Terkadang memegang rahasia hidup memang lebih berat daripada ngangkat ember di sumur.
Maradona akhirnya mengakui di depan pers bahwa memang gol yang diciptakannya tahun 1986 (Mundial Mexico) berasal dari tangannya. Tapi beliau sama sekali tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya dan bukan sekalinya dia berbuat “curang” seperti itu. Pemikiran ini berdasarkan bahwa lawan mainnya, kesebelasan dari negara yang telah mencoba mencuri kepulauan Maldivas dari Argentina.
Begitu pula halnya dengan “Piano Man” yang menggegerkan Eropa beberapa bulan silam. Yang tidak tahu ceritanya, akan saya ceritakan kembali. Di Inggris, di kabupaten “Kent” telah ditemukan seorang pemuda yang berpakaian basah tanpa merek, dan tidak bicara sama sekali. Dia dibawa ke rumah sakit, para dokter dan perawat berusaha berkomunikasi dengan pemuda tersebut, namun pemuda ini malah bermain piano dan menggambarkan sebuah piano di secarik kertas. Dia tetap membungkam ketika setiap hari ditanya asalnya.
Orang-orang penasaran dengan identitas pemuda ini, hingga produktor dari Hollywood pun sudah teken kontrak akan membuat film yang didasarkan kisah pemuda ini.
Ternyata setelah beberapa bulan, seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya mengakui mengenal “Piano Man”. Dikatakan bahwa “Piano Man” berasal dari Jerman, namun sempat menetap di Paris, bekerja dan kemudian dipecat. Dia berhasil sampai di Inggris dengan kereta Eurostar.
“Piano Man” pun akhirnya mengaku (tidak di depan pers) dan sudah dipulangkan ke negara asalnya. Sempat dicurigai sebagai seorang aktor, penipu, dsb. Namun demikian dokter-dokter di Inggris tetap berkesimpulan bahwa pemuda ini memang mengalami gangguan jiwa.
Masih ingat pula beberapa bulan yang lalu ketika kita sedang mengingat-ingat Holocaust di Jerman, ternyata presiden dari asosiasi korban Holocaust mengaku bahwa dirinya tidak pernah berada di kamp konsentrasi Nazi. Masya Allah…
Sekarang giliran Lance Amstrong, pembalap sepeda dari AS yang sedang dituding menggunakan dopping (EPO) tahun 1999 ketika pertama kalinya dia menang Tour.
Tinggal mengaku salah atau tidak…
Yang jelas, sebagian rahasia hidup tidak bisa bertahan selamanya.

.. cuman bisa ngelus dada sambil ketawa aja ..
hahaha…
moga-moga aku gak ngambil jalan seperti mereka
Comment by doeljoni — August 24, 2005 @ 3:20 pm
Lance Amstrong punya salah apa yah? hmm…
Comment by Imponk — August 24, 2005 @ 4:55 pm
well semua orang kayaknya punya skeleton in the closet deh…
Comment by nana — August 25, 2005 @ 1:51 am
satu pengakuan berani: Victoria Beckham ngga pernah baca buku seumur hidupnya.
Comment by Administrator — August 25, 2005 @ 9:46 am
iya, iya aku ngaku.. aku memang pake obat :p
Comment by Armstrong — August 26, 2005 @ 11:34 am
Amstrong di Larry King malah nyalahin hubungan buruk Perancis dengan Amerika.
Walah..kok jadi bawa2 politik sih kamu strong? wes genjot sepeda wae…tanpa dopping loh!
Comment by Administrator — August 26, 2005 @ 12:28 pm
the truth will set you free.
mestinya si.
Comment by andry — August 26, 2005 @ 1:32 pm
Mas Andry benar-benar fans beratnya Master Yoda nih!! hihihi.
Saya juga mau mengaku, saya paling tidak suka baca koran. Padahal kuliahnya di hubungan internasional, tapi pasti ketinggalan berita melulu. snif..
Comment by Pipit — August 26, 2005 @ 5:20 pm