“Kasus DBD belum mencapai KLB”.
Kalau orang Indonesia yang baca judul di atas (diambil dari detik.com) pasti dia mengerti apa maksudnya, tapi coba bayangkan orang asing yang berada di Indonesia, yang kebetulan sedang belajar bahasa Indonesia, bisakah dia membuka kunci rahasia singkatan tersebut? Kalau tidak bertanya pada orang asli, tentu tidak.
Saya sendiri sempat terperangah membaca judul berita di atas, namun karena saya orang asli, kata-kata DBD paling tidak sudah saya ketahui, yaitu singkatan dari Demam berdarah (mudah-mudahan belum ada plesetannya!), lalu singkatan yang kedua juga saya terka-terka (sebelum membaca berita itu sepenuhnya), yaitu singkatan dari kasus luar biasa.
Jadi ketika membacanya saja, kedengarannya sangat aneh, “”Kasus DBD belum mencapai KLB” - sama sekali tidak mempunyai arti (have no sense), apalagi kalau yang membaca tidak tahu singkatannya.
Yang saya ingin tahu, sudah separah itukah wartawan di negara kita dalam penulisan suatu berita. Malas atau kebiasaan? atau kebiasaan malas bangsa ini?

mungkin terlalu panjang, mbak..
kalau dituliskan secara penuh..
Comment by Deny — October 18, 2005 @ 10:25 am
Kalau opini saya pribadi, kalimat itu tidak panjang kok. Walaupun diterjemahkan ke dlm bahasa lain, tetep sepanjang itu. Kadang singkat menyingkat merusak bahasa itu sendiri. Amat disayangkan!
Comment by nagasundani — October 18, 2005 @ 10:35 am
Ah, itu kan cm gr2 srg sms dg pcrnya, jd tbiasa nyngkt2 gt d
kl dtk.com udah mndg bkn brt sndr, kgk trnslt dr website asing
hihi.. pusing nggak bacanya?
Comment by hericz — October 18, 2005 @ 1:22 pm
hehehe
mungkin udah kebiasaan yah, tiap aku pulang ke indonesia, pasti ada singkatan2 baru, jd aku kayak orngnya yg lemot, hehehe
Comment by neng.gina — October 18, 2005 @ 1:44 pm
gak ada singkatan gak sensasi huehuheeuhee…..
tinggak nunggu aja kapan singkatan bakal dipatenkan, dan tiap mass media yang make bakal kena charge royalti
hahahha…
Comment by doeljoni — October 19, 2005 @ 1:43 am
yang aku tahu sih mbak,di media cetak, pemberian judul ditentukan adanya baris dan kolom. jadi seringkali judul yang ditulis wartawan harus dirubah untuk menyesuaikan space yang ada. tapi kalo media online begitu aku kurang tau
Comment by inem — October 20, 2005 @ 10:56 am
mm…kenapa dalam bahasa lain, di koran-koran jarang sekali ada singkatan, kecuali yang memang populer banget. Rasanya memang kebiasaan kita mengamputasi suatu kalimat/kata.
Comment by nagasundani — October 20, 2005 @ 4:10 pm
FYI:
DBD (Demam Berdarah Dengue)
KLB (Kejadian Luar Biasa) emang udah baku …. soalnya baik Rumah Sakit maupun PusKesMAs tiap bulan pasti ngirim laporan KLB ke dinas … ya namanya Laporan KLB bukan Laporan Kejadian Luar Biasa …. ya mungkin mirip dengan singkatan CD, DVD, RAM, 4WD ya begitu deh
Comment by kamarasta — February 25, 2007 @ 7:23 pm