
Kekejaman leyenda Drakulya (dalam bahasa rumania artinya: Dragon) di dalam novel maupun film-film hanya sebatas menghisap darah dan membunuh korbannya, namun novel pertama Elizabeth Kostova yang tercipta dalam jangka sepuluh tahun, menceritakan bahwa Vlad Tepes (Vlad III) dalam masa kejayaannya terkenal juga sebagai Vlad El Empalador* - di mana dia menusuk ribuan korbannya hidup-hidup seperti daging ditusuk ke tusukan sate.
Ketika seorang anak buahnya mengeluh akan bau mayat-mayat yang tertusuk di tonggak-tonggak vertikal itu, Drakula dengan kejam memerintahkan untuk menusuk anak buahnya tersebut dan menempatkannya di tempat teratas, di atas mayat-mayat sebelumnya agar ia tidak mengeluh bau mayat yang lain.
Mungkin novel ini bisa menjadi referensi tentang kehidupan Drakula, yang bisa membuat anda merinding, bahwa dia bukanlah sekedar leyenda, ia pernah hidup hanya lima ratus tahun yang lalu ke belakang kita.
Di dalam hampir tujuh ratus halamannya, anda akan dibawa ke berbagai negara seperti Bulgaria, Hungria, Turki, dalam rangka mencari makam Drakula yang sebenarnya.
Cukup sulit dimengerti, bagaimana seseorang yang telah berbuat kekejaman selama kehidupan dewasanya dimakamkan di sebuah monasteri seperti halnya seorang suci.
Dimulai dengan kejadian seorang peneliti- sejarahwan yang menemukan buku tua dengan simbol naga (orden del Dragon, di mana Drakula menjadi anggota dan pemimpinnya) di sampul depannya yang membawa ia dan rekan-rekannya tersangkut dalam petualangan bukan saja dalam pencaharian makam Vlad Tepes, namun juga menempatkan jiwa mereka dalam kedekatan gigitan maut Drakulya…
Siapa sebenarnya dan karena apa kekejaman pangeran dari Valaquia ini? Di mana makam Drakula yang sebenarnya? jawabannya terdapat di dalam novel sejarah ini.
“Kebaikan tidak bisa diperbaiki lebih lanjut namun keburukan bisa disempurnakan”.
PD: Debut Elizabeth Kostova dengan novel ini langsung melemparkannya ke tempat teratas penulis-penulis novel sejarah/suspense. Sangat saya rekomendasikan untuk dibaca.
*Empalador, dari kata kerja empalar, artinya menusuk orang seperti halnya menusuk unggas untuk dipanggang, namun saya belum menemukan di kamus bahasa inggrisnya, berhubung novel ini saya baca dalam bahasa spanyol. Jadi Empalador artinya orang yang pekerjaanya menusuk orang dengan cara tersebut

akhirnya, posting terbaru. Dan saya pikir Naga sibuk turun ke jalan kota M, mengerek umbul-umbul Anti negosiasi ETA Basque.
ugh…let spaniards decide their future. I’m just an observer but of course, I condemn any terrorist attact.
Aduh, mengapakah naga selalu baca buku yang tebel. *oyah, pria buta Seville-nya blm kelar juga, maafkan, saya harus baca buku teks lainnya. LOL
jgn-jgn naga telah melahap trilogi Lord of the Ring juga/ yg tebelnya amit-amit itu.
;)
ciao
Buku tebel belum tentu semuanya asik dibaca…tp bener deh, novel yang satu ini harus kamu baca (biar malem2 kamu ga bisa tidur), takut di sebelahnya ada mulut yang siap mencabik lehermu khi khi khi….*evil mode on*
Comment by macchiato — February 28, 2006 @ 8:29 am
Hayyaahhh..naga..udah selesai toh? Buku ini emang bagus, dan buat novel pertama bener2 mengejutkan.
Setuju ama naga, highly recommended! Walaupun harus siap2 untuk takut ke kamar mandi tengah malam..hihihi..
Comment by Pipit — February 28, 2006 @ 10:14 am
ooo kalo drakula…leyenda ya bukan legenda :p
hiii takuttt.
Comment by Hedi — February 28, 2006 @ 10:55 am
empalar = to impale, alternatif spelling kuno “empale”
pierce with a sharp stake or point; “impale a shrimp on a skewer”
wordreference.com
Thanks Mac!
Comment by m — February 28, 2006 @ 11:59 am
Naga.
Drakula.
Monster Lochness.
Kisah Eragon.
Legenda Anglo-Saxon lain.
Terutama Nagasundani.
Adakah saling berhubungan?
Hehehe…
MUNGKIN!…..kha kha kha….(*Evil laughter mode on*)
Ada versi Indonesianya?
ndak tau Nikk, kalo inggrisnya jelas ada…really worth to read. Enjoy this book!
Comment by nikk — March 1, 2006 @ 9:00 am
wuah asik nih kayaknya ini buku!
ngga nyesel deh bacanya..!
Comment by kere kemplu — March 1, 2006 @ 10:07 am
Salam kenal buat sang naga
salam kenal juga!
Comment by rian — March 3, 2006 @ 1:18 pm
Lam kenal buat Naga….
Kayanya bukunya seru banget neh…duuhhhh pengen cari aaahhhh…
Thanks resensinya Naga….
Comment by yani — March 7, 2006 @ 8:42 am
boleh…g’ kirimin karangan novel terbarunya ke Email saya,,,,
penasaran nEch ma kisahnya,,,
Comment by tya — February 13, 2008 @ 8:50 am