Orang-orang eropa tidak demam virus burung, baru demam ketakutan aja, takut terjangkit penyakit flu burung.
Maka mereka cepat-cepat pergi ke dokter masing-masing, minta disuntik vaksin anti flu. Padahal kalau vaksin flu burung, memang belum ada/beredar.
Sepertinya kebanyakan orang salah kaprah dengan berita yang keluar.
Di dalam berita dikatakan, “tidak perlu ada yang ditakuti, karena mutasi virus belum terjadi dan virus ini tidak menyebar dari manusia ke manusia”.
Tapi ya biasa deh masyarakat umum itu biasanya hobi melangkahi berita yang ada, sehingga di mana-mana sudah bicara tentang pandemia.
Ada juga orang-orang yang tidak mau mengkonsumsi ayam karena takut ketularan.
Sampai sekarang ini memang hanya ditemukan kasus-kasus flu di komunitas burung dan ayam, di Inggris, Turki, Yunani, Rumania dan Swedia.
Malah menurut berita yang saya baca pagi ini, dikhawatirkan flu burung ini akan masuk ke Spanyol melalui orang-orang dari Afrika yang dengan segala cara ingin masuk ke Eropa melalui Spanyol.
Wah pasti deh berita ini mengejutkan banyak orang (kemungkinan banyak orang-orang lanjut usia), selain akan mengejutkan orang banyak yang takut akan flu burung, hal ini juga akan membuat orang menjadi takut akan imigran-imigran yang malang itu.
Kemarin kebetulan saya mendenger wawancara dengan seorang imigran dari Bangladesh, mereka itu berhutang sampai 10.000 US Dollar demi sampai ke Eropa. Ternyata sampai di Moroc, kebanyakan dari imigran itu malah diambil dompetnya, paspornya, dan HP-nya. Setelahnya di”buang” ke padang pasir tanpa air minum dan makanan.
Ngga sampai di Eropa, malah terlibat hutang dan makin miskin, untung-untung kalau bisa bertahan hidup di padang pasir dan ditolong oleh para NGO. Haduh….saya jadi bingung dan kasihan mendengarnya.
Kalau saya terlibat hutang masih mending, karena saya punya mata pencaharian dan bisa membayar sedikit demi sedikit, lah mereka itu kok berani-beraninya ya? berhutang segitu banyak? apa yang dijanjikan oleh mafia-mafia bedebah itu?
STOP HUMAN TRAFFIC!
STOP NOW!
Balik lagi ke virus burung, yang saya dengar juga, ada 50% pasien penderita yang bertahan hidup.
Saya sih mungkin karena pelajaran agama sejak kecil, pasrah saja, wong kalau mau mati itu bisa di mana saja dan bagaimana saja. Toh masih ada harapan 50% sembuh (optimis yak??).

kalo wabah malarindu tropikangen apa ada antidotnya ya? hihihi
Comment by fahmi jelek — October 24, 2005 @ 8:37 pm
fahmi lagi ngefans sama bang haji rhoma irama ?
hehehe…
demam takut ? gak enak banget…
)
obatnya ya jangan takut aja ..
caranya biar gak takut ya beda-beda kali ya ?
(ketularan optimis)
Comment by doeljoni — October 25, 2005 @ 2:04 am
Kalo takut diturutin, yang ada kita jadi nggak makan apa-apa. Saya pernah diskusi ama temen yang kebetulan vegetarian, waktu kita bilang dia sih enak nggak usah takut kena mad cow dissease atau avian flu, dia dengan cueknya menjawab: “I may not catch those dissease, but I may die because of pectiside.”
Setuju ama naga, Stop human trafficking!
Comment by pipit — October 26, 2005 @ 9:31 am