Bahasa, all about blogNovember 19, 2007 3:34 pm

Saat menulis blog, apakah kamu pernah berpikir, mau pakai gaya apa tulisan kamu? terutama saat kamu ingin menyampaikan informasi tersebut ke pembaca.

Bisa aja, misalnya info itu cukup disulit dimengerti oleh pembaca umum, misalnya aja tentang tema perubahan iklim, global warming, etc. Kamu nulis apa yang kamu tahu dengan gaya sepenuhnya “ilmiah” atau kamu mencoba merubahnya supaya pembaca kamu mengerti, supaya tulisan itu mudah dicerna oleh pembaca umum?

Ya tentu akhirnya tergantung dengan pembaca blog kamu, tentang kebiasaan kamu dengan gaya tulisan kamu, dll.

Atau ambil enaknya, nulis bahasa inggris karena sumbernya berbahasa inggris, kan kebanyakan orang Indonesia sudah terbiasa berbahasa Inggris - dan akhirnya yang baca dan mengerti tulisan kamu, hanya sebagian masyarakat yang bener-bener mengerti tema itu sendiri ditambah yang berbahasa asing/inggris.

Jadi mana sih yang paling penting? tulisan itu sendiri atau pengertian pembaca kamu?

Pendapat saya pribadi, tulisan yang enak dibaca dan tentunya dimengerti oleh banyak orang, itulah yang menarik . It’s not what you say, it’s how you say.

asem manis asin, BahasaFebruary 17, 2006 3:12 pm

Wait wait…I’m not promoting one of Merdeka newcomers…I am writing this because I thought you guys are missing me. (No comment).

Well, maybe I am just practising my kaput english, as bla3x.blogspot courages anyone to learn english and practise it.

But listen, I don’t want anyone trying to correct this post, no- I don’t feel like receiving any critics or correction. (Buahahaha)

You are wondering where am I during these days, it seems that I’ve been swallowed by Earth.

I am actually doing nothing. I’m enjoying my life as a good unemployment and I think I must enjoy this moment. Who really need job and money???!

Apart of reading other blogs (I use to read my blog thousand times), I made a conclusion that you all write scrapy unimportant narcistfull issues! Do you think you’ll get famous by writing those things?
(I’m just being ironic, don’t take it seriously, or maybe yes! this could be good for you, you realised that your blog is not as good as mine).

ooh…you know I’m not serious, you see, if you are not under the power of money, you feel free…life is good, you don’t have to wake up early in the morning and go to work. You don’t even dream about work, you don’t have to make up any excuse for your boss why things haven’t been done or why you come late again? You’ll just wake up and say, what am i going to do today? it such a feeling, a glorious one.

Anyway a couple of days ago, I was about to go to an interview and I saw an acne on my face, exactly above my lips, right in the center. And I said, the interview can wait…I’ll just wait untill that thing gone away from my face.

So, I’m still here. I wacthed a couple of movies, Almodovar and some others, by free- of course, still from the public library. I got La Traviata (Verdi), Nat King Cole’s dvd - but the sound is very low, it’s an old movie, I guess that’s why the sound is not clear. I’m also trying to translate some articles from english to spanish, and it’s difficult, it’s too much for me, but I’m still trying.

And hell, I spend most of my time at home but it doesn’t mean I have to cook! in fact last night we ordered some pizzas.

I guess the idea of doing house things pushes me to get a new job quickly. Now I understand why the asociation of spanish housewives demanded a salary and social security included, for their endless working hour. I hope they get what they want.

So friends, please write every day and try to write something interesting ;) :P (especially for the new comers on Merdeka - Andry! you should give’em some works
I keep visiting your blog everyday coz one day if I finally get a job, maybe I got fewer time to blogging around and say hi.

BahasaFebruary 12, 2006 5:39 pm

Apa sih yang bisa disebut tradisi? kebiasaan ataupun cara berpikir, metode, elemen dari suatu kebudayaan yang tercipta pada masa lampau dan dibawa ke jaman kini melalui proses turun temurun.

“Ini sudah tradisi Pak!” begitu kata banyak orang

Tentu tidak ada harga yang tradisional, harga selalu berubah, naik terus dan jarang ada harga yang turun (terutama di negara kita).

Pasar bisa disebut tradisional karena ada supermarket yang lebih modern.

Baju daerah disebut tradisional karena model baju ini dipakai turun temurun dan pada saat perayaan hari-hari resmi negara dan pesta-pesta adat.

Begitu juga bangunan rumah (Rumah Toraja, Rumah adat Minang), metode pembuatan sesuatu - bisa disebut tradisional (kain tenun misalnya).

Sedangkan ada desain: etnik, kontemporer, 60-an, etc.

Yang dicap tradisional tentu tidak bisa disamakan dengan yang antik.

Ada banyak toko yang disebut toko barang antik, padahal meubel-meubel yang dijual di sana bukan berarti semuanya antik, melainkan desainnya itu diambil dari meubel-meubel kuno, antik.

Barang antik atau kuno adalah barang yang mempunyai umur panjang dan sejarah.

Saya punya tas kulit yang saya beli di Yogya, desainnya kuno, kolonial, namun mungkin umurnya tidak setua desainnya. Hanya saja kancing tas itu memang sudah karatan. Tas ini belum pernah saya pakai keluar, saya belum berani melihat reaksi orang-orang sekitar, jangan-jangan mereka berpikir saya adalah orang yang baru keluar dari mesin waktu.

Makanan tidak bisa disebut makanan tradisional, namun proses pengolahannya bisa jadi.

Kebiasaan menyirih- adalah tradisional.

Sambal ulek adalah sambal yang dibuat dengan proses mengulek yang memang menjadi tradisi di beberapa daerah di negara kita secara turun temurun. Namun ada sambal yang dibuat dengan mixer, tidak diulek, bahan-bahan dimasukkan ke dalam mesin itu kemudian mixer itu akan menghaluskan dan mengaduk bahan-bahan tersebut, hasilnya menjadi sambal.

Karena dibandingkan dengan Spaghetti, gado-gado tidak bisa disebut tradisional. Karena di negara asalnya, spaghetti sendiri adalah makanan yang biasa dimakan sehari-hari, sama dengan gado-gado di Jakarta.
Namun gado-gado bisa disebut makanan khas dari Jakarta dan spaghetti atau pizza - makanan khas dari Itali.

Gado-gado bisa disebut gado-gado tradisional jika memang ada metode pembuatan lainnya yang lebih modern.

Namun saya pikir ada juga makanan kuno, yang mungkin hampir punah keberadaannya, seperti “kerak telur” (yang saya makan sekalinya di Jakarta Fair tahun 80-an).
Bisa dikatakan tradisi orang-orang Betawi mengkonsumsi kerak telur lama kelamaan telah pudar.

Orang-orang di kota besar terkadang terbawa arus modernisasi dan sering melupakan hal-hal yang tradisional ataupun kuno.

Sesuatu yang berbau tradisional bisa tersingkir karena perubahan jaman, namun ada juga orang-orang yang menjual barang dengan cap tradisional untuk mengambil segi positif, keuntungan dari tradisional, dengan maksud bahwa pembuatan barang itu, metode itu sudah mengalami kurun waktu yang lama, sehingga lebih kuat posisinya dan metode pembuatannya: asli, turun temurun, maupun tradisional (tidak memakai metode modern). Misalnya Kecap Cap Bango, Jamu Nyonya Meneer, etc. yang selalu menyebutkan di lebelnya, kata-kata, “sejak tahun….”

Tradisional terkadang menjadi saru juga dengan sifat “etnik”, “eksotis”, “rural” -walaupun kata-kata tsb. berhubugan erat dengan kata tradisi.

Bagi orang-orang bule, wajah Indonesia adalah wajah yang eksotis (ketimuran), dan kain jumputan adalah kain yang bermotif etnik dan kain tradisional, karena metode pembuatannya dari jaman ke jaman tidak berubah.

Wingko babat tidak bisa disebut kue tradisional, namun bisa disebut khas dari Semarang (eh bener ga ini? nanti ada daerah lain yang klaim aku bisa digugat?!).

Khas, sifat unik yang membedakan dari benda lain, asli dari…

Kopi di starbuck, bagi saya sih, kopi amerikanisme, baru, modern (dan lebih mahal daripada kopi tradisional yang ada di café-café lainnya yang hanya menyediakan kopi susu, kopi tubruk, kopi dengan susu kental manis, kopi ireland, etc.).

Jadi mungkin, di masa jauh mendatang, nge-blog pun akan menjadi tradisi.

Sekarang menulis kejadian sehari-hari di sebuah buku adalah metode lama, dan menulisnya di blog adalah metode modern. Semakin banyak orang yang menulis di blog- dan sedikit (semakin sedikit) orang yang menulis di buku catatan harian.

Karena semakin banyak orang yang mempunyai blog dan menulis di dalamnya, media menyebutnya sebagai suatu fenomena. Dan muncul budaya “blogging“.

Dan tahun 2100 kalau blog masih ada, nge-blog akan menjadi sebuah tradisi dari kebudayaan modern.

Jadi dengan kebiasaan kita ngeblog (blogging), kita bagian dari tradisi yang akan kita turunkan pada anak cucu kita, mungkinkah?

——————————————————–
Sementara nulis postingan ini, saya lupa sedang membuat kopi di poci, di kompor. Kopi pun terbakar dan saya kehilangan poci itu. Saya ngga bisa hidup tanpa kopi!
Ngga tau kenapa tiba-tiba tema ini muncul setelah selesai nonton “Elizabeth Town” yang memperlihatkan sisi Amerika yang rural (pedesaan).
Oya, kalau ada yang salah dalam tulisan ini, mohon dikoreksi dan terima kasih. Maklum saya memang hobi menulis dan menulis….

BahasaOctober 21, 2005 9:35 am

Beberapa kata-kata antara bahasa spanyol dan inggris yang seringkali bikin saya rancu ketika berbahasa inggris dengan mental spanyol - karena suaranya/tulisannya hampir mirip, artinya berbeda

Yang ini yang paling rancu…
inggrisnya:
thirsty = haus -> tener sed (spanyolnya)
spanyolnya:
triste= sedih -> to be sad (inggrisnya)

(pernah lagi ada di London, tapi udah malem, ngantuk dan capek, mo bilang I’m thristy, eh jadi I’m sed….
:) )

inggrisnya:
library=perpustakaan ->biblioteca (spanyolnya)
spanyolnya:
librería=toko buku -> bookshoop (inggrisnya)

spanyolnya:
embarazada= hamil -> pregnant (inggrisnya)
inggrisnya:
embarrased= merasa malu -> vergüenza (spanyolnya)

——————-

Bahasa spanyol yang kata-katanya mirip2

sobao= sejenis kue untuk sarapan pagi
sobaco= ketiak

Jadi hati-hati jangan makan sobaco ya?!!

langida= lemah
águila= eagle
anguila=eel

trastero= gudang
trasero= pantat

Ada yang mo nambahin atau punya pengalaman serupa?

eh suamiku juga pernah salah dalam bahasa indonesia, mo bilang masuk angin, jadi masuk anjing! akhirnya orang serumah gue jadi ribut. Suami gue bilang, “bukan…., itu sakit”
Bokap gue malah ngira “hah! anjing sakit masuk rumah?!”
Reeepoot….kan????

BahasaOctober 20, 2005 2:12 pm

Adalah kebiasaan orang-orang Indonesia kepada orang yang belum kenal, mereka sering memanggil “mbak” untuk perempuan umur sebaya (mulai dari perempuan kecil kira-kira seumur 12 tahunan sampai perempuan berumur 30 ke atas) dan “mas” untuk laki-laki, dengan batasan umur yang sama. (more…)

BahasaOctober 18, 2005 8:41 am

“Kasus DBD belum mencapai KLB”.

Kalau orang Indonesia yang baca judul di atas (diambil dari detik.com) pasti dia mengerti apa maksudnya, tapi coba bayangkan orang asing yang berada di Indonesia, yang kebetulan sedang belajar bahasa Indonesia, bisakah dia membuka kunci rahasia singkatan tersebut? Kalau tidak bertanya pada orang asli, tentu tidak.

Saya sendiri sempat terperangah membaca judul berita di atas, namun karena saya orang asli, kata-kata DBD paling tidak sudah saya ketahui, yaitu singkatan dari Demam berdarah (mudah-mudahan belum ada plesetannya!), lalu singkatan yang kedua juga saya terka-terka (sebelum membaca berita itu sepenuhnya), yaitu singkatan dari kasus luar biasa.

Jadi ketika membacanya saja, kedengarannya sangat aneh, “”Kasus DBD belum mencapai KLB” - sama sekali tidak mempunyai arti (have no sense), apalagi kalau yang membaca tidak tahu singkatannya.

Yang saya ingin tahu, sudah separah itukah wartawan di negara kita dalam penulisan suatu berita. Malas atau kebiasaan? atau kebiasaan malas bangsa ini?

Bahasa, xtremely forbiddenOctober 17, 2005 12:11 pm

Tiba-tiba pengen aja ngomongin tentang ngerampok bank.

Kenapa ngga? berapa banyak film yang bercerita tentang perampokan bank? Bruce Willis, Woody Allen, The Heat (film favorit saya), dan banyak lagi.

Seorang teman yang bekerja di sebuah bank kecil di suatu desa, pernah menawarkan diri untuk merampok bank tempatnya bekerja.

Ho ho….slurrrp….

Yang paling saya suka, ada satu perampokan Bank di Brazil, caranya betul-betul intelejen!
Ngga jauh dari tempat sebuah bank penting berada, ada sebuah kios penjual tanaman dan tanah. Setiap hari terlihat mobil truk mengangkut berkarung-karung tanah dari kios itu. Semua tampak normal.
Sampai suatu hari, bank tersebut dibobol dan ratusan juta lenyap. Setelah ditelusuri lubang bobolan itu, ternyata akhir dari lubang itu adalah kios penjual tanaman dan tanah itu!
ha ha ha…ide yang cemerlang!

Namanya membuat “butrón” (bahasa spanyol), artinya lubang yang dibuat di ubin, tembok atau langit-langit yang fungsinya untuk merampok.

Arti lainnya yaitu: lubang dari suatu gua terbuka di bawah tanah yang berguna untuk ventiliasi dari penyimpan minuman anggur.

Pernah cara ini dipakai juga di Barcelona, untuk merampok sebuah toko perhiasan terkenal. Kebetulan tak jauh dari toko itu ada sebuah rumah atau gedung tua yang tak dihuni atau dipakai.

Di sini ada pula perampok yang bekerja sendirian, tampangnya selalu berubah-ubah, dan wilayah perampokan biasanya bank di desa-desa. Setelah tujuh kali merampok, akhirnya dia tertangkap juga.

Nasib sial lainnya seorang pemuda merampok bank setelah menyandera beberapa orang pelanggan di bank itu, kemudian dia meminta motor untuk kabur.
Ketika dia kabur dengan motor itu, di persimpangan jalan, mobil polisi sudah siap, tepat saat dia lewat, motornya diseruduk mobil polisi, dia pun terlempar beberapa meter, dia malah jadi cacat dan masuk penjara.

Yang jelas, kalau saya mau merampok, sudah tidak bisa lagi, karena sudah saya bahas di sini, terlalu mencurigakan.

Tapi, kalo ngebayangin doang ga ada salahnya (antara obsesi dan cita-cita, huah!!!)

Cara favorit saya, ya pake butrón itu.

Kecuali kalo saya direkrut oleh grupnya De Niro seperti di film The Heat. He he…
Kapan? kapan?
ah!

Pd. Lupa nambahin, selain merampok bank, ada juga jenis perampokan pada mobil-mobil baja pengangkut uang yang tugasnya mentransportasi uang dari satu tempat ke tempat lainnya.

Pernah ada..
Ups, sebaiknya aku ga menulis metode2 perampokan, takut nanti disalahgunakan.

Eh, film lainnya tentang perampokan yang saya suka: The Italian Job.

PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS AKSI-AKSI PERAMPOKAN DENGAN METODE-METODE DI ATAS. PENULIS HANYA MENGULAS METODE PERAMPOKAN YANG SUDAH TERJADI DI BEBERAPA NEGARA DAN BERITANYA SUDAH TERCETAK DI MASS MEDIA.(just in case!)

BahasaSeptember 8, 2005 8:57 am

Cara bicara seseorang, logatnya, gayanya bisa memberikan sedikit gambaran tentang orang tersebut secara permukaan.

Saya perhatikan, biasanya orang-orang daerah kalau berbicara menggunakan bahasa indonesia, penggunaannya cukup baik dan sopan, karena bagi mereka, bahasa indonesia merupakan bahasa keduanya. Indah pula, karena selagi menggunakan bahasa indonesia, logatnya tetap logat dari daerahnya (orang-orang batak dan Timor, misalnya).

Sedangkan dengarkanlah orang-orang Jakarta asli (seperti saya yang terlahir di ibukota, walaupun orangtua bukan berasal dari Jakarta), berbicara seenaknya, menyingkat-nyingkat sana sini, membaur bahasa indonesia dengan bahasa preman, gaya betawi dan belum lagi kata-kata baru yang diciptakan oleh kawula muda.

Tentu saja masih tetap dimengerti oleh lingkungan sekitar saya.

Namun beberapa tahun yang lalu di televisi (di Madrid), saya sedang menonton acara, semacam gossip, di sore hari. Mereka sedang menampilkan seseorang cowok yang telah berhasil memenangkan kontes entah cowok musim panas, cowok tahun ini, atau apalah… (more…)

BahasaAugust 3, 2005 11:48 am

Tolong cari kata dalam bahasa Indonesia ASLI (bukan diambil dari akar bahasa inggris atau bahasa asing lainnya) kata-kata (sifat, kerja, benda, dll.) dalam bahasa indonesia yang menggunakan huruf F atau V.

Tolong ya?

Iseng ya? iya….

BahasaJuly 28, 2005 9:49 am

Ada blog yang mengulas tentang pentingnya orang-orang asing yang akan bekerja di Indonesia untuk bisa berbahasa Indonesia. Maka itu, orang-orang tersebut wajib mengikuti ujian bahasa indonesia.

Lucunya pengulasan blog ini memakai bahasa inggris.

(maaf, aku tidak me-link blog ini karena tidak bermaksud menjelekkan maupun memperpanjang kebiasaanku mencari musuh). (more…)

Next Page »
online