Begitulah lontaran dari seorang teman di sebuah milis.
Sebelumnya dikarenakan seorang teman yang lain (sepertinya dari komunitas utan kayu- saya tidak pasti) mengirim untuk ke dua kalinya acara-acara yang berbau homoseksual, seperti bedah buku “indahnya menikah sesama jenis kelamin”, pameran fotografi bertema gay dan AIDS, etc.
Sehingga, seorang teman yang cukup..keras (aku tidak taruh kata “fanatik” nanti pasti diprotes), melontarkan kata-kata seperti,
“Eh..xxx(sambil menyebut namanya), elo tuh apa sih maksudnya ngirim2 email yang berhubungan dengan kaum itu. Jijik gue! bodo mo dibilang apa, ketinggalan jaman kek, bodoh kek…tapi gua masih waras!”
Saya agak terkejut, namun saya juga sudah tahu ide yang dimilik teman saya itu. Kali ini saya tidak protes karena sudah cukup sering, kelihatannya tak satupun yang ingin “nimbrung” tema tersebut.
Sekarang pemikirannya begini, “bagaimana jika (bukan saya mendoakan), anak orang itu nanti, menjadi seorang homoseks atau pun biseks?”
Saya pikir perkataannya pada milis itu, sungguh diskriminatif dan menyakiti kaum tersebut.
Mungkin kolom ini salah satu kolom yang selalu membela kaum ini? ada apa sebenernya? ngga ada apa-apa kok. Saya perempuan dan heteroseksual.
Sebagian orang terkadang rancu untuk memperlakukan orang lain sesuai dengan moral yang ditegaskan pada agamanya. Islam dan sebagian aliran kristen melarang homoseksualitas, jelas.
Islam melarang perzinahan.
Sekarang bedanya, kamu jijik sama gay karena mereka terlihat dari cara bicaranya, gerak-geriknya, etc. etc., tapi bagaimana dengan teman kantormu yang berzinah- dan tak terlihat kedoknya? adil? jawab sendiri.
Begini. Saya mendukung kebebasan untuk percaya pada sesuatu apapun itu selama tidak melanggar hukum.
Misal, ada sekte memuja setan. Silahkan berkumpul di suatu tempat tanpa mengganggu aktifitas orang lain.
Sekarang, kalau sekte itu mengorbankan manusia untuk disembahkan pada setan, nah ini barulah terjadi pelanggaran hukum pidana, mereka harus diproses dan diadili oleh hukum yang berlaku di negara tersebut.
Intinya cukup kata kebebasan, toleransi dan hukum.
Begitu juga gay. Bisa jadi saya tidak suka, jijik dengan aktifitas mereka, tapi itu hak mereka, apakah mereka mengganggu kehidupan saya? tidak.
Apakah saya sebagai penganut kepercayaan Islam harus membenci mereka karena Islam melarang keras perbuatan mereka?
Yang hanya saya bisa lakukan secara maksimal adalah memberi nasihat kepada mereka untuk kembali kepada jalan yang benar. Dari situ, they take it or leave it.
Misalnya saya benci dan jijik pada mereka, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Dan saya pun tak perlu menyerang mereka dengan mengatakan kata jijik, benci, dst. di depan mereka, pertama karena itu membuat permusuhan dan tanpa alasan, kedua, mereka tidak menyerang kamu, mereka ada di sana, di lingkungan mereka, biarkanlah mereka, dan biarkanlah saya. Begitu juga pada kasus ras, agama, dst.
Benih kebencian itu harus dihilangkan, diganti dengan benih “biarkan”, toleransi.
Lain halnya kalau mereka melakukan pelanggaran hukum, siapa pun akan diproses secara hukum - kata kata “jijik dan benci” tak diperlukan.
Sekali lagi saya tegaskan untuk menghindari kesalahpahaman, saya bukan gay, tidak juga membenci kaum tersebut.

Intinya cukup kata kebebasan, toleransi dan hukum.
bimbingan dan dorongan untuk meninggalkannya masuk mana ?
Comment by doeljoni — September 23, 2005 @ 2:38 am
saya bukan gay.
saya cuma kasihan melihat mereka, meskipun mereka tidak ingin dikasihani.
saya juga kasihan dengan orang-orang yang selalu support mereka,
membuat mereka merasa nyaman dengan keadaannya,
dan membuat mereka merasa benar dengan yang dijalaninya.
mungkin support dari merekalah yang membuat mereka tidak berpikir kalau yang mereka jalani itu salah dan membuat mereka tidak berfikir untuk keluar dari keadaannya sekarang.
kalo soal biarkan atau toleransi,
semua ada batasannya deh, mbak.
biarkan atau toleransi dalam artian sebebas-bebasnya,
hanya akan membuat yang salah semakin salah.
kalo ada sekte setan, terus kita biarkan asal gak ganggu kita..
wah, saya nggak setuju nih, mbak..
gimana kalo kemudian ada anggota keluarga yang ikut ke dalam sekte itu?
apa baru kita bergerak untuk menunjukan sikap kita?
salam kenal, mbak
Comment by Deny — September 23, 2005 @ 5:37 am
trims atas masukannya. Pertama ada yg lupa aku masukkin, mengenai milis itu, sebenernya org yg ngirim tema itu juga tidak pada tempatnya, krn milis tsb. tdk berhubungan dgn gay. Jadi dia juga salah, tp. tanggapan teman yg lain, agak keras juga.
Ke dua, gue sendiri ga punya kenalan/temen di lingkungan yg gay, jadi gw ga peduli mrk mo ngapain, asal ga ganggu gue.
Ke tiga, apakah ada contoh dari mereka yg tobat? (dorce? salah satunya?)
Ke empat, kalo memang gw punya kenalan gay, yg jelas gua akan berusaha mengingatkan mereka bhw praktek mereka itu anti natural, membuat murka Tuhan dan biasanya kaum gay itu promiscuo (seperti WTS), dosa, dosa dan dosa.
Ke lima, biasanya org udah kabur karna jijik, tanpa mencoba mengingatkan mereka, setidaknya mencoba berteman utk. sedikit demi sedikit menyadarkan mereka.
Ke enam, krn diasingkan, mereka keburu membentuk komunitas sendiri yg memperkuat “ketidaksadaran” mereka dan biasanya udah susah utk. disadarkan
Sekte kesetanan itu sama dgn sekte2 lainnya, biasanya ga ketahuan, kalaupun ada, biasanya dilarang oleh hukum atau masuk list “sekte berbahaya”, spt. sektenya Rail di Perancis, yg awalnya masuk list, lalu kayaknya mau dicabut.
Kalau menurut gue, sekte itu bisa berada dalam lingkungan agama sendiri….bisa terlihat spt. yg “alim”…taunya berbahaya.
eh segini dulu deh…opininya, mo ada rapat…silahkan diterusin yg lain, salam kenal buat yg udah pada mampir….
Comment by Administrator — September 23, 2005 @ 8:55 am
My dear,
Life it’s a choice, it all depends how you’d like to be and wanted to make things out of it. Nevertheless, in each decision taken - it all bring consequencies and challenges along.
If, and perhaps, one should always take reference with the norms and religion(s), then we’d be able to see clearer of those consequencies.
A verse in Qurán says: Keep you and yourself from the fire (heat) of hell.. as by the end of life - there is heaven and the otherwise.
Just make the best choice/decision/lifestyle and all everything - as it’s life that one is dealing with
Surely it is nice to have come by here and truly a nice entry..
Comment by Luigi — September 23, 2005 @ 1:30 pm
temen saya gak ada yang gay tapi lesbi. memang kalau melihat tingkah laku mereka, saya jadi jijik. setiap kali saya ingatkan, mereka berdalih hanya dengan hubungan tersebut, mereka mendapatkan kebahagiaan. Awalnya mereka hanya dua gadis cantik yang normal tapi sepertinya hubungan sesama jenis ini lebih menjadi sebuah pelarian. Mereka tahu ini salah tapi terus menutup mata dan telinga. mungkin nanti kalau mereka tahu ada kebahagiaan lain yang lebih besar buat mereka, hubungan ini akan mereka tinggalkan.
Comment by inem — September 23, 2005 @ 2:09 pm
setuju dgn apa yg dikatakan Luigi. Kalo memang kebetulan ada kesempatan utk. menyadarkan mereka, tentu akan saya gunakan. Kalau tidak, saya tidak akan membuang2 waktu, mengajak mereka ke jalan yg benar, it’s not my life, it’s their choice.
Spt. halnya org islam menganggap org kristen kafir dan mungkin sebaliknya. Apakah kamu akan terus mendorong mereka utk. masuk ke agama yg kamu anut? maka di sini ada toleransi.
utk. Deny, batasannya contohnya gimana?
Comment by Administrator — September 23, 2005 @ 3:29 pm
well, memang klo nggak mensupport mereka, malah membuat mereka bertobat karena tekanan” dari masyarakat?
pernah denger nggak, kasus dimana mereka kepaksa menikahi wanita untuk tidak terlalu dicerca masyarakat dan keluarganya.. dan pada akhirnya membuat dirinya cari pelarian di luar dan keluarganya tak terurus karena merasa jijik untuk berhubungan badan dengan wanita?
jadinya kedua2nya tak berbahagia.. saya sendiri mensupport mereka
dan lagi mereka nggak mengganggu masyarakat sama sekali
Comment by Oscar Adam — December 4, 2005 @ 7:36 pm
Saya kebetulan mampir di blog ini, dan ingin sekedar menyampaikan pendapat. Saya seorang gay, dan sudah cukup lama berada di dunia ini . Mungkin yang menjadi dasar ketidaksetujuan sebagian orang pada homoseksualitas lebih didasarkan atas prasangka relijius (saya menyebut ajaran relijius tentang homoseksualitas hanya sekedar “prasangka”) ketimbang melihat kepada fakta dan yang ada dibalik fakta. Beberapa hal yang ingin saya sampaikan di sini :
1. Hanya orang-orang yang tidak memiliki anak-anak yang gay yang tidak pernah menyadari pahitnya memiliki seorang anak yang gay.Orang tua yang memilki anak gay selalu dihadapkan pada dua pilihan antara mencintai anak mereka dengan tulus atau menolak mencintai mereka karena agama menganggap anak mereka sebagai “pendosa”. Bagi siapa saja yang membenci kaum gay, saya hanya ingin bertanya, “Apakah yang Anda pilih jika seandainya anak anda ternyata memilki kecenderungan homoseksual?”
2. Banyak yang mengaitkan antara gay dan kehidupan seks bebas dan selalu berganti-ganti pasangan. Saya jadi bertanya-tanya, apakah yang disebut seks bebas tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi di kalangan heteroseks. Bagi saya, seorang heteroseks yang menjalani kehidupan seks tanpa ikatan lebih buruk derajatnya daripada seorang gay yang menjalani hal yang serupa. Bagi seorang heteroseks, ada yang namanya lembaga pernikahan dimana mereka dapat saling mengikatkan diri satu sama lain, baik secara relijius ataupun secara hukum. Sementara, bagi seorang gay tidak pernah ada pengakuan secara relijus bahwa mereka dapat membentuk ikatan atas nama cinta. Jika seorang gay berganti-ganti pasangan, itu hanyalah sekedar efek samping dari tidak adanya lembaga pernikahan bagi mereka. Jadi keseimpulannya, mengaikatkan gay dengan pola hidup tertentu memerlukan pemikiran yang mendalam dan adil agar dapat membuat kesimpulan yng valid dan obyektif
3. Sifat homophobia di masyarakat lebih banyak ditimbulkan karena pendidikan relijius dan tatanan masyarakat menanamkan kebencian pada hal-hal yang berkaitan dengan homoseksualitas. Seorang pemuda kecil yang pernah mengalami pelecehan seksual berat di masa kecilnya mungkin saja dapat tumbuh menjadi seorang gay ketika dia dewasa. Pertanyaannya, dimanakah anda-anda semua kaum pembenci gay berada ketika pelecehan seksual itu terjadi? Mengapa anda tidak menolong pemuda kecil itu agar jangan sampai mengalami pelecehan seksual?Atau dimanakah “Tuhan” anda semua yang membenci homoseksualitas? Mengapa Dia tidak memberikan pertolongan agar pemuda itu terhindar dari pelecehan seksual dan karenanya dia tidak tumbuh menjadi gay? Anda yang percaya Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang mungkin lebih tahu jawabannya dari saya.
Saya ingin menulis lebih banyak lagi, tetapi mungkin jadinya akan terlalu panjang. Yang dapat saya sampaikan disini adalah kenyataan bahwa gay itu selalu ada dari masa ke masa.Tiap-tiap masa kebencian pada kaum homoseks selalu ditiupkan dari generasi ke generasi. Saya sendiri terkadang bertanya, jika saya terlempar ke dunia ini menjadi seorang gay tanpa saya inginkan, apakah itu juga menjadi kesalahan saya?
Ada begitu banyak kepedihan, air mata, dan rasa pilu yang menemani hari-hari saya karena saya seorang gay yang dibenci dan dikutuk masyarakat. Tetapi manakala saya merenungkan kasih-Nya yang begitu besar, yang memberi saya kekuatan untuk menjalani semua kesedihan ini, saya menjadi percaya satu hal, Dia Maha Pengasih dan Penyayang. Saya belajar untuk tidak membenci orang-orang yang membenci dan menghina diri saya karena saya seorang gay. Menjadi gay bagi saya merupakan satu kesempatan untuk merenungkan pertanyaan-pertanyaan besar dalam kehidupan dan berefleksi atas perjalanan hidup saya selama ini.
Comment by dhidhie — January 2, 2006 @ 6:34 am
Terima kasih saudara Dhiedhie atas partisipasinya. Lainnya ditunggu komentarnya.
Comment by nagasundani — January 2, 2006 @ 10:38 am
Menurutku sebagai perempuan straight sih transexual maupun bisexual itu sah sah saja. Bukannya itu adalah sesuatu yang salah, tapi itulah keingiinan mereka sendiri. Yang terpenting itu yah dari para2 transexual dan bixesual itu. Apakah mereka benar2 yakin kalau mereka itu gay or not or even both? Nothing wrong with it! Yang seharusnya kita semua lakukan adalah menerima mereka apa adanya, bukannya mendikte dan dicerca sedemikian rupa di berbagai media massa. Bukalah pikiran kita dan lihatlah dunia ini tidak pada 1 figur “ulama2, agama dan etiket” yg selalu kita jadikan patokan, karena dibalik semua itu, bukanlah sesuatu yg salah, memalukan, maupun menjijikkan. Dan tidak perlu merasa kasihan pada mereka, karena mereka bukanlah orang cacat maupun sekarat. Jadilah orang yg lebih berhati dan berpikiran besar pula, karena men-judge seseorang sebelum mengenal mereka adalah tindakan seorang paling menjijikkan yang sebenarnya.
Comment by lynn Suwanto — January 17, 2006 @ 7:37 pm
hai..
kebetulan tertarik ‘n baca blog ini.
boleh kan ikut berpendapat?thx b4
pertama, menurut saya seberusaha apapun kita untuk merubaH seseorang, tapi ternyata orang itu ga mau berubah, maka akan sulit mencapai kata ‘berubah’.
kedua, terkadang perubahan yang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang-orang yang akan kita rubah.
ketiga, semakin kita tumbuh besar, seharusnya kita semakin tahu apa yang baik dan apa yang buruk. dimana setiap persepsi seseorang tentang buruk dan baik itu berbeda. jadi disinilah kata ‘toleran’ diperlukan.
terakhir, saya ga tau bagaimana rasanya menjadi homosexual, karena saya bukan lesbi. seberusaha apapun saya untuk mengerti, saya tetap tidak akan menjalani kehidupan orang homosexual. saya tidak akan mengerti karena saya bukan orang homosexual. tapi saya hanya akan mengatakan bagi kaum homosexual, khususnya dhidhie, berusahalah untuk hidup dengan baik, sehingga kita tidak akan menyesal suatu hari nanti. apa yang baik menurut anda, mungkin itu yang terbaik untukmu. tapi apa yang buruk menurut anda, mungkin itu yang terbaik untuk orang lain. anda sudah besar, karena anda sudah mampu mengambil keputusan dengan mengatakan bahwa ‘anda adl seorang gay’. jadi anda sudah tahu mana yang baik dan yang buruk. saya disini, hanya mendoakan semoga anda dan orang-orang homoseksual lainnya, hidup dengan bahagia. Amien.
sesudahnya, maafkan kalau ada kata2 saya yang menyinggung perasaan kalian. dan terima kasih atas perhatiannya, sehingga mau membaca komen dari saya.
Comment by chinta — September 6, 2006 @ 4:21 am
hmm….
topik yang menarik neh….
maaf jikalau saya menanggapi bukan dari sisi seorang gay…
menurut saya setiap orang memiliki pilihan hidupnya sendiri sesuai dengan apa yang dipikirkannya dan telah diambilnya sebagai jalan hidupnya….
Yang ingin saya tekankan adalah menjadi seorang gay bukanlah suatu pilihan hidup yang nantinya akan membawa kita menuju kebahagiaan sebagaimana yang dipikirkan mereka2 yang telah menjadi seorang gay….
Menurut saya KEBAHAGIAAN yang dirasakan saat ini hanyalah kebahagiaan semu belaka…
Karna menurut agama manapun menurut saya tidak ada yang menyuruh mengambil jalan ini…
Terlebih lihatlah orang2 disekitarmu yang mencintaimu( Keluargamu ) betapa sedih hati mereka melihat anak mereka memiliki sesuatu yang tidak sesuai dengan fitrah anaknya….
Sebernarnya… mengapa masyarakat kita tidak menerima hal semacam ini bukanlah karena merasa jijik semata akan tetapi karena hal tersebut telah menyalahi fitrahnya… toh didunia ini semuanya saling berpasangan-siang-malam,baik-buruk,dan laki-laki-perempuan….
Mengapa kita harus menyalahi fitrah yang telah Tuhan berikan kepada kita,
Mungfkin banyak teman2 yang gay merasa Tuhan tidak berpihak kepada mereka… Tuhan tidak adillah!! Tuhan itu inilah itulah… ingatlah Tuhan itu selalu ada didekat kita…tinggal kita menyadarinya atau tidak..^_^
Tapi itu semua kembali kepada pribadinya masing-masing…
Dia mau memilih jalan/pilihan yang mana…
Yang jelas kita semua pastinya harus menyadari dan memahami jalan yang kita ambil nantinya….
dan Setiap pilihan yang kita pilih tentunya memiliki konsekuensinya masing-masing yang harus kita tanggung nantinya….
…………………………………
Maaf jika komen saya ini menyakiti atau tidak sesuai dengan keinginan orang-orang tertentu di blog ini….
I’M so SORRY…..
Comment by Aan — March 3, 2007 @ 11:15 am
wahai para kaum straight, gak usah pusing deh mikirin kita(kaum homo), kalo dipikir2 kondisi kita skarang ini mirip sama kaum wanita di waktu gerakan feminisme sedang marak2nya atau kaum budak(kulit hitam) di waktu sedang gencar2 nya upaya penghapusan perbudakan.
dan nggak sedikit para kontranya yang mengatas namakan agama, moral dan nilai2 lainnya, but guess what? mereka kalah kan?.
sekarang wanita bebas berkarir, kaum kulit hitam pun banyak yang menjadi pesohor dunia.
jadi.. terserah kalian(kaum straight) pada mo jijik apa nggak. yang jelas.. smakin banyak kok yang menerima keberadaan kami (kaum homo).
dan kami nggak akan berhenti berjuang sebelum kami bisa duduk sama tinggi derajatnya dengan kaum kalian.
Comment by bekti — April 30, 2007 @ 5:37 am
melihat artikel tentang homo saya jadi malah tertarik sama anda…jika anda punya teman gay hub saya di +62.811948084, jangan sms yah…jangan jail, telp aja langsung…
(jika tidak keberatan, sebarkan informasi ini ke teman anda…khusus gay yah…)
thanks banget2…
Comment by atang — May 7, 2007 @ 4:02 am
jadi teringat kalimat “setiap anak yang lahir tidak pernah meminta untuk dilahirkan dan tidak pula bisa memilih siapa orang tuanya” dan aku yakin, kalau kaum gay bisa memilih untuk tidak memiliki perasaan suka terhadap sesamanya, maka istilah kaum gay pun takkan pernah ada. perasaan itu tidak bisa diingkari.
sederhananya seperti halnya buah durian (tidak semua orang menyukai durian). seseorang yang menyukai buah durian tetapi dilain sisi menderita darah tinggi. untuk yang menyadarinya, pasti tidak akan memakan buah durian tersebut (lebih baik gak makan durian yang enak tsb daripada darah tinggi). Tetapi bisakan dia tidak menyukai durian tersebut? (aku bisa menahan untuk tidak memakannya tapi bau durian itu sungguh menggodaku).
seperti halnya gay, mereka (kaum gay) bisa menahan untuk tidak melampiaskan perasaannya. tapi bisakan perasaan itu hilang? berapa lama kamu (kaum hetero) akan menyiksanya (kaum gay) untuk mengikuti apa yang menurut kamu “normal”?
tidakkah kau menyadari aku sudah berjuang keras untuk menahan perasaan itu sedangkan dirimu (kaum hetero) tidak perlu bersusah payah menahannya? (hanya karena hak tersebut menjadi “normal” bagi kaum mayoritas).
hanya tuhan yang tahu apakah seseorang dengan status gay merupakan sebuah pilihan atau tidak? apakah fitrah atau tidak?
tapi aku percaya dengan penyataan “tuhan menciptakan alam ini dengan segala keindahannya dan dengan segala keanekaragamannya” Tuhan tidak hanya menciptakan orang untuk menikmati surgaNya tetapi Tuhanpun menciptakan neraka. (mungkin aku salah satu penghuni neraka itu, seridaknya aku mencoba menjadi poenghuni neraka yang baik/ hanya Tuhan yang Maha Tahu) tidak semua orang baik. ada juga yang buruk. ada yang kaya, miskin, ada pula yang sedang2 saja. ada yang tua ada yang muda ada yang remaja. ada yang besar, sedang bahkan kecil. tidakkah kau lihat keindahan dari keragaman? ataukah kau lebih menyukai semua berwarna merah? tanpa gradasi secuilpun? karena aku tak bisa memaksamu menyukai apa yang kusuka.
setidaknya aku masih mengingat, aku tak bermaksud menyakiti siapapun. kalaupun itu terjadi, sadarkan aku. jelaskan padaku. karena akupun manusia sepertimu. maka aku akan mendengarmu.
Apakah aku sudah sedemikian putus asanya untuk memberitakanmu bahwa aku ada. seseorang yang berbeda dari dirimu. katakan bila kamu terganggu. jelaskan padaku mengapa kamu terganggu dengan kehadiranku? apakah dengan lenyapnya aku akan menyenangkanmu? tidakkah kau merasa egois? bagaimana bila aku adalah anak-anakmu? bagaimana bila aku adalah sahabat dekatmu? ayahmu? saudaramu? (amit-amit/tapi kl Tuhan berkehendak, kita bisa apa? siapa kamu?????) akankah kau tetap menghinaku?
aku tidak meminta lebih. aku hanya ingin menyapamu tanpa kamu berpikir aku adalah kotoran yang sangat menjijikan.jadi teringat kalimat “setiap anak yang lahir tidak pernah meminta untuk dilahirkan dan tidak pula bisa memilih siapa orang tuanya” dan aku yakin, kalau kaum gay bisa memilih untuk tidak memiliki perasaan suka terhadap sesamanya, maka istilah kaum gay pun takkan pernah ada. perasaan itu tidak bisa diingkari.
sederhananya seperti halnya buah durian (tidak semua orang menyukai durian). seseorang yang menyukai buah durian tetapi dilain sisi menderita darah tinggi. untuk yang menyadarinya, pasti tidak akan memakan buah durian tersebut (lebih baik gak makan durian yang enak tsb daripada darah tinggi). Tetapi bisakan dia tidak menyukai durian tersebut? (aku bisa menahan untuk tidak memakannya tapi bau durian itu sungguh menggodaku).
seperti halnya gay, mereka (kaum gay) bisa menahan untuk tidak melampiaskan perasaannya. tapi bisakan perasaan itu hilang? berapa lama kamu (kaum hetero) akan menyiksanya (kaum gay) untuk mengikuti apa yang menurut kamu “normal”?
tidakkah kau menyadari aku sudah berjuang keras untuk menahan perasaan itu sedangkan dirimu (kaum hetero) tidak perlu bersusah payah menahannya? (hanya karena hak tersebut menjadi “normal” bagi kaum mayoritas).
hanya tuhan yang tahu apakah seseorang dengan status gay merupakan sebuah pilihan atau tidak? apakah fitrah atau tidak?
tapi aku percaya dengan penyataan “tuhan menciptakan alam ini dengan segala keindahannya dan dengan segala keanekaragamannya” Tuhan tidak hanya menciptakan orang untuk menikmati surgaNya tetapi Tuhanpun menciptakan neraka. (mungkin aku salah satu penghuni neraka itu, seridaknya aku mencoba menjadi poenghuni neraka yang baik/ hanya Tuhan yang Maha Tahu) tidak semua orang baik. ada juga yang buruk. ada yang kaya, miskin, ada pula yang sedang2 saja. ada yang tua ada yang muda ada yang remaja. ada yang besar, sedang bahkan kecil. tidakkah kau lihat keindahan dari keragaman? ataukah kau lebih menyukai semua berwarna merah? tanpa gradasi secuilpun? karena aku tak bisa memaksamu menyukai apa yang kusuka.
setidaknya aku masih mengingat, aku tak bermaksud menyakiti siapapun. kalaupun itu terjadi, sadarkan aku. jelaskan padaku. karena akupun manusia sepertimu. maka aku akan mendengarmu.
Apakah aku sudah sedemikian putus asanya untuk memberitakanmu bahwa aku ada. seseorang yang berbeda dari dirimu. katakan bila kamu terganggu. jelaskan padaku mengapa kamu terganggu dengan kehadiranku? apakah dengan lenyapnya aku akan menyenangkanmu? tidakkah kau merasa egois? bagaimana bila aku adalah anak-anakmu? bagaimana bila aku adalah sahabat dekatmu? ayahmu? saudaramu? (amit-amit/tapi kl Tuhan berkehendak, kita bisa apa? siapa kamu?????) akankah kau tetap menghinaku?
aku tidak meminta lebih. aku hanya ingin menyapamu tanpa kamu berpikir aku adalah kotoran yang sangat menjijikan.
Comment by anki — May 20, 2007 @ 7:41 am
kalau menurut saya sebagai manusia normal, yah mesti nya kita sebagai mahluk ALLAH ya harus sadar akan kodrat kita sebagai manusia yang di ciptakan berpasang-pasangan. so mengapa harus memilih jalan yang salah……???? tapi semua itu kembali lagi pada individu masing-masing kalau emang menikmati napa enggak???? yang mo kenalan ma aku hubungi di no.081977856018 key
Comment by manto — May 22, 2007 @ 7:18 am
Kebetulan saya mampir di blog ini, karena saya mencoba mencari apa pandangan orang mengenai gay life…..
Karena saya sendiri juga adalah seorang gay, yang mana saya selalu bimbang dalam memutuskan apakah saya harus mengikuti insting / naluri saya dan menjadi seorang gay, atau memungkiri kenyataan bahwa saya adalah seorang gay dan mencoba untuk memulai hubungan dengan seorang wanita….
Setiap kali saya memikirkan hal itu, saya mencoba memutuskan apa yang terbaik bagi saya dan senantiasa mencoba untuk menjadi seorang heteroseksual. Tapi usaha saya itu semuanya sia-sia, yang saya dapatkan hanyalah rasa sakit hati yang mendalam. Saya mancoba untuk mencintai seorang wanita, tapi sejauh mana saya mencoba tak kunjung mendatangkan hasilnya. Bahkan memandang/menoleh kepada wanita saja saya tidak bisa.
Saya berpikir bahwa menjadi seorang gay adalah salah di mata Tuhan yang menciptakan saya. Tapi kemudian saya mencoba merenungkan kalau, dan yang saya dapatkan adalah ternyata menjadi seorang gay bukanlah pilihan saya semata. Semua itu hanyalah kehendak Tuhan yang harus terjadi dalam hidup saya. Dan saya tidak bisa melakukan apa-apa. Tuhan adalah Maha Pengasih dan Penyayang. Semua ini bukanlah keputusan saya pribadi, namun Dialah yang menciptakan saya menjadi pribadi saya yang sekarang ini. Ingin rasanya saya mengakhiri hidup ini, tapi saya merasa belum melakukan sesuatu yang indah dalam hidup ini dan berbuat yang benar tentang bagaimana saya harus menanggapi naluri saya ini.
Yang ingin saya tekankan disini adalah bahwa menjadi seorang gay bukanlah suatu pilihan hidup. Sejauh mana anda (kaum heteroseksual) akan mengerti bagaimana kami bisa menyukai sesama jenis, akan tidak bisa anda pahami. Seperti halnya bagaimana kami tidak bisa memahami bagaimana anda (kaum heteroseksual) bisa menyukai lawan jenis anda.
Anda (kaum heteroseksual) tidak mungkin bisa mengerti akan banyaknya kepahitan-kepahitan yang kami alami sampai kami menjadi seperti ini…
Klo anda mau tahu lebih banyak tentang diri saya, anda bisa kirim saya via email : pvnoj@hotmail.com
Semoga anda bisa merubah pandangan mengenai kaum gay and Have a nice day…. Enjoy your life and don’t be mad with everything (you feel and think bad) around your life…!!!
Comment by pvnoj — June 8, 2007 @ 8:36 am
gw cowok, umur 25, dan gw punya penyakit, gak bisa seneng cinta, apalagi nafsu ama cewek, yang terjadi sebaliknya.
Tapi demi Tuhan yang telah memberikan gw hidup yang indah, aku bersumpah tidak akan menjadi gay….
Gw sempet bingung dan frustasi….tapi sekarang gw nganggep itu semua cobaan Tuhan.
dan cobaan itu tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan Tuhan ama gw. masak gw nyerah….
dan gw nggak mau ngekhianatin Tuhan…
bwt tmen-teman lain yang punya penyakit kayak gw, dont give up, jangan menyerah sedikitpun. karena Tuhan mengetahui perjuangan kita.
amin….
tolak gay!….
Comment by tolak gay! — June 10, 2007 @ 7:30 am
nambah lagi…
buwat temen-temen yang kena penyakit gak bisa seneng ama cewek (ato sebaliknya buat para cewek)
ayo berjuang…..
buat yang udah terlanjur jadi tapi pengen insaf….
insaflah sekarang..
buat yang enjoy jadi gay ato lesbi…
dan nganjurin yang lain buat ngelakuin yang lo lakuin….
dan gak mau insaf…
lo semua emang menjijikkan….
may God curse you!
Comment by tolak gay! — June 10, 2007 @ 7:36 am
Hey…. klo kamu bilang itu penyakit, kamu itu salah besar. Memang banyak orang yang bilang klo tinglah laku gay menyimpang dari apa yang sebenernya telah diciptakan Allah. Mungkin bagi kamu itu penyakit, karena kamu tidak mengalaminya semenjak kamu masih kecil. Mungkin aku akan ceritakan sedikit pengalamanku.
Dulu, semenjak aku masih kecil, aku sama sekali tidak bisa memandang sama yang namanya perempuan. Aku cuma bisa meng-iya-kan teman cowokku yang mengatakan klo anak perempouan itu cantik. Itu semua karena aku tidak ingin mereka tahu klo aku itu sebenernya suka ama temen sesama jenis. Aku tidak ingin dijauhi oleh mereka. Namun sebelum itu, lelaki pertama yang aku sukai sebenernya adalah ayahku (mungkin gila kali ya…, karena suka ama ayah ‘ndiri). Aku pertama kali jatuh hati sama ayahku… Tiap kali dia sedang tidur siang, aku paling suka klo berada di dekatnya. Memang sich, aku tahu klo setiap anak kecil itu paling suka klo berada di dekat ortunya. Tetapi yang paling parah yaitu aku paling suka klo mencium kakinya. Itulah yang aku pikir sebagai pertanda pertama klo aku itu tidak bisa menyukai lawan jenis. Pertanda selanjutnya adalah aku paling suka dengan apa saja yang berbau dengan perempuan; mulai dari pakaian, riasan, permainan, mainan, dll. Kemudian aku masuk SD, SMP, SMA, dan sekarang lagi kuliah; dimana di dalam setiap tingkatan tersebut aku memiliki temen cowok yang aku suka, dan yang paling membuat aku semakin suka adalah mereka malahan menjadi temen deketku. Sehingga aku bisa lebih leluasa klo pengen deket ama mereka. Malahan juga aku suka ama guruku (cowok) dan saat di SMA, aku juga sempet deket ama doi. Dan akupun makin senang.
Semenjak aku dibilangin klo tingkah lakuku itu kaya wanita, maka akupun segera merubah sikapku. Aku mulai menyingkirkan hal-hal yang berbau wanita untuk kusentuh. Aku ingin bersikap layaknya seorang lelaki dan berjalan gagah seperti mereka. Karena aku tidak ingin orang berpikir aku itu banci, atau homo, atau……. apalah yang jelek………… Makanya aku selau berusaha untuk mencari-cari informasi mengenai gay life atau apapun yang berhubungan dengan gay. Jadi sampai pada suatu saat klo aku membaca sebuah buku. Buku ini bukannya mau menjelek2an mengenai kaum gay ataupun membelanya. Tetapi dari buku ini aku mendapatkan klo ternyata ada juga orang yang suka sama sesama jenis, tapi bersifat sementara. Mungkin yang terjadi pada beberapa orang (termasuk anda, tolak gay!, juga orang yang mengatakan klo dia suka ama sesama jenis hampir 8th) perasaan suka sama sesama jenis anda bersifat sementara. Anda dapat merefleksikannya dari apakah perasaan itu muncul saat anda masih sangat kecil (seperti yang aku ceritakan mengenai diriku). Bila perasaan homo itu mulai anda rasakan saat anda sudah berinjak remaja, kemungkinan besar perasaan kamu hanyalah bersifat sementara. Karena aku tahu, klo pada masa2 remaja adalah masa dimana terjadi transisi dan kaum remaja biasanya dihadangkan kepada berbagai pilihan hidup dan mulai melihat sesama jenisnya menjadi pribadi yang lebih matang. Dari situlah kamu merasa klo kamu mulai tertarik dengan teman sesama jenismu. padahal itu cuma bersifat semu. Lain halnya klo kamu benar-benar murni seorang gay. Kamu pasti akan merasakannya sejak kamu masih kecil…. Kemudian kamu menyadari klo kamu itu berbeda dari yang lainnya, tergantung usia berapa kamu mampu merfleksikan dirimu………
Aku sendiri sebenernya selalu berusaha untuk memutar balikkan fakta mengenai hidupku saat ini. Ingin rasanya aku menjadi seorang yang memiliki hidup normal dan diterima masyarakat. Namun apa dayaku, aku hanyalah seorang yang lemah dan tak memiliki daya. Perasaan itu berkecamuk dalam diriku sampai saat ini (tetap berkecamuk walau telah memutuskan untuk menjadi gay). Aku selalu menutup2i diriku dari pandangan orang-orang, meskipun tak jarang aku juga digosipin dengan teman sesama cowok. Namun aku menanggapinya klo mereka hanyalah bercanda, karena aku digosipin oleh teman dengan teman yang berada dalam satu kegiatan—-sehingga mereka mengenal siapa kami (tapi bukan sisiku sebagai gay). Aku sendiri sebenernya suka klo ada gosip itu, tapi aku selalu berdalih untuk menyangkalnya.
Bukannya aku tak mau merubah perasaanku, namun setiap kali aku melakukannya (perubahan) hatiku selalu merasa sakit dan hancur. Akhirnya, aku tak mau lagi menyakiti perasaanku dan biarlah perasaan ini tetap seperti apa adanya. Juga karena aku tak mempunyai tempat untuk curhat-menuangkan seluruh isi hatiku.
Mungkin pengalamanmu (tolak gay!) belumlah terlalu luas dalam menghadapi pahitnya menjadi gay….. Juga mungkin karena aku terlebih muda dari padamu, aku juga tak mau mengatakan klo telebih pintar karena aku sudah menghadapi banyak sekali kepahitan2 hidup….
Emang Tuhan telah memberikan hidup ini indah. Namun aku juga tahu klo Tuhan juga Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia jugalah yang menciptakan kita. Mungkin bagi yang bersifat sementara, itu buruk karena kebanyakan dari mereka hanya mementingkan seks. Nah, bagi yang emang bener2 murni, sebenernya kita itu lagi mencari cinta dan kasih dari pujaan hati kami.
Aku hanya ingin engkau memandang hidup ini tidak hany dari satu sisi saja. Ok?!
Comment by pvnoj — June 12, 2007 @ 5:33 pm
OK, buat pvnoj…
gw juga punya pengalaman kayak lo.
gw nganggep ini penyakit, ini penyakit psikologis…
gw bukan psikolog, cuman ya kira-kira seperti itu…
aku malah ngerasa “penyakit” gw ini lumayan parah…
gw gak bisa ama cewek….
gw juga seneng ama seseorang…hes a guy, but definitely not a gay…
tp gw selalu berpikir gw bukan seneng, cinta, nafsu ama dia…
tetapi lebih pada menghormati dan menghargai dia, mandoakan dia punya keluarga yang indah, istri yang cantik, anak yang sehat dan pinter2..
bukan malah kepikiran gimana hidup ama dia, berduaan ama dia, tidur ama dia….
change your mindset…
cobalah berpikir, gw juga bisa kayak orang normal…..!
dan gw tetep berdoa pada Tuhan agar gw bisa menjadi normal…
tanpa harus menjadi gay yang esek-esek ama sesama jenis, buat nyari identitas diri.
gw tetap bertahan….
karena gw takut ama Tuhan…
gw nggak sok ngalim…
tapi aku nggak pengen hidupku nggak dirahmati ama Tuhan…..
bwt pvnoj…
ato yang lain…
bila lo jg sama kayak gw…
dan bila lo semua masih bertahan dan berjuang bwt jadi normal…
bwat yang kelanjur dah penah sampe esek-esek, tapi pengen insaf, pengen keluar dari lingkaran iblis itu…
kita satu tujuan
kita emang punya penyakit itu…
tapi kita bukan gay….
bukan
berjuanglah….
karena Tuhan tahu perjuangan lo…
gw sendiri dah ikhlas…
bila ternyata kalo sampe akhir hayat gw, gw gak bisa punya istri, anak…
mending gw sendiri..
gw ikhlas…
selama Tuhan ridho ama gw….
buwat para GAY SEJATI….atau
LESBI SEJATI…
gw berani ngata-ngatain lo….
karena jelas-jelas lo kaum terkutuk…
buka injil lo… quran lo…
gw yakin bgt Tuhan gak suka apa yang lo lakuin…
buktinya….
kaum Nabi Luth….
Sodom Gomorrah….
Tuhan murka ama lo semua….
karena lo juga…
muncul tu AIDS….
sadar…
insaflah…
kalo lo tetep gak mau sadar…
berarti kalian emang
kaum TERKUTUK!
Comment by tolakgay — June 14, 2007 @ 2:48 am
OK, buat pvnoj…
gw juga punya pengalaman kayak lo.
gw nganggep ini penyakit, ini penyakit psikologis…
gw bukan psikolog, cuman ya kira-kira seperti itu…
aku malah ngerasa “penyakit” gw ini lumayan parah…
gw gak bisa ama cewek….
gw juga seneng ama seseorang…hes a guy, but definitely not a gay…
tp gw selalu berpikir gw bukan seneng, cinta, nafsu ama dia…
tetapi lebih pada menghormati dan menghargai dia, mandoakan dia punya keluarga yang indah, istri yang cantik, anak yang sehat dan pinter2..
bukan malah kepikiran gimana hidup ama dia, berduaan ama dia, tidur ama dia….
change your mindset…
cobalah berpikir, gw juga bisa kayak orang normal…..!
dan gw tetep berdoa pada Tuhan agar gw bisa menjadi normal…
tanpa harus menjadi gay yang esek-esek ama sesama jenis, buat nyari identitas diri.
gw tetap bertahan….
karena gw takut ama Tuhan…
gw nggak sok ngalim…
tapi aku nggak pengen hidupku nggak dirahmati ama Tuhan…..
bwt pvnoj…
ato yang lain…
bila lo jg sama kayak gw…
dan bila lo semua masih bertahan dan berjuang bwt jadi normal…
bwat yang kelanjur dah penah sampe esek-esek, tapi pengen insaf, pengen keluar dari lingkaran iblis itu…
kita satu tujuan
kita emang punya penyakit itu…
tapi kita bukan gay….
bukan
berjuanglah….
karena Tuhan tahu perjuangan lo…
gw sendiri dah ikhlas…
bila ternyata kalo sampe akhir hayat gw, gw gak bisa punya istri, anak…
mending gw sendiri..
gw ikhlas…
selama Tuhan ridho ama gw….
buwat para GAY SEJATI….atau
LESBI SEJATI…
gw berani ngata-ngatain lo….
karena jelas-jelas lo kaum terkutuk…
buka injil lo… quran lo…
gw yakin bgt Tuhan gak suka apa yang lo lakuin…
buktinya….
kaum Nabi Luth….
Sodom Gomorrah….
Tuhan murka ama lo semua….
karena lo juga…
muncul tu AIDS….
sadar…
insaflah…
kalo lo tetep gak mau sadar…
berarti kalian emang
kaum TERKUTUK!
Comment by tolakgay — June 14, 2007 @ 2:50 am
OK, buat pvnoj…
gw juga punya pengalaman kayak lo.
gw nganggep ini penyakit, ini penyakit psikologis…
gw bukan psikolog, cuman ya kira-kira seperti itu…
aku malah ngerasa “penyakit” gw ini lumayan parah…
gw gak bisa ama cewek….
gw juga seneng ama seseorang…hes a guy, but definitely not a gay…
tp gw selalu berpikir gw bukan seneng, cinta, nafsu ama dia…
tetapi lebih pada menghormati dan menghargai dia, mandoakan dia punya keluarga yang indah, istri yang cantik, anak yang sehat dan pinter2..
bukan malah kepikiran gimana hidup ama dia, berduaan ama dia, tidur ama dia….
change your mindset…
cobalah berpikir, gw juga bisa kayak orang normal…..!
dan gw tetep berdoa pada Tuhan agar gw bisa menjadi normal…
tanpa harus menjadi gay yang esek-esek ama sesama jenis, buat nyari identitas diri.
gw tetap bertahan….
karena gw takut ama Tuhan…
gw nggak sok ngalim…
tapi aku nggak pengen hidupku nggak dirahmati ama Tuhan…..
bwt pvnoj…
ato yang lain…
bila lo jg sama kayak gw…
dan bila lo semua masih bertahan dan berjuang bwt jadi normal…
bwat yang kelanjur dah penah sampe esek-esek, tapi pengen insaf, pengen keluar dari lingkaran iblis itu…
kita satu tujuan
kita emang punya penyakit itu…
tapi kita bukan gay….
bukan
berjuanglah….
karena Tuhan tahu perjuangan lo…
gw sendiri dah ikhlas…
bila ternyata kalo sampe akhir hayat gw, gw gak bisa punya istri, anak…
mending gw sendiri..
gw ikhlas…
selama Tuhan ridho ama gw….
buwat para GAY SEJATI….atau
LESBI SEJATI…
gw berani ngata-ngatain lo….
karena jelas-jelas lo kaum terkutuk…
buka injil lo… quran lo…
gw yakin bgt Tuhan gak suka apa yang lo lakuin…
buktinya….
kaum Nabi Luth….
Sodom Gomorrah….
Tuhan murka ama lo semua….
karena lo juga…
muncul tu AIDS….
sadar…
insaflah…
kalo lo tetep gak mau sadar…
berarti kalian emang
kaum TERKUTUK!
Comment by tolakgay — June 14, 2007 @ 2:52 am
Well, aku mau nanggepin kamu, tolak gay…..
Aku emang sampai saat ini ga pernah nglakuin hal2 yang kaya gitu, karena pikiranku sama kaya pikiranmu….
Tapi, sejauh ini aku selalu mencari2 kebenaran yang sebenarnya pengen terjadi dalam hidupku….
Akupun juga memasang profile dimana komunitas gay itu ada, dan dari situ aku mempunyai beberapa teman yang emang udah memutuskan jadi gay sejak lama….
Kita sering email2an, bahkan sempat juga beberapa kali bertemu tatap muka secara langsung… Aku kira mereka itu akan nglakuin hal bodoh ke aku (aku memberanikan diri untuk berteman dengan mereka karena terkadang aku sendiri pengen nglakuin itu, tapi aku ga mau nyakitin mereka - mungkin kamu tahu orientasinya ), tapi ternyata mereka itu tidak seperti yang aku bayangkan…. Mereka itu ramah, baik, dan banyak hal baik yang telah mereka lakukan untuk masyarakat…. jadi saat kamu itu mengatakan klo mereka itu terkutuk, kamu itu salah. Apakah kamu mau menghina mereka yang ternyata mempunyai kebaikan hati dalam hidup mereka dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat? Aku tahu klo kamu pengen mengatakan klo perbuatan itu terkutuk, tapi kamu mengatakannya seolah2 tiada pengampunan bagi mereka yang juga telah menolong banyak sesama…. Ingat, Tuhan itu Maha Pengampun, right?!
Aku sendiri juga pengen menyadarkan mereka, tapi karena keterbatasan2 yang ada, aku tidak bisa melukan apa yang aku mampu.
Kemudian salah satu dari temanku itu mengatakan, klo dia dulunya juga ngalamin hal yang sama kaya kita dan pernah menikah dengan seorang wanita. Dia mengatakan bahwa kehidupan pernikahannya tidaklah pernah bahagia… Saat itu dia juga menghadapi kebingungan yang sama kaya kita… Dia bingung manakah kehidupan yang harus dia jalani, menikahi wanita atau hidup sendirian tanpa pernah ada yang akan memperhatikan dia. Dan akhirnya karena dia tidak bisa menyangkal perasaannya, lalu dia memutuskan utnuk menjadi gay….. Aku tahu klo pengalaman itu sangat pahgit dan berat bagi dia, dan dia juga sempat pernah dikecewakan oleh beberapa cowok. Namun dia tetap yakin dan berharap klo suatu saat nanti dia akan menemukan apa yang dia inginkan, dan oleh karena pengalam hidup dia menjadi bijaksana karenanya.
Aku tahu mungkin kamu menilai bahwa semua gay itu bejat,. ga punya perasaan sama sekali. mungkin kamu menilainya karena kamu melihat website2 gayporn yang menyediakan banyak sekali bahan mengenai gay seks, mulai dari gambar sampai dengan seks. Aku tahu itu karena aku sendiri juga sempat beberapa kali tergoda untuk membukanya. Tapi kemudian aku sadar, bahwa itu bukanlah diriku yang sebenarnya.
Kamu mungkin tidak tahu bahwa ada banyak juga gay yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga orang lain dan masyarakat.
Mungkin saat ini kamu bisa menahan diri, namun godaan akan selalu datang….
Dan aku juga udah berpikir klo aku suka ama cowok yang straight, aku udah tahu klo itu berarti emang aku menghargai dia dan tidak berpikir untuk memiliki dia ataupun tidur dengan dia. Tapi ketika aku bertemu dengan cowok yang senasib denganku dan merasa cocok satu sama lain, mungkin aku merasa aku pengen memiliki dia dalam hidupku. Karena aku memang dilahirkan seperti ini. Tidak semua cowok yang aku sukai itu, aku inginkan untuk hidup bersama mereka selamanya. Jadi, memang aku tidak sungguh tertarik sama seks (meskipun terkadang aku juga sempat terjebak)… Aku juga bisa menjaga diri…. Jadi, kamu mungkin mengira aku ini cowok yang bejat dan tak tau diri, tapi kamu salah…. Aku memandang tidak hanya dari sisi straight saja, tapi aku juga ingin mengetahui begaimana pandangan mereka yang telah menjalani kehidupan gay. Dan ternyata pandanganku tentang mereka selama ini salah.
Berdasarkan pengalaman2ku, aku tidak mau menempuh jalan yang salah. Aku pengen klo aku nanti mengambil jalan hidup yang benar dan tidak menyakiti orang lain.
Kita semua tahu bahwa Tuhan itu Maha Kasih , Penyayang, dan Pemurah. Dia mencintai semua makhluk ciptaan-Nya. Menjadi gay bukanlah suatu pilihan hidup semata. kita harus bisa menghargai dan belajar menerima apa yang telah Tuhan berikan dalam hidup kita. Karena semua yang Ia berikan pada kita adalah suatu anugerah, dan mungkin dengan melalui hal ini, kita diharapkan dapat belajar bahwa tak semua hal yang kita kira buruk itu, buruk beneran.
Jika kamu memandang bahwa menjadi gay hanyalah untuk pemuas nafsu seks belaka karena mereka tahu mana yang lebih menyenangkan, kamu salah. Seperti yang kita lihat saja pada kaum heteroseksual/straight, terkadang mata mereka juga tertutup oleh hawa nafsu dan tidak bisa mengendalikan diri dan kemudian melakukan percabulan. Hal seperti itu juga ada terjadi dalam kehidupan kaum gay. Tapi seperti kaum straight, tidak semuanya melakukan hal itu, begitu juga yang terjadi dalam kehidupan kaum gay. Gay atau straight menurutku juga adalah masalah perasaan, tidak hanya orientasi seksual. Kebanyakan orang menganggap bahwa segala hal yang berhubungan dengan seksual adalah buruk jika dilakukan diluar ikatan. Karena kita tahu bahwa seks itu suci dan anugerah Tuhan….
Jadi, jangan menganggap bahwa menjadi gay adalah terkutuk, dan kemudian menyangkali dan menipu diri. Ingat, Tuhanlah yang menjadikan kita, dan Dia menciptakan kita seriupa dengan gambar-Nya.
Peristiwa Sodom dan Gomora itu karena Tuhan sudah marah pada kota itu. Selain karena perbuatan cabul sesama jenis, juga karena tiada lagi kasih di kota itu. Hidup mereka sudah seperti binatang liar yang tidak mempunyai perasaan. Karena tidak ada lagi kebaikan dalam kota itu dan semuanya sedah sangat sangat berdosa sekali, maka Tuhan-pun menghukum kota itu.
Dan kenapa kamu berpikir bahwa esek2 itu adalah untuk mencari identitas diri?!?!?! Itu mereka lakukan karena untuk mendapatkan pemuasan…. Dan tidak semuanya hanya sekedar melakukan dan kemudian pergi untuk mencari alat pemuasan yang lain (seperti PSK yang dibayar oleh penyewanya)…
SOoooooo, don’t ever think being gay is evil…. It is why God creates us in the world, to make this world more beautiful. Not all gay guys is evil, ok?! Don’t see at one side, but also ion another side. You can tell what is true and really happened in the gay life, in this case in gay life…………
Comment by pvnoj — June 14, 2007 @ 4:44 pm
Buat kaum Gay, atau Les
aku dukung kalian lagian di negara luar hal ini sudah menjadi hal yang biasa bahkan tidak selamnya kaum gay itu menjadi sampah masyarakat buktinya banyak yang berhasil btw kalau ada yang sirik dengan kalian itu tandanya mereka tidak mampu………..
sekarang gini aja coba loe pade pikir Allah swt aja ngasih hidup ngak milih2 ngapain dibuat pusing toh semua orang bisa menjalani hidupnya tanpa memandang perbedaan itu menjadi suatu alasan untuk menindas orang lain…..
jadi selagi kita mampu untuk membuktikan yang terbaik yang bisa kita buat dimasyarakat ngapain harus takut kan>>>>>>>>>>>>>>
by Ray 085255922444
Comment by Ray — June 16, 2007 @ 5:01 pm
Tolak gay:
Gw gay,dan sebagai gay,gw merasa terhina dengan postingan elu.gila!Sungguh gila!
Anda pasti termasuk para kaum super-duper-kuper danortodoks(dari kalangan agama anda).Orang seperti anda tidak akan bisa mengerti penderitaan KAMI,kaum GAY.Anda tidak mpernah tahu dan mau tahu,kami dianiyaya,dicaci-maki.diperlakukan tidak adil,didiskriminasikan baik dalam lingkungan,keluaraga,harus menyimpan kehiduapn seksualnya rapat-rapat?Saya yakin orang tidak berperikemanusiaan seperti anda jawabannya adalah TIDAK(terlihat jelas dari cara anda menulis,anda ini seorang homofobik)
Jika anda berkata ,BERTOBATLAH!
maka saya berkata:buka hati dan pikiran anda.Carilah di google semua informasi tentang kaum kami,baru anda putuskan.kami para gay bukan hiperseks,kami juga manusia seperti kalian,yang tiap hari nonton liputan 6 pagi dan malam harinya nonton liga Inggris.Kami bukanlah orang jahat sepert yang kalian pikirkan.Karena ada orangorang seperti anda,kami kaum gay tidak bisa tnang,selalu berdaa dalam ancaman,dan dibatasi ruang geraknya.Ingatlah,jiak ada salh satu dari kaum kami mengganggu kalian,itu juga dikarenakan orang-orang sperti kalian,ynag tidak mau mengakui,bahkan keberadaaan dan eksistensi kami sebagai manusia.Tolonglah,dalam dunia globalisasi ini mengerti tentang kaum gay sedikit.
kami dituduh pembawa AIDS idiskriminasikan ,dijadikan bahan tettawaan(saya rasa orang2 seperti Dorce saya rasa telah menurunkan cita rasa kaum gay.ia seolah-olah menghina kaumnya sendiri,terutama yang berada di Indonesia ini),dipaksa untuk jadi normal(kalain tahu sendiri lah,prosesnya susah bukan main,hanya mereka yang bukan jadi gay sejak lahir yang bisa,itupun masih harus dengan terapi yang mahal harganya,dan lebih-lebih,setelah sembuh kemungkinan menjadi gay masih ada lagi)bahkan setelah kami mati ,kami sudah di”jadwal”kan masuk neraka.Tidak adakah rasa kasihan buat kami.
AIDS bukan tanggung jawab kami seorang,ingat,free sex di abad ke-20 lah ynag pertama kali menyebarluaskannya.
Sodom dan Gomorah,maaf,di bible(saya orang kristen) tidak tertulis adanya ayat yang mengatakan penghuninya adalah gay/lesbi.yang tertulis adalah,moral mereka rusak(lebih tepat jiakdikaitkan dengan free sex).Malah pasangan gay(Daud dan yonatan)tidak dihukum sama sekali tuh.
Anda bersalah kepada kami kaum gay di seluruh dunia atas postingan anda.
Yang jelas,saya tidak akan berpaling dari orientasi seksual saya(kalo gay bisa jadi normal,orang normal jadi gay,berarti orientasi seksual itu bisa dibalik-balik dong) dan berusaha menjadi gay yang baik.Semoga demikian..Aminn…
“Postingan anda akan saya copy-paste pada gay teman-teman saya,buat bahan diskusi.
Comment by AmZ — June 25, 2007 @ 7:16 pm
Tolak gay:
Gw gay,dan sebagai gay,gw merasa terhina dengan postingan elu.gila!Sungguh gila!
Anda pasti termasuk para kaum super-duper-kuper danortodoks(dari kalangan agama anda).Orang seperti anda tidak akan bisa mengerti penderitaan KAMI,kaum GAY.Anda tidak mpernah tahu dan mau tahu,kami dianiyaya,dicaci-maki.diperlakukan tidak adil,didiskriminasikan baik dalam lingkungan,keluaraga,harus menyimpan kehiduapn seksualnya rapat-rapat?Saya yakin orang tidak berperikemanusiaan seperti anda jawabannya adalah TIDAK(terlihat jelas dari cara anda menulis,anda ini seorang homofobik)
Jika anda berkata ,BERTOBATLAH!
maka saya berkata:buka hati dan pikiran anda.Carilah di google semua informasi tentang kaum kami,baru anda putuskan.kami para gay bukan hiperseks,kami juga manusia seperti kalian,yang tiap hari nonton liputan 6 pagi dan malam harinya nonton liga Inggris.Kami bukanlah orang jahat sepert yang kalian pikirkan.Karena ada orangorang seperti anda,kami kaum gay tidak bisa tnang,selalu berdaa dalam ancaman,dan dibatasi ruang geraknya.Ingatlah,jiak ada salh satu dari kaum kami mengganggu kalian,itu juga dikarenakan orang-orang sperti kalian,ynag tidak mau mengakui,bahkan keberadaaan dan eksistensi kami sebagai manusia.Tolonglah,dalam dunia globalisasi ini mengerti tentang kaum gay sedikit.
kami dituduh pembawa AIDS idiskriminasikan ,dijadikan bahan tettawaan(saya rasa orang2 seperti Dorce saya rasa telah menurunkan cita rasa kaum gay.ia seolah-olah menghina kaumnya sendiri,terutama yang berada di Indonesia ini),dipaksa untuk jadi normal(kalain tahu sendiri lah,prosesnya susah bukan main,hanya mereka yang bukan jadi gay sejak lahir yang bisa,itupun masih harus dengan terapi yang mahal harganya,dan lebih-lebih,setelah sembuh kemungkinan menjadi gay masih ada lagi)bahkan setelah kami mati ,kami sudah di”jadwal”kan masuk neraka.Tidak adakah rasa kasihan buat kami.
AIDS bukan tanggung jawab kami seorang,ingat,free sex di abad ke-20 lah ynag pertama kali menyebarluaskannya.
Sodom dan Gomorah,maaf,di bible(saya orang kristen) tidak tertulis adanya ayat yang mengatakan penghuninya adalah gay/lesbi.yang tertulis adalah,moral mereka rusak(lebih tepat jiakdikaitkan dengan free sex).Malah pasangan gay(Daud dan yonatan)tidak dihukum sama sekali tuh.
Anda bersalah kepada kami kaum gay di seluruh dunia atas postingan anda.
Yang jelas,saya tidak akan berpaling dari orientasi seksual saya(kalo gay bisa jadi normal,orang normal jadi gay,berarti orientasi seksual itu bisa dibalik-balik dong) dan berusaha menjadi gay yang baik.Semoga demikian..Aminn…
“Postingan anda akan saya copy-paste pada gay teman-teman saya,buat bahan diskusi.
Comment by AmZ — June 25, 2007 @ 7:18 pm
gue 15 tahun..baru aja nyadar kalo gue itu gay…..sangat menyakitkan terutama saat gue ngeliat cow yang gue suka jalan bareng ceweknya……sakit…banget..tapi setelah dengar opini ini,gue semangat lagi karna ternyata masih ada orang yang ngehormati kaum gue.
Comment by tanto — July 5, 2007 @ 5:37 am
Salam,
Homoseksualitas (gay / lesbian) adalah fenomena kejiwaan yang menjelma menjadi orientasi seksual. Sebagian pakar menyebutkan bahwa fenomena ini adalah berkaitan dengan adanya kelainan genetik, bukan turunan.
Kalo hal ini dianggap sebagai penyakit / anomali (oleh kalangan umum), tentunya setiap penyakit ada obatnya (therapy / treatment).
Apakah fenomena ini adalah kesalahan Tuhan ? (Saya tidak berani untuk berfikir demikian) Bagaimana dengan kaum Luth yang dimusnahkan Tuhan ?
Hidup adalah ujian, tinggal bagaimana manusia mensikapi ujian itu menuju hasil akhir yang memuaskan, tentunya sesuai dengan yang digariskan oleh norma dan agama. Merenung dan merenung selamanya tanpa hasil adalah sia-sia, sesorang akan mampu berubah, apabila dia memang berniat keras untuk berubah, menyalahkan keadaan hanya berakibat disebut tidak mensyukuri nikmat Tuhan.
Salam,
Jumput
Comment by jumput — July 9, 2007 @ 12:30 am
gue orang yang demokratis,.. dan gue tahu, bahwa kehidupan gay atau lesbi itu ada di sekitar kita.. tapi, yang gue gak ngerti, kenapa banyak juga cowok-cowok yang udah ‘nikah’ dengan alasan mereka “bi” atau “mantan gay” masih mencoba mencari “status” mereka??? dengan mencari komunitas sesama mantan gay yang sudah menikah, menjalin hubungan (dengan atau tanpa seks).. please, dengan anugerah yang telah diberikan oleh NYA … keluarga, istri dan anak-anak,.. bukankah itu semua anugrah terbesar yang seharusnya menjadikan mereka semua sadar, bahwa SAYA TIDAK GAY, & SAYA TIDAK BI..
Tolong sadari,.. apakah “om-om’ atau “bapak-bapak” atau ada juga “kakek-kakek” tidak takut jika mereka yang seharusnya adalah ‘nakhoda’ rumah tangga, sungguh naif jika untuk tahu “apa status saya” pun mereka kebingungan??? tolong pikirkan, mau dibawa ke mana “kapal” yang sudah kalian ajak untuk berlayar???
Please,..
buat kaum gay,… kalau memang kalian benar-benar merasa gay,. jangan pernah untuk berpikiran menikah.. Kalian tidak mau menjatuhkan lebih banyak korban lagi bukan???
dan please,..
jangan terlalu membuat suatu komunitas yang “Menghalalkan” kehidupan gay, lesbi atau bi…. apakah kalian benar-benar tidak punya saudara, keponakan, yang nantinya merasa )5 atau 10 tahun mendatang),.. ooh, ternyata kehidupan gay, lesbi atau bi itu sesuatu yang “biasa” ya ,…. ?????
Please,….
(gue bisa menulis ini, karena gue pernah merasa bagaimana sakitnya melihat “perselingkuhan” suami gue dengan ‘mantan gay’,.. )…
rr
Comment by raykha — July 19, 2007 @ 10:12 am
Saat ini saya sudah hampir putus asa menghadapai hidup yang seakan tidak adil ini. Di usia 27th, satu kalipun saya belum pernah mempunyai pengalaman khusus dengan perempuan. Sementara usia segini harusnya saya udah prepare atau bahkan udah punya momongan.
GAY, mungkin itu pula yang menyebabkan semua ini. Sebagai orang yang “berwawasan” saya tetap menganggap HOMOSEKSUAL itu salah. Walaupun saya oleh Allah juga diberikan cobaan sebagai GAY.
Apa sih tujuan manusia dalam hidup itu?????? tanyakan ke diri Anda masing-masing.
Bagi saya simple “Selamat dunia akhirat dan Bahagia dunia akhirat”
Bagi kaum GAY, memang sulit sekali untuk berubah bahkan tidak mungkin.
Saya mempunyai teman sekerja GAY dan bahkan bawahan saya juga GAY.
Saya menyadari saya adalah salah satu dari mereka. Tetapi saya pribadi tidak ingin kehidupan yang terjadi dalam hidup mereka terjadi di saya.
Saya tahu apabila ada teman Pria yang memperhatikan dan menyayangi saya, saya akan sangat bahagia, saya pernah merasakan dan mengalami. Tetapi saya takut dengan konsekuensi yang harus saya tanggung.
Saya masih ingin mempunyai kehidupan NORMAL. Punya anak dari sperma saya sendiri dengan proses biologis yang normal antara Laki-laki dan perempuan.
OK, bagi para Gay/Lesbian saat ini usia Anda mungkin masih muda (15th s/d 35th), tetapi beberapa tahun lagi (apabila Anda masih diberi umur oleh Allah) saat usia Anda sudah 45,50, atau 60 siapa yang akan berada disamping Anda?
Saya bekerja di bisnis retail yang besar dengan omset ratusan juta per hari dan dengan pengunjung hingga 5.000 orang per hari.
Saya menjadi muak dan sedih saat melihat Bapak-Bapak umur 40-50an yang berjalan bergandengan (mereka pasangan GAY). Muak karena di umur mereka, seharusnya yang mereka gandeng adalah Cucu mereka,istri mereka, atau anak mereka. Sedih karena saya takut hal itu terjadi di saya.
GAY bukanlah kutukan atau penyakit, tetapi cobaan. Mampukah kita melewati cobaan/ujian ini. Atau kita harus gagal. Ujian dan cobaan untuk setiap orang diset oleh Allah berbeda-beda sesuai kadar kemampuan masing-masing individu.
Dalam hidup ini tidak semuanya harus berjalan sesuai kemauan dan keinginan kita. Tidak harus berjalan sesuai yang kita suka. Ada kalanya kita harus melewati jalan dan tempat yang sangat tidak kita suka dan sangat kita benci.
Normal bukanlah paradigma orang-orang yang tidak diberi cobaan sebagai kaum HOMOSEKSUAL. Normal adalah sesuatu yang sudah Allah ciptakan untuk kita lalui, walaupun dengan berat hati, berat langkah, dan ketidak enakan yang lain.
Sebagai makhluk yang sudah Allah ciptakan dengan kesempurnaan kita harus dan sudah sepantasnya bersyukur. Kita harus mau melewati jalan “NORMAL” yang telah DIA ciptakan walaupun terkadang sakit,berat,sulit, semua ini pasti demi kebaikan kita juga sebagai umatnya.
Saya tidak munafik, saya terkdang ingin juga menikmati apa yang sudah teman-teman GAY lakukan, tetapi saya tidak mau semakin jatuh dan terjerumus. Saya sebagai umat Allah harus mau mengikuti dan harus berusaha mengikuti jalan/Garis yang diberi nama “NORMAL” yang sudah DIA ciptakan walaupun saya harus mengorbankan perasaan saya.
SIAPA KITA, KAUM MANUSIA, DIHADAPAN ALLAH YANG MAHA AGUNG DAN MAHA SUCI, hingga kita berani melawanNYA.
Demikian sedikit opini dari saya. Apabila ada rekan yang mempunyai IDE/PIKIRAN yang sama, kita bisa share, karena saling berbagi cerita dan saling mendukung akan semakin memperkuat motivasi kita untuk melewati jalan “NORMAL” yang memang seharusnya kita lewati walaupun sulit,berat,sakit dan seribu alasan lainnya. Email aku di boby_bob100@yahoo.com
Terima kasih. Mari bersama berjalan kembali ke Fitrah kita sebagai manusia dan makhluk yang diciptakan berpasang-pasangan.
Comment by boby — July 25, 2007 @ 4:09 am
hai kaum gay sedunia, gue joshua, mahasiswa Teknologi Pendidikan UNIMED. Gue dah baca semua mengenai ke-secret-an kaum gay, loe pade harus cepat nyadar, b’coz bukan masalah agama aza yang kita hadapi but moralitas juga lho. Ma’sa sich cowok ama cowok melakukan hal senonoh itu menurut salah seorang filsuf namanya “CONTRA NATURAM”. Gue dah pernah ngasih tau ke blogsome ini lho. Gimana coba , kita sudah menlanggar hak kebebesan kita sendiri tau gak seh. Yang gue maksud disini, ma’sa seh dengan mudahnya kita hanyut dalam buaian kenikmatan semata karena kita lesbi atau gay. Kebebasan yang kita miliki itu bukan dengan semerdeka gitu, liat aza Amerika walaupun ‘dah segitu bebas namun ada aturan tertentu yang menghalang kebebasan mereka, iya khan? Kalo bisa neh gue azak kaum gay buat kesadaran diri , elo pade boleh ikuti yoga, tao, meditasi ato ritual keagamaan loe buat menghapus sedikit demi sedikit noda dosa gay kita. Ato dengan cara teman gue yang hidup sendirian dengan penyesalan hidup. Gitoh, mau kagak!!!!!!!!!!!!
Comment by joshua frans — September 3, 2007 @ 2:26 pm
udahlah! Jangan pada ngehakimin semua. Pasti ‘mereka’ juga tau kalau mereka salah. Tapi kita juga nggak bisa merasakan penderitaan ‘mereka’ karena kita nggak ada di posisi ‘mereka’. Semua pilihan udah ada konsekuensi masing2. Dan gue yakin, semua tau apa yang akan dihadapi. jadi lebih baik, nggak usah terlalu menghakimi. apa yang udah dipilih, pasti siap di pertanggung jawabin. Jangan terlalu memojokan lagi. Kasian mereka. Mereka toh punya sisi positif. Berani mengutarakan apa yang sebenarnya. Daripada orang munafik yang kebanyakan membohongi diri dan jati dirinya.
Comment by Neutral GurL — November 2, 2007 @ 3:20 pm
bertobatlah hai para kaum gay,hidup bepasangan dengan lawan jenis bukan “sejenis” aku sangat mendukukung para mereka yang berjuang untuk”normal”sesuai dengan ciptaanNya,gbu
Comment by ming — January 9, 2008 @ 12:20 pm
Hai Gays…
Saran saya perbanyaklah mawas diri ke dalam, lihat diri kamu dan jangan terlalu defensive dengan hinaan (menurut kamu) orang/kaum straight terhadap kamu. Intinya; selaraskan hati nurani, pikiran, perkataan dan perbuatan kalian.
Jangan pernah sakit hati dengan tudingan orang, adalah wajar dan normal orang beranggapan tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Sama seperti koruptor, penebang hutan, maling dan kaum straigth yang penjinah. semuanya adalah menyalahi aturan dan sangat mengganggu keseimbangan alam ini, jangan sampai alam menjadi murka karena kita semua tidak berusaha menjaga keseimbangannya.
Satu hal lagi; sayangilah diri kamu sebelum kamu mengharapkan orang lain menyayangi kamu.
Comment by Virgin — January 21, 2008 @ 8:48 am
Mmm…
Agama melarang.
Komunitas mayor melarang.
Tapi penelitian mengatakan kalau kebanyakan gay / lesbi nggak bisa memilih seksualitas mereka, sama seperti orang normal ngga bisa memilih mau lahir di keluarga mana waktu dia keluar dari rahim mama.
Selalu kontroversi.
Hmmh…
Semoga suatu saat nanti ada jalan keluarnya.
Comment by Natalis — January 24, 2008 @ 4:10 pm
homo itu keren deh jadi bikin sesuatu yang beda. daripada dikatain buaya darat ntar malah ribut ama ratu kan mending sejenis aja. cuma harus siap aja dengan resikonya, Tuhan udah kasih kita sesuatu yang beda tapi kalau masih tetep suka yang sama bisa jadi kita emang belum siap jadi manusia.
Comment by luna maya — January 25, 2008 @ 3:58 pm
sebenernya gue lebih tertarik temen2 gue yang cakep daripada yang cantik!tapi gue dari keluarga yang taat beragama dan kita tau agama melarang homo/lesbi,
so buat temen-2 yang mrasa homo/lesbi yang pengen kembali kepada fitrah munkin gue bisa sedikit ngasih saran,please send your e-mail to djachmad_caem@yahoo.co.id!
kembali ke jalan tuhan dan perbanyaklah sholawat kepada nabi muhammad saw.
yok kita berjuang bareng buat hidup sehat jasmani rohani!
Comment by dj.achmad — March 25, 2008 @ 7:01 pm
jangan x an nuerah dengan keadaan kalian, orang mau bilang apa, yang penting menurut kita bener knp ngga???asla jangan pernah ngerugiin orng lain…..
tanx
Comment by amun — April 5, 2008 @ 4:46 am
kebetulan lewat,…
maaf yah saya melihatnya begini tentang anda dan sebagian orang yang seperti anda.
bahwa anda cenderung egois, tidak mau tahu urusan orang.
sepengetahuan saya setiap agama menganjurkan untuk mengajak kebaikan dan mencegah keburukan. hal inilah yang seakan “MATI” dari diri anda. anda pintar buat sendiri, baik buat sendiri ect.
sedangkan kalo ada orang lain kejeblos ‘jurang’ anda akan berlindung dengan kata-kata “Intinya cukup kata kebebasan, toleransi dan hukum”
yang penting bukan Gue gitu loh…
Comment by azam — April 16, 2008 @ 2:45 am
Berbicara tentang gay, berarti berbicara tentang dunia kosmis. Ternyata Tuhan menciptakan dunia ini dalam tiga lapisan, tiga ruang, tiga sisi. Ada ruang gelap, terang, dan remang-remang. Ada surga, neraka, dan awang-awang. Demikian juga dengan takdir manusia, ada straight (hetero), ada gay/lesbi (penikmat sesama jenis), tapi ada juga bisex (mungkin seperti hewan amfibi kali ye..). Oleh karena itu biarkan mereka itu menjalani hidup sebagaimana dunia-nya masing-masing, tidak usah menghakimi.
Toh Tuhan berkata, kalau kamu menghakimi sesamamu manusia, maka kamu pun akan dihakimi Tuhan seperti itu. Biarlah masing-masing bertobat menurut keyakinan masing-masing.
Biarlah semua menjalani hidupnya tanpa mengganggu kehidupan orang lain. Karena ternyata tiga dunia/ruang itu sengaja diciptakan untuk memberikan warna pada dunia.
Siapakah aku dan siapakah kamu, sehingga harus merasa lebih benar dari orang lain???
Ingat pertobatan orang lain tidak akan pernah terjadi bila dilakukan dengan kebencian. Rangkullah semuanya dengan kasih dan rasa kemanusiaan.
Comment by leo — April 21, 2008 @ 2:36 pm
kaum yang menyimpang kaya gay itu kalo ga di kerasin maka kita akan ikut menerima dosa orang itu… apabila kamu melihat suatu kemungkaran diatas bumi ini dan kamu tidak menghukumnya maka kamu akan mendapatkan dosa dari si pelaku dan tanpa mengurangi dosa si pelaku (cari aja di hadis2 shohin and ini rangkumannya)…
penyakit ini menular! banyak yang mengatakan kalo banyak penyebabnya dan salah satunya adalah menular..
manusia memiliki 2 hormon dalam tubuhnya iaitu progesteron dan testosteron oleh karena itu ada kemungkinan akan terjadinya penyimpangn karena pengaruh dari luar (dari para gay,lesbian, bencing dll).
that’s why islam pengatur pola pergaulan kita…
kalo orang gay itu hidup di zaman rasulullah and dia ga sholat, udah pasti udah di bunuh…
Comment by galtika — May 4, 2008 @ 4:34 pm
saya anak psikologi UI, sedang membuat skripsi mengenai stres dan coping pada ibu dengan anak gay yang sudah coming out. ada yang bisa membantu saya? saya membutuhkan narasumber untuk penelitian ini yang dapat diwawancara dan bersedia berbagi informasi tentang penelitian ini. tapi kalau ada yang bersedia memberikan informasi lainnya,saya sangat berterima kasih. kalo ada yang bisa membantu tolong kabari saya di email veenha_venhus@yahoo.com, kerahasiaan terjamin. terima kasih.
adel
Comment by adel — May 22, 2008 @ 3:27 pm
Kenapa harus jijik dgn mereka yg Homo?
Aku juga Homo dansangat menikmati hubungn seperti ini, kalo ada yg pengen diskusi lebih intens silahkan di xxdavinci@yahoo.co.id
Comment by rico — June 14, 2008 @ 4:42 am
Hi..ngapain sey mikirin yang gak harus dipikirin…
kalo doyan sesama jenis atau lain jenis gak papa juga kan??? nyang penting..enak bo’
gw juga bisa main dengan perempuan, enjoy aja..dengan laki-laki juga gw enjoy.
kalo ada yang butuh pemuas untuk ce or co hi..
hubungi di 085642764990 atau 0284-325056 Namanya mimin asal dari Pemalang, , harga bisa nego deh…
kalo gay or cowok gw juga bisa, memuaskan wanita juga bisa. nomor gw 085865189990 atau telpon 0284-322868/323730.
cheerrss…alvin
Comment by alvin — August 6, 2008 @ 6:53 am
cuma mau berpendapat.. boleh kan?
aku ga setuju dgn adanya komunitas/kelompok/organisasi gay, lesbi, ato homo.
knp? krn organisasi spt itu membuat ‘kaum’ tsb merasa dibenarkan dgn keadaannya. Bukannya ‘kaum’ tsb kembali jd manusia normal seperti kodratnya, organisasi ini malah membuat nyaman ‘kaum’ tsb dgn keadaannya.
mungkin, yang tadinya seorang gay
bisa berubah jadi noraml kembali, jadi tidak akan berubah normal utk selamanya, gara2 merasa di’benar’kan.
kembali pada Bible (saya kristiani), pd mulanya Allah menciptakan Adam & Eve, bukan Adam & Steve (ini mmg becanda, tp harus dianggap serius…)
di zaman gini, mmg byk ‘kaum’ tsb yg menyerukan “antidiskriminasi thd ‘kaum’ tsb”, shg bbrp org mjd memaklumkan keadaan mereka.
itu yg ak ga suka, krn aku ga mau hal yg abnormal dianggap ‘normal’. kalo bener2 tjd hal spt itu di seluruh bumi, well, mungkin hari kiamat sudah makin dekat..
ini pendapatku aja.. no offense
Comment by phoenix — November 13, 2008 @ 4:25 am
o… Jadi gay bisa dirubah menjadi normal? Gimana caranya pak? Padahal td ada istri yg coment kalo merasa gay, jangan pernah menikah, kasian istri n anaknya. Jd sbaiknya buat yg gay pilihannya: 1. Puasa seumur hidup 2. Berusaha normal, menikah, beranak pinak 3. Cari pasangan sejenis, walaupun org2 sekitar jijik?
Comment by ga jelas — December 1, 2008 @ 1:43 am
ada yg bsa bantu g..
aq lagi maw meneliti bwat tugas ni tentang be sex..
ada pertanyaan2 nya
bantu y thanks..
1. apa yang melatarbelakangi anda melakukan hubungan dengan sesama jenis dan lawan jenis?
A. pengaruh lingkungan
B. Keluarga
C. Bawaan lahir
2. Sejak kapan anda melakukan hubungan dengan sesama jenis dan lawan jenis?
3. sejak usia berapa anda melakukan hubungan seperti ini?
4. Apakah anda menyadari kalau hubungan seperti ini menyimpang?
A. ya
B. tidak
5. apakah anda berniat untuk menjalani hubungan dengan lawan jenis saja?mengapa?
A. ya
B. tidak
Alasan :
6. apakah lingkungan disekitar anda menerima? Kalau tidak berikan alasan?
7.apakah keluarga anda mngetahui tentang hubungan ini? Kalau iya apa reaksi mereka?
8. apakah pasangan anda mengetahui kalau anda melakukan hubungan seperti ini? Kalau iya apakah mereka dapat menerima?
9. apakah komunitas ini menunjukan ciri2 tertentu? Kalau iya seperti apa?
10. kepuasan apa yang anda dapat setelah melakukan hubungan ini?
11.
Comment by Putri ntie syarah — January 5, 2009 @ 5:42 pm