Jika saja semua semudah yang saya ucapkan
Kenapa di satu benua kebanjiran, namun di benua lain kekeringan?!
Kenapa air yang berlebihan itu tidak bisa dimanfaatkan? malah berlebihan dan akhirnya terbuang?
Apa hujannya yang salah posisi? atau memang jumlahnya berlebihan?
Atau banjir karena kesalahan manusia? dan kekeringan juga akibat ulah manusia?
Kenapa di utara berlebihan makanan, di selatan orang-orang kelaparan?
Kenapa yang di utara membuang-buang makanan? bukankah bisa makan secukupnya, kalau lebih, apa tidak bisa dikirim ke selatan?
Kenapa yang di utara pinter-pinter dan yang di selatan terbelakang?
Apa ga bisa yang tinggal di utara pergi untuk mengajari ilmunya kepada orang-orang yang terbelakang? Sehingga ilmu itu berguna bagi kesejahteraan manusia.
Kenapa negara-negara maju tidak mau menyumbang sekian decimal dari Produk bruto negaranya untuk disumbangkan ke negara-negara miskin?
Sehingga kesejahteraan tercapai dan semua orang senang?
salah satu jawaban untuk pertanyaan yang menyangkut aktivitas manusia adalah keegoisan.
Sehingga jika semua itu berbalik, jika negara selatan yang miskin menjadi kaya dan yang di utara, negara kaya menjadi miskin. Negara yang baru kaya tadi, kemungkinan besar tidak akan menolong yang miskin. Sama saja.
Selain balas dendam, memikirkan kepentingan sendiri sudah menjadi naluri manusia.
Semoga saya salah.

jadi inget kata-katanya dedy mizwar : “..manusia itu harus bersyukur dengan cara saling memberi..”
chauvinistis cupet yang berasal dari kekerdilan ego sering menutup mata dan nurani kita….
mungkin pelajaran terberat manusia adalah belajar menjadi manusia yang sebenarnya, belajar kemanusiaan secara jernih…
Comment by doeljoni — October 20, 2005 @ 2:09 am
manusia diciptakan berbeda2 jenis kelamin, suku, bangsa supaya saling mengenal.
nasib n keberuntungan itu dibuat timpang juga supaya saling menolong toh?
Comment by fahmi jelek — October 20, 2005 @ 10:08 am