Ketika kamu masih menghirup udara di dunia ini
rumahmu selalu dipenuhi gelak tawa
dan jauh dari segala kerisauan

anak-anak dan cucu-cucumu berkumpul
dalam semerbak harumnya racikan sirihmu

lebaranmu
diisi oleh gudeg yogya uwa
lontong sayur
opor ayam
ketupat
dodol
jajan pasar

lebaran di sini sendirian dan di sana
sama saja
karena kau sudah tidak ada lagi di manapun kami berada

kini kami bercerai berai
sok moderen
dan tak lain hanya badan yang sehat berjiwa lapuk

semoga di sana kau juga masih doyan mengunyah,
membaca mangle dan mengirim jampi-jampimu
aku rindu bau kebaya, kerudung dan batikmu
bau nenek tua
badan rapuh dan kepala beruban
yang selalu menyanggupi turunannya

Mbah,
entah kenapa tiap lebaran
aku rindu padamu