Memboikot seseorang, negara, perusahaan, organisasi dengan tujuan menunjukkan ketidaksetujuan kita atas tindakan mereka ternyata berfungsi cukup efektif.
Baru-baru ini di Spanyol contohnya, ada satu provinsi yang hendak memisahkan diri. Reaksi penduduk adalah tidak setuju atas usaha mereka tersebut, kemudian warga negara yang tidak setuju mulai memboikot produk-produk yang diproduksi di provinsi tersebut.
Tujuan pertama adalah menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap pemisahan diri provinsi itu yang menyatakan dirinya “bangsa yang lain”, ke dua, menurunnya keuntungan penjualan produk dari provinsi tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa penduduk dari provinsi-provinsi lainnya.
Ketiga sebagai tekanan dan peringatan atas usaha pemisahan diri ini.
Contoh lain, boikot terhadap produk-produk Israel bagi para pendukung Palestina.
Kita sebagai pembeli mempunyai daya memilih yang bisa kita pergunakan untuk boikot seperti contoh di atas.
Kalau di blog tetangga sedang panas dengan berbagai program sampah di televisi, mungkin “boikot” (dengan cara tidak menonton program tak bermutu) bisa menjadi salah satu jawaban dalam rangka ketidaksetujuan masyarakat terhadap program-program yang tidak mendidik.
Jika jumlah penonton program itu tidak memenuhi quota, maka program itu akan dihentikan oleh stasiun televisi tersebut.
Kita punya daya memilih. Memilih untuk dibodohi atau mencari aktifitas/program lain yang lebih mendidik atau berkualitas???
Namun mungkin sayangnya bermutu tidaknya suatu acara masih relatif. Di negara majupun kadang program-program tak bermutu tentang gosip dan reality show masih saja diminati oleh para pemirsa.
Jadi siapa yang sadar dan tidak mau dibodohi televisi bisa memulai sendiri memilih apa yang dianggapnya baik (seperti halnya pembaca buku/novel, kadang harus selektif juga, karena membaca buku tak bermutu atau tidak menarik akan membuang-buang waktu saja).

Hla kalo boikot blog ?
Comment by andry — November 30, 2005 @ 11:39 pm
Maaf, saya dari blog tetangga…
Mau nanya:
APa di Espana situ ada yang meprotes seremonial Bull Run? Denger-denger banyak juga aktifis yang memperangi such it’s-really-sick-to-enjoy-torture tradition ya?
Oh ya, boleh saya add Anda di blog saya?
Jikapun forbidden, saya sudah terlanjur menyukai tulisan Anda tuh… :Þ
Comment by Nikk — December 1, 2005 @ 3:16 am
-Boikot blog sudah ada juga kok….;)
-blog ini bebas utk. di “add” dan diboikot,
)
-yg protes bull run kayaknya gak ada deh (lari dikejar banteng), tp yg protes taurina (tradisi matador membunuh banteng di sebuah plaza), lumayan banyak, bukan dari spanyol aja, kebanyakan dari negara eropa utara/barat.) Sepertinya sulit untuk dihapuskan, karena sebagian besar berpendapat itu udah “tradisi” rakyat, dan banteng2 itu pada akhirnya memang harus dibunuh.
Saya pribadi juga ga suka dan ga setuju, tradisi yang sangat kejam!
Comment by nagasundani — December 1, 2005 @ 9:48 am
Memang, perlu adanya kampanye yang efektif untuk memboikot dna counter-boycott terhadap sesuatu. Awareness is the first-line to be aimed at..
Blog ini di boycott?, jangan doong.. wong pemiliknya baik hati dan tidak somsom, kok
Comment by Luigi PRalangga — September 24, 2007 @ 4:25 pm