Saya akui akhir-akhir ini saya malas sekali untuk masak. Yang saya lakukan adalah makan siang jam lima sore, makan di macdonald atau beli kebab, kemudian tidak makan malam.
Entah karena memang tidak nafsu makan, kemudian banyak pekerjaan dan malas juga untuk masuk ke dapur.
Kemarin, terinspirasi oleh nasi yang dibuat seorang teman yang kami kunjungi di Spanyol utara, maka kemarin saya khusus ke dua tempat. Pertama belanja biasa, panganan sehari-hari dan setelah melihat harga daging kambing perkilonya 17 euro, saya pikir mahal juga. Walaupun di sebelahnya ada pilihan daging kambing dari Irlanda yang jauh lebih murah, tapi saya agak ragu.
Maka saya pulang dulu ke rumah menaruh belanjaan kemudian pergi lagi ke toko daging dekat rumah, benar saja, di sini daging kambing perkilonya 10 Euro, jauh beda kan? tapi bedanya, si penjual harus menjualnya dalam satu potongan, baik itu bagian kaki maupun dada. Jadi saya pikir, okelah saya beli satu kaki kambing, walaupun kali ini saya butuh sedikit saja, sekitar 300 gram tapi sisanya bisa saya simpan di frizer, untuk lain kali.
Akhirnya saya beli satu kaki yang beratnya 1,2 kilogram, dan berharga 12 Euro. Bedanya dengan di supermarket, selain lebih murah, dagingnya lebih enak. Bapak ini dan anaknya pemilik toko daging, memang punya spesialisasi dalam daging kambing dan daging anak sapi dari Avila.
Nah ini resep sederhana yang mudah dibuat, untuk tiga orang.
Bahan-bahan:
2 cangkir beras
200 - 300 gr daging kambing, potong kecil-kecil
1 buah bawang bombay (atau bawang merah, beberapa biji)
2 sdt curry
1 cabe hijau
jamur (kalau bisa jangan champigon, jamur kuping dan jenis lainnya lebih enak)
setengah buah mangga (karena saya tidak percaya pada mangga yang dijual di sini, maka saya ganti dengan buah pear)
Bumbu kaldu daging (maggi atau avecream)
kismis
penggorengan datar
Proses pembuatan:
1. Tumis bawang yang telah diiris-iris kecil, setelah menguning masukan kismis dan irisan jamur, dan buah mangga (atau buah lainnya).
2. Tumis hingga melayu, masukkan daging kambing dan bumbu kaldu
3. masukan beras dan curry, aduk-aduk
4. masukkan air dengan jumlah 2 kali lipat dari beras (jika berasnya 2 cangkir, airnya 4).
5. Masak hingga beras matang, jangan lupa diaduk-aduk agar tidak lengket.
6. Setelah matang, matikan api. Tunggu dua puluh menit sambil ditutup oleh kain kering, agar bumbu menyerap.
7. sajikan
Selamat mencoba!

kayaknya yummy deh…
curry ini sama gak dengan kare ?
koq kedengarannya di kuping serasa senada gitchu …
Comment by doeljoni — December 20, 2005 @ 11:32 am
Curry yang saya maksud adalah yg sering dipakai dalam masakan India. Kalau masih tanaman sih, sama seperti lainnya, daunnya warna hijau keputihan kalau tidak salah, tp kalau sudah jadi bubuk, ya warna kuning, gitu loh…;) smoga penjelasan ini membantu…
Comment by nagasundani — December 20, 2005 @ 11:58 am
buat doeljoni kalo pengen makan menu serba kambing boleh mampir ke “depot ampel” di jalan walikota mustajab, surabaya.
dijamin zzzen!!
(no no itu warung bukan saya yg punya)
Comment by fahmi jelek — December 20, 2005 @ 2:28 pm
** jitak fahmi **
traktir ya…
Comment by doeljoni — December 21, 2005 @ 9:21 am