Terkadang, dalam mencoba mendalami esensi hidup ini
seringkali kita menjadi orang yang antipatik, sinis, simpel, hambar…
padahal dunia ini dipenuhi dengan kepura-puraan, kepalsuan, hura-hura, kekejaman…
Maka tersenyumlah ketika seorang baik menuntutnya darimu
Menggerutulah ketika musuhmu membutuhkannya
bersenang-senanglah pada pesta orang-orang kaya
bersedekahlah pada saudaramu yang membutuhkan
inspirasi dari: seorang pegawai Starbuck pada hari pertamanya bekerja, begitu ramah dan kikuk, tidak bisa menggunakan mesin kasir…

Yeah, but the city’s cold blood teaches me to survive.
Comment by andry — August 26, 2005 @ 4:50 pm
yoi… setuju..
Comment by viga — August 26, 2005 @ 6:41 pm
hidup itu berposes kan?
Comment by Imponk — August 26, 2005 @ 7:40 pm
but I’m strugle terus kok
Comment by dental — August 27, 2005 @ 7:16 am
Jadi udah balik lagi dari Jalan2nya.
ditengah2 saja…jadi balance deh..he.eh.
Comment by Lili — August 27, 2005 @ 10:30 am
1,2,3,4# kegagalan tuh cuman satu… gagal untuk mencoba…
Apalagi gagal untuk mencoba supaya bisa survive, right bro’s ?
Comment by doeljoni — August 29, 2005 @ 8:38 am
bila himpitan terus menekan, bolehkah kita melawan? atau berbaur dengan kepura-puraan?
Comment by inem — September 5, 2005 @ 11:16 am
bukan, maksudnya di sini tidak menjadi org yg berpura-pura, namun kadangkala kita perlu menempatkan diri sesuai sikon, walaupun kita ga suka, terkadang terlalu serius menghadapi dunia membuat kita sakit…
kadang misalnya kita lagi gondok, org ygbaik di depan kita walalupun dia bodoh, yah marilah kita maklumkan jika dia salah, ini contoh. Lain halnya kalau kamu terhimpit.
Comment by Administrator — September 5, 2005 @ 12:23 pm