asem manis asinJanuary 30, 2006 10:08 am

Amigo, no sé que decirte.
Nunca pensé que te fuiste tan pronto.
Me has dejado gran dolor en el corazón.

Te suelo llamar viejo gruñon, tontorón, comó tú, no hay ninguno.

No sé hasta cuando voy a seguir así, recordandote al acostarme, cuando no tengo nada que hacer, pienso en tí.

Sólo te pudimor dar un cobijo, compañia y unos momentos de alegría.

Alegría es lo que eres.

Amigo, que tengas una vida mejor y más feliz. Si Dios quiera, esperanos allí con brazos abiertos y tu sonrisa.

Te quiero.

all about blogJanuary 26, 2006 4:59 pm

Beberapa bulan yang lalu, udah lama sih, saya iseng-iseng membuat iklan diri sendiri di blogsome, isinya memberikan servis terjemahan. Menurut statistik kadang sehari satu orang yang mampir, sampai sekarang baru 170 orang yang nyangkut (ngga ada apa2nya dibandingkan jumlah pengunjung blog ini, beuh!!!!! :) ) )

Eh ternyata, ada juga yang nyangkut, saya dapat orderan. Ini baru pertama sih dan pendapatannya kecil mungil, tapi saya harap pelanggan itu kalau memerlukan terjemahan lagi di masa depan, sudah tahu menemui saya di mana.

Tapi senangnya, blog itu saya buat sekedar iseng-iseng, siapa tau…saya tidak mengharapkan pendapatan reguler dan cepat dari blog iseng-iseng tersebut. Makanya ketika ada yang nyangkut, senang rasanya.

Sekarang saya buat blog lain lagi di blogsome, isinya jual barang-barang di gudang, ada yang baru ada juga yang bekas, saya akan coba-coba menjual yang unik dan menarik - tentu dengan bantuan kamera digital.
Ini juga iseng-iseng lagi, siapa tahu ada yang nyangkut. Nanti kalau berhasil, saya laporkan di sini. Kalau tidak berhasil, ya tidak apa-apa, toh namanya juga iseng….

buku/film/celebJanuary 23, 2006 4:58 pm

I accidentally found this book, when I was observing foreign literature shelf. (more…)

perempuan, pasangan, masalah sosial 10:23 am

Sex for the sake of having a baby…

Memang di dunia ini tidak ada satu mahluk pun yang sempurna dari segala sisi kehidupannya.

Di negara-negara miskin dan yang sedang membangun, pasangan yang baru saja menikah, biasanya langsung terjun dalam proyek mempunyai anak, karena memang itulah tujuan pernikahan bagi mereka, membentuk sebuah keluarga.

Di sisi lain, banyak anak-anak perempuan umur belasan tahun yang hamil akibat dari kelengahan mereka yang tidak menggunakan proteksi ketika berhubungan intim dengan lawan jenisnya. Di mana pada kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak siap dengan kedatangan bayi tersebut.

Mereka akhirnya berakhir di klinik-klinik aborsi yang banyak direkomendasikan dari mulut ke mulut.
Dan yang lebih parah lagi, ada juga yang tega meninggalkan bayi-bayi itu di tempat sampah, di jalanan.

Sebagian bayi-bayi buangan beruntung ditemukan orang dan segera diselamatkan. Sebagian lain meninggal karena dehidrasi, kedinginan dan timbulnya komplikasi-komplikasi lainnya yang tak dapat dihindari ketika bayi itu ditinggal sendirian di jalanan.

Di sisi yang lain, di negara-negara maju, banyak pasangan yang setelah hidup bersama atau menikah, lebih memilih untuk menunggu dulu sampai akhirnya mereka merasa siap menjadi orang tua yang bertanggung jawab. Walaupun sebagian besar tidak mempunyai anak karena alasan ekonomi dan atau prinsip-prinsip yang mereka pegang.

Namun ketika momen untuk mempunyai anak itu datang, ternyata penyakit moderen telah menghinggapi diri mereka. Entah karena steril dari salah satu pihak, tidak ada waktu, salah satu dari mereka harus dinas ke luar, etc. etc.

Ini seperti halnya melihat kenyataan bahwa di negara-negara maju kelebihan berat badan menjadi salah satu penyakit terbesar yang harus dilawan, sementara di negara-negara miskin, banyak orang-orang dan terutama anak-anak kelaparan dan kurang gizi.

Kembali lagi pada judul yang saya berikan di atas, ini bukan postingan porno, saya hanya membeberkan sebuah masalah yang muncul di masyarakat moderen.

Pasangan yang mengharapkan anak biasanya mempunyai waktu satu tahun untuk mencoba menjadi hamil. Lebih dari waktu itu, mereka harus kembali berkonsultasi pada dokter kandungan masing-masing.

Berhubungan intim yang seharusnya menjadi aktuasi alami, berubah menjadi, “Let’s get do it and finish the job” (Ayo kerjakan dan selesaikan pekerjaan ini).

Kenapa? karena perempuan-perempuan ini tidak mempunyai jalan lain yang lebih cepat selain menghitung-hitung hari di mana dia subur atau berovulasi, baik dengan menghitung siklus mereka (beruntung yang bersiklus regular), maupun dengan bantuan termometer basal, indikator ovulasi, etc.

Sehingga pada hari-hari tersebut, menjadi hari di mana mereka dan pasangannya mempunyai “pekerjaan” extra (walaupun saat mereka menjalani umroh- seperti yang terjadi pada seorang teman).

Sebagian dari pasangan tersebut berhasil, sebagian lain menyerah dan tak lagi menghitung-hitung hari fertil, sebagian lain memilih jalan lain seperti, inseminasi artifisial, treatment kesuburuan, and God knows what…

Harapan adalah hal yang paling akhir yang terlepas - artinya jangan pernah melepas harapan.

Posting ini saya dedikasikan kepada: E, D, dan perempuan-perempuan lainnya yang mendambakan seorang (atau dua orang) anak….
Please jangan sungkan untuk berbicara, saya pikir itu akan lebih menolong, daripada berdiam diri dalam keputusasaan.

Tiap-tiap orang mempuyai masalah yang berbeda-beda, namun kita tetap harus tegar dan menjalani hidup ini seperti seorang perwira di medan perang!

Yiha!!!

asem manis asinJanuary 16, 2006 12:57 pm

It’s been a week that I haven’t gone to work, using my “interview days” to have a relax at home.

It’s been raining since last night and still until this morning when I woke up. I decided not to go to work. Geee…what kind of…?
And probably you might be surprised that Nagasundani using english in this posting - that stupid woman who always defend Bahasa Indonesia to be used in correct and in absolut way!

I sent my boss an SMS saying that: “I read your email on Friday night, but today I can’t go because I got another interview”.

Actually today the big boss come to our office to advice us to to take our holidays that left for the year 2005. But I’m not feeling to listen to him and I would say, “Tell that to your mom, bastard!”.

My boss returned my sms saying that she would send me a news if this ass****….saying something interesting.

Sorry M’am.

The room where I am in is a bit cold even I have two heater working. I decided to make a bowl of hot supermie. And now I feel better.

Actually I’ve got nothing to say, nothing interesting, but I miss writing in my blog. So don’t waste your time reading this crap of mine.

I borrowed three books from a public library:
1. Los mil errores más comunes del lenguaje (the thousand common errors in the language - in this case spanish)
2. The Last Confession by Morris West
3. Goldman Sachs - The culture of success by Lisa Endlich

The last one finished two days ago and the first one I read it whenever I got time. The second one was started after the third one is finished.

On saturday I took two movies from Video Club: “El oficio de armas”, it’s a story about how Juan de Medici tried to defend his territory from German invasion- but he was betrayed by Duque de Ferrer. Juan de Medici finally died. Bad movie, really bad! It took twenty minutes of scene to cut one of his leg! Por favor!

The second film: “Cinderella Man” - this one is great!

Yesterday I saw “The Grimm brothers”, this one is regular, a bit borring.

Actually there are only a few good films in the list, so I can’t expect a lot for a good entertainment at home.

Finally I just want to send my greetings to anyone in the blog world. I always tune in in Merdeka and other friend blogs.

I hope to return with a more interesting story.

asem manis asinJanuary 12, 2006 11:33 am

Kalau orang Inggris masuk kantor jam 8 pagi, orang spanyol jam 9 pagi.
Kalau orang Perancis, Inggris makan siang jam 12 atau 1 siang, orang spanyol makan jam 2 siang (ada juga yang jam setengah satu), bahkan jam 3 siang.
Kalau orang Inggris makan malam jam 7 malam, orang spanyol makan malam jam 9 bahkan jam 10 malam.
Kalau berita malam hari di tivi disiarkan jam 7 malam di Inggris, di Spanyol jam 9 malam.
Kalau di Inggris sebuah film serie disiarkan setelah berita, sekitar jam 8 malam, di Spanyol film serie maupun film tayangan di tivi disiarkan jam 10 bahkan jam setengah sebelas malam.

Bisa ditebak, orang spanyol tidur di malam hari sekitar jam 12 malam bahkan jam 1 atau 2 malam. Dan bangun-bangun jam 8 pagi, jam 7 bagi yang punya anak-anak.

Orang Spanyol mempunyai jam tidur yang lebih sedikit dari orang-orang Eropa lainnya dan jadwal yang cukup berbeda.
Kalau orang Inggris bekerja dari jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore.
Orang Spanyol kebanyakan mempunyai jam kerja dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang, istirahat 2 jam, kemudian mulai lagi jam 4 sore sampai jam 7 malam.

Akibatnya 10 jam di tempat kerja, 1 jam di jalan…bukan suatu kualitas yang tinggi untuk kehidupan berkeluarga.

Maka itu sebuah kementrian di sini mulai mempromosikan jam Eropa. Supaya para pengusaha dan perusahaan menyamakan waktunya seperti halnya tetangga2 mereka Inggris, Perancis, Jerman, etc.

Supaya keluar kantor jam 5 sore dan mempunyai waktu untuk momong anak dan sebagainya.

Dan mengenai kebiasaan “siesta” orang spanyol yang terkenal itu, sebenarnya pada prakteknya tidak ada. Kecuali petani-petani di desa ataupun musim panas, karena jam kantor intensif (sebagian kantor), dari jam 8 sampai 2 atau 3 sore.

Harapanku semoga adaptasi ini lancar dan cepat. Aku juga heran sama kebiasaan mereka yang kurang tidur itu. Kadang aku akhirnya tertidur saat serunya menonton CSI….

buku/film/celebJanuary 9, 2006 2:41 pm

Jenis tulisan: catatan pribadi (KIK)
Penulis: Alexander Dumas
Tempat kejadian: Perancis (Marsella dan Paris), Itali (Roma, etc.), Pulau Montecristo
Era: Setelah jatuhnya Napoleon

Seperti yang tertera di atas, catatan ini merupakan catatan pribadi sebagai arsip & memori dari novel The count of Montecristo. Namun demikian, bebas untuk dibaca oleh publik.

Para tokoh-tokoh di karya ini yang berhasil aku rangkum:

Edmundo Dantés: seorang pelaut dari kapal Pharaon yang dikhianati oleh orang-orang sekelilingnya. Tokoh Edmundo mempunyai beberapa nama samaran: Count of Montecristo, Simbad el marino, Lord Wilmore dan Abate Busoni.

Morel - bapak: Pemilik kapal Pharaon, pelindung (patron) dari Edmundo

Maximiliano Morel: anak laki-laki Morel yang jatuh cinta pada Valentina de Villefort

Julia Morel: anak perempuan Morel

Manuel: suami Julia

Abate Faria: seorang religius dan cendekiawan yang dipenjarakan di Castillo de If, guru dari Edmundo dan yang mewarisi hartanya

Caderouse: tetangga Edmundo, seorang penjahit, terlibat dalam konspirasi

Danglars (baron, pemilik bank): seorang pelaut, rekan kerja Edmundo - pencetus konspirasi

Fernando Mondego (selanjutnya menjadi: Count of Morcef): seorang pemuda Catalán yang jatuh cinta pada kekasih Edmundo, Mercedes. Yang menjalani konspirasi melawan Dantés.

Mercedes (selanjutnya menjadi: Condesa de Morcef) : kekasih Edmundo Dantés

Alberto de Morcef: anak laki-laki dari Fernando dan Mercedes

Villefort: hakim kerajaan Perancis yang memenjarakan Edmundo

Nortier de Villefort: ayahanda dari Villefort, pendukung Bonaparte (Bonapartista)

Valentina Villefort - Saint Merant: anak perempuan Villefort

Madamme Villefort (istri ke dua sr. Villefort): tokoh jahat dibalik layar

Eduardo: anak dari istri kedua Villefort

Andres Cavalcanti alias Bendetto: anak haram dari Villefort dengan baronesa Danglars. Mengaku sebagai bangsawan dari Itali dan hendak menikah dengan Eugenia Danglars.

Barón Franz de E’pinay: temannya Alberto de Morcerf, tunangan dari Valentina de Saint Merant

Luis Vampa: bandit itali, teman Montecristo

Bertuccio: pembantu Montecristo, ayah angkat dari Bendetto, menyimpan dendam pada Villeport atas keputusannya yang tak adil pada pengadilan kakaknya.

Alí: pembantu Montecristo

Haydee: anak dari Ali Pasha dari Jenina yang mana ayahnya dibunuh akibat pengkhianatan Conde de Morcef

Eugenia Danglars: anak dari Barón dan Baronesa Danglars

————————————————–
Isi novel dengan filmnya cukup berbeda, di mana di salah satu film diceritakan duel antara Fernando dengan Edmundo (tidak terjadi, dalam novel yang hendak berduel justru Alberto de Morcef dan Dantes), kemudian kembalinya Mercedes pada Dantés (tidak terjadi dalam novel), dan tewasnya Danglars (dalam novel, Danglars jatuh miskin), Villefort yang tewas di tangan Montecristo (dalam novel, Villefort menjadi gila), dibunuhnya M. Nortier hasil konspirasi Villefort dan Fernando Mondego (dalam novel Nortier tetap hidup dan menjalani akhir yang bagus), dan seterusnya.

Dalam novel pembalasan dendam Montecristo cukup rumit dan hasilnya lebih mengenaskan daripada di filmnya.

1.Pada volumen pertama, bertempat di Marsella, ketika Edmundo Dantes dan kapalnya Pharaon tiba di pelabuhan setelah mengunjungi Pulau Elba dimana Napoleon diasingkan.

2.Konspirasi Danglars, Caderouse dan Fernando Mondego melawan Edmundo dengan menulis dan mengirim surat tuduhan terhadap Dantes yang dituduh sebagai Bonapartista.

3.Edmundo ditangkap saat melangsungkan pernikahan dengan Mercedes.

4.Interogasi Villefort terhadap Edmundo yang awalnya meyakinkan Edmundo bahwa ia akan dibebaskan. Villefort merasa perlu memenjarakan Edmundo saat mengetahui bahwa dalam surat yang dibawa Edmundo, tertera nama ayahandanya sebagai pendukung Napoleon.

5. 14 tahun di Castilla de If sampai saat Edmundo bertemu dengan Abate Faria.
Edmundo hampir menjadi gila setelah sekian lama berada di penjara tanpa mengetahui apa kesalahannya. Sampai saat ia bertemu dengan Abate Faria dimana mereka merencanakan untuk kabur. Pada masa-masa itu Dantes banyak belajar dari Faria, mulai dari ilmu alam sampai berbagai bahasa. Faria menceritakan tentang harta karun yang dimilikinya dan mewariskan harta itu pada Dantes jika ia meninggal.

6. Pelarian Edmundo dan penemuan harta karun yang diwarisi oleh Faria yang tersimpan di pulau Montecristo.

7. Konsolidasi Dantes untuk pembalasan dendam terhadap musuh-musuhnya. Edmundo mengetahui bahwa ayahnya telah meninggal karena mati kelaparan di rumahnya yang miskin dan sederhana. Orang tua itu meninggal karena kesedihan yang dialaminya. Sementara orang-orang disekelilingnya tidak membantu dan peduli terhadap orang tua itu. Edmundo juga akhirnya mengetahui bahwa Mercedes telah menjadi istri dari Fernando Mondego.

Volumen ke dua.
1. Bertempat di Itali - menceritakan petualangan Alberto dan Franz dan persahabatan mereka dengan Montecristo. Juga bertempat di Pulau Montecristo, dimana Franz de E’pinay disambut dalam gua alibaba dan mencicipi hachis untuk pertama kalinya.

2. Diculiknya Alberto de Morcef oleh Luis Vampa.

3. Bertempat di Paris - saat Montecristo masuk dalam masyarakat kelas atas Paris dan menjalankan rencana balas dendamnya

4. Jatuhnya musuh-musuh Montecristo satu persatu (bersambung)

5. Akhir dari Montecristo

buku/film/celebJanuary 4, 2006 12:00 pm

Ada beberapa film yang saya tunggu-tunggu pemunculannya, di antaranya “Cassanova”.
Hampir mau menulis tentang Cassanova di blog ini, tapi kok filmnya sebentar lagi muncul (ada telepati antara saya dan pembuat film?). Hm….lumayan bisa liat Venecia dan pemain utamanya yang tampan…

Film lainnya, “Capitan Alatriste” yang sudah saya baca habis novel-novelnya, yang akan diperankan oleh Vigo Mortensen (Aragorn di The lord of the rings) dan aktor-aktor lokal.
Menceritakan tentang seorang ex-sersadu yang selalu tersangkut pada petualangan-petualangan dan misteri yang mengejutkan dan membahayakan. Jenis film ini saya harap lebih dari sekedar action.

Dan satunya lagi “Los Borgia”, yang novelnya sangat menarik dan mendalam dalam menceritakan sisi gelap Paus Alexander VI dan keluarganya. Salah satu tempat pembuatan film yaitu di Valencia, salah satu provinsi Spanyol, tempat keluarga Borgia berasal.

Dan tentu, film lainnya yaitu “The Da Vinci code” yang bakal diperankan oleh Tom Hanks.

Ngga sabar nunggu tanggal mainnya!

asem manis asinJanuary 3, 2006 1:01 pm

Kenapa ya kalau di negara-negara maju ada bencana ataupun kejadian kekerasan yang memakan sebuah jiwa seseorang ataupun lebih bisa menjadi berita utama di koran-koran/televisi.

Namun kalau di negara kita, korban banjir 15 orang tampaknya berita yang sudah “biasa”.

Lihat aja korban demam berdarah yang tiap tahun bisa mencapai ribuan orang (hanya di Jakarta), mungkin kalau pemerintah negara maju sudah malu dan mengundurkan diri dari jabatannya karena tidak bisa menghindari kematian ribuan orang yang selalu mendatangi negara/kota itu tiap tahunnya, tapi kalau di negara kita, seakan sudah menjadi biasa.

Mungkin mental dan pemikiran pemerintah negara maju dan negara berkembang berbeda.

Pemerintah negara maju bertanggung jawab atas keamanan, kemakmuran, kesehatan, keadilan warga negaranya.
Sedangkan mungkin pemerintah negara berkembang masih repot memikirkan pembayaran hutang dan kenaikan bahan bakar.

PD: posting ini dikarenakan kemarin saya melihat berita banjir di kota Kemiri yang memakan 15 korban jiwa di koran lokal-Spanyol (el mundo.es dan yahoo.es) sedangkan ketika saya mencoba mencari itu di koran indonesia (tak saya sebut namanya di sini), berita itu belum muncul….
mungkin karena tidak penting? atau karena lalai?

asem manis asin 11:27 am

Seperti halnya ratusan juta penduduk di dunia ini, tahun baru masehi dimulai dengan suatu harapan positif dengan tak lupa diikuti oleh berbagai rencana, proyek, planifikasi dan embel-embel lainnya untuk masa depan. (more…)

Next Page »
online