proses belajar dan konsistensi
Pernah ga ingin merevisi atau mengubah tulisan yang sudah kamu publikasikan di blog? Terus terang saya ingin dan merasa agak malu sudah menulis bahkan mempublikasikannya di blog.
Masalahnya semakin kita banyak tahu, semakin banyak hal-hal yang perlu kita ketahui lebih jauh lagi.
Tentu dengan proses belajar tersebut kamu sadar pemikiran kamu, salah satu teori yang kamu yakini kini pudar oleh teori dan keyakinan lain/baru?
Apakah saya bisa dibilang inkonsisten dengan pemikiran dan ide2 saya? Ya saya pikir ga sih….Manusia tentu bisa berubah pikiran dan ide setelah mengalami proses belajar. Rektifikasi itu bukan sesuatu yang memalukan.
Cuma mungkin saya menyesal telah mempublikasikan tulisan yang sekarang ini saya anggap salah itu.
Mungkin saya perlu waktu banyak untuk kembali menulis di blog ini, waktu untuk belajar. Terus terang saya ibarat sedang bersemedi, mempersiapkan diri dengan berbagai buku, planning, etc. bukan mempersiapkan diri untuk menulis lagi, tapi mempersiapkan diri “in the real life”
Ada tulisan2 di blog ini yang bisa membuat saya merenung, tertawa, marah, sedih, ada pula yang saya sesalkan telah menulisnya. Tapi, saya tidak malu kok mengakui kalau saya telah menulis sesuatu yang bodoh dan berbuat kebodohan. Ada rasa ingin menghapus tulisan tersebut dari blog, tapi saya pikir, “jangan!…suatu hari nanti, ketika saya kembali membaca tulisan tersebut, akan membuat saya sadar, bahwa dulu saya masih “hijau” dan bodoh…lain dari sekarang ini, saya dengan lebih banyak pengetahuan dan pengalaman.
Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah menuaikan pendapatnya yang panjang maupun pendek di berbagai tulisan di blog ini. Walaupun blog ini sudah tidak seaktif dulu, tapi saat aku login dan menemukan berbagai pendapat yang berbeda-beda dari pembaca dan sambil melihat-lihat tulisanku yang dulu, kembali lagi ingatan saya, ide2 saya yang dulu….Blog ternyata sangat berguna loh…
Jadi ya gitulah…keep learning and time is knowledge.
