buku/film/celebNovember 19, 2005 5:50 pm

Madonna,
I am your fan

I saw you on 80’s, 90’s, your glorify moment
I sang and danced your songs
I adored you

Madonna, now you “grew up”.
You tried to make some movies and definitely not your field.

You married Guy Ritchie, you got kids. You live in England in a beautiful house.
You dress like a madam. You even wrote tales for children.
You tried to ride a horse and you fell.

Now you dressed in ABBA’s style, haircut 60’s and launched new single.
You convinced that it’s a disco song, but I don’t dance with it, to be honest.

Madonna, honestly, Kylie Minogue is better than you. She got better disco songs! and yes I dance with her songs.

Madonna,
You looked like a bitch, you dressed horrible sometimes, but you were the best.

Sometimes one must know when to be retired or live in a shame…

I would always remember you as a superstar, don’t suffer - no more

asem manis asin 10:40 am

Kemarin muncul berita di televisi di sini, bahwa kepolisian RI menemukan sebuah site lokal tentang petunjuk membunuh orang-orang asing yang berada di Jakarta, tepatnya ketika mereka sedang berada di mal-mal. Senjata yg digunakan yaitu pistol.
Dan lalu di site itu muncul image seseorang yang memakai sorban a la Arafat, hanya matanya saja yang terlihat, berbicara dalam bahasa indonesia tentang pemusnahan musuh-musuh Islam.

Saya jadi ngeri melihatnya. Bener ga sih ini?

Mudah2an jangan sampai terjadi…

manusia/renunganNovember 17, 2005 5:18 pm

Kenapa warna hitam dan merah darah selalu diasosiasikan kepada: kegelapan, kejahatan, sesuatu yang berbau setan, kekejaman, etc.

Selain juga merefleksikan: elegansi, sexy dan kenakalan.

Seakan warna hitam menjadi warna “jahat” dan warna putih mencerminkan kesucian.

Saya memang sedang ingin berbicara tentang header terakhir saya. Header baru yang gelap ini mempunyai ketepatan tanpa cacat dalam mencerminkan pemikiran, keadaan dan sifat saya yang terdalam.

Solitary.
Black.
Maquiavélico.
(tadinya malicious, lantas saya ubah menjadi maquiavélico - lebih jauh daripada sekedar malicious).
see: maquiavelo

Hitam bagi saya bukan warna yang jahat, gelap, sedih, setan, seperti sebagian (mungkin kebanyakan) orang mengasosiasikannya.

Bagi saya warna hitam mencerminkan kekuatan tanpa akhir seperti blackhole, autoritas, keseriusan dan elegansia. Seperti sebuah banteng yang berdiam saat melihat musuhnya.

Solitary, karena saya sesungguhnya mahluk yang benar-benar sendiri, larut dalam pemikiran saya, bertendensi untuk independen dari lingkungan sekitar, egois.

Maquiavélico, suatu karakter yang perlu dikembangkan lebih lanjut ke depan dalam survival . Suatu karakter yang perlu dimiliki oleh setiap individu dan suatu karakter yang tak dapat dimiliki tanpa pengalaman dan pengetahuan yang mendalam.

buku/film/celeb 4:04 pm

Banyak novel-novel populer yang direalisasikan ke layar lebar. Dan tidak sebaliknya, dari layar lebar ke buku.

Sekarang masalahnya ada dua macam.

-Jika kamu pertama membaca novel itu kemudian menonton filmnya, terkadang kamu bisa keluar bioskop dengan kecewa. Karena perkembangan dari karakter yang kamu baca di novel, kamulah yang membangun karakter itu, membayangkannya sesuai dengan imajinasi kamu, sesuai dengan apa yang kamu inginkan dari karakter dan situasi yang tertulis.

Dan juga tergantung kepada aktor yang memerankan karakter tersebut. Kalau kamu kebetulan bersimpati dan fan dari aktor tersebut, kamu masih bisa memaafkannya. Namun apa jadinya jika karater yang kamu idolakan diperankan oleh seorang aktor yang jauh dari kategori karakter tersebut.
Misalnya Collin Farrel ketika memerankan Alexander the Great. Atau Brad Pitt memerankan Aquiles. (tanpa bermaksud merendahkan kedua aktor tersebut, namun sangat susah mencari seseorang yang mampu menandingi setidaknya karakter dari Alexander Magno). Lain halnya ketika Vigo Mortensen memerankan Aragorn, karena Aragorn bukan karakter ril, maka ia tak bisa dibandingkan, sehingga Vigo-pun aman dalam memerankan karakter ini.

-Yang kedua, jika kamu pertama menonton filmnya terlebih dahulu baru setelah itu membaca novelnya.
Di sini keuntungannya kamu bisa dibantu saat membaca novel, bayangan yang kamu ingat tentang film, pemandangan, karakter di film tersebut, sehingga membaca pun terasa lebih menghibur, terutama jika isi novelnya cukup berat.
Pada kenyataan lainnya, seringkali penggambaran dalam novel lebih jauh menditel daripada di layar lebar, sehingga pengembangan cerita dan karakter pun menjadi lebih menarik.

Lagi-lagi di sini layar lebar mempunyai sisi2 kekurangannya daripada sebuah novel. Belum lagi terkadang karena minimnya biaya produksi, ada bagian-bagian yang dipotong sana sini, dan naskahpun bisa dirubah sedemikian rupa agar pengembangan cerita di layar lebar menjadi lebih singkat.

Bagi saya pribadi, saya selalu ingin melihat keduanya, baik membaca novelnya dahulu maupun filmnya. Lebih baik tentu membaca novelnya sebelum menonton. Tapi membandingkan keduanya memberi kepuasan tersendiri bagi pecinta novel dan film.

Sebagai “lebih” pembaca daripada “penonton”, tentu saya akan berpihak pada novel/buku, karena membaca adalah cara terdekat antara sumber cerita (penulis) dan pembacanya, sehingga dengan demikian transformasi cerita adalah murni.

Saya jadi ingat jaman ketika belum ada percetakan, betapa dihargainya seorang penjual cerita yang menjajakan dongengnya di pasar-pasar maupun di pelosok pedesaan. Selain menghasilkan pendapatan, si pendongeng disayangi oleh orang banyak, karena memang dialah yang menjadi salah satu dari sedikit hiburan orang-orang jaman dahulu.

Seseorang yang berpetualang keliling dunia pun menjadi orang penting karena cerita-ceritanya. Kini dengan gampang orang bercerita tentang suatu negara tanpa perlu pergi ke negara tersebut. “Oh..saya sudah liat itu tembok cina di tipi”….
“Oh ya, di kutub itu kan rumahnya dari es kan? tau saya…” (lihat di tivi).

Bah…!

Saya tidak akan berbicara lebih lanjut mengenai kekurangan layar lebar maupun program-program televisi. Saya yakin para pembaca mempunyai kapasitas dalam memilih.

Sepanjang masa, sebuah bukulah yang dibawa ke layar lebar dan tidak sebaliknya (mungkin The Simpson, dari tivi kemudian diproduksi buku, komiknya, demi mendapat lebih banyak uang).

Saran saya, tetaplah menyempatkan diri membaca buku, baik cetak maupun dari internet.

Kalau televisi sudah penuh dengan fantasi dan progam tak mendidik, matikan dan ambilah sebuah buku.

(kenapa buku? kenapa ga Play station, kenapa ga film bajakan dari internet? dst. Well mungkin karena buku adalah sumber pengetahuan, dan pengetahuan tidak pernah menyempitkan tempat).

PD. Kitab2 suci juga termasuk buku loh! :)
————————————-

Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri.
Mengingat pertama kalinya ketika ibu saya pulang ke rumah malam hari-sepulang kerja, membelikan majalah Kuncung (jaman baheula…). Saya merasa sayang dengan majalah yang ketika itu hampir punah diantara majalah anak-anak yang lebih modern.
Saya tak pernah melupakan saat membaca majalah yang berbau kertas cetak, diiringi derasnya hujan di luar sana, dan bau tanah semerbak yang muncul dari halaman, masuk ke dalam rumah dihantarkan oleh angin. Sejuknya membaca….

perempuan 1:17 pm

Posting terakhir gue sengaja gue kasih kata kunci karena diperuntukkan hanya untuk pembaca perempuan. Bagi kaum hawa yang mau membacanya, kirim email ke: nagasundani@yahoo.es nanti gue kasih kata kuncinya.
Trims.

perempuan 1:09 pm

This post is password protected. To view it please enter your password below:

ngelmu ah.., resep/gastronomiNovember 16, 2005 11:38 am

Panen dan penjualan trufa
Kematangan dari trufa ini bertahap dan terdapat dalam periode musim dingin dari akhir november sampai pertengahan maret. Pencariannya dilakukan dengan bantuan beberapa anjing terlatih untuk pencarian ini, siapa yang menunjukkan secara vertikal artinya terdapat trufa yang matang (mungkin yang dimaksud posisi anjing - sama halnya dengan anjing pemburu ketika menemukan mangsa).

Untuk mengambilnya digunakan golok yang kecil yang tidak tajam. Lubangnya harus ditutup setelahnya dengan tanah yang sama yang digali saat mengambil trufa. Sangat dianjurkan meninggalkan sebagian produksi trufa tanpa diambil untuk menjaga dispersi dari esporanya.

Untuk menjaga secara baik rekoleksi dari panen trufa harus mempunyai jumlah anjing yang cukup. Untuk mendapat angka yang orientatif, diperlukan satu atau 2 anjing dalam setiap hektar. Angka ini dimaksudkan untuk etapa produksi yang tinggi dan dianggap sepertiga dari pohon-pohon itu telah menyebabkan kegundulan tanaman lain (yg. tidak bersimbiosis dengan jamur- red). Lama kehidupan anjing-anjing pencari jamur ini adalah 6 tahun.

Trufa adalah sebuah produk yang tidak berlangsung lama maka itu harus dijual setiap minggu untuk menghindari jatuhnya nilai karena kekeringan atau kelembaban. Dapat di simpan di tempat yang segar, kering dan gelap.

Produksi rata-rata berkisar antara 20 sampai 60 kg per hectar per tahun. Perkiraan produksi trufa secara kira-kira dimulai pada tahun ke 10 atau ke 15. Awalnya hanya 5% dari pohon-pohon itu memproduksi trufa, yang memberikan panen sekitar 5kg/ha/tahun.

Tahun ke 20 atau 25 mulailah mereka memasuki produksi secara maksimum, yang berlangsung selama 10 tahun. Selama estapa ini porsentasi produktor bertambah sampai mencapai 80kg/ha/tahun.

Tahun ke 30 atau 35 dimulailah etapa penurunan produksi sampai pada tahun ke 40 atau 45, produksi trufa mulai jarang dan menurun.

Traducido de/origen: http://www.infoagro.com/forestales/trufa.asp

Bersambung (mungkin), pengolahan, resep trufa

ngelmu ah.., resep/gastronomiNovember 15, 2005 1:33 pm

Apakah trufa itu?

Trufa atau truffle dalam bahasa inggrisnya adalah sejenis jamur yang tumbuh di bawah tanah dari klas Ascomicetos, orden Tuberales, familia Eurberáceas dan genus Tuber. Mereka hidup berkaitan dengan akar-akar tanaman tertentu yang keras dan konsisten, terutama dari genus Quercus, yang mana membentuk simbiosis di mana jamur dan tanaman saling menguntungkan.

Catatan dari redaksi: Jenis jamur ini amat sangat mahal, trufa dengan berat 1.2 kg harganya dalam lelang di itali mencapai 95.000 Euro.
Bagaimana mencari jamur ini? ada yang melatih anjing maupun juga babi, binatang2 pencari ini pun harus mempunyai penciuman yang tajam dan tentu, keahlian dan pengalaman!

Jenis-jenisnya:

Sampai saat ini di Eropa telah ditemukan 21 species berbeda dari genus Tuber. Hanya sedikit saja dari jamur ini yang dapat di makan. Tiga jenis di antara jamur yang mempunyai nilai tinggi secara komersil adalah sebagai berikut:

1.Tuber nigrum Bull (= T. melanosporum Vitt.). Dinamakan jamur hitam (trufa negra o de Perigord) yang paling dinilai tinggi di Spanyol dan Perancis.

foto from: solostocks.com

2.Tuber brumale Vitt, sejenis jamur hitam yang hampir sama dengan jenis tersebut di atas namun dengan kualitas dan harga yang lebih rendah. Diambil bersama dengan T. nigrum di hutan-hutan spanyol. Untuk memisahkan 2 jenis jamur ini diperlukan pengalaman.

3.Tuber magnatum Pico. Jamur putih atau trufa blanca dari Italia dan harganya mencapai nilai tertinggi di pasaran.

foto from: wikipedia.org

Terdapat species lainnya yang bermutu yang juga dapat dimakan dan bisa dikomersialisasikan seperti Tuber aestivum Vitt (trufa hitam musim panas), Tuber
mesentericum Vitt., Tuber albidum Pico, Tuber uncinatum Chatin, etc.

Tidak harus mencampur adukkan jamur-jamur ini dengan jamur bawah tanah berbentuk bulat yang tak dapat di makan atau yang tidak mempunyai kualitas sebagus Trufas (Terfezia, Choiromyces, Elaphomyces, etc.).

Siklus jamur ini
Hidup sebuah jamur berkaitan erat dengan pohon yang bersimbios dengannya. Masuknya produksi dari trufa tergantung kepada jenis pohon yang berasosiasi dengannya.
Di beberapa jara (jenis semak2 dari famili Cistáceas) bisa mencapai 2 sampai 3 tahun, 4 sampai 5 tahun di pohon kacang kecil (avellano/hazel), dan kira-kira 10 tahun di pohon Oak (roble)

Panjang periode produksinya tergantung kepada fungsi tanaman di atasnya, sekitar 10 panen di pohon hazel dibandingkan dengan 50 panen di pohon Oak.

Ketika kumpulan akar dari jamur tumbuh dan menguasai tanah, bisa dilihat cukup jelas di bagian atas, tampak didominasi oleh kegundulan superfisi tanah. Di bagian kegunduluan ini tanaman rerumputan menjadi kering dan kebanyakan rerumputan ini menjadi telanjang. Ini dikarenakan aksi kompetitif dan herbicida (aksi kimia yang merusak rerumputan/ menghalangi pertumbuhannya) dari jamur itu melawan tanaman2 yang tidak bersimbiosis dengan jamur itu.

Jamur jenis ini tidak mempunyai clorophil dan karena itu prinsip nutrisinya yang diambilnya harus ditransformasi di dalam daun-daun pohon yang mana dia bersimbiosis, yang mana terjadi asimilasi.

Adalah dalam tingkatan simbiosis di mana terjadi pertukaran nutrisi simbiosis. Pohonnya memberi Karbohidrat kepada jamur berasal dari fotosintesis, sementara itu jamur memberikan kepada pohon garam2 mineral (fosfor).

Siklus produksi tahunan sebuah trufa mengikuti kronologi sbb.

1. Di musim semi diproduksi oleh tumbuhnya benih dari espora2, ekspansi akar dan sistem radikal dari tanaman yang disimbios, reinfektasi terhadap akar-akar oleh jamur dan aktifitas metabolisme yang tinggi dari simbiosis.
2. Di musim panas terdapat formasi pertama dari jamur dan pembesarannya.

3. Di musim gugur terjadi penurunan aktifitas metabolisme dari jamur dan hilangnya simbiosis dan trufas-trufas itu mulai mempunyai ukuran dan forma yang jelas.

4. Di musim dingin berhentilah aktifitas metabolisme, trufa menjadi matang dan dipanen pada bulan antara november dan maret.

Traducido de/origen: http://www.infoagro.com/forestales/trufa.asp

Bersambung, bag. II tentang panen dan penjualan trufa

manusia/renunganNovember 14, 2005 11:21 am

“terkesan mengagungkan yahudi! Ingat, Sebaik-baiknya orang yahudi adalh serendah-rendahnya binatang. Anda perlu mempelajari lebih lanjut ttg yahudi. Apapun akan yahudi lakukan untuk menarik simpati non-yahudi”.

Paragraf di atas merupakan komentar dari pembaca blog ini di tulisan saya tentang “Restauran Yahudi di Madrid”.

Saya dianggap mengagungkan Yahudi…
Padahal tulisan saya berisi tentang suatu restoran yahudi yang baru dibuka di kota saya, dan saya berusaha menjelaskan ritual atau kebiasaan mereka yang unik. Sama sekali tidak ada nada-nada memuja dan meng-agungkan umat Yahudi. Hanya sekedar cuplikan tentang suatu budaya asing yang baru saya kenal.

Namun saya juga terkesima mendengar kata-kata “sebaik-baiknya orang Yahudi adalah serendah-rendahnya binatang”.

Siapa sih pencipta manusia di dunia ini? saya tidak berani merendahkan suatu kaum dengan mudah dan gampangnya, karena kaum itu punya Penciptanya yang kebetulan sama dengan pencipta kaum-kaum lainnya.

Saya membela Yahudi? saya benci dengan Ariel Sharon karena kekejaman dan keputusan2 politiknya, ngga lebih dari itu- perasaan kesal yang tak dapat dihindari oleh mahluk hidup. Melihat kekejaman yang tak dapat dihentikan.

Saya membela rakyat Palestina- yang sebagian juga tidak luput dari dosa dan kesalahan, namanya juga manusia. Dan saya tahu, ada sebagian orang Yahudi yang menginginkan perdamaian dan bagi saya mereka tidak lebih rendah atau tinggi dari binatang, mereka sama seperti kita, mahluk Tuhan.

Membenci, berbuat kekejaman dan kekerasan tidak akan membuat dunia ini lebih aman dan damai.

Kalau anda membenci Yahudi silahkan, tapi jangan coba-coba mengajarkan saya bahwa dengan kebencian anda merasa lebih baik.

Saya tidak akan menjadi orang Islam yang lebih terhormat dan lebih berpahala kalau saya membenci Yahudi dan sekutunya.

Saya yakin kedamaian di dunia ini tercapai jika masing-masing diri telah mencapai kedamaian dalam hati dan pemikirannya.
Keadilan di dunia ini tidak akan tercapai oleh bom dan kebencian. Karena itu Tuhan Maha Abadi, karena setelah kita semua mati, Dialah yang akan menghukum yang berdosa.

perempuanNovember 12, 2005 11:14 am

Kadang jadi perempuan dengan sifat-sifatnya malah jadi terperangkap dalam tuntutan dari sifat-sifat itu sendiri.

Kebanyakan perempuan tidak bisa melihat rumahnya kotor dan berantakan, biar badan rasanya udah bonyok dan capek, rumah harus bersih.

Hari Jumat kemarin padahal keluar dari kantor jam 2 siang, di dalam pikiran, rencana saya adalah, makan siang, lalu membaca novel di tempat tidur, syukur-syukur ketiduran.

Sampai saat keluar dari kantor dan makan siang di McDonald, semua berjalan lancar. Tetapi ketika sampai rumah, saya lihat halaman dipenuhi oleh daun-daun merah yang berguguran.

Setelah menaruh tas dan jaket, saya pun mulai menyapu halaman. Terus terang ini pekerjaan rumah yang paling saya suka, karena membuat pikiran saya relax, sambil melihat daun-daun di musim semi. Setelah saya bersihkan, dimasukkan ke dalam kantong plastik, siap untuk dibuang.

Di halaman saya liat juga karpet-karpet di mana hewan peliharaan saya tidur sudah menjerit untuk dicuci. Akhirnya sebelum saya masukkan ke mesin cuci, saya lewatkan dulu dengan vacumcleaner, kemudian saya rendam di dalam air panas dan deterjen.

Karena tanggung sudah mengeluarkan vacumcleaner, akhirnya saya pun membersihkan ruangan-ruangan di rumah, sambil tak lupa memasukkan baju-baju kotor berwarna ke mesin cuci. Setelah beres, mau memasukkan vacum itu ke lemari, ternyata lemari deposit makanan dipenuhi oleh kaleng-kaleng, botol, dan sebagainya yang berserakkan dan tidak teratur.

Akhirnya setelah menyimpan vacum, saya bereskan lemari itu dan membuang barang-barang yang sebenarnya tidak saya perlukan (entah kenapa manusia rajin mengumpulkan barang-barang tak berguna dan sayang untuk membuangnya).

Badan sudah terasa loyo, saya mencoba membersihkan make-up di muka kemudian menggosok gigi. Kemudian saya merasa haus, ingin minum, ketika saya mengambil air di dapur, saya lihat ada beberapa piring dan penggorengan kotor menanti….

Akhirnya saya pun mencuci piring. Karena sudah tanggung di dapur, saya lihat plastik sampah di dapur pun sudah penuh, maka saya tutup dan siap saya buang. Lalu saya buka satu laci tempat menyimpan kantong-kantong plastik. Saya pun melihat laci-laci putih itu ditutupi debu-debu hitam. Kemudian saya ingat, ketika pergi ke rumah seorang teman dan melihat dapurnya yang bersih mengkilau tanpa setitik noda, saya jadi malu.

Walhasil, saya pun yang memang berencana untuk membersihkan bagian laci-laci itu, membongkar isi laci satu persatu. Saya cuci dan keringkan, lumayan kini terlihat putih.

Sampai di situ, saya menarik nafas, untung saja saya tidak sempat membuka kulkas, karena saya yakin, si kulkas pun menyimpan sepuluh dua puluh pekerjaan, seperti membuang sayuran atau buah2an yang sudah membusuk, membersihkan noda-noda tumpahan susu atau kaldu, mengatur makanan-makanan supaya terlihat rapih, bla bla bla bla bla….

Tak terasa sudah pukul lima sore dan saya lihat langit mendung, saya pikir, ini waktu yang tepat untuk mengajak teman-teman saya ke taman (hewan peliharaan saya).

Tak lupa saya bawa kamera digital saya untuk menangkap pemandangan taman yang kini menguning karena musim semi, semua tampak hijau, asri dan sejuk. Namun ketika sampai di taman, kamera saya nyalakan, ternyata batrenya minta diganti. Ketika saya ganti dengan batre yang seharusnya baru, ternyata batre yang bisa dicharge ulang itupun kosong. Pengen nangis rasanya….

Pukul enam sore lebih sepuluh menit saya dan anjing-anjing saya pun pulang ke rumah. Ketika mengganti sepatu di kamar mandi, saya lihat di bath-up karpet-karpet yang saya cuci masih terendam dan harus diselesaikan.

Setelah menyimpan sepatu di lemari, saya pun bergegas membersihkan karpet-karpet itu. Ah! kebetulan baju-baju yang saya cuci di mesin sudah selesai. Saya buka dan saya masukkan baju-baju itu ke ember. Eh ternyata di tempat jemuran baju, masih ada baju-baju bersih yang menggantung. Walhasil, sebelum menjemur, saya harus melipat baju-baju bersih itu. Kemudian saya jemur baju-baju yang baru saya cuci. Setelah itu, karpet-karpet yang sudah saya rendam, gosok-gosok dan saya peras, saya masukkan mesin cuci untuk dikeringkan.

Saya beristirahat sejenak menonton tivi, namun perut ini terasa lapar. Akhirnya saya kembali lagi ke dapur untuk membuat supermi. Setelah makan malam, tubuh ini rasaya sudah seperti orang yang baru saja ditinju sana sini…

Kebetulan suami sedang berada di luar kota dan pulang malam itu. Sudah dapat dipastikan ketika dia pulang, dia pun membawa baju kotor, koper yang harus dibenahkan dan kalau saya tidak beri ultimatum, dia tidak akan mengurus urusan dia sendiri. Namun mulut ini sudah rombeng rasanya, besok saja ultimatumnya.

Jam 9 malam saya minta kepada yang di Atas jam istirahat. Selamat malam dan besok pekerjaan apa lagi?

PD:
(Ternyata hari Minggu saya dan tetangga2 saya janjian mau bikin jurnal gastronomi- alias makan-makan, masing2 membawa makanan khasnya, jadi bisa ditebak hari sabtu harus belanja dan masak-masak).

LINK TEXTNext Page »
online