Sudah dari sebulan lamanya saya memegang sebuah buku perpustakaan.
Buku itu cukup tebal dan berdimensi besar, volumen pertama dari Alexandre Dumas, The Count of Monte Cristo.
Namun karena banyaknya pekerjaan, akhirnya buku itu hanya berhasil saya baca sepertiganya. Dan tanggal batas peminjaman sudah berakhir. Saya menelpon perpustakaan untuk meminta pertambahan waktu dan saya diberi waktu 2 minggu lagi.
Ketika saya pergi liburan selama seminggu, rencana saya hendak membawa buku itu untuk diselesaikan selama liburan, namun karena persiapan bepergian begitu banyak, akhirnya buku itu tertinggal.
Ketika saya kembali dari liburan, batas waktu perpanjangan sudah habis.
Walhasil kemarin saya pergi lagi ke perpustakaan, mencoba meminta perpanjangan untuk ke dua kalinya (huh…).
Awalnya pegawai perpustakaan mengatakan boleh, sampai saat dia membuka arsip saya di komputer, ternyata saya sudah meminta perpanjangan itu. Dia langsung mengatakan sambil geleng-geleng kepala, “Tidak bisa diperpanjang lagi”.
Saya pun memohon lagi, “Bagaimana kalau 2 hari lagi? saya janji, ini sudah saya baca sampai setengah buku“.
Dia diam saja sambil manggut-manggut, artinya “Ambil saja buku itu, baca secepat mungkin dan kembalikan, saya tidak akan mengenakan hukuman pada anda”.
Saya pun mengucapkan terima kasih. Sambil berpikir, sebenernya siapa sih yang mau menghukum pembaca yang cukup patuh dalam pengembalian buku? hanya saja kadang memang ada yang tidak mempunyai waktu cukup. Tapi menghukum peminjam dan pencinta buku - termasuk tega dan keras.
Kini saya menyisakan waktu sekitar 3 jam perharinya untuk menyelesaikan buku itu secepat mungkin. Saya pikir, hari ini buku itu akan dapat saya selesaikan. Saya berniat untuk mengembalikan buku itu besok dan mengambil volumen ke dua.
Terus terang saya sangat beruntung bisa meminjam buku di perpustakaan.
Kemarin saya ditawari untuk menjadi anggota “Circle of lectors”, semacam penjual buku yang menawari buku-buku populer, dengan harga lebih murah dari toko buku, namun anda diwajibkan membeli setiap 2- 3 bulan sekali.
Saya pikir, kalau saya bisa meminjam dari perpustakaan, untuk apa saya membeli buku? apalagi diwajibkan untuk membelinya. Buku-buku yang saya miliki di rumah, hanya saya baca sekali saja, terus terang.
Setelah menemukan perpustakaan publik, saya cukup puas dengan koleksi buku mereka dan juga “kebaikan” mereka yang telah memaafkan lamanya waktu peminjaman saya.

nyewa filemnya aja, paling 2 jam udah abis
Comment by fahmi jelek — December 20, 2005 @ 2:25 pm
Mimi : koreksi, 2 jam lebih dikid. Filmnya panjang euuy..
Comment by andry — December 20, 2005 @ 2:40 pm
Mereka pikir, udah kembali aja lumayan
jadi gak pake hukuman
Comment by Imponk — December 20, 2005 @ 3:48 pm
saya cenderung berpikiran sama terhadap buku-buku novel dan majalah…
tapi kalo selain dari buku berjenis itu,
rasanya mending beli deh kalo ada kelebihan dana ….
karena bisa jadi infonya masih diperlukan sampai nanti…
lain lagi kalo pas duit cekak… hahahahahaha…
perpustakaan jadi tempat jujukan
Comment by doeljoni — December 21, 2005 @ 9:38 am
ralat, saya dihukum 6 hari
(
filmnya udah nonton, tp kalo ga baca, ga seru, krn versinya beda…
Comment by naga — December 21, 2005 @ 11:42 am