Simpang siur politik indonesia
Kalau di negara-negara lain ketika kita sudah dua tiga minggu tinggal di negara tersebut, kemudian sering membaca mass media, kita akan tahu pemerintah negara itu sosialis atau konservatif, sayap kiri atau sayap kanan. Partai-partai apa aja yang ada, sayap kiri moderat, kanan moderat, kiri ekstrim, kanan ekstrim, tengah, partai yang berbau agama, partai hijau (pro lingkungan hidup), dst.
Nah kalau di Indonesia, kayaknya kok ngga seperti di luar ya? Ngga jelas gitu loh.
Golkar - golongan karya, dulunya partainya Soeharto, partainya pegawai negri, partai orang-orang pemerintahan (kurang lebih selama Harto memerintah). Membela siapa? kiri atau kanan? yang jelas lebih ke arah kanan, militer. Ngga membela siapa2, cuma membela kepentingannya sendiri, demi lanjutnya kesejahteraan orang-orang golkar sendiri.
PPP, partainya orang Islam istilahnya. Jelas bukan sayap kiri, pokoknya ini menyangkut agama Islam.
PDI, partai demokrat, isinya campur2. Seharusnya ini partai sayap kiri ya?
Nah setelah adanya reformasi, puluhan partai bermunculan bak jamur di musim hujan.
Aku sendiri terus terang ngga ngikutin perpolitikan di Indonesia, terkadang terlalu rumit dan simpang siur.
Tapi ga pernah jelas tendesi masing-masing partai. Yang jelas mungkin partai yg dulu (atau sekarang masih?) dipimpin oleh Budiman. Dan juga partai nasionalis (lupa namanya).
Sedangkan sampai jaman Soeharto, kata: “komunis” itu tabu banget, komunis itu jahat, komunis itu Aidit, komunis itu yang membunuh jendral-jendral di lubang buaya, lalu perempuan2nya nari2 apa tuh namanya?
Pokoknya komunis itu setan yang perlu diberantas di muka bumi.
Ketika kamu berada di luar Indonesia, kamu menemukan persepsi yang berbeda dari kata komunis dibandingkan ketika kamu di Indonesia. Lalu kamu jadi tersenyum-senyum. (more…)
