Kenapa ya kalau di negara-negara maju ada bencana ataupun kejadian kekerasan yang memakan sebuah jiwa seseorang ataupun lebih bisa menjadi berita utama di koran-koran/televisi.
Namun kalau di negara kita, korban banjir 15 orang tampaknya berita yang sudah “biasa”.
Lihat aja korban demam berdarah yang tiap tahun bisa mencapai ribuan orang (hanya di Jakarta), mungkin kalau pemerintah negara maju sudah malu dan mengundurkan diri dari jabatannya karena tidak bisa menghindari kematian ribuan orang yang selalu mendatangi negara/kota itu tiap tahunnya, tapi kalau di negara kita, seakan sudah menjadi biasa.
Mungkin mental dan pemikiran pemerintah negara maju dan negara berkembang berbeda.
Pemerintah negara maju bertanggung jawab atas keamanan, kemakmuran, kesehatan, keadilan warga negaranya.
Sedangkan mungkin pemerintah negara berkembang masih repot memikirkan pembayaran hutang dan kenaikan bahan bakar.
PD: posting ini dikarenakan kemarin saya melihat berita banjir di kota Kemiri yang memakan 15 korban jiwa di koran lokal-Spanyol (el mundo.es dan yahoo.es) sedangkan ketika saya mencoba mencari itu di koran indonesia (tak saya sebut namanya di sini), berita itu belum muncul….
mungkin karena tidak penting? atau karena lalai?

euh … bukankah RI sudah melihat, merasakan hands-on segala tipe bencana dan maut berskala besar. hingga kita menjadi kebal melihat bencana ‘kecil’ tanpa angka-angka bombastis.
ciao
Comment by macchiato — January 4, 2006 @ 1:07 am
lho… mbak… ada banjir di jember-jawa timur yang tewas malah lebih banyak…
Comment by doeljoni — January 4, 2006 @ 9:04 am
Kalau ada berita “banjir menewaskan 1000 orang jawa timur dan 1 orang belanda”
mana yg bakal lebih bikin heboh di kemudian hari?
Comment by hericz — January 4, 2006 @ 9:10 am