Dalam rangka penyerahan Gaza kepada Palestina, sebuah stasiun televisi baru dari Spanyol menyiarkan program beritanya dari Gaza.

Mereka mewancarai, menyorot kehidupan penduduk Palestina, dan sebagainya. Sayangnya aku tak ingat acara ini dan terlambat melihatnya. Hanya aku lihat sebuah cuplikan dari wawancara wartawan dengan seorang bapak-bapak - penduduk Palestina.

Wartawan: “Bapak, tolong ceritakan kepada pemirsa tentang anekdot situasi rakyat Palestina”

Ternyata si bapak ini berbahasa spanyol, canggih.

Bapak: Yah…ini ada seorang yahudi yang mempunyai seorang istri dan tiga orang anak, mereka hidup dalam satu rumah kecil yang hanya mempunyai satu kamar saja. Yahudi merasa sesak, kemudian ia berpikir untuk mendatangi seorang rabi (pendeta yahudi) yang ia pikir dapat menolongnya memecahkan masalah ini.

Ia berkata kepada rabi “Rabi, tolong saya, saya punya seorang istri dan 3 orang anak, kami hidup dalam rumah yg kecil dan satu kamar saja, saya merasa sesak rabi. Tolong saya”

Rabi pun menjawab: “Kamu beli seekor sapi di pasar dan bawalah pulang sapi itu ke rumahmu”.

Orang yahudi ini bingung dengan jawaban rabi, namun sebagai seorang penganut yang baik, ia pun menuruti nasihat rabi dengan membeli seekor sapi di pasar, kemudian ia bawa pulang ke rumah.

Tentu saja isi rumah semakin padat dan pengap dengan keberadaan si sapi. Setelah seminggu, ia kembali mendatangi rabi dan mengeluh. “Rabi, situasi saya tidak berubah setelah saya membeli sapi itu. Bagaimana rabi?”

Rabi pun menjawab, “Kalau begitu, belilah seekor keledai di pasar, bawa pulanglah keledai itu ke rumah”.

Si yahudi pun mengikuti perintah si rabi, ia membeli seekor keledai di pasar dan membawanya pulang.

Setelah seminggu, situasi di rumahnya semakin kacau balau, dengan temperamen panas ia kembali mendatangi rabi, “Ya rabi, bagaimana ini, rumah saya semakin padat dan sesak! Apa yang harus saya lakukan?”

Rabi menjawab, “Coba kau jual keledai itu.”

Ia pun menjualnya, kemudian ia bertemu rabi, dan rabi bertanya kepadanya, “Bagaimana situasimu sekarang?”.

Si yahudi menjawab, “aah….sekarang lumayan lebih baik Rabi”.

Nah itulah situasi rakyat Palestina sekarang, sama dengan situasi terakhir anekdot di atas. Dengan penyerahan Gaza kepada mereka, bukan berarti mereka hidup lebih baik dari dulu. Itu hanya permulaan saja, karena kerusakan dan kehilangan yang mereka alami jauh lebih besar dari Gaza.

Masih banyak yang harus diperjuangkan, baik intern maupun extern. Semoga mereka selalu tabah dan kuat dalam perjuangannya mendapatkan kembali teritorinya yang disabet Israel.