MMh…akhir tahun saya habiskan di rumah karena kebetulan kantor ditutup selama seminggu. Dan kesempatan ini saya manfaatkan untuk tidak menulis di blog atau dengan kata lain mencoba meninggalkan “penyakit” blog addicted. Bueh..!
Tadi pagi saya sengaja pergi ke keluharan di daerah saya tinggal dengan alasan merenovasi data saya sebagai warga dan sensus. Sekitar jam sepuluh pagi saya sampai di sana dan sudah ada antrian panjang. Setelah setengah jam mengantri, tiba giliran saya. Setelah memberikan KTP saya pada pegawai kelurahan, dia melihat data saya di komputernya, lalu mengeleng-geleng kepala sambil berkata “sudah ada orang lain yang mendaftar dengan alamat yang sama dengan anda”.
Setelah saya lihat, ternyata yang mendaftar itu tetangga saya, ternyata memang kami mempunyai nomer yang sama hanya saja sebenernya bisa dibedakan, karena dia tinggal di apartemen dan rumah saya tepat di belakang apartemen itu, sama-sama lantai dasar (untuk masuk ke rumah saya, melalui gedung apartemen itu).
Saya diminta untuk kembali dengan membawa surat dari bank atau surat terakhir lainnya yang menunjukan bahwa saya memang tinggal di situ.
Gila!
“Señorita! apa ini tidak bisa dikoreksi melalui pos? apakah saya harus kembali ke sini dan mengantri lagi!?” sahut saya agak marah.
“Maaf….kalau anda kembali hari ini juga, bisa langsung membawa surat itu kepada saya”
Saya pun kembali ke rumah dengan tergesa, karena belum belanja dan melaksanakan ini itu lainnya yang sudah direncanakan.
Ketika saya kembali lagi ke kantor kelurahan dengan surat yang diminta, pegawai wanita yang melayani saya tidak berada di tempat, untung saja rekannya menyanggupi melayani saya.
“Surat ini untuk apa?” tanyannya
Dalam hati saya “Edan!! yang ini malah ngga tau gunanya surat ini setelah saya terbirit-birit ke rumah”.
Mau marah rasanya. Selesai dari kelurahan, saya mencoba untuk berbelanja, namun di setiap toko dan supermarket di sekitar dipenuhi orang-orang yang berbelanja untuk pesta tahun baru. Saya pun menyerah.
Saya pergi ke toko pakaian guna meninggalkan celana jeans suami yang harus dibetulkan, kemudian pergi ke pasar tradisional. Di situ tidak banyak pembeli. Saya pun dengan tenang melihat-lihat.
Dagangan mulai dari kelinci, burung, anak babi, perut sapi, ati, wah….banyak deh…saya senang melihatnya.
Setelah berbelanja buah-buahan saya pulang ke rumah, kemudian memasak daging kambing yang beberapa hari lalu saya beli.
Tahun baru ini, akan kami rayakan di rumah teman-tetangga, menunya:
-sop Tom Yam
-bebek a la orange
-Macedonia sebagai pencuci mulut (terdiri dari berbagai macam buah-buahan)
cukup sederhana…
SELAMAT TAHUN BARU 2006, SEMOGA TAHUN MENDATANG LEBIH BAIK DARI TAHUN INI…
