Menjadi pelayan berarti tugasnya melayani. Baik itu di restaurant, pelayan pribadi (butler), pelayan pesawat terbang (pramugari), etc. etc….
Pelayan tugasnya adalah melayani, membantu, meringankan beban yang dilayani.
Maka kalau kamu bekerja sebagai pelayan, jadilah pelayan yang baik. Bukan berarti kamu diperbudaki, dianggap jongos, hina, rendah, dan seterusnya dan seterusnya.
Seperti pagi hari ini, di café dekat kantor, seorang pelayan yang bahkan dua orang (satu lagi pemimpinnya) tidak mau melayani aku dan kawanku yang setiap hari memberi muka di restaurant itu.
Dia acuh, malahan melayani seorang lelaki yang masuk belakangan setelah kami.
Mungkin karena kami hanya dua pecundal, mungkin karena aku orang asing, mungkin dia merasa tidak harus melayani kami. Lalu kenapa memilih menjadi pelayan?
joxxte (sensor).

Setuju, kalau tidak punya jiwa melayani jangan memilih bekerja menjadi pelayan. Kadang para pelayan café suka milih-milih pelanggan, padahal kan kedatangan kita itu rezeki mereka, iya nggak?
Pelayan rasis memang banyak sekali. Saya kalau sudah bertemu dengan orang yang seperti itu cuma bisa tabah, dan berjanji tidak akan kembali ke tempat itu lagi.
Comment by Pipit — August 31, 2005 @ 2:00 pm
uh..cuma sayangnya di sekitar kantorku tidak banyak pilihan. Tapi kembali lagi setiap hari ke café itu, adalah cara “membalas dendam” - membuat mereka kesal dan mengkonfirmasi keberadaan mereka sebagai pelayan. Joxxte!!! (sensor), maaf…
Comment by Administrator — August 31, 2005 @ 2:07 pm
kembali lagi dan masuk sembari nanya… ada pelayan nya nggak disini ? hahahaha
Comment by doeljoni — August 31, 2005 @ 9:53 pm
ya, melayani dgn baik itu memang sulit. gak usah di cafe. dimana pun! coba kalo kita berurusan dgn layanan umum(ngurus tiket KA di gambir, misalnya), hebat deh kalo pelayanannya ramah. sebel!!! (gak disensor :p)
Comment by bril — September 1, 2005 @ 8:22 am
pas di bali ngerasa ada perbedaan pelayanan dibanding para bule ngga? aku sampe malu berkali-kali dikomplen temen gara-gara mereka ngerasa selalu dianggap konsumen kelas 2 setelah para bule. huhuhu.
Comment by nana — September 1, 2005 @ 10:30 am
pas di bali, kita dianter guide local, orgnya baik dia banyak kenalan….jadi ngga kena diskriminasi.
Comment by Administrator — September 1, 2005 @ 10:54 am