Oleh: Arturo Pérez Reverte
Buku setebal 600 halaman dan sebesar buku saku ini tidak pernah memberikanmu waktu untuk bernafas barang sejenak.
Awal penceritaannya cukup cepat dan langsung masuk ke situasi yang menegangkan.
Teresa Mendoza kekasih dari Güero Davila - pilot yang bekerja mengangkut barang dagangan cartel Sinoloense (Mexico) mati dalam suatu kecelakaan misterius ketika pesawat yang dikemudikannya terjerumus ketika mendarat.
Teresa masih mengingat perkataan kekasihnya, jika ia menerima telpon, menandakan dia harus siap, kabur, lari secepat mungkin karena ia akan dicari untuk dibunuh.
Setelah berhasil lari dari pemerkosaan dan pembunuhan oleh dua pembunuh yang dikirim oleh grup narko tersebut, Teresa berhasil keluar dari Mexico atas bantuan “padrino” (semacam pelindung, pendukung) kekasihnya.
Maka ia berhasil mendarat di Spanyol, tepatnya di Melilla, di mana ia bekerja sebagai kasir sebuah pub yang dimiliki oleh seorang Magreb.
Dari sini ia mulai mempunyai kontak dengan orang-orang yang bergerak dalam bidang perdagangan narkotik sebangsa hachis dan koka, terutama orang-orang dari Afrika utara.
Teresa pun jatuh cinta pada seorang lelaki, Santiago Fisterra yang pekerjaannya sama dengan mantan kekasihnya yang terbunuh, yaitu mengangkut narko, hanya saja jika Güero Davila mengemudikan pesawat, Santiago mengangkut barang terlarang itu dengan kapal boat.
Kali ini Teresa tak ingin hanya menjadi “kekasih/pasangan” seorang narcotraffic, ia pun terlibat dalam bisnis yang keras ini. Teresa mulai diikutsertakan dalam negosiasi-negosiasi antara para cartel dan penanggungjawab transportasinya.
Hingga suatu saat, malam itu ketika sedang melaksanakan tugasnya, Teresa dan Santiago diburu oleh sebuah helikopter dan HJ (sejenis kapal boat) di perairan selatan.
Pilot helikopter inipun ternyata amat lihai, hingga suatu saat ia sempat berada di tengah ketinggian 1 meter dari boat yang ditumpangi mereka.
Dalam situasi yang menegangkan ini Teresa kemudian ingat kepada sebuah batu di perairan itu, di mana seorang petugas keamanan perairan terpelanting dari kapalnya ketika menabrak batu ini, petugas itu bernama Leon, maka sejak itu batu bedebah itu diberi nama Leon.
Teresa membisikkan nama batu itu ke telinga Santiago, ia pun setuju untuk menyeret HJ yang mengejarnya supaya tertubruk batu itu.
Namun diluar dari dugaan mereka, ditengah pengejaran yang seru itu di mana pilot helikopter mencoba menerjang mereka dari atas, kapal boat yang ditumpangi Teresa dan Santiago justru menubruk batu itu.
_______________________
Hasil dari pengejaran ini merenggut jiwa Santiago, Teresa sempat dirawat di rumah sakit dan untuk kemudian masuk ke penjara di Puerto Santa Maria.
Dalam kehidupannya di penjara, ia mengenal seorang wanita, Patty O`Farrel yang kemudian menjadi temannya baik dalam bisnis maupun sentimental, dimana Teresa dilindungi dari tahanan2 wanita lainnya, dan diajari untuk banyak membaca buku.
Keluar dari penjara, Teresa sempat bekerja menjadi pelayan di sebuah bar.
Suatu hari ketika teman dekatnya Pati berulang tahun, Teresa diundang ke rumahnya dan Pati bermaksud mengajak Teresa bekerja sama untuk mengambil harta karun di sebuah gua, seperti layaknya novel Alexander Dumas (novel favorit mereka ketika berada di penjara), bedanya harta karun yang diketahui oleh Pati letaknya yaitu 500 kg coca berasal dari Kolombia.
Harta karun ini terlupakan atau tak seorang pun yang tahu tempatnya, karena satu-satunya orang yang dikira mengetahui tempatnya, kekasih Pati mati tertembak saat terjadi konflik antara para mafia.
Pati dan Teresa berhasil mengambil barang tersebut dengan berbekal kapal boat dan baju selam.
Dari sini dimulai petualangan “Reina del Sur” (Ratu selatan), di mana Teresa dan Pati bernegosiasi dengan kepala mafia Rusa Oleg Yasikof untuk menjual koka yang mereka temukan.
Mulanya Yasikof berkeras tidak mau membayar koka yang sebenernya miliknya, pada waktu negosiasi itu, keselamatan Pati dan Teresa adalah nihil, karena mereka berada di dalam tangan kejam seorang mafia.
Namun Teresa tak kehilangan akal, ia mengusulkan dari setengah jumlah koka yang dimilikinya, ia berjanji akan menanamkan modalnya guna membangun infrastruktur transportasi narco yang melibatkan mafia dari Afrika utara.
_______________________
Di bawah kontrol Teresa Mendoza, ia berhasil menjalin kerja sama antara mafia Rusia, Colombia dan Marocco. Sehingga mafia-mafia Perancis dan Gallego pun merasa terancam oleh bisnis wanita muda ini.
Teresa berhasil membangun kerajaannya dengan mendirikan perusahaan transportasi “Transer Naga” (ha ha…ada naganya segala loh! kebetulan banget!), yang bertujuan untuk mencuci uang dan menutup segala aktifitas ilegal yang mereka lakukan.
Hampir di ujung cerita, Teresa masih sempat dikejar oleh 2 pembunuh yang dikirim oleh narco dari Mexico yang berhasil ia redam dengan bantuan temannya, Yasikof.
Kisah ini ditutup oleh tembak menembak antara Teresa dan bodyguardnya dengan para mafia Sinaloense ketika Teresa diminta menjadi saksi yang dilindungi di negaranya.
Di akhir kisah Teresa mengetahui bahwa kekasih pertamanya Güero Davila ternyata bekerja pada DEA (Drugs Enforcement Agency) dan orang yang mencoba membunuh mereka adalah orang dekat yang selama ini mereka percayai.

La verdad a mi me encanto la obra, es un super libro. La manera en que se dan a conocer los hechos hace que te envuelva un ambiente de nerviosismo, miedo, compasion y coraje. Seguro estoy de ke en alguna ocasión Teresa Mendoza mi Reina del sur, tuvo la dicha de leerse asi misma através de esta obra.
Y mi Reina échese no solo un tequila sino muchos en memoria del Güero Dávila, de Potemkin Gálvez, por Arturo Pérez-Reverte, por los Tigres del Norte y por todos aquellos quienes hemos leido el fabuloso libro y escuchado el corrido de la Reina del sur.
Mi respeto y admiracion hacia Teresa Mendoza. Mi Reina del sur!
Comment by Hampón — September 27, 2006 @ 9:37 am