“Kasus DBD belum mencapai KLB”.

Kalau orang Indonesia yang baca judul di atas (diambil dari detik.com) pasti dia mengerti apa maksudnya, tapi coba bayangkan orang asing yang berada di Indonesia, yang kebetulan sedang belajar bahasa Indonesia, bisakah dia membuka kunci rahasia singkatan tersebut? Kalau tidak bertanya pada orang asli, tentu tidak.

Saya sendiri sempat terperangah membaca judul berita di atas, namun karena saya orang asli, kata-kata DBD paling tidak sudah saya ketahui, yaitu singkatan dari Demam berdarah (mudah-mudahan belum ada plesetannya!), lalu singkatan yang kedua juga saya terka-terka (sebelum membaca berita itu sepenuhnya), yaitu singkatan dari kasus luar biasa.

Jadi ketika membacanya saja, kedengarannya sangat aneh, “”Kasus DBD belum mencapai KLB” - sama sekali tidak mempunyai arti (have no sense), apalagi kalau yang membaca tidak tahu singkatannya.

Yang saya ingin tahu, sudah separah itukah wartawan di negara kita dalam penulisan suatu berita. Malas atau kebiasaan? atau kebiasaan malas bangsa ini?