Ternyata kota kecil ini cukup menarik, di sekelilingnya kamu bisa menyusuri sebuah “taman” besar, mungkin lebih cocok disebut hutan kecil, yang dikelilingi oleh sungai Eresma. Sungguh indah dan sejuk. Penuh dengan berbagai macam pepohonan, seperti: Arce, sauce, castaños, acacia, alamo, chopo, majuelo, dan berbagai jenis tumbuhan lainnya.

null

Sedangkan untuk jalan-jalan di dalam kotanya, terdapat puluhan monumen, di antaranya Acuaducto yang dibangun oleh bangsa Romawi pada akhir abad ke 1 masehi (fotonya besok), yang mendistribusi air ke seluruh penduduk kota dan juga ke benteng “Alcázar”.

null

(Benteng Alcazar dilihat dari depan).
Ada sebuah katedral besar yang dibangun dengan gaya gotik dekat dengan plaza mayor.

null

Foto menara Catedral diambil dari jalan San Millan, disekitarnya dikelilingi rumah-rumah tradisional.

Jalan menuju benteng dari tempat kita menginap, bisa melalui 2 cara, dengan menyusuri taman atau mengambil jalan di atas di mana kita akan menemui pintu masuk kampung Yahudi.

Benteng Alcázar yang dulunya istana raja-raja Castilla (raja-raja katolik) dapat kita kunjungi untuk melihat ruangan-ruangannya, senjata-senjata jaman baheula yang meriamnya sepanjang empat meter, sangat menarik.
null

Dari atas benteng, kita bisa menikmati indahnya taman yang mengelilingi kota ini, dan tentu dibangun di tempat yang tinggi, untuk mengobservasi keadaan kota jikalau datang musuh-musuh dari luar. Dari tempat yang sama, sebagai prajurit, kamu bisa melihat seseorang “kurir” datang cepat-cepat dengan kudanya, sambil memberitahukan kedatangannya pada ajudan raja, “Mang mang, Si Udin tah udah sampai! sok pintu gerbangnya dibuka!”
null

Alcázar dulunya sempat menjadi sebuah sekolah militer dan disebelahnya terdapat laboratorium khusus untuk penyelidikan di bidang persenjataan, amunisi, meriam. Ahli kimia Proust termasuk yang bekerja di sini.
Alcázar sempat terbakar karena kecelakaan pada percobaan amunisi.

Banyak bagian dari Alcázar yang tak bisa dikunjungi oleh umum, di antaranya penjaranya, di mana dulu musuh-musuh raja disiksa.

Dari Madrid bisa dicapai dengan mobil dengan waktu kira-kira 1 jam, dan dengan kereta, 2 jam, tiket kereta, 5.20 euro per orang satu kali balik.

Jalan-jalan di Segovia malam hari juga menyenangkan, ada banyak café dan restaurant dengan terasnya, romantis dan makanannya pun berbeda, tergantung kocek masing-masing pengunjung, ada pula yang menyajikan “live music”. Menu mulai dari 13 sampai 25 euro perorang, termasuk pencuci mulut dan minuman.

Makanan khas dari kota ini adalah anak babi panggang, yang sanking halusnya jika sudah matang, bisa dipotong dengan sebuah piring. Kebetulan saya tidak makan babi, jadi tidak mencicipi, pasti enak ya? alternatif lainnya makanan khas di sini adalah, “judiones”, yaitu kacang-kacangan, sebesar jempol, porsinya juga besar dan enak bila dimakan pada musim dingin, berkalori tinggi dan menghangatkan tubuh.

Tak jauh dari katredal (Nuestra Señora de la Asunción), terdapat pemukiman yahudi (jaman dahulunya), dekat dengan Paseo del Salón.

Seperti layaknya kota-kota kuno, ada banyak jalan-jalan kecil atau gang, rumah-rumah yang temboknya berasal dari abad ke belakang, unik .
null

Foto di atas, salah satu tembok rumah di pusat kota.

Ketika aku berada di benteng Alcázar, sambil membayangkan dulunya transportasi hanyalah kuda atau keledai.
null

Juga baju-baju perang yang terbuat dari besi, sungguh tidak nyaman dan bayangkan jika sedang musim panas harus berperang dengan menggunakan baju besi itu….bisa mati kepanasan…
null

Ada juga musium yang bertemakan sihir, sungguh menarik! Bukan berarti bertemakan “magic”, disitu ditampilkan berbagai jenis tumbuhan yang bersifat racun. Leyanda-leyenda tentang mahluk-mahluk aneh seperti “vampire”, kurcaci-kurcaci dan berbagai alat sadis untuk menyiksa orang-orang yang dianggap menjalankan sihir. Musium ini koleksi dari seorang lelaki itali yang mengumpulkan benda-benda sejarah koleksinya dari berbagai penjuru Eropa.

Kebetulan ketika kita ke sana hari Rabu, tiket masuknya lebih murah- setengah harga. Juga beruntung kemarinnya ketika kita megunjungi Alcázar, tidak bayar tiket kalau kita punya KTP Eropa. Alhamdullilah, ngirit dikit.

Hotel tempat kami tinggal juga bagus dan Alhamdullilah gratis juga, karena hadiah dari kantor.
null

Untuk foto-foto lengkapnya, Insya Allah mulai besok sudah ada di link Photo.