Berbagai hadiah kecil yang bisa diraih
Belum lama ini aku berpikir bahwa membeli majalah wanita sama saja dengan membuang-buang duit, karena isinya itu-itu lagi. Temanya pasti, perawatan kecantikan, karir, sex, pasangan, mode, gaya, dan embel-embel lainnya.
Kemarin ini aku iseng aja beli satu majalah, karena juga dapet hadiah T-shirt.
Lumayan, kalau beli majalah wanita, isinya bisa: poncho yang lagi mode, sandal jepit, t-shirt, tas, sempel parfum, sempel foundation, sempel krim anti celulitis, sempel krim wajah, what ever you wish!
Mungkin kalo beli dua tiga majalah sebulan, lumayan ngga usah beli-beli krim (buset…!)
Bukan itu saja, ada banyak promosi-promosi lainnya yang kebanyakan sih murni marketing dan mencoba mendapatkan data-data kamu buat dikirimin iklan.
Iklan dan prototipo wanita masa kini
Suamiku sering mengkritik, “ini majalah setengah isinya kok iklan??!!”
Ternyata iklan-iklan dari merek terkenal itulah yang mencoba menampilkan prototipo wanita masa kini.
Wanita cantik, yang tampil elegan maupun casual, namun yang jelas berklas (mungkin maksudnya bergaji besar atau si suami bergaji besar? sehingga wanita itu bisa membeli produk-produk di mana huruf-huruf bordirannya itu yang paling penting).
Di negara-negara yang sedang berkembang pesatnya - seperti halnya di Cina, memiliki tas dan sepatu bermerek bisa menaikkan kelas sosial si pemilik benda tersebut di masyarakat.
Dari iklan-iklan yang mengisi sehalaman dua halaman itulah Kate Moss di tahun 90-an bisa menggeser posisi Cindy Crawford dan Elle McPherson ketika ia dikontrak oleh Calvin Klein. Dari prototipo wanita, dewasa, yang mempunyai lekuk badan berubah menjadi wanita dengan wajah sangat remaja, pandangan kosong, fisik yang belum menjadi wanita dewasa (alias kurus dan lurus) dan agak “rebel“.
Bagiku, majalah ini mungkin hanya sekedar untuk membaca, menambah sedikit pengetahuan tentang dunia kini, melihat-lihat desain pakaian yang lagi “in”, dan apa sih yang dipikirkan para wanita lain? karir? lifting? atau tipe pria apa yang patut ditaklukkan?
Guide Belanja
Nah belanja, selalu ditampilkan informasi di mana anda bisa membeli aksesoris yang dipakai oleh para model, yang biasanya berasal dari butik-butik terkenal.
Di majalah wanitapun urusan belanja menjadi suatu tema yang konstan. Bagi wanita, belanja memberi kepuasan tertentu. Apalagi kalau belanjanya di butik.
Kenapa belanja di butik lebih menarik? (dibandingkan belanja di pasar dengan penjual yang mak-mak dan abang-abang). Selain interior designnya yang dipilih secara hati-hati, membuat kamu saat memasuki butik merasa menjadi orang yang spesial (maksudnya “kaya”- borjuis?).
Lantai parquet yang berkilau, pakaian dan asesoris yang dipajang dan diletakkan semanis mungkin (beda deh belanja celana dalam di pasar mestik ama belanja di butiknya CK, ha ha ha…)
Desain yang unik yang ga bisa kamu dapetin di luar (kecuali kamu pergi ke Hongkong di mana terdapat banyak pemalsuan), kualitas yang terjamin dan “perampokan terselubung” saat keluar dari butik tersebut(bagi yang masih sayang duit).
Jenis-jenisnya
Ada berbagai jenis majalah wanita, dari berbagai jenis itu bisa kita rangkum menjadi:
1. Majalah wanita remaja yang isinya penuh dengan berbagai teen idol. Contohnya: Ragazza, Gadis (ini jaman gue dulu, masih ada ga sih?)
Hadiahnya biasanya poster-poster penyanyi semacem Enrique Iglesias, Ricky Martin, dan sebangsanya.
2. Majalah wanita modern, contoh: Cosmopolitan.
Menurutku isinya liberal dan mengarahkan wanita untuk menjadi agresif, berani, lugas, langsung, modern. Selain itu isinya juga seperti pada majalah wanita lainnya, berisi tentang mode, selebriti, dll.
3. Majalah wanita dewasa dan umum. Contohnya banyak (Marie Claire, Vanity Fair, Elle, Telva, Femina, Kartini, etc.)
Isinya terutama tentang fashion, karir, masalah-masalah wanita, turisme, design, selebritis dan orang-orang penting, resep-resep, tema-tema aktual, etc.
4. Majalah wanita - ibu-ibu rumah tangga
Isinya mengarah pada kesehatan secara umum, cara mengurus anak, resep-resep, dan sebagainya.
Isinya penuh dengan iklan terselubung
Misal saat wawancara dengan artis terkenal, diselipkan secara sengaja pertanyaan-pertanyaan seperti:
- Lipstik apa yang sering kamu gunakan untuk pesta malam?
-Di mana kamu biasanya membeli koleksi sepatumu?
Jawaban biasanya akan diisi oleh merek tertentu yang selalu disingkat-singkat dengan dua huruf saja, (CK, CD, DK, CH, etc.)
Ehm….coba kalo yang diwawancara kita, orang biasa. Bisa-bisa pertanyaan itu tak pernah terjawab.
Wanita=konsumen besar produk kecantikan dan pakaian
Jadi kenapa majalah wanita walaupun temanya tidak berubah banyak bisa bertahan dan menjual eksemplarnya bulan demi bulan?
-Karena hampir setengah dari halamannya berisikan iklan - bagian penting dari rujukan sebagian wanita, referensi mode dan prototipo wanita aktual.
-Karena majalah wanita bisa memberikan aktualiasasi dalam berbagai aspek yang dibutuhkan oleh wanita-wanita masa kini.
-Karena tiap terbitannya berisi hadiah-hadiah menarik.
Bagi saya pribadi, membeli dan membaca majalah wanita bukan suatu kebutuhan, hanya iseng-iseng saja. Sekali-kali okelah untuk mengingatkan diri kita tentang segala kiat menjadi cantik, tentang pakaian dan berbagai asesoris yang sedang in, itu aja. Isinya tidak terlalu penting, yang penting gambar/foto-fotonya. Ha ha ha…sama seperti kaum pria yang membeli majalah pria yang didominasi oleh model-model wanita- jadi yang penting kan gambarnya!
Kalau aku rangkum, yang jelas, menjadi cantik secara superfisial- perlu modal.
Yang penting, menampilkan kecantikan diri kita secara natural: senyum, humor, banyak minum air putih, ngga cepet marah, banyak berteman dan jangan lupa nge-blog!

hihihi iyah banding cuman baca ayo nulis fun fearless break through initiator female hihihi ohh jadi 2 huruf yah…aaaaaaaaaaahhhh MB hihihihi
manolo blahnik slingback *ngeces*
Comment by nana — October 26, 2005 @ 5:50 pm
iklan ?
wah jadi ngeri kalo bini gw udah mulai doyan baca majalah iklan ..
hahahahaha…
Cosmo masih OK lah… kalo yg lain.. duh gak tahu dech..
Comment by doeljoni — October 27, 2005 @ 1:40 am
kok bisa ya fetiche sama sepatu? are u collecting shoes?
Comment by nagasundani — October 27, 2005 @ 8:44 am
jeng, menurut gw sih Kartini lebih cocok masuk ke golongan 4 deh. dan gw malesnya tuh, suka banyak cerita2 “kejaiban” macam manusia berkelamin dua, gitu2 lah…
gw lebih suka Femina krn “membumi”, ga se”maju” Cosmo, tapi lumayan. berada di tengah2 gituuu…
satu lagi kayaknya, majalah parenting gitu lah.. kenapa kok sasarannya cewe ya? padahal kan, parents = emak + babe. jarang yg address pembacanya dengan “Pak”, biasanya selalu “Bu”.
Comment by yanti — October 28, 2005 @ 6:39 am
ha ha..kayaknya jeng Yanti lebih tahu daripada saya…betul…tuh.
Comment by nagasundani — October 28, 2005 @ 9:09 am
kayanya emang bener deh, kl cantik itu perlu modal besar,,, jd gmn donk kl yg modalnya pas2an,,,???,,, ;p
Comment by nova — November 10, 2005 @ 10:46 am
Yang modalnya pas2an ga usah maksain diri. Cantik itu kan yg penting sehat dan menjaga higiene, ya ga??
Comment by nagasundani — November 10, 2005 @ 11:00 am
Cantik perlu ko selama kt ga maksain diri!Ga hrs kya model c…krn sumber daya kt kan beda2…bersyukur paling penting…
Comment by ririe — November 11, 2006 @ 4:25 pm
Cantik itu simpeell koq, jadi diri lo sendiri aja, pasti Pe-De buanget.
Comment by Ima — November 30, 2006 @ 4:56 am
Anda MEmbutuhkan Teman Caurhat yang dapat memijat kamu yang KHUSUS Wanita di atas 40 tahun
Please call me : +62888-1989437
Comment by penniesku — February 21, 2007 @ 1:04 pm
Karena kemandirian perempuan Indonesialah yang membuat berbagai media menjadi sebagai sarana Kapitalis murni, karena perempuan semakin terbuai oleh aura kecantikan, materialistis dan culturalis. Semoga perempuan Indonesia semakin cerdas dalam memaknai hidup dan kehidupan. Tetap semangat wahai kaum perempuan. Life is not enought……
Comment by Misya Phery — March 30, 2007 @ 1:42 pm
cantik memang perlu, siap yang tidak mau terlihat cantik,,,,, tapi tidak melulu dengan pakaian mahal atau pun make up atau barang-barang ber-merk…ya asalkan kita bisa mix-match dan tampil apa adanya kita pasti akan terlihat cantik juga kok
Comment by widya — April 11, 2007 @ 8:05 am
Do you interest if any lifestyle magazine, it’s a lil bit bout life style offer you???
Comment by adhe — May 10, 2007 @ 4:36 pm
Salam kenal…..
Comment by Tukang Koran — June 15, 2007 @ 4:55 pm
bener juga…tapi gimana klo di majalah Pria? apakah smua iklan yang dimuat di majlh pria juga segmennya jg laki2?apa juga punya punya efek sama?
Comment by yahoya — July 8, 2007 @ 5:50 am
menarik ya jeng,….
aku kok ampir ngga pernah lo beli majalah2 itu. kecuali ada yang ganteng. emang orang kita nih lagi dijadiin sasaran bergerak sama pembisnis dari segala jenis. tapi berhubung aku juga pembisnis, ya manut wae lah,….. hehehe,…..
Comment by mia — October 29, 2007 @ 3:46 pm