lain
2. Pangeran

Setelah berdikusi terjemahan yang benar adalah “Pangeran”, karena pada jaman tersebut, Maquiavelo menulis buku ini untuk para pangeran di Itali (khususnya keluarga Medici) yang mana hanya titel merekalah yang bisa membawa mereka ke tampuk pemerintahan.

Baik mari kita mulai terjemahkan intisari dari buku ini.

Bertahan terhadap perubahan-perubahan
Masyarakat hidup tenang jika mereka dibiarkan hidup dengan cara tradisional.
Ketidakpercayaan masyarakat membuat mereka tidak pernah percaya akan sesuatu yang baru sampai mereka betul-betul mendapatkan pengalaman dengan sesuatu itu.
Sifat masyarakat sangat sedikit statis: hasilnya sangat gampang meyakinkan mereka tentang sesuatu, namun sangat sulit mempertahankan mereka dalam keyakinan tersebut.

Balas dendam
Masyarakat seharusnyalah dimanja atau diinjak, karena mereka akan membalas dendam dari penindasan yang ringan, namun dari penindasan yang keji, mereka tidak dapat. Penghinaan yang dijatuhkan kepada seseorang seharusnya sebegitunya hingga tidak ada kesempatan untuk takut dari pembalasan dendamnya.

Ketika memulai peperangan
Seharusnya jangan sampai dibolehkan memperpanjang masalah untuk menghindari suatu perang karena jika perang tidak dihindari, namun diundur-undur, kerugian akan berada dipihakmu.

Menirukan orang-orang ternama
Seseorang yang mawas diri seharusnya berjalan di jalur yang telah dilewatkan orang-orang ternama dan meniru mereka yang keluar secara gemilang di atas orang-orang yang lain, dengan tujuan, walaupun kebaikannya (tujuan baiknya) tidak tercapai, paling tidak tertinggal wanginya.

Upah-upah
Barang siapa yang berpikir bahwa upah-upah yang baru akan melupakan masyarakat dari ketikadilan yang lalu dimana mereka menjadi korbannya, mereka itulah yang menipu diri sendiri.

Kekejaman
Kita bisa menggunakan kekejaman secara baik atau buruk.
Penggunaan yang baik (jika ia berasal dari keburukan, maka adil jika disebut baik) dari kekejaman adalah yang dilakukan satu kali saja dan sekali waktu, supaya meyakinkan , dan seterusnya tidak memaksakan cara ini terus menerus, namun akan berubah menjadi sesuatu yang mungkin paling berguna bagi para bawahan.

Penggunaan yang buruk, adalah kekejaman yang mempunyai sedikit alasan, yang terus bertambah sejalan dengan waktu dimana seharusnya kekejaman itu berkurang.
(more…)

LINK TEXT
online