Ada saatnya ketika saya merenungkan makna kehidupan manusia di bumi, seringkali dipengaruhi oleh apa yang saya dengar setiap hari dari media masa: perang, kelaparan, kejahatan, kekeringan, bencana alam dan seterusnya.
Dan saatnya aku atau kalian berbicara: “dunia sudah gila, manusia sudah menjadi gila”.
Lalu ada juga rasa takut menghadapi masa depan yang tidak menentu. Terkadang masa depan itu tidak lagi berada di tangan kita, melainkan di tangan alam. Pemanasan Global yang membawa berbagai bencana seperti naiknya permukaan laut, iklim yang lebih ganas yang mengakibatkan berbagai bencana alam, bergantinya iklim di berbagai pelosok dunia yang mengakibatkan problem pangan; problem energi, dst.
Walaupun sebagian kelompok menentang teori pemanasan global, kita tidak dapat menyembunyikan kenyataan, dari hari ke hari, selalu kita denger berita bencana alam di berbagai tempat di dunia, baik dipengaruhi oleh pemanasan global maupun tidak.
Lalu muncul rasa takut. Takut menghadapi masa depan yang tak menentu. Takut hidup di hari tua tanpa tabungan yang cukup. Takut ini dan itu…
Namun setelah lama berpikir, akhirnya aku memutuskan untuk pertama menghapus rasa takut.
Rasa takut menghadang diri kita dari berbagai macam kesempatan dan terutama menghadang dari pemikiran positif dan optimis seseorang.
Takut membuat seseorang berhenti, berhenti berpikir, berkreasi, beraktifitas…
Setelah rasa takut hilang, barulah kita bisa berpikir, bagaimana persiapan kita menghadapi masa depan? Apakah kita masih bermalas-malasan? Apakah kita masih menggunakan kata “mumpung masih”?, apakah kita sudah segera bertindak? Mengambil keputusan? antisipasi?
Apakah selain dari itu kamu sudah mencoba merubah sesuatu untuk memperbaikinya? Apakah selain itu kamu sudah membuang rasa egois kamu dan menolong saudara kamu?
Saat bencana datang, kekayaan yang kamu miliki tidak bernilai, yang bernilai adalah, kelakuan kamu untuk keluar dari bencana dan rasa kasihan orang lain yang saat itu berada di posisi untuk menolong kamu.
Saya pikir, setiap orang memiliki bencananya masing-masing dalam hidupnya, namun jangan pernah tunduk terhadap rasa takut.
Bencana akan/bisa datang, kapan saja (dari mulai hutang, cerai, kebanjiran, kehilangan seseorang yang kamu cintai, kecelakaan, sakit, dll.).
Sekali lagi, siapkan diri kita, hadapi dengan berani, pikiran positif dan bantuan pasti akan datang.
