Sebenernya tulisan yang sudah saya pikirkan untuk ditulis masih ngetem di draft, padahal saya sudah berjanji mau posting minggu lalu.
Saya ngga mau sembarangan publikasi, entahlah, saya hanya ingin tulisan yang saya muat di blog ini berbobot, ditulis dengan apik dan ngga sembarangan baik penulisannya maupun sumber-sumbernya.
Pertanyaan saya kepada kalian, kalau kalian punya uang lebih, mau diapakan?
Tentu jawaban kalian bisa berbeda-beda, ada yang bilang: diinvestasikan, ditabung, dibelikan ini, itu, dan sebagainya.
Sekitar sebulan yang lalu saya sibuk browsing produk-produk bank dan mencari produk mana yang paling menguntungkan. Ternyata dunia bank dan investasi sangat luas dan saya sempat kebingungan.
Yang jelas, uang kelebihan tadi sudah diniatkan untuk diinvestasikan.
Di mana? di bank, kalau saja harga rumah di sini tidak selangit, mungkin dua tiga tahun ke depan uang itu akan saya gunakan untuk panjeran dalam pembelian rumah kedua, untuk dikontrakan, namun, melihat situasi aktual, indikasi bunga pinjaman sedang naik dan harga rumah pun sangat amat mahal (minimal 3000 euro per meter persegi), jadi saya pun menepis niat membeli rumah ke dua.
Minggu ini saya sedang berpikir untuk membuka dana pensiun, yah benar. Suami tidak setuju, karena dana tersebut tidak dapat digunakan dalam waktu dekat - tentu, hanya jika anda sudah pensiun. Menurut suami, kenapa tidak kamu masukkan di dana investasi saja? dengan begitu dalam waktu 2-3 tahun, kalau uang itu kamu perlukan, bisa kamu gunakan. Atau ide terakhirnya, membeli garasi untuk disewakan ke orang lain - hmm salah satu kemungkinan.
Namanya juga manusia, saya rakus investasi - gila investasi? seakan dari balik batupun, apa saja akan saya masukkan di dana investasi.
Dan saya cukup prihatin akan masa depan saya. Saya pikir, tak apalah uang di dana pensiun tak dapat saya gunakan, pertanyaan saya, bisakah dengan dana pensiun itu saya bisa pensiun sebelum waktunya?
Mungkin bisa, belum saya tanyakan ke bank saya.
Memang benar, semakin muda kita memulai menabung di dana pensiun, semakin uang itu akan berkembang, karena bank akan menyalurkan uang itu ke deposit bursa saham, dengan revalorisasi sekitar katakanlah 15% pertahunnya - tergantung dari jalannya bursa saham di mana dana pensiun itu diinvestasikan.
Saya menyadari titik keuntungan saya, rumah yang saya miliki- yang saya beli sekitar 5 tahun yang lalu, sangat murah, karena itu saya memiliki pinjaman yang relatif rendah, dan bayaran perbulannya terjangkau - ini bisa saya manfaatkan untuk menabung uang yang berlebih tersebut perbulannya.
Sedangkan keluarga2 lain, banyak yang membeli rumah di atas tahun 2001 - di mana tahun 2003 harga rumah di sini sempat mencapai kenaikan tertinggi dalam sejarah. Pinjaman mereka selangit, tanpa dua gaji, mereka tak bisa membayar pinjaman rumah dan tahun ini ekonomi mereka akan semakin terhimpit karena kenaikan bunga yang ditetapkan Bank Europea.
Kalau saya berpikir seperti berjuta-juta orang lainnya, uang lebih itu sudah saya belikan mobil, gress, brand new car!
Tapi tidak, wong harga bensin naik, harga minyak sudah di atas 70 dollar per barrelnya. Belum asuransi yang harus saya bayar pertahunnya….padahal saya dan suami cukup menggunakan transport publik setiap hari untuk ke kantor, bahkan suami saya cukup jalan kaki dari rumah! jadi buat apa beli mobil? buat gengsi-gengsi-an?
Maka itu saya belum juga berani mempublikasikan postingan saya, karena pengetahuan saya tentang uang masih cetek.
Ngga salah punya strategi tentang uang. Ngga salah punya keinginan kaya- uang bisa merubah hidup seseorang.
Semakin tua, saya semakin ingin hidup nyaman dan aman.
Anda sudah tahu titik keuntungan anda? dan apa yang akan anda lakukan dengan uang anda itu?

Uang banyak ditabung aja, menabung (dgn deposito) juga termasuk investasi yg paling kecil risikonya…
Atau kalau mau belanja…ya invetarisir kebutuhan dulu…seperti itu tadi, beli mobil pas minyak dunia sedang menggila…heuheuheu…ga ideal (minimal di dunia barat yg sistem trasportasi umumnya relatif baik).
Comment by Hedi — May 21, 2006 @ 3:49 am
Kalau saya punya banyak uang, saya akan terlebih dulu belanjakan uang itu untuk naik haji, dan apa2 yg bisa mbikin saya jd Layak & Bijak dlm membelanjakan uang.
Comment by Guntar — July 1, 2006 @ 7:40 am
klo punya uang banyak aku ingin nikah terus naik haji terus buat rumah yang bagus
Comment by ario dipoyono — July 7, 2006 @ 10:43 am
Penginnya sih punya uang lebih, tapi faktanya gak punya hiks..jadi gak sempat berkhayal *sad mode
Comment by Ajie — July 13, 2006 @ 3:46 am
jujur, namanya juga perempuan…
kalo udah ada uang lebih di tangan…waa maap belanja kali…
tapi emang daku sendiri masih bingung, mau investasi apa yaa? ada rahasianya kah? bagi2 atuh
Comment by Lili — July 24, 2006 @ 11:13 am
Kalo punya uang lebih baiknya ditabung dong. Apalagi kalo kita swasta. Musti ada persiapan buat pensiun lho…. Silakan hubungi jharryms@yahoo.com untuk mempersiapkan pensiun, dana untuk naik haji/ziarah, gaji/pendapatan bulanan untuk istri dan anak-anak dan bahkan warisan. thank u
Comment by harry — March 9, 2007 @ 3:15 am
Asss w w
Memenag ide awak tu bagus banget .
Cuman saya mau tau .
Apa hidup ini hanya cukup dengan duit .
Pasti ada yang tak dapat dibeli dengan duit .
Seperti Kepuasan Hati.
Kenikmatan SEX.
Kalayakan hidup didunia .
dan banyak lagi .
Jadi duit itu hanya 10% saja gunanya.
Anda harus berpikir lagi .
Maaf ini hanya motivasi untuk anda .
Comment by m_akhir — May 2, 2007 @ 2:36 am
Untuk mempersiapkan masa pensiun yang tenang, mandiri, tanpa harus meropotkan orang lain…HARUS dilakukan dari sejak dini.
Tidak harus dimulai dengan nilai yang besar. Idealnya adalah menyisihkan terlebih dahulu +-/ 10-20% dari penghasilan kita. Tapi kalo belum bisa yah mulailah dari mampunya.
Sembari memilah semua pengeluaran kita mana yang adalah kebutuhan dan mana ynag adalah keinginan.
MULAILAH SEDINI MUNGKIN, itu kuncinya…
Mau tau caranya…??? hehehehe… kenalan dulu dong…
Comment by Arezz — May 25, 2007 @ 12:47 pm