Setelah melihat-lihat melalui jendela toko tanpa membeli (window shopping, he he), akhirnya saya memutuskan untuk belanja di pasar untuk membuat makanan untuk siang ini.

Namun ketika saya mencoba mengambil uang di ATM, ternyata proses transaksi gagal, entah kenapa. Saya pun memutuskan untuk pergi ke ATM lain dengan melalui pasar.

Di dalam pasar aroma amis pun mulai mendominasi dan saya pun melintasi toko sayur dan buah-buahan. Saya pun nekat untuk membeli, setelah melihat isi dompet, saya hanya mempunyai 5 euro dan beberapa cent.

“Bang, tolong bungkus setengah kilo kentang”
“Kentang yang mana?” sahut si penjual, karena ada bermacam-macam kentang, untuk digoreng, dibakar maupun disayur.
“Kentang untuk gulai”
“Oh kalau begitu yang ini aja, lebih murah, dan hasilnya akan sama” sahut si penjual sambil menunjukkan kentang yang dipenuhi tanah.
“30 cent” sahutnya.

Saya pun membayar kentang itu. Kemudian melanjutkan perjalanan saya di sekitar pasar, melihat-lihat harga daging dan ikan, saya memutuskan untuk membeli daging di toko yang sudah saya kunjungi beberapa kali.

Seorang penjual perempuan yang sedang bebas - siap melayani saya.

“Pagi, saya sedang mencari daging untuk gulai, berapa perkilonya?”
“5 euro 90 cent” jawabnya (lupa saya harga pastinya).
“Hm…saya cuma punya 5 euro, kasih 3/4 deh…”
“Eh…tunggu sebentar, saya mendingan ambil uang dulu deh di ATM” kataku yang berubah pikiran.
“Di sini bisa kok bayar pake kartu” jawab si ibu.
“Oh..okelah” jawab saya.

“Ibu ada osobuko?”
“Ngga, kalau osobuko itu harus dipesan sebelumnya”
“Oh…”

Si ibu pun mulai memotong-motong daging buat saya. Kemudian saya katakan padanya, “Bu, mendingan kurang dari sekilo aja, jadi saya ga harus bayar pake kartu”.
“Terserah anda” sahut si ibu.

Timbangan pertama menunjukkan 4 Euro, “Saya tambahin ya?”
Saya pun menggangguk dan akhirnya timbangan mencapai x kilo dan harga menunjukkan 5.12 euro.

Setelah membayarnya, saya pun keluar dari pasar, he he…bisa juga belanja gaya orang miskin…cukup sukses!

Karena tidak ada osobuko (bagian dari kaki sapi, biasanya daging mengelilingi tulang), saya akan membuat resep osobuko dengan daging sapi biasa - untuk gulai.

Bahan-bahan:
1. 1 kilo osobuko/daging gulai
2. 3 wortel
3. 1/2 kilo kentang
4. kunyit (untuk indonesia), azafran untuk di sini
5. bawang merah (bawang bombay bisa)
6. bawang putih
7. daun seledri
8. 1 buah tomat segar
9. maggi/garam
10. anchovy (tidak harus)
12. perejil (bisa diganti dengan seledri)
13. daun salam (di sini mah laurel aja)
14. kulit jeruk nipis (di sini kulit lemon)
15. minyak goreng
16. anggur merah
17. sari tomat goreng (di supermarket Hero dijual tomat goreng untuk bikin spagheti di, ambil itu aja)

Panci itu loh (lupa gue namanya) express?
(yg kalo masak daging dll, cepet).

Caranya:
1. Irisi bawang, tumis dengan minyak goreng
2. masukkan irisan bawang putih, daun salam dan seledri yang sudah ditumbuk, maggi/garam
3. masukkan irisan tomat segar, biarkan sayuran melayu, masukkan sedikit sari tomat
4. masukkan potongan wortel
5. kemudian kentang
6. masukkan anggur merah (kira-kira 2 gelas kecil)
7. masukkan osobuko/daging
8. tutup panci express
9. Tunggu sampai cincin ke dua dari panci naik, kecilkan api
10. Biarkan 15 menit di api kecil
11. Setelah selesai, masukkan kulit jeruk nipis dan anchovy, godok lagi di api kecil
(sebenernya di sini selain perejil juga dipakai seledri, tp karena di Indonesia aku ga tau apakah perejil itu ada atau ngga, jadi ya apa adanya aja).
12. masukkan anchovy
13. Orang sini biasanya kuah gulai suka disaring dan tulang yang ada dibuang - mungkin soal penampilan aja kali…

Siap disantap dengan nasi.
Aku biasanya tambahin kecap manis (jadi serasa makan gulai di pinggir jalanan…padahal bukan, namanya juga nostalgia)….:)