Eemm ternyata masih aja ngomongin selingkuhan, gara-gara kemaren sore selagi mencari-cari sumber tentang perselingkuhan, aku baca di dua surat kabar tentang penggerebekan di beberapa hotel di Indramayu dan di Bandung oleh polisi terhadap orang-orang yang dicurigai sedang berselingkuh.
Salah satu judul berita itu: “Enam pasangan selingkuh di razia” (Pikiran Rakyat, 2 agustus 2004) Isinya antara lain:
Jajaran Kepolisian Resort Bandung sedikitnya mengamankan enam pasangan selingkuh di sejumlah penginapan di kawasan Jalan Raya Ciwidey Kabupaten Bandung, saat dilakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) pada Sabtu (31/7) malam hingga Minggu (1/8) dini hari WIB.
(Aku tersenyum-senyum saja membaca tentang ini)
Sepertinya beberapa orang atau wartawan juga salah kaprah antara selingkuh dan berzinah. Mari kita jelaskan dulu arti dari masing-masing kata.
Berselingkuh itu kan orang yang sudah menikah atau pasangan yang stabil, di mana salah satu dari mereka mempunyai hubungan intim secara konstan dengan orang lain di luar pernikahan/diluar pasangan tetap, tanpa diketahui oleh pasangan tetapnya.
Sedangkan berzinah itu artinya melakukan hubungan intim di luar pernikahan.
Lebih lanjut hanya dijelaskan di dalam berita itu bahwa polisi melihat alamat KTP tiap pasangan berbeda sehingga kesimpulannya mereka tidak menikah dan artinya mereka melakukan perzinahan (BUKAN PERSELINGKUHAN - jika itu perselingkuhan, pasangan yang diselingkuhi tidak diikutsertakan dalam berita).
Di luar konteks berita yang aku masukkan ke sini, sebenarnya hal yang membuat aku tersenyum adalah keterlibatan aparat kepolisian dalam rangka penegakkan moral masyarakat dan seperti nama operasi itu sendiri menjelaskan semuanya “Operasi Pekat (penyakit masyarakat)”
Aku juga jadi ingat pernah membaca sebuah berita bahwa di Malaysia-pun terdapat operasi dari pihak kepolisian yang berhubungan dengan perzinahan ini. Hingga pacaran ataupun berhubungan dengan seseorang yang bukan muhrimnya sama sekali dilarang.
Aku sudah mencium tema yang panjang dari pembicaraan ini…entah harus memulai dari mana.
Jelasnya pendapatku, aku sama sekali tidak setuju atas tindakan aparat kepolisian tersebut.
Pertama Indonesia bukan negara Islam sehingga tidak ada praktek hukum Islam di negara kita.
Ke dua, perzinahan dan perselingkuhan merupakan hak individual. Masalah dosa dan hukumannya adalah masalah dengan sang Pencipta di akhirat nanti.
Ke tiga, polisi sendiri adalah aparat hukum yang menegakkan hukum di negara kita yang bukan hukum Islam atau hukum agama, mereka bukan polisi-polisi agama, santri, ustad, ulama yang pekerjaan utamanya menanamkan moral di masyarakat.
Ke empat, tindakan penggerebekan ini akan merugikan usaha perhotelan di negara kita (aku pernah bekerja di sebuah hotel, pendapatan perhotelan selain dari restauran dan barnya dan penyewaan ruangan untuk pernikahan atau meeting, yang paling penting adalah penjualan kamar. Dan sebagian kecil dari pengungjung tentunya mereka yang berzinah dan berselingkuh - kenyataan, but who cares? we don’t care if they use the room for fucking up even for being in room while using drugs, they have a right and they paid for it and we get the benefit, that’s how the world works). We work at the hotel and we are not responsible for what the clients do.
Ke lima, sebagai negara yang mengaku-aku, berkeTuhanan Yang Maha Esa, dengan kata lain seluruh penduduk diwajibkan memiliki agama (tertulis di KTP masing-masing). Maksudku sebagai negara yang penduduknya beragama tentunya moral dari orang-orang yang beragama dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan kalau kenyataannya mereka bermoral bejad (selain perzinahan, negara kita juga dilanda korupsi yang maha hebat), maka perlu dipertanyakan kehidupan dan praktik beragama penduduk negara kita. Ya ga sih?
Lalu ada juga artikel tentang perselingkuhan di mana si penulis menjatuhkan vonis ke seorang istri, menurutnya jika seorang suami berselingkuh, maka itu merupakan salah si istri yang tidak bisa memuaskan suaminya.
Hm…sebenernya udah capek juga sih menentang penulisan-penulisan macam ini. Gampang ya? menyalahkan seorang wanita. Tapi aku akan bersikap adil, aku copy and paste artikel itu biar kalian bisa baca di sini (sumber: http://bagimuwanita.tripod.com/sex__penyebab_pria_selingkuh.html)
Setelah beberapa tahun usia pernikahan, seorang istri kadang-kadang lupa akan kebutuhan yang satu ini. Mereka kadang-kadang menganggap enteng hal tersebut dan merasa tidak perlu lagi membina hubungan seks karena sudah tua atau alasan lainnya. Kehangatan pernikahan haruslah dijaga dan ini menjadi tanggungjawab istri pula. Perselingkuhan terjadi karena seorang suami telah kehilangan rasa kepercayaan, penerimaan dan penghargaan dari istrinya.
Demikian pula dalam hal seks, perlulah adanya variasi agar menjadi suatu kegiatan yang tidak membosankan dan begitu-begitu saja. Selalu mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya dan pola yang sama akan menimbulkan kebosanan. Misal jika setiap Sabtu setelah berita pukul 10 malam, Anda telah tahu bahwa itu waktunya untuk bermain cinta, dan Anda bermain cinta di sisi tempat tidur yang sama dengan cara yang sama pula, tentu saja kegairahan akan pudar. Buatlah suatu perubahan yang fleksibel dan rencanakanlah permainan cinta yang baru untuk beberapa minggu ke depan. Belilah pakaian tidur baru yang seksi, parfum baru, bacalah buku tentang hubungan seksual dan bicarakanlah dengan suami Anda. Buatlah permainan cinta di pagi hari atau bangunkan dia di malam hari untuk mengajaknya bercinta. Seorang suami yang berselingkuh dikarenakan ia menemukan wanita yang lebih percaya padanya, yang memiliki kekaguman padanya seperti wanita yang dinikahinya beberapa tahun lalu. Seorang wanita yang pandai bermain cinta dan selalu siap kapan saja ia memintanya. Anda tentu saja tidak ingin hal ini terjadi pada perkawinan Anda, bukan ?
(Sumber: Be a Women by Oleda Baker)
CUIH, HUEK, PYUH…! EXCUSE ME!!! YOU xxxxx MOTHER FUCCKER….
(sorry, i get too emotional)
Oke deh, bisa memang ada kesalahan dari pihak wanita, wanita yang misalnya masih berpikiran tradisional dan hey, tidak tertutup kemungkinan wanita-wanita yang tidak cukup mendapatkan informasi tentang hubungan intim dan variasinya.
(Adow…gue serasa ahli sexologi gitu….bwah!, I am just trying to defend women above all)
Bisa terjadi, tergantung edukasi yang diterima si wanita itu dari keluarga dan lingkungannya kan? juga keluasan pengetahuan atau budaya.
Kalau memang wanita yang kurang pengetahuan, kenapa si suami sebelum mencoba-coba berselingkuh, tidak mencoba untuk mengatakan ke si istri apa yang dia mau? sebelum merusak rumah tangganya sendiri?
Kenapa ga nyoba jalan komunikasi dan keterbukaan di antara sesama pasangan, apalagi antara suami dan istri.
Satu hal lagi yang aku tidak setuju dengan artikel di atas dimana disebutkan seorang istri “diminta” untuk harus selalu siap jika si suami memintanya untuk bercinta. Wow….kalau istri itu seorang android atau robot yang selalu siap pakai, yah ok-ok saja.
Tapi kenyataannya seorang istri adalah manusia biasa, bahkan kebanyakan dari istri-istri itu juga bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah. Plus, dia musti bekerja lagi di rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga (beruntung yang mempunyai pembantu). Jadi seorang istri tidak bisa dituntut untuk selalu siap, bahkan kenyataannya banyak wanita-wanita usia muda yang kehilangan gairah seksual disebabkan oleh stress atau lelah akibat multifungsinya di dunia ini.
Ya udah, kalo ngomongin ini ga ada abisnya, aku ambil aja kesimpulanku sendiri:
Selingkuh tuh yah opsi masing-masing. It’s all about sex, fantasy and I wouldn’t say it for love.
Kamu menikah dengan orang yang kamu cintai, kamu tidak berselingkuh dengan orang yang kamu cintai. Kamu hanya berselingkuh dengan seseorang yang memberikan kamu kepuasan biologis, orang yang mendengar cerita-cerita kamu dan bisa mengerti kamu, karena dia juga butuh hal yang sama dari kamu.
Kalau kamu ternyata mencintai pasangan selingkuh kamu, berarti kamu menikahi orang yang salah.
Good God. For Heaven Sake, I will finish this once and for all….what a relieve!