Ya boleh cengar cengir dulu sebelum membaca lebih lanjut.

Seiring dengan majunya desain pada pakaian, kini pakaian yang heboh yang sering dipakai artis-artis, sudah turun ke pasaran.

Yang saya maksud adalah pakaian dengan dada terbuka dan pakaian dalam (lingerie) yang berfungsi menjadi pakaian luar.

Pada model yang pertama, para pemakai (wanita), dituntut untuk tidak menggunakan kutang/bh biasa, karena akan terlihat tidak bagus. Maka keluarlah “sosten” model baru, yaitu hanya dengan menempelkan dua kelopak yang bermateri dari plastik, hingga jika anda memakai baju yang terbelah pada bagian dada, bh itu tidak akan terlihat.

Atau ada juga model bh yang talinya transparan, maupun yang ditalikan ke leher (daripada biasanya ditalikan ke dada).

Dengan keluarnya desain pamer dada dan punggung, wanita-wanita yang senantiasa mengaktualisasi lemari pakaiannya, dituntut untuk membeli (mempunyai) asesoris (bh) yang seiring dengan atasan terbuka itu. Ini secara ekonomi, menguntungkan sesama desainer , desainer pakaian dan desainer pakaian dalam.

Kedua, keluarnya desain yang biasa digunakan untuk pakaian dalam (camison, singlet, etc.) yang menjadi desain untuk pakaian luar, terutama karena bordiran dan keterbukaannya.

Maksudnya mungkin supaya wanita bisa tampil seseksi mungkin di jalanan dan di kantor-kantor.

Ya memang ada kebebasan mendesain, ada kebebasan membeli, ada kebebasan memakai, tapi ingat-ingatlah, lihat-lihat situasi dan kondisi, dan ingat selalu untuk memakai pakaian yang sesuai pada tempatnya.

Baru saja seorang teman kantor bercerita bahwa dia melihat seorang gadis cantik di subway yang memakai rok mini (jenis rok tenis), kemeja ketat dan secara tak sengaja kancingnya terbuka pas di ketinggian dada.

Wanita itu sendiri terlihat tidak nyaman memakai rok itu, karena sanking pendeknya, tidak mungkin dia duduk di bangku metro.

Bisa ditebak, pandangan seluruh pria tertuju pada wanita itu, yang menurut temanku, tampak sebagai seorang wanita eksekutif yang hendak berangkat kerja.

Tak hanya pandangan pria, temanku yang seorang wanitapun terpaku dan terheran-heran melihat wanita yang memukau itu. Mana lagi katanya berbadan model, berkaki bagus dan panjang.

Tapi yang jelas, wanita itu tidak merasa nyaman dengan pakaiannya sendiri.

Banyak wanita modern merasa kesal karena pendapat banyak orang malah membela kaum laki-laki yang tak bisa berhenti melihat. Mereka berpikir, seperti ini “kita bebas memakai pakaian apapun, kalau pria yang bernafsu, ya dialah yang bersalah tidak menahan nafsunya”. Begitu argumen mereka.

Ya saya sebagai penengah saja. Terus terang, sebagai wanita saya sependapat dengan pendapat wanita di atas, tapi saya juga menyadari, bahwa kaum laki-laki sudah secara alamiah selalu berpikir ke arah seks atau tak dapat menghindar dari hawa nafsunya.

Jadi ya begini sajalah. Boleh seksi tapi jangan ekshibisi. Pakailah pakaian yang sesuai pada tempatnya, sesuai dengan situasi dan kondisi.

Kalau memang kamu ingin tampil seksi dan menarik perhatian laki-laki, berarti kamu harus siap menerima pandangan-pandangan mereka dan memang ini tujuannya toh?. Naif kalau berpikir ada laki-laki yang ngeles ketika lewat wanita berpakaian seksi.
Betul ga sih?

Mungkin tulisan saya dianggap membela laki-laki, tapi saya pikir, saya pribadi tidak akan membeli desain pakaian dalam untuk dipakai diluar, apalagi untuk bekerja…waduh…

Pokoknya tergantung masing-masing wae lah. Yang penting kamu merasa nyaman dengan apa yang kamu pakai.