ngelmu ah..May 30, 2005 9:32 am

Padahal kemarin-kemarin aku mikir pengen quit dari blog, udah capek aja dan suatu hari nanti blog ini juga akan stop, ngga di aktualisasi, dan alasan-alasan lainnya.

Tapi tadi malam ada satu dokumen dari Televisi La 2, yang amat sangat penting untuk ditulis di sini, yaitu tentang penggelapan global. Sampai-sampai aku berpikir, bahwa suatu saat nanti, manusia akan berhenti berperang melawan saudara-saudarannya sendiri, sesama homo sapiens, dan yang ada hanyalah manusia berperang melawan kehancuran alam dan bumi, karena bencana-bencana itu memang sudah ada di antara kita.

Kamu pasti sudah mendengar adanya pemanasan global, yaitu naiknya temperatur di permukaan bumi karena kenaikan jumlah gas-gas rumah kaca seperti CO2, metano, etc. yang menyebabkan terblokirnya radiasi matahari yang seharusnya keluar ke angkasa.

Nah, kalau penggelapan global ini, mulanya ada seorang ahli iklim yang setiap hari menggambil data, tentang jumlah evaporasi air yang naik ke udara setiap harinya. Dia melihat bahwa ada penurunan jumlah evaporasi yang cukup besar jumlahnya, ini menunjukkan turunnya intensitas radiasi matahari di permukaan bumi.

Pertanyaannya adalah:
1. Apakah intensitas yang turun ini disebabkan dari sumbernya, bintang matahari?
2. Atau apakah intesitas yang turun ini terjadi di permukaan bumi saja?

Maka para ahli berkumpul dan menjalankan proyek di sekitar samura hindia, aku sendiri lupa nama proyek penelitian tersebut, Indotec - kalau tidak salah.
Di tiap pulau, negara, di ambil analisis atmosfirnya.

Ternyata, atmosfir kita dipenuhi oleh partikel-partikel debu yang berasal dari pembakaran energi yang bersumber dari karbon. Artinya, atmosfir kita terpolusi oleh partikel-partikel debu tadi, sehingga menghalangi radiasi matahari untuk sampai ke permukaan bumi, hingga intensitasnya menurun karena dihalangi oleh polusi tersebut.

Polusi tersebut juga merubah kebiasaan hujan yang turun. Daerah di mana terdapat polusi yang tinggi di atmosfirnya akan menerima hujan yang kurang dari biasanya. Misalnya, di Afrika, Argel, karena posisinya cukup dekat dengan Eropa yang berpolusi - tahun-tahun kebelakang, negara ini sempat mengalami kekeringan.

Ketika Eropa mulai mengurangi emisi karbon dioksidanya, maka kekeringan di Argel tidak separah tahun (kalau tidak salah) 97.

Di Amerika, setelah kejadian yang amat buruk yaitu pada tanggal 11 september 2001, beberapa hari setelahnya diumumkan larangan terbang di beberapa wilayah AS. Maka seorang ahli iklim di sana memanfaatkan hal ini untuk mengambil analisis atmosfir di wilayah-wilayah tersebut. Hasilnya adalah jumlah partikel karbon yang berkurang di atmosfir itu (karena tidak adanya pergerakan-pergerakan pesawat yang biasanya meninggalkan partikel2 debu yang berasal dari pembakaran energinya)

Di satu sisi, penggelapan global “mengimbangi” adanya pemanasan global. Namun di sisi lain amat berbahaya karena mengubah kebiasaan hujan dan meningkatnya penyakit saluran pernafasan.

Ketika Eropa mulai mengurangi emisi karbon dioksidanya, apa yang terjadi?
Tahun 2003 terjadi gelombang panas, gelombang ini lebih terasa dampaknya diakibatkan berkurangnya “penggelapan” global yang terjadi sebelumnya (dalam hal ini, penggelapan global melindungi bumi dari intensitas radiasi matahari). Maka ribuan orang, terutama orang-orang tua, meninggal akibat panas yang amat sangat.

Seorang ahli dari AS sangat prihatin dengan adanya penggelapan global ini, bukan saja karena hal-hal yang telah disebutkan di atas tadi, namun penggelapan global ini telah “menipu” analisis tentang pemanasan global yang selama ini mereka kumpulkan. Hasilnya adalah, temperatur bumi bisa naik dua kali lipat dari apa yang mereka pikirkan sebelumnya.

Kenaikan temperatur yang drastis ini menyebabkan melelehnya es di kutub utara, kemudian berubahnya keadaan alam di suatu negara, misalnya di Inggris yang hijau dan lembab, bisa berubah menjadi Inggris yang berpadang pasir. Akibatnya suatu negara bisa menjadi tempat tinggal yang tidak dapat ditinggali oleh penduduk atau mahluk hidup. Kekurangan pangan akibat kekeringan, hilangnya hutan dan sumber daya alam di Amazon, dsb.

Maka dari itu, pemanasan dan penggelepan global sama pentingnya untuk diberantas. Kita tidak bisa berpegang pada penggelapan global untuk melindungi diri dari pemanasan global, karena hal ini sama saja dengan bunuh diri, karena penggelapan global sendiri berdampak sama buruknya dengan pemanasan global.

Kalau kita tidak bergerak dari sekarang, maka generasi manusia yang akan datang akan hidup menderita karena kondisi alam yang sama sekali tidak berteman.

ngelmu ah..May 9, 2005 10:10 am

PD: Tulisan ini diperuntukkan untuk diri saya sendiri, jadi kalau tidak mengerti, maaf ya??? :)

Apa sebenarnya efek rumah kaca itu?
Bisa diambil dari contoh sebuah rumah kaca di mana di dalamnya terdapat tanaman-tanaman.

Pertama, radiasi matahari masuk ke rumah ini, kemudian sinar infra merah yang akan menuju keluar rumah kaca, berasal dari tanaman, tanah dan superfisi lainnya dalam rumah, terserap oleh materi kaca di langit-langit rumah, menyebabkan temperatur di dalam rumah kaca lebih tinggi daripada temperatur di luar.

Hingga analogi ini bisa diterapkan pada radiasi matahari yang masuk ke bumi, kemudian refleksinya ke luar di”tangkap” oleh gas-gas rumah kaca (seperti CO2, HNO3).
Karena efek ini, maka temperatur di bumi menjadi lebih hangat, hal ini tidaklah buruk, karena temperatur di bumi menjadi temperatur yang mana mahluk hidup dapat hidup di dalamnya.

Efek buruknya adalah, ketika terjadi akumulasi/penambahan gas-gas rumah kaca (greenhouse gas) yang bertambah di atmosfir bumi kita, yang menyebabkan kenaikan temperatur bumi secara global, dimana bisa berdampak fatal bagi alam lingkungan dan manusia di masa depan.

Penambahan jumlah gas-gas ini disebabkan oleh:
-pemakaian energi yang berasal dari Karbon (C), seperti minyak bumi, batu bara (kendaraan bermotor, listrik, dsb.)
-kebakaran hutan
-Pemakaian aerosol di kulkas-kulkas
-etc.

Analogi lainnya:
Nyalakan kompor listrik, dekatkan tangan anda di samping piringan yang panas (jangan taruh tepat di atasnya), anda dapat merasakan panas yang berasal dari piringan itu.
Lalu posisikan gelas kaca di atas piringan itu (jangan sampai menyentuh), gelas akan memanas, gelas itu menyerap panas yang berasal dari piringan listrik.
Rasa panas akan tetap ada ketika gelas disingkirkan dari atas piringan itu, ini menunjukkan bahwa gelas menahan radiasi gelombang panjang infra merah. Kita tidak bisa katakan apakah radiasi itu ditangkis/direfleksi, yang jelas sebagian ditangkis oleh gelas, namun sebagian besar diserap.

ngelmu ah..April 21, 2005 11:33 am

Aku kaget membaca artikel dari Kompas tentang sel induk. Katanya:

Sayangnya, karena alasan moral, banyak negara yang mengontrol ketat penelitian soal sel induk yang bersumber dari embrio ini.

Ya jelaslah ada pengawasan ketat tentang penelitian ini, apa ga nyadar toh kalau penelitian ini korbannya embrion? betul.

Kamu pikir sudah adakah kehidupan di embrion? ada banyak pro dan kontra tentang hal ini. Bagi para kaum religus, penelitian ini tidak bisa dilanjutkan karena menyangkut nyawa manusia, walaupun masih berbentuk embrion.

Memang ini suatu penemuan gemilang, yang sakit parah bisa punya kesempatan untuk terus hidup, karena organnya yang rusak akan digantikan oleh organ yang diperoleh dari sel induk suatu embrion. Setelah sel diambil, embrionnya dikemanakan?
(more…)

ngelmu ah..April 12, 2005 5:22 pm

Ada dua faktor yang patut dibahas dalam konveksi, yaitu konduksi dan konveksi itu sendiri.

Konduksi adalah perpindahan panas antara dua sustansi dari sustansi yang bersuhu tinggi, panas berpindah ke sustansi yang bersuhu rendah dengan adanya kontak kedua sustansi secara langsung.

Misalnya ketika tangan kamu memegang gelas panas, maka telapak tangan kamu akan menerima panas dari gelas tersebut.

2. Konveksi.
Konveksi terjadi diakibatkan adanya ekspansi termal dan konduksi.

Konveksi sendiri artinya= cairan yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu.

Expansi termal adalah sifat dari sustansi yang bertemperatur tinggi dimana partikel-partikel sustansi tersebut volumennya meluas/membesar akibat panas.

Maka akibatnya berat jenis partikel itu berkurang.
Karena berkurangnya berat jenis partikel, maka partikel itu akan terdorong ke atas (dalam hal ini udara panas) , sedangkan udara dingin yang ada di atasnya akan turun menggantikannya.

Ingat misalnya berat jenis es lebih kecil daripada berat jenis air, maka es akan mengapung di air.
berat jenis besi yang lebih besar daripada air menyebabkan besi tenggelam di air.

Nah sekarang bagaimana proses keluarnya panas (yang berasal dari radiasi solar) dari bumi?

Pertama-tama radiasi solar berhasil diserap oleh bumi dan menjadi enerji panas. Panas di permukaan bumi menyebabkan panasnya udara di permukaan oleh proses konduksi. Dari sinilah proses konveksi dimulai. Udara yang sudah dipanaskan oleh permukaan bumi kemudian naik ke permukaan karena konveksi, hingga menggantikan udara dingin yang berada di atasnya. Udara dingin yang tadinya berada di atas, terdorong ke bawah oleh hawa panas tadi.

Karena proses konveksilah jumlah panas yang berhasil dipindahkan bumi ke angkasa lebih tinggi dibandingkan jika hanya terjadi proses konduksi saja.

Uap air panas yang naik, mentransfer energi panas itu ke sekelilingnya dan selanjutnya akan berpindah ke bawah lagi.

Latent Heat

Seiring dengan proses konveksi, terjadi pula evaporasi/penguapan uap air yang juga mendinginkan permukaan bumi (lihat artikel “Keringat mendinginkan tubuh”).

Kata Latent menegaskan bahwa panas tidak menyebabkan perubahan temperatur, melainkan menyebabkan perubahan keadaan.

Dalam hal ini panas yang ada di permukaan bumi juga berarti panas yang ada di permukaan lautan, danau, sungai, kelembapan tanah, vegetasi, yang menyebabkan air di permukaan bumi menguap (evaporasi) menjadi uap air yang naik ke atmosfir dalam proses konveksi.

Ingat kan? bahwa dalam proses evaporasi diperlukan panas/enerji- guna merubah keadaan tadi, dalam proses inilah lagi-lagi bumi kita kehilangan energi panasnya, dengan cara evaporasi.

Ketika uap air ini naik, di ketinggian temperaturnya akan menurun. Ketika temperatur turun cukup rendah hingga menyebabkan uap air berkondensasi di atmosfir, menjadi butiran-butiran cairan atau partikel-partikel es - awan.

Kalau enerji diperlukan dalam proses penguapan yang merubah cairan atau solid menjadi uap air, maka enerji juga diperlukan ketika uap air berubah menjadi cairan atau solid (kondensasi).

Latent heat yang disebabkan oleh proses kondensasi, akhirnya memanaskan atmosfir .

Proses penguapan dan kondensasi air jelas memindahkan panas dari permukaan bumi ke atmosfir.
Selanjutnya presipitasi mengembalikan air yang berkondensasi ke bumi dalam bentuk hujan atau salju di mana selanjutnya air ini bisa mengalami proses evaporasi dan kondensasi kembali.

Published for the moment. Resource: OU Book, Discovering science part 2, A temperate Earth.

ngelmu ah.. 4:13 pm

Radiasi= istilah umum yang artinya sesuatu yang menyebar ke arah luar dari suatu sumber

radiasi solar= radiasi yang bersumber dari matahari.

Ada beberapa radiasi solar, yang terpenting: radiasi elektromagnetik (yg berhubungan dengan listrik dan magnet).

Radiasi elektromagnetik bisa dibedakan,
1. radiasi yang terlihat oleh mata kita (visible radiation) (cahaya)
2. radiasi yang dapat kita rasakan (kulit, wajah), namanya radiasi infra merah.
panjang gelombang radiasi inframerah lebih panjang daripada panjang gelombang cahaya (visible radiation)

Gelombang elektromagnetik menyebar dalam bentuk 3 dimensi (volumen), seperti halnya gelombang yang tersebar membentuk sebuah bola (esfera).
Dalam hal ini, volumen di sekitar gelombang elektromagnetik bisa berbentuk: benda keras, cairan, gas, tapi bisa juga kekosongan (vacuum).

Radiasi matahari yang diterima oleh bumi kita (energi matahari) akan diterima dengan cara sebagai berikut,

1. Diserap oleh aerosol* & awan di atmosfer bumi yang akhirnya menjadi panas. Radiasi yang terserap ini menyebabkan naiknya temperatur gas-gas dan aerosol-aerosol.

aerosol= kumpulan cairan kecil atau partikel-partikel solid yang menyebar dalam suatu gas, seperti uap air di atmosfir, debu-debu angkasa, etc.

2. Ditangkis oleh atmosfer (oleh gas2 dan aerosol-aerosol), dalam hal ini radiasi ditangkis dan disebarkan ke segala penjuru. Sebagian radiasi menuju kembali ke angkasa, sebagian sampai ke permukaan bumi.
Penangkisan dan penyerapan radiasi bisa terjadi di segala lapisan atmosfir, yang paling sering lapisan bawah di mana massa atmosfir lebih terkonsentrasi.

3. Radiasi yang tidak tertangkis maupun terserap oleh atmosfir, sampai ke permukaan bumi. Karena bumi sangat padat, maka radiasi ini bukan ditangkis, melainkan dikembalikan satu arah ke atmosfir (proses ini biasa disebut refleksi - walaupun sebenarnya sama saja dengan tangkisan).
Es dan salju merefleksi hampir kebanyakan dari radiasi solar yang sampai ke permukaan bumi, sedangkan laut, merefleksi sangat sedikit.

4. Radiasi yang sampai ke permukaan bumi yang tidak direfleksi, akan diserap oleh bumi. Di lautan, penyerapan ini sampai pada puluhan meter dari permukaan laut, sedangkan di daratan, hanya pada level yang lebih tipis.
Seperti halnya yang terjadi pada atmosfir, penyerapan radiasi di permukaan bumi menyebabkan naiknya temperatur permukaan tersebut.

Beberapa cara bumi melepaskan energi panas yang diterimanya:
1. Emisi radiasi dari permukaan bumi
2. Konveksi

bersambung…

ngelmu ah..April 8, 2005 1:30 pm

sumber/source: Newscientist.com

Ternyata mau ga mau kita harus memperbaharui kosa kata kita seiring dengan perkembangan macam-macamlah, dari mulai teknologi, pengetahuan alam, ekonomi dan seterusnya.

Misalnya kalau lagi di ruang tunggu dokter, trus loe liat-liat majalah yang berbau kedokteran, paling-paling baru halaman pertama aja udah puyeng, entah itu singkatan-singkatan maupun istilah-istilah baru di bidang medis. Bayi tabung (bukan berarti si bayi disimpen di dalam tabung), cloning, ADN, etc.

Emang bener kita ga perlu gerah kalo ga tau semua istilah-istilah aneh itu, tapi terkadang perlu juga, terutama yang menyangkut diri kita sendiri, lingkungan alam, dan juga keamaan komputer kita (loh…yg terakhir rada maksa ya?)

Kali ini aku ambil dari majalah new scientist yang menjelaskan beberapa istilah baru di bidang komputer.

Yok kita liat:

Komputer yang sebenernya bisa membantu kita melaksanakan tugas sehari-hari, seperti belanja di supermarket, pesen tiket dan hotel ketika hendak bepergian, akhirnya terserang juga oleh bermacam-macam ancaman. Mau beli-membeli di internet jadi takut dan khawatir.

Ujung-ujung perusahaan anti virus dan pengamanan koneksi internet jadi sorak-sorak karena produk pengamanan mereka dipakai.

Gue sendiri pernah kejadian, pas mesen satu kamar hotel di Amsterdam melalui internet, gua kasih nomer kartu kredit gue. Udah aja, ngga ada masalah. Sebulan setelah kepergian gua ke sana, bank gue ngasih tau, kalau kartu kredit gua ada yang make di Praga, padahal itu kartu ga pernah hilang (tetep gua pegang) dan gua sendiri ga pernah ke Praga. Kan aneh tu?

Katanya sih di Praga itu, pengeluaran gua di hotel, restauran dan belanja-belanji dah. Langsung aja gua ke kantor polisi bikin surat lapor penipuan. Untung aja akhirnya tagihan itu tidak harus gua bayar, karena di kantor polisi Madrid, gua membuat surat pernyataan kalau gua ga pernah ke Praga dan kartu kredit itu tidak pernah hilang, diiringi juga surat dari kantor gue yang menyatakan bahwa gua ga pernah ke Praga pada bulan tersebut.

Curiganya sih gini. Kecurigaan gua tertuju pada pegawai hotel di Amsterdam tersebut, kebetulan gua liat ada orang-orang dari Eropa Timur yang bekerja di situ. Bisa aja kartu gua ditilep dan disalin, bisa via internet, bisa juga waktu gua bayar di hotel.
(more…)

ngelmu ah..March 8, 2005 2:03 pm

Betul, karena proses penguapan uap air dari tubuh kita yang menghasilkan keringat, berguna untuk mendinginkan temperatur tubuh kita.

Kenapa proses penguapan ini mendinginkan? karena dalam proses penguapan ini sendiri diperlukan enerji (enerji panas), maka jika kita berkeringat, energi panas yang ada dalam tubuh akan berpindah/keluar, hingga temperatur tubuh kita berkurang (mendingin).

Analoginya begini, jika kita memasak air dengan kompor elektrik, air itu akan mendidih pada temperatur 100º C, hingga setelah air mendidih, air akan tetap menguap jika kita biarkan mendidih dan dalam penguapan ini diperlukan enerji panas dari kompor elektrik.

Begitu juga dengan penguapan air dari dalam tubuh kita (keringat), diperlukan energi panas yang akan terkonsumsi.

ngelmu ah.. 2:02 pm

Hai teman-teman, memang akhir-akhir ini tulisanku mengarah ke ilmu pasti, hiraukan saja, memang aku tulis untuk diriku sendiri….

Nah, mengapa es mengapung di air, bukankah es dan air adalah sustansi yang sama?

Jawabannya, karena berat jenis es lebih kecil daripada berat jenis air.
Ini dikarenakan perbedaan posisi molekul-molekul di dalam es. Posisi molekul es ini lebih berjarak daripada posisi molekul di air, hingga ada ruang di antara molekul-molekul. Sedangkan posisi molekul di uap air, jaraknya lebih besar lagi/ruangnya lebih besar lagi, hingga berat jenis uap air lebih kecil daripada es dan air.

ngelmu ah.. 2:01 pm

Kenapa terjadi proses kondensasi? atau embun?
Udara di sekitar kita mengandung uap air, hingga ketika udara mendingin, udara tidak dapat menahan lebih lama seluruh uap air hingga ia akan melepas sebagian uap air itu. Maksudnya, jika kita bandingkan, udara panas mampu menahan lebih banyak uap air daripada udara dingin.

Misalnya pada superfisi kaleng minuman coca cola yang dingin sering kita lihat terjadi pengembunan, karena suhu yang dingin, mendinginkan udara di sekitarnya, karena itu udara melepas sebagian uap air di permukaan yang dingin, sehingga terjadi embun.

Kalau embun yang dilepas itu sangat kecil ukurannya, mereka akan tetap tertahan di udara sebagai awan di dataran tinggi atau sebagai kabut di dekat permukaan bumi.

Sumber: OU

Contoh pengalamanku secara langsung. Ketika udara dingin di sekitar mendinginkan kacamataku selagi menunggu kedatangan bis di halte.
Ketika aku masuk bis, di mana udara di dalamnya penat dan tidak sedingin di luar bis, maka kacamataku akan mendiginkan sebagian udara di dalam bis, karenanya terjadi proses kondensasi yang mengakibatkan pengembunan di superfisi kacamataku.
Tepat pada saat itu seorang bapak2 mentertawakan diriku “ha ha ha….saya juga mengalami hal itu” ujarnya….
Sialan…..kau! dalam hati sambil menyimpan kacamata di dalam kantong jaketku.
Hari-hari berikutnya ketika udara dingin atau hujan, aku selalu mencabut kacamataku sebelum masuk ke dalam bis.

ngelmu ah.. 2:00 pm

Kekuatan unta sebagai hewan transportasi di gurun atau lingkungan kering disebabkan oleh hal-hal berikut:

1. Keringat yang dikeluarkan unta lebih kecil jumlahnya daripada keringat yang dikeluarkan manusia.
Unta dapat mengadaptasikan temperatur tubuhnya ketika temperatur lingkungan naik. Sebelum seekor unta mulai berkeringat, dia bisa menaikkan temperatur tubuhnya sebesar 2º. Sedangkan kenaikan temparatur tubuh pada manusia bisa mengakibatkan demam serius.

2. Kehilangan cairan di unta yang disebabkan oleh keringat berasal dari seluruh jaringan tissue tubuhnya dan sedikit yang berasal dari darah.
Sedangkan pada manusia, ketika berkeringat, sebagian besar cairan berasal dari darah, sehingga pada saat darah mengental karena kurangnya cairan, jantung akan menemui kesulitan untuk memompa darah

Perbandingannya adalah sebagai berikut:
Jika manusia kehilangan cairan dari berat tubuhnya sebanyak 4%, volume darahnya berkurang sebanyak 10%.
Sedangkan untuk seekor unta, jika ia tidak meminum air dalam waktu yang cukup panjang, dia bisa kehilangan cairan dari massa tubuhnya sebanyak 20%, namun volume darahnya hanya berkurang 10%.
Jika dibandingkan dengan manusia, seekor unta harus kehilangan 5 kali porsentasi jumlah cairan dari massa tubuhnya sebelum volume darahnya jatuh menjadi 10%.

Dan juga manusia akan dekat dengan kematian jika ia kehilangan 12% cairan dari massa tubuhnya, sedangkan seekor unta bisa bertahan hidup jika ia kehilangan cairan sampai 40% dari massa tubuhnya.

3. Unta secara relatif mengeluarkan sedikit cairan di faeces dan urinenya.
Faeces unta sangat kering dan urinenya pun berkonsentrasi tinggi.

4. Selain itu di pundak Unta tersimpan lemak (bukan persediaan air seperti yang dibayangkan orang-orang), ketika ia membutuhkan lemak ini ketika dia lapar, proses pembebasan lemak menghasilkan cairan selain dari enerji yang dibutuhkan oleh unta.

Sumber: Buku 1 OU (Open University-UK)

LINK TEXTNext Page »
online