“Kemarin itu mamih masa ga diundang pengajian sama ibu X”…kata si mamih ditelpon.
“Loh…kok gitu ya?” sahutku.
“Tau tuh, kalo ibu A, B dan C akhirnya ikutan pengajian karena merasa ga enak udah diomongin”.
(hah??)
“Kalo mamih sih…gimana ya, males, soalnya ibu-ibu itu kalo dateng ke pengajian bajunya show off”.
“Mamih sih belajar ngaji di rumah aja…males ikutan sama ibu-ibu itu, biarin deh diomongin”.
—————————————
Aku tuh suka heran kalau di Indonesia, masa ada ibu-ibu belajar ngaji yang maksudnya baik, tapi terus ngomongin orang juga?
Masa ada mentri agama yang korupsi?

…
dan sang ex-menteri agama, bukan cuma korupsi, tapi ia juga berkilah, setelah dibuktikan bersalah oleh pengadilan, bahwa ia tetap tak bersalah dan ini adalah “cobaan dan ia akan tabah menghadapinya”
plus, yg dikorupsinya adalah dana haji - itu kan uang untuk beribadah berapa jumlah calon haji yang harus kecewa kalau rencana mereka terhalang krn ulah satu orang (menteri agama).
memang memalukan punya menteri yg mengurus agama, dan berkoar2 akan akhlak dan morak publik … tapi ia sendiri.
Comment by macchiato — March 18, 2006 @ 2:54 pm
Ini memang negeri ironi…makin banyak orang menjalankan ritual agama…makin banyak distorsinya.
Makin banyak orang pergi ke rumah ibadah, kejahatan norma makin banyak pula…tragis
Comment by hedi — March 18, 2006 @ 5:29 pm
karena orang terperangkap pada beragama dan berenti disitu saja padahal seharusnya esensinya adalah bertuhan?
entahlah.
Comment by nana — March 19, 2006 @ 5:13 am
Pengajian gosip?
Nggak usah heran.
Jika sudah enak di permukaan,
kenapa harus menyentuh inti?
Sounds like nihilism.
Comment by nikk — March 19, 2006 @ 1:39 pm
karena emang kita dari kecil di didik cuman buat mengenal kulit aja…
mengenal kulit essence bukan muatan substansi
Comment by doeljoni — March 20, 2006 @ 8:26 am
namanya juga EndonesaH
Comment by bahtiar — March 20, 2006 @ 4:05 pm
banyak orang menjalankan agama hanya sekadar ritual. enggak menyentuh esensi dari beragama itu sendiri.
Comment by bril — March 21, 2006 @ 6:44 am
yah…. namanya juga indonesia, mbak :-p
Comment by dodY — March 23, 2006 @ 9:25 am
interesting….
so mereka pengajian, yet they talk about other people…
hmm…
very religious, indeed…
YEAH..GUA JUGA JADI HERAN…
Comment by 'ka — March 31, 2006 @ 5:52 am
kok komen ummi ilang yah? waktu itu udah isi loh..
KAYAKNYA UMIE MASUK KE POS YG SALAH, MUNGKIN YG UMI MAKSUD POSTING TENTANG “BICARA SOAL MORAL”, BUKAN POSTING YG INI
well, utk yg satu ini ummi harus baca dulu undang2nya secara lengkap baru deh bisa kasih komen.
soalnya kalau belum baca terus berkomentar…waaa gak profesional deh ummi jadinya…hi..hi..
Comment by Lili — April 4, 2006 @ 11:57 am
biasa kaleeee, indonesia gitu loh.
Comment by luthfi — April 19, 2006 @ 4:54 am
masa mau ngaji aja takut
untuk melakukan kebaikan gak usah nurutin masalah hati yang macam-macam kaya takut dikatain or deelel. Yang penting niat untuk berubah itu ada. Semangat bagi yg mau brubah jadi better
Comment by efan — May 31, 2007 @ 2:50 am