Keseimbangan itu tidak selalu bagus, yang saya maksud keseimbangan dalam kebaikan dan keburukan.

Contohnya dalam kehidupan sehari-hari sering kita lihat, orang yang rajin olah raga, bahkan berprofesi guru olahraga, monitor gym maupun dokter yang lebih mengetahui seluk beluk kesehatan, menyeimbangi kegiatannya sehari-hari dengan merokok.

Atau seorang yang mengaku peduli terhadap lingkungan, yang sehari-hari memisahkan sampahnya untuk di daur ulang, ternyata saat memerlukan roti, ia pergi membeli roti yang tokonya cukup dekat dengan menggunakan mobil.

Orang yang sedang berdiet, mengkonsumsi makanan yang dianggapnya sehat, sedikit minyak dan lemak, tau-tau selama akhir minggu, dia kenyang makan pizza dan hamburger.

Lebih gondok lagi, orang-orang yang sok ngasih nasihat, jangan berbuat ini itu, eh taunya di belakang kita dia berbuat sebaliknya…

Mm..tiap orang memang punya kelemahan. Saya sedang mencoba untuk menjadi orang yang tidak seimbang dalam kebaikan dan keburukan.

Terutama dalam soal konsumsi makanan dan peduli lingkungan (ngga! saya ga naik mobil untuk beli roti). Niat baik harus diikuti oleh usaha yang keras dan kekukuhan pikiran.

Peduli dengan orang-orang sekitar yang tetap merokok, tidak memisahkan sampahnya, membuang-buang enerji untuk hal-hal kecil…kadang kalau melihat contoh-contoh begini, kita jadi merasa, lemah?
Apakah berharga usaha kecil dari kita melawan seribu orang yang melakukan keburukan?

(I’ve just realized that I wrote this meaning completely erroneous! - I think I was in limbo when I wrote it…suddenly I said, Oh my God…what have I done?) sorry readers, I made you confuse!