Ada blog yang mengulas tentang pentingnya orang-orang asing yang akan bekerja di Indonesia untuk bisa berbahasa Indonesia. Maka itu, orang-orang tersebut wajib mengikuti ujian bahasa indonesia.

Lucunya pengulasan blog ini memakai bahasa inggris.

(maaf, aku tidak me-link blog ini karena tidak bermaksud menjelekkan maupun memperpanjang kebiasaanku mencari musuh).

Susahkah kita menggunakan bahasa ibu sendiri? bahasa indonesia? kalau kita merasa bangga dengan bahasa kita dan bangga juga orang asing menggunakan bahasa indonesia di wilayah Indonesia, kenapa lantas menulis hal itu dalam bahasa inggris? ironis bukan?

Kenapa orang-orang kita lebih banyak menulis dalam bahasa inggris bahkan mencampur aduk perbincangan dengan memasukkan kata-kata asing, terutama dari bahasa inggris.

Penyebabnya? entahlah. Bisa merupakan suatu “pembedaan kelas sosial” atau mungkin akan tampak “trendy” dan modern, “anak gaul”, mungkin begitu istilahnya.

Atau mungkin suatu warisan dari para penjajah, mentalisme bangsa jajahan. Atau tuntutan jaman yang menuntut para pekerja sederhana untuk mengetahui ragam bahasa asing, padahal pekerjaannya mungkin hanya penguji kwalitas atau pegawai akutansi yang tidak dituntut banyak berkomunikasi.

Mungkin kedua hal ini ada kaitannya.

Toh negara-negara penjajah selalu meninggalkan bahasanya pada negri-negri jajahannya. Negara-negara penjajah tersebut seperti yang kamu kenal adalah Inggris, Perancis dan Spanyol. Mungkin negara selanjutnya Cina (karena perkembangannya negara dan populasinya yang amat pesat)

Ngga ada salahnya kok menulis blog dalam bahasa inggris, terutama kalau sebagian besar pembacanya berbahasa inggris dan tidak berbahasa indonesia. Atau kebetulan ingin melatih bahasa inggrisnya. Namun kebiasaan menggunakan bahasa inggris dalam area Indonesia, terkadang berlebihan.

Aku sendiri terkadang menulis dalam bahasa spanyol karena tema yang aku tulis berkaitan dengan Spanyol, misalnya.

Bahasa Indonesia tidak akan berkembang jika penggunanya tidak menghormati dan mencintainya. Bukan berarti juga kita harus saklek dengan penggunaan yang sesuai aturan, karena bahasa kita, tergantung di daerah pemakaiannya, terkadang dibumbui oleh logat dan istilah dari daerah lain, mungkin ini khusus dalam penggunaannya di perbincangan.

Bahasa yang didukung oleh rakyatnya, akan menjadi bahasa yang stabil dan kuat. Walaupun di Indonesia terdapat bahasa daerah, namun begitu, bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Lain halnya dengan penggunaan bahasa inggris yang hanya dipergunakan jika kamu berbicara di area internasional ataupun dengan para profesional asing.

Begitu juga rakyat yang setia dengan kebudayaannya, maka budaya itu akan memperkuat jati diri bangsa dan dikenal oleh orang-orang asing karena menjadi bagian dari rakyat kita. Hal ini secara langsung akan memperkuat fundasi suatu negara dan suatu bangsa.

Catatan: salah satu tips mungkin jika ada istilah bahasa inggris yang tak bisa ditemukan artinya dalam bahasa indonesia, maupun memang ingin memasukkan kata asing itu dalam tulisan, mungkin kita bisa menulisnya dengan bentuk yang berbeda, dengan tanda kutip, atau tulisan miring.

Tulisan ini tidak bermaksud mengkritik orang-orang yang selalu menggunakan bahasa inggris, toh ada kebebasan. Saya hanya ingin mengingatkan saja.