Imperio/sejarahAugust 10, 2005 2:03 pm
“Bagaimana seseorang yang menyampaikan kebenaran tahu kalau yang dibawanya benar tanpa pernah keluar dari kebenaran itu sendiri?”
“Bagaimana seseorang yang menyampaikan kebenaran tahu kalau yang dibawanya benar tanpa pernah keluar dari kebenaran itu sendiri?”
The URI to TrackBack this entry is: http://nagasundani.blogsome.com/2005/08/10/hanya-sebuah-pikiran/trackback/
RSS feed for comments on this post.
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Pertanyaan yang memang harus ditanyakan oleh siapapun yang menamakan dirinya pembawa kebenaran. Saya bukan pembawa kebenaran, tapi saya menjawab ‘tidak bisa’.
Comment by Pipit — August 10, 2005 @ 2:06 pm
ndak usah terlalu dipikir. manusia memang didesain untuk salah (dan belajar dari kesalahan).
yang penting, selalu open minded dan suka mempertanyakan segala sesuatunya.
bukankah galileo mendapat ajal karena ngotot “bumi yang bergerak?”
Comment by andry — August 10, 2005 @ 11:03 pm
setuju ama andry…
sayangnya sering jumpai orang-orang yang berhenti belajar dan merasa ‘aku adalah kebenaran’…
duh amit-amit jabang bayi dech…
Comment by doeljoni — August 11, 2005 @ 3:35 am
pembawa kebenaran tidak akan pernah tahu akan kebenaran ng sesungguhnya, tetapi 1 hal yang luar biasa adalah dia dapat memahami kebenaran dari berbagai sisi.
Comment by no name — June 29, 2006 @ 7:16 pm