Entah kenapa tadi malam mimpi tentang salah satu pentolannya Bagito, si Miing (lupa nama aslinya, kalo salah berawal dengan Dedy…), trus jadi inget masa-masa SMP. Mimpinya sih dia itu lagi nari jawa (ngga ada hubungannya kan? namanya juga mimpi, suka aneh gitu, trus ada yang bertanya-tanya, siapa yang sedang menari itu, lantas aku jawab dengan cepat, “itu si Miing Bagito!”
Dulu waktu Bagito masih nge-banyol di radio SK, aku termasuk fan yang setia, tiap malam sambil sebelum tidur dengerin radio SK, yang kebetulan dekat jaraknya dengan sekolah SMP ku di bilangan mayestik. Pokoknya radio favoritku waktu itu memang SK (singkatan dari apa ya? lupa, pokoknya K nya itu Kawan), seingatku banyak pelawak dan penyiar dari radio ini yang saat lepas dari SK cukup sukses di bidang infotainment.
(Aku sudah lama tidak tinggal di Indonesia, jadi banyak lupanya, maka ada bagusnya menulis-nulis masa lalu di blog, siapa tau blogger yang lain bisa mengingatkan)
Selain radio SK, kalau untuk merekam lagu-lagu, bagusnya merekam dari radio Sonora (frekuensinya ngga jauh di samping kiri radio SK), kenapa?
karena penyiarnya, walaupun gaya bicaranya sangat hambar, tidak pernah berbicara pada saat lagu di mulai atau berakhir, tidak seperti di Prambors Top Forty yang penyiarnya terlalu ngeyel dan enerjik juga sok cakep- menurutku).
Masih inget gaya bicara penyiar Sonora tiap sore, misalnya:
“Ek Lim dari Jelambar, mengirim lagu ini untuk mama dan papa yang sedang berada di rumah”…
“Untuk Meyse di jalan dokter Semeru, ada ucapan selamat ulang tahun dari Oom dan Tante Han”…
kha kha…ngga pa-pa yang kayak gitu terpaksa aku telan, yang penting lagunya kerekam secara sempurna!!!
Atau inget juga jaman-jaman itu, tiap pulang sekolah dan ngerjain PR di tiker (maklum anak teladan…huek pyuh..) sambil dengerin sandiwara radio, udah lupa judulnya tentang sebuah keluarga yang retak, namun ceritanya tak habis-habis….entah sudah ribuan episod.
Akhirnya aku sendiri tidak sempat meneruskan jam terbangku dengan sandiwara ini dan tak tahu nasib akhir dari masing-masing pemeran utama.
Dulu masa-masa SMP, pelajaran itu seperti tidak ada yang susah (bukan mau nyombong, aku termasuk berprestasi - walaupun bermusuhan secara aktif dengan guru fisika di kelas 1), yang aku ingat cuma bercanda, ngobrol di kelas, naksir sana sini (CCP= curi-curi pandang), dan sok bikin geng….tak lupa juga membolos dan cabut.
Lalu kalau pulang sekolah juga barengan sama anak-anak Ciputat Club. Terkadang, kalau mikrolet kosong, isinya cuma kita-kita yang tertawa secara berkepanjangan, mikrolet itu serasa kita charter khusus untuk kepentingan kita sendiri….
Inget juga pernah niat main ke rumah Yuni, kita borong kue-kue-an di pasar, lalu berakhir di sebuah bale-bale deket empang (ngga bau loh empangnya!), makan, ngobrol sampe ketiduran, lalu pulang-pulang sudah hampir maghrib! astagfirulloh
Yang aku ingat masa itu benar-benar cuma tertawa, tertawa dan tertawa lagi, baik mentertawakan diri sendiri maupun orang lain (jujur saja), mungkin karena itu disebut masa gila-gila-an/ bukan gila beneran).
Oh…I really enjoyed that time.

Kalau gak salah sih Dedy Gumelar (sunda banget yah).
Kan dia udah siaran lagi bareng Shahnaz
Comment by Lili — July 26, 2005 @ 7:34 pm
all the days gone by - Slaughter
kadang kalo denger lagu ini saya juga sering nostalgisnosc
baca blogger gini juga ikut2an nostalgisnosc….
“gila… kemana hari-hari itu berlalu yaa… ??”
Comment by doeljoni — July 26, 2005 @ 8:04 pm
Betul Mbak Naga, masa SMP memang penuh tawa..cekikikan melulu. Penumpang di angkot kadang suka heran lihat kita2 yang happy banget. What a nice period of life
Comment by Pipit — July 27, 2005 @ 7:47 am