Ada pepatah dalam bahasa spanyol yang berkata:
“Quien te quire te hace llorar” (baca: Kien te kiere te ase yorar), artinya: siapa yang mencintaimu dialah yang membuatmu menangis.

Betul banget. Karena apa sih esensi, arti dalam dari mencintai seseorang?

Kalau cintanya anak-anak sekolahan jelas beda. Ngga serumah, ketemunya cuma di sekolah atau kampus. Saling memandang dari sudut kelas, senyam senyum tanpa alasan yang jelas. Istirahat- ngobrol bareng, jajan bareng, duduk di lab bareng. Sampe rumah, telponan, ha ha hi hi…

Seputar itu-itu saja (eit..bukan bermaksud merendahkan cinta anak-anak jaman, cuma emang pengen membuat perbedaan aja). Atau malah, mereka sudah melebihi dari sekedar pacaran jaman Lupus dan Ali Topan?

Lain halnya seorang pasangan yang stabil, suami istri misalnya.

Makanya ada banyak perceraian, karena katanya begitu berumah tangga, rasa cinta di antara mereka meleleh….dengan berbagai banyak alasan untuk menutupi kemalasan hidup bersama, orang ketiga yang melebihi dari pasangannya - lebih di duit, materi lainnya, di nama, dan sederet alasan lainnya.

Terkadang saya juga bertanya-tanya, apakah cinta sebelum hidup bersama sama dengan cinta ketika hidup bersama dengan pasangan kita masing-masing?

Mungkin cintanya sama tapi dengan persepsi yang berbeda dan tentu dengan berbagai adaptasi agar cinta kita tidak pudar.

Tentu setelah hidup bersama, kita akan melihat kekurangan-kekurangan yang ada dalam diri pasangan kita dan sebisa-bisanya hal itu kita terima, ada percekcokan, diskusi, adaptasi dan kesabaran yang melebihi diri sendiri.

Walaupun ada juga pasangan yang persepsinya tentang pernikahan adalah bulan madu tanpa akhir, yang akhirnya rumah tangganya kandas di tengah jalan, karena persepsi ini tidak berubah dan tak mau diubah.

Hidup bersama yang dilakukan dua individu adalah bagi saya, mungkin suatu tantangan, pengalaman dan pembelajaran hubungan manusia sebagai mahluk sosial.

Dan ya, mungkin cintaku sebelum hidup bersama dengannya telah berganti persepsi, mungkin bukan sekedar cinta superficial atau permukaan saja, namun cinta yang sudah didera oleh berbagai cobaan, ketidakcocokan, kebiasaan yang berbeda, pemikiran yang berbeda, dan tentu bukan kejelekan saja, tapi kita juga menemukan kepribadiannya, sifat2 yang luar biasa, yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

Hidup bersama juga merupakan perjuangan. Di mana kadang salah satu dari kita harus berkorban demi kemajuan pasangan kita.

Tahun ini tahun ke tujuh “perjuangan” kami. Suka duka yang mungkin belum ada apa-apanya dibandingkan perjuangan pasangan lainnya yang telah mencapai tahun ke - 25 atau ke - 50 dan yang sudah seumur hidup.

Yang jelas, tak ada perbedaan yang tak dapat diatasi, tak ada ketidakcocokan yang tak dapat diadaptasi, diubah. Semua itu hanya berlandaskan cinta, lainnya mungkin perkara ekonomi.

Maka persepsi cinta begitu mendalam dan pada tiap-tiap pasangan mempunyai makna yang berbeda yang mungkin bisa dianggap aneh oleh pasangan lainnya.

Barang siapa yang mencintai seseorang harus siap menderita dan menangis….begitu kata pepatah.