10/08/2005 - mohon ganti kata pernikahan menjadi persatuan…
Gelagatku mengatakan di Indonesia sedang ramai perbincangan tentang kaum homoseksual yang sedang menuntut hak-haknya untuk menikah dan mengadopsi anak (begitu yang saya baca di suatu milis, mereka heboh karena kaum ini muncul di trans TV dalam rangka tuntutan mereka itu).
Mungkin kalian juga baca beritanya bahwa Kanada dan Spanyol telah menetapkan hukum yang memperbolehkan mereka untuk menikah dan mengadopsi anak. Belanda dan Belgi sudah mengeluarkan ketetapan itu terlebih dulu.
Saya sendiri yang bukan negarawan menghadapi dilema dalam masalah ini.
Secara pribadi saya setuju dengan legalisasi pernikahan kaum homoseksual dan belum punya keputusan yang tepat apakah setuju tidaknya dengan tema pengadopsian anak di antara mereka.
Memang Indonesia bukan negara Islam, kalau Indonesia negara Islam yang menggunakan hukum-hukum Islam, tentu homoseksualitas sudah dilarang keras.
Di sisi lain dalam dasar negara kita, Indonesia adalah negara yang berketuhanan yang maha esa, jadi dalam hal ini, maaf saya bukan ahli hukum, hukum-hukum yang dibuat di negara kita seharusnya merujuk pada azas Ketuhanan yang Maha Esa.
Di dalam agama Islam dan Kristen, dan mungkin juga agama2 lainnya, praktek homoseksual sangat dilarang karena dianggap sebuah aktifitas yang tidak senonoh dan antinatural, melawan kodrat Tuhan.
Namun perlu kita telaah lebih lanjut bahwa di antara masyarakat kita yang sangat beragam, kita tidak bisa menutup mata bahwa kaum tersebut hidup di antara kita. Bisa jadi kita mengenal mereka bisa jadi tidak, namun kita tetap melihatnya- mereka hidup di antara kita, mereka bagian dari bangsa dan negara ini.
Di Spanyol sendiri yang mayoritas penduduknya beragama katolik, ada banyak pro dan kontra terhadap hukum yang seminggu yang lalu baru saja disahkan oleh parlemen spanyol. Sedangkan di Indonesia saya yakin, kebanyakan muslim menentang tegas-tegas ide akan ketetapan itu (pernikahan dan adopsi), bahkan kalau bisa menentang keras “keberadaan” kaum tersebut.
Alasan saya pribadi kenapa saya menyetujui pernikahan kaum tersebut pertama-tama merujuk pada tanggung jawab negara dalam pengaturan hak-hak warga negara dan keadilan dalam perlakuan secara hukum terhadap seluruh warga negara tanpa melihat tendensi seksualnya – dalam hal ini.
Mungkin anda bisa bilang, kenapa kamu tidak merujuk pada pendapatmu yang pertama yang merujuk pada Ketuhanan Yang Maha Esa?
Alasan yang saya tampilkan di sini adalah, kita bisa saja menutup mata dan mengenyampingkan kaum tersebut, tidak memberikan hak-haknya pada mereka untuk membentuk pasangan yang legal (pernikahan sipil, BUKAN agama). Namun alasan pengesahan hukum itu semata-mata ya itu tadi, tanggung jawab negara dalam pemberian hak-hak warga negaranya.
Di negara kita masih sulit berbicara tentang legalitas hukum, karena bagi kaum yang lainnya, rakyat mayoritas saja, masih belum tercapai asas: “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” dan penjalanan hukum-hukum lainnya. Yang kaya dan yang berpengaruh/berkuasa bisa menghindar dari hukuman berat dan sebaliknya yang miskin dipermainkan sana sini.
Pendapat ke dua: kelihatannya hukum ini masih akan jauh dibicarakan di negara kita karena masih banyak urusan-urusan penting lainnya yang menjadi prioritas, seperti pemberantasan korupsi dan pengentasan kemiskinan.
Dan melihat contoh-contoh di negara yang sudah menetapkan hukum ini, mereka tergolong negara yang sangat maju (Belanda dan Kanada). Bahkan di Amerika Serikat, sebagai negara adi daya di dunia, hukum ini masih belum ditetapkan dan banyak yang menentang.
Jadi mungkin di Indonesia, saya pikir nasib kaum ini masih akan sama untuk jangka waktu yang panjang.
Bagaimana lagi jika seorang negarawan muslim harus mengesahkan hukum ini (pernikahan sipil kaum homoseksual), apakah mereka berdosa karena telah melakukan hal ini, dalam arti mendukung keberadaan homoseksualitas?
Menurut saya pribadi, dia tidak berdosa (maaf, mungkin saya di sini bukan bermaksud melewati autoritas Tuhan, hanya pendapat pribadi), karena memberikan hak legalisasi pernikahan itu bukan berarti dia mendukung homoseksualitas. Dia berfungsi sebagai negarawan/pegawai negri sipil yang harus bersikap adil terhadap rakyatnya, mengatur dan menetapkan hukum-hukum yang telah dibahas dan diperdebatkan oleh parlemen lebih lanjut. Tidak berhubungan sama sekali dengan ibadahnya, walaupun secara moral dia tidak setuju, tapi hal ini tidak berkaitan sama sekali dengan kepentingan pribadinya, melainkan kepentingan suatu kaum yang dipimpinnya.
Hm…mungkin tema ini bisa membuat teman-teman tidak setuju dengan pendapat saya (terutama rekan-rekan yang religus dan sangat religus).
Pemikiran saya di sini kita harus membedakan antara “bernegara” dan “beragama”.
Apa sih yang mereka cari dari legalitas ini? contohnya:
1. Membentuk keluarga/perkawinan yang tercatat di catatan sipil
2. Menerima keringanan pajak dari negara sebagai satu keluarga (entah apakah di Indonesia hal ini ada, saya rasa tidak!)
3. Jika seorang dari mereka meninggal, pasangannya berhak mendapat warisan atau pensiun
4. Urusan-urusan hukum lainnya yang berkaitan dengan kekeluargaan.
Yah ini sih saya hanya mengungkapkan pendapat saya pribadi. Entah bagaimana pendapat teman-teman dan hadirin di sana?
Yang jelas tentunya jika suatu hari nanti proporsal ini keluar, tugas wakil rakyat untuk berdebat di parlemen dan memutuskan ya atau tidaknya pengesahan hukum ini.
Satu lagi pendapat saya. Di Indonesia tidak banyak pasangan yang memilih menikah di catatan sipil. Mayoritas menikah secara agama (yang kemudian tercatat di catatan sipil). Bagi orang banyak, menikah di catatan sipil malah masih dianggap hal yang tak sah. Sedangkan kaum homoseksual jelas tidak bisa menikah secara agama, karena keberadaannya automatis dilarang keras.
Jika dalam agama dia tolak, kenapa tidak kita berikan mereka hak sipilnya- paling tidak? Toh hanya merubah statusnya, dari bujangan – menjadi menikah.
Namun dalam warisan, jika salah seorang dari mereka meninggal, saya yakin, proses pembagian warisan itu akan memakai hukum agama, dalam hal ini pasangannya akan keluar dari proses ini, kecuali jika yang meninggal telah menulis wasiat di depan notaris yang menginginkan pasangannya mendapat bagian dari warisannya.
Entahlah, saya pikir Indonesia masih harus banyak berbenah dengan masalah-masalah pelik seperti busung lapar, pengentasan kemisikinan dan pemberantasan korupsi. Rakyat yang adil dan makmur dan menghirup kebebasan demokratis akan lebih jernih dalam berpikir.
Bukan begitu?
Kata Pernikahan aku ganti menjadi “persatuan” sejak 10/08/2005 - sebab dapat menyebabkan kesalahpahaman - rancu.

[…] , dan lain sebagainya, tapi untuk memiliki anak? secara biologis, null, maka hak juga nol. bersambung 2 Comments » The URI to TrackBa […]
Pingback by :: Pernikahan kaum homoseksual :: May :: 2005 — July 5, 2005 @ 9:09 am
sangat setuju pada paragraf terakhir,… sangat-sangat banyak masalah pelik yang menjadi onak perjalanan bangsa kita. Dan membutuhkan pemecahan sesegera mungkin. Beberapa mungkin berhubungan dengan nyawa dan keselamatan jiwa saudara-saudara kita secara langsung (gizi, kesehatan, pekerjaan, dll)
Dengan tidak bermaksud mengecilkan hajat hidup mereka yang menuntut hak-hak sipilnya seperti disebut pada paragraf-paragraf diatas, namun permasalahan ini masih perlu pengkajian dan pematangan secara lebih mendalam.
Comment by doeljoni — July 5, 2005 @ 10:15 am
Di Spanyol jg lg rame ttg pengesahan hukum pernikahan Gay.
Comment by Lili — July 7, 2005 @ 2:10 am
lili: ya betul, di sini sudah disahkan, sehari setelah canada mengesahkan hukum itu.
Comment by Administrator — July 7, 2005 @ 8:53 am
makin parah banget sih nih bangsa!.
GW gak setuju!!.
kalo elu pada setuju kawin aja ama yang sejenis yah (emang mau kecuali yang setuju pada lesbi or homo).
Comment by jungkirbalik — July 18, 2005 @ 8:06 am
menyetujui pernikahan homoseksual bukan berarti kita “mendukung” perbuatannya itu secara moral/agama. Itu tugas suatu negara/undang-undang mengesahkan atau tidak. Sekali lagi tidak berhubungan dengan moral suatu pihak, cuma bicara “legalitas” aja. OK?
Comment by Administrator — July 18, 2005 @ 10:11 am
saya sangat setuju dengan opini yang anda berikan,walaupun masih banyak yang menentang.
Comment by adi — July 31, 2005 @ 1:01 pm
homoseksual itu adalah kelainan, anda harus ingat kalo tujuan utama makhluk hidup menikah untuk mempunyai keturunan, kalo sejenis gimana boz?ingat indonesia adalah negara yang berketuhanan yang maha Esa. ga ada ajaran yang memperbolehkan kawin sejenis, kecuali ajaran SETAN!!!!!
Comment by AJI — August 3, 2005 @ 5:19 am
Dear AJI, misalnya gini, ada tetangga loe bencong, homoseksual. Loe nasihatin, “jangan deh jadi homo, dosa, dilarang agama”, sering loe nasihatin dia, tapi namanya manusia, dia tetep pengen jadi homo aja, karena suka. Tapi dari situ kewajiban loe sbg muslim yg baik sudah selesai. Ngga mungkin kan loe MEMBUNUH/MEMBASMI tetangga loe atas nama Tuhan/Allah demi berdirinya hukum Allah?
Jadi loe akan tetap melihat dia setiap hari, karena golongan homo memang ada walaupun sedikit jumlahnya. Nah, gua di sini ngomongin suatu badan yaitu negara - negara yg memang berketuhanan maha esa, tp apakah tuhan sekarang ini akan menghukum kaum homo itu? kan ngga? dia juga nunggu nanti hari akhirat. Jadi kita ga bisa nutup mata bahwa golongan itu ada di antara kita.
Kenapa sih kok gue misalnya setuju adanya pernikahan SIPIL antara kaum homoseksual? karena tujuannya cuma mensahkan mereka secara hukum aja, mereka itu warga negara di suatu negara yang mempunyai hak dan kewajiban.
Wong pernikahan yg dimaksud adalah sipil-negara, bukan agama. Gua di sini bermaksud membedakan bernegara dengan beragama. Kalau mau menghukum orang2 berdosa, sudah ada yg punya tugas itu, yaitu Tuhan YME. Tugas kita di sini membangun masyarakat yg berperikemanusiaan dan beradab!
Kalau jaman dahulu sekali, jaman nabi2, Allah pernah 1 kali menurunkan hukuman bagi kaum homoseksual. Sekarang ini kan hukuman bagi para koruptor, pembunuh dan pendosa2 lainnya tidak bisa turun secara langsung, semua akan diadili di hari akhir.
Bagi saya mensahkan status mereka secara hukum tidak berhubungan dengan kepercayaan kita. Kecuali kalau di negara kita mengaplikasi hukum2 Islam, dalam hal ini tidak. Lagi pula spt yang saya sebut, kalau toh proporsal ini muncul, kan harus melalui debat di DPR/parlemen…gitchu….
Jadi ya…slowdown aja lah…aku bukan pendukung aliran Setan kok!
Comment by Administrator — August 3, 2005 @ 8:43 am
apa sih sebenarnya yang ada di mind set penulis mengenai kata keluarga?
salah satunya saya kutip dari seseorang mengenai pendapatnya akan apa itu keluarga.
nih simak!
Richard wrote 26-07-2005, 02:51 PM
Kalo yang dimaksud keluarga inti adalah ayah ibu dan anak2nya. Keluarga itu adalah kelompok terkecil dalam masyarakat. Keluarga merupakan tempat kita saling berbagi rasa, saling memperhatikan, saling menyayangi dan membantu satu dengan yang lainnya. Dari keluarga yang harmonis, pasti terbentuk suatu masyarakat yang baik pula.
Nah kalo menurut gw gak bisa seenaknya mensahkan sihomo or silesbi sbg sebuah keluarga, yang mana mau disebut sang ayah? yang mana yang disebut sang ibu???.
Gimana kita mau membentuk masyarakat yang baik kalo spt ini saja pada setuju.
Pertanyaannya jadi dimana rasa humanity kamu semua.
Mengenai usaha wajar dong kita semua menghimbau sihomo atau si lesbi kembali jalan yang bener.
kalo dianya dableg ya.. musti pake cara dableg jg.
dulu aja ada kota yang namanya sodom dihancurkan krn umatnya berbuat seenak udelnya. masak gara-gara mereka lagi kita jadi ikut ancur jg sih… ini gak fair dong!
kalo ada proposal kayak gini gw yang pertama kali boikot!
~no-further-comment~
Comment by jungkirbalik — August 5, 2005 @ 7:55 am
jadi menurut kamu pasangan suami istri HETEROSEKSUAL selalu harmonis dan dapat membentuk anak2 yang baik pula sehingga membentuk masyarakat yang baik?
wah sebegitu banyaknya pasangan suami istri di Indonesia, apakah menurut kamu masyarakat kita SEHAT dan BAIK secara moral?
Entahlah. Yang jelas seorang anak terlantar manapun, kalau diberi suatu tempat tinggal dengan satu keluarga biasa (ayah ibu) atau tidak (pasangan homo), dia akan tetap berterima kasih. Mungkin juga ini namanya “kemanusiaan”.
Kenapa “kemanusiaan” harus didominasi oleh grup tertentu? apakah seorang homo bukan manusia yang mempunyai perasaan juga?
Quote: “Mengenai usaha wajar dong kita semua menghimbau sihomo atau si lesbi kembali jalan yang bener.
kalo dianya dableg ya.. musti pake cara dableg jg.”
Cara dableg yang kamu maksud gimana?
Quote: “dulu aja ada kota yang namanya sodom dihancurkan krn umatnya berbuat seenak udelnya. masak gara-gara mereka lagi kita jadi ikut ancur jg sih… ini gak fair dong!”
Ya seperti bencana di Aceh, orang yang baik, jahat, miskin, kaya, tua, muda, tak terselamatkan, apakah fair? apakah kamu akan bertanya ke Allah? Allah , ini ga fair? gimana bisa? saya bukan homo? kok ikut ancur?…..
Apakah nasib dan umur bisa kamu pilah-pilah…?
Comment by Administrator — August 5, 2005 @ 8:52 am
Mungkin sebaiknya, kata pernikahan harus diganti dengan kata “persatuan”. Dan tak ada hubungannya dengan pernikahan heteroseksual.
Comment by Administrator — August 5, 2005 @ 9:21 am
quote :jadi menurut kamu pasangan suami istri HETEROSEKSUAL selalu harmonis dan dapat membentuk anak2 yang baik pula sehingga membentuk masyarakat yang baik?
siapa yang bilang saya se7 comment tsb.
yang jelas jika kita berbuat sesuatu kita jg harus bertanggung jawab.
quote: Ya seperti bencana di Aceh, orang yang baik, jahat, miskin, kaya, tua, muda, tak terselamatkan, apakah fair? apakah kamu akan bertanya ke Allah? Allah , ini ga fair? gimana bisa? saya bukan homo? kok ikut ancur?…..
Apakah nasib dan umur bisa kamu pilah-pilah…?
Nasib dan umur itu urusan Allah SWT!
yang jelas kalau kita tahu itu suatu hal yang bertentangan dengan Al-qur’an & As-Sunah ya.. maaf saja harus kita informasikan bahwa hal tsb sudah bertentangan. Itulah gunanya kita saling mengingatkan!.
Apakah salah jika kita mengingatkan sesuatu???
Comment by jungkirbalik — August 5, 2005 @ 11:25 am
Ya tentu bagus mengingatkan orang lain. terus yang kamu sebut dengan:
quote:Mengenai usaha wajar dong kita semua menghimbau sihomo atau si lesbi kembali jalan yang bener.
kalo dianya dableg ya.. musti pake cara dableg jg.
cara dablegnya itu gimana? saya ingin tahu…
Comment by Administrator — August 5, 2005 @ 11:30 am
itu hanya ungkapan saja
cheers
Comment by jungkirbalik — August 5, 2005 @ 11:43 am
footnote
pasal 27 UUD 45:
Segala Warganegara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung Hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
Comment by Administrator — August 5, 2005 @ 3:16 pm
APAKAH ANDA HOMOSEKSUAL ? KALAU YA, ITU MENJELASKAN SEGALANYA, KALAU TIDAK SAYA SANGAT MENGHARGAI PENDAPAT ANDA.
Comment by DAYA — August 9, 2005 @ 3:33 am
perempuan heteroseksual.
Comment by Administrator — August 9, 2005 @ 9:00 am
Setuju aja, mendingan begitu dari pada pura2.
Comment by Ucha — September 22, 2005 @ 4:00 pm
Setuju aja, mendingan begitu dari pada pura2.
Comment by Ucha — September 22, 2005 @ 4:00 pm
saya rasa apa yang dipaparkan ada benarnya bahwa ada perbedaan antara bernegara dengan beragama. saya juga ingin bertanya bahwa apa salah menjadi seorang homoseksual? walaupun saya seorang hetero! kenapa masyarakat yang katanya sudah berpikir modern pada saat ini banyak yang masih belum menerima keberadaan kaum homo di tengah-tengah lingkungan bermasyarakat sehingga dampaknya mereka membuat suatu komunitas sendiri.
Comment by reena — November 22, 2005 @ 7:21 am
Bagi saya, tidak penting sama sekali apakah menjadi gay itu suatu dosa atau bukan. Saya gay, dan saya yakin bahwa sebagai manusia saya tidak lebih rendah dari siapapun juga. Ada yang beranggapan bahwa jika agama melarang sesuatu itu pasti buruk. Dalam kenyataannya itu hanya hal khusus yang berlaku di agama tersebut, dan tidak ada penjelasan obyektif mengapa larangan itu ada.
Saya mengutip tulisan yang dimuat oleh salah seorang penanggap,
Quote jungkirbalik : “yang jelas kalau kita tahu itu suatu hal yang bertentangan dengan Al-qur’an & As-Sunah ya.. maaf saja harus kita informasikan bahwa hal tsb sudah bertentangan. Itulah gunanya kita saling mengingatkan!.
Apakah salah jika kita mengingatkan sesuatu???”
Saya ingin bertanya kepada saudara yang menulis komentar tersebut, “Apakah anda juga akan mengingatkan teman anda yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang dilarang dalam Al-qur’an & As-Sunah sekalipun anda tahu yang bersangkutan tidak menggunakan Al-qur’an & As-Sunah sebagai pedoman hidup? Beranikah anda mengingatkan hal tersebut pada orang yang berbeda keyakinan dengan anda?’ Anda menganggap bahwa keyakinan andalah yang paling benar. Mungkin bagi anda, agama andalah yang paling benar, tapi apa buktinya bahwa keyakinan anda yang paling benar. Agama yang anda sebut-sebut kitab sucinya bahkan tidak pernah memberi solusi bagaimana mencegah seseorang menjadi gay, atau membuat seorang gay menjadi straight. Sungguh menggelikan bahwa banyak orang yang berbicara atas nama agama berlaku seperti orang yang tidak mempunyai pendirian. Anda bahkan tidak tahu apa yang anda katakan, dan hanya sekedar mengulang-ulang cerita yang dijejalkan ke dalam kepala anda.
Bagi saya cerita Sodom-Gommora dan segala tetek bengeknya tidak lebih daripada dongeng yang tidak pernah ada. Hanya dengan satu cerita seperti ini, lalu digunakan untuk menjustifikasi masalah homoseksualitas. Jika benar cerita ini pernah terjadi, seharusnya kaum gay di Yunani, di Romawi, di India, dan di belahan bumi manapun akan mengalami nasib yang sama. Tetapi dalam sejarah tidak pernah peristiwa seperti itu terjadi lagi. Sangat menyedihkan jika seorang yang mengaku beriman ternyata tidak memiliki landasan yang kuat bagi keimanannya kecuali menyadarkan diri pada dongeng-dongeng sebelum tidur.
Saya mengutip lagi tulisan dari penanggap yang sama :
Quote jungkirbalik :” “dulu aja ada kota yang namanya sodom dihancurkan krn umatnya berbuat seenak udelnya. masak gara-gara mereka lagi kita jadi ikut ancur jg sih… ini gak fair dong!”
Bagi saya, pandangan ini menunjukkan bahwa racun kebencian relijius telah merusak otak dan nurani anda. Anda menggunakan contoh Sodom-Gommora untuk menunjukkan betapa “berbahayanya” kaum gay bagi umat manusia. Jika boleh saya memberi contoh yang sama, maka saya juga dapat menunjukkan betapa berbahayanya kaum straight bagi umat manusia. Saya yakin jika anda menggebu-gebu berbicara tentang agama, anda tentu tahu yang namanya Perang Salib, Perang Dunia I, perang Dunia II, Perang teluk, dan yang terbaru Perang Irak, dst-nya. Semua perang itu menghancurkan dan membunuh umat manusia, yang mungkin jumlahnya melebihi jumlah kaum Sodom-Gommora yang mati kerena bencana alam (saya tidak pernah yakin itu hukuman “Tuhan”…..). Sungguh menarik untuk melihat kembali bencana yang menimpa saudara kita sebangsa di Aceh. Apakah menurut anda bencana ini karena saudara kita di Aceh terlalu besar dosanya ? Beranikah anda mengatakan dan menasihati para korban bencana alam di Aceh agar bertobat dari dosa-dosanya supaya terhindar dari bencana alam yang anda anggap sebagai bentuk kemurkaan Tuhan? Ingat, bahwa anda menganggap bencana adalah simbol kemurkaan Tuhan. Jika menggunakan analogi yang anda pakai untuk menyimpulkan sebab bencana yang dialami umat Sodom-Gommora, tentunya hal yang sama tanpa kecuali bisa diterapkan pada saudara kita di Aceh saat ini.
Retorik agama terkadang sangat menggelikan, dan orang yang mempercayainya dengan membabi buta seperti badut yang gembira ketika semua orang bertepuk tangan karena melihat kekonyolan tingkahnya.
Maaf jika komentar saya sangat kasar. Bagi saya, sumber kekacauan terbesar di dunia ini adalah intoleransi. Dan penindasan paling buruk adalah penindasan atas nama Tuhan. Betapa menyedihkan ada orang yang memuliakan Tuhan dengan cara menyebarkan kebencian atas nama-Nya yang Maha Pemaaf, menumpahkan darah atas nama-Nya yang Maha Pengasih, dan menghakimi orang lain atas nama-Nya yang Maha Mengetahui.
Comment by dhidhie — January 23, 2006 @ 12:58 pm
Ehm, banyak koment bernada pro dan kontra. But btw thd isu penyakit yang katanya ditimbulkan dari perilaku hubungan sejenis itu gimana ? Apakah benar, yah, walaupun katanya aids juga menimpa bagi yang berganti2 pasangan? apakah dgn mengingatkan untuk mencegah tindakan itu kita membantu meredam kesengsaraan yang lbh lanjut. Jadi sakit kan ngabisin banyak duit juga dan menurunkan mutu hidup, bener gak sih ??
Comment by anie — February 9, 2006 @ 8:00 am
Saya Jefry 23 Tahun.. sy akhir2 ini merasa kegelisahan dalam diri saya.. saya sendiri tdk tau knp saya harus menyukai sesama jenis.. rasa ini sudah ada sejak q masih kecil.. dan rasa itu bisa tersalurkan ketika saya berada di kota Surabaya, dimana kota ini memiliki semacam wadah bagi komunitas Gay… Sblm saya masuk ke dunia Gay (sbnrnya saya bisex/masih menyukai perempuan), saya orgnya religius. Saya tau dlm agama saya yaitu agama Islam sangat melarang keras hubungan sesama jenis… tapi rasanya saya tidak kuasa untuk menolak perasaan yg berkecamuk dlm diri saya…Kalo boleh jujur, “SAYA SAMA SEKALI TIDAK MENGINGINKAN UNTUK TERLAHIR MENJADI SEORANG GAY” tapi siapa yang mau peduli dengan perasaan saya..? orang diluar cuman bisa mencemooh, mencaci maki, menghujat keberadaan org2 seperti saya… Saya sudah berusaha konsultasi kebeberapa ustadz dan phsicholog untuk menghilangkan kebiasaan ini. Tapi apa yang saya dapat..? semuanya nihil.. ga ada hasilnya, trus saya harus bagaimana ..? Saya ingin kalian membaca tulisan saya ini dengan hati yang jernih.. saya ingin kalian bisa mengerti perasaan saya.. Saya punya pacar perempuan, tapi itu rasanya blm cukup bagi saya untuk mendapatkan kebahagiaan yg aq inginkan..akhirnya sampai sekarang aq berpacaran dgn seorang pria yg bisex pula..kami menjalani hubungan ini dengan diam2..berusaha menutupin…krn kami sadar ini adalah aib..Jujur kami pun bingung dengan keadaan kami sendiri…krn kebingungan ini dibentuk oleh keadaan kehidupan bersosial di sekitar kita.. terimakasih buat kamu yg mau baca tulisan saya ini ..bagi kamu yg bersimpati dengan saya… siapapun kamu..dari orientasi seks manapun kamu…silahkan kirim e-mail kamu di inal_akses@yahoo.com
Comment by Jefry — February 23, 2006 @ 9:13 am
kaum homoseksual juga manusia….punya hak2 yang sama kaya kaum heteroseksual..knp mereka gak bisa diberi hak yg sama?toh sama2 manusia..
Bagi kaum homoseksual yg mendapat kecaman bagi orang laen biar aja, mereka gak ngerti…
GOD STILL LOVE YOU….
itu juga krn perbedaan orientasi seksual, bkn dr keinginan para homoseksual itu…
nyantai aja man….
Comment by bekz — March 15, 2006 @ 2:46 pm
tidak jelas homoseksualitas itu karena genetik ato lingkungan. Mengapa sebagian besar kita heteroseksual? Mungkin kalo sebagian besar kita homoseksual maka spesies manusia sudah punah dari dulu. Homoseksual bisa dibilang perilaku menyimpang (tidak dalam pengertian negatif, cuma berbeda dengan mayoritas). Melarang homoseksual adalah termasuk upaya species utk bertahan (mungkin), dan ini adalah teori asal. Kaum homo apasih yg kalian rasakan?
Comment by zen — March 17, 2006 @ 9:32 pm
Banyak ajaran2x agama yang menentang homoseksualitas, karna melawan dng kodrat Tuhan. Namun perlu diingat kita semua diciptakan olehNya, maka menurut saya homoseksualitas ini tdk bertentangan dng kodrat Tuhan. Dia yg menciptakan kita maka Dia pula yang memberi kita karunia/kelainan itu, dan sudah sepantasnya apa yg Dia berikan, kita patut mensyukurinya, karna hidup ini adalah anugrah dari Tuhan. Kita tak boleh menangisinya. Jika kita menangisinya berarti kita melawan Tuhan.
Comment by anston — April 28, 2006 @ 11:06 am
saya sedang ingin membuat tulisan mengenai perlindungan hukum terhadap kaum homoseksual yang menikah di luar negeri. ada yang bisa membantu saya? saya membutuhkan narasumber yang dapat dipercaya. kalo ada yang bisa membantu tolong kabari saya di email mychocolatecandy_02@yahoo.com, kerahasiaan terjamin. terima kasih.
ps: saya juga membutuhkan informasi dalm bentuk lain.
Comment by syasya — May 4, 2006 @ 10:59 am
menurut gw, ada beberapa pandangan. pertama, manusia berhak untuk memilih dan menjalani bentuk hidupnya. nikah, lajang atau memilih jalan hidup yang ekstrim seperti jadi biksu, pastor, pertapa, biarawan, atau single parent; asal bisa menjamin kebebasan eksistensi, perkembangan jati diri dan tujuan hidupnya. Jadi pasangan homo atau hetero menikah ya gak soal. toh, mungkin dengan menikah bisa menjamin komitmen cinta masing-masing dan menjadi satu tubuh, satu cinta. daripada sama-sama cinta dan ga jelas untuk selanjutnya, toh setiap orang ingin membahagiakan dan dibahagiakan oleh orang yang dicintainya. kalau jalan yang terbaik adalah perkawinan, kenapa enggak?
kedua, memangnya ada orang yang mau lahir menjadi homo atau hetero? pada awalnya manusia dihadapkan pada raeliat yang ada dan cuma bisa menerima meski itui berlawanan dengan jiwanya, nuraninya, atau apalah. manusia ditentukan dengan keadaaan lingkungan juga. gak bener juga kalo masih berpegang pada istilah manusia lahir seperti kertas putih yang belum ternoda. toh ada gen-gen orang tua, pendidikan masa kecil, pergaulan, serta pengalaman yang membentuk cara berpikir dan konsep diri manusia. jd apa masih layak homo dipersalahkan? pandangan saya,homo identik dengan sakit yang tidak bisa dipastikan penyebabnya secara positif. mungkin ya menjadi pertanyaan buat saya bila melihat konteks ajaran agama atau kebudayaan bahwa manusia diciptakan pria dan wanita, titik. tidak ditambahkan apakah yang diciptakan itu pria yang homo atau hetero demikian juga tidak dijelaskan wanita yang diciptakan itu homo atau heteroseksual. dan lagi saya gak terlalu percaya bahwa dengan berpegang pada ajaran agama saja kita bisa mendapat kebenaran yang universal dan paling benar, toh harus terbuka juga dengan pengetahuan dari aspek lain.
ketiga, jangan-jangan peradaban kita mengarah pada konsep kebebasan yang disalahartikan. mentang-mentang yang homo banyak, apa harus diterima begitu saja? bagaimana dengan aids, toh ada asumsi aids tertular melalui hubungan seks dari homoseksual. sama aja kalau saya analogikan begini; yang korupsi banyak, berarti korupsi harus diterima begitu saja toh manusia bebas memilih jalan hidupnya. masing-masing bisa dibayangkan akibatnya. ya enggak bisa begitu dong. harus ada jalan untuk membongkar masalah ini.
bahwa dengan mengakui atau memaklumi kebebasan seksual bukan sebagai jalan akhir. tetapi berani melihat ke akar permasalahan; misalnya struktur sosial yang menutup seks sebagai naluri purba dan baru menjadi berita ketika seks sudah menebarkan jaring termasuk kewilayah-wilayah yang tak diterima akal.
pada akhirnya, kita yang harus memilih.
jangan sampai kita terjatuh pada pandangan subjektif belaka sehingga yang muncul merelatifir semua persoalan sehingga nampaknya gak ada yang salah dan gak ada yang benar. toh. hidup bukan sekedar menikmati,
yang masih belum puas debat, cari gw di ito_adhit@yahoo.co.id
Comment by ito — May 8, 2006 @ 6:14 am
coba kalau mereka yang menghujat gay menjadi gay….pasti mereka akan tau rasanya gimana…..sedihnya kita gimana…..usaha kita untuk sembuh gimana…….ngerasain dihujat2 orang gimana……coba deh kamu2 yang menghujat gay……tela’ah lebih dalem….siapa sih yang mau begini….tanya sana sama Alloh swt kenapa bisa jadi konslet gini…apa ada kabel yang copot apa ada saklar yang mbledug….kok kita jadi error….saya juga bingung ……kenapa sih udah kita susah jadi gay…malah ditimpain tangga…tega ya…biar nanti kalau anak2 nya pada jadi gay …ngerasain deh ancurnya hati ini!
Comment by kunto adjie — May 9, 2006 @ 6:14 am
gw g setuju adanya pernikahan sesama…..ingat bung anda dalam lingkaran syaetan…Naudzubilamindalik…..moga Allah SWT mengampuni dosa anda semua……..
Comment by rizky — March 10, 2007 @ 10:06 am
Guys..
gue bukan homo, tapi kalo emang kalian homo
n ga bisa sembuh..plis jangan jadiin orang2 diluar homo ketularan. Gue tau secara psikologis ada beban sebagai kaum yang minoritas, tapi ingat, Garis Dasar diciptakan alam itu berpasang-pasangan dan berbeda-beda, maka dari itu ada wanita dan ada pria..
kalo pria suka sama pria ya ngapain hawa diciptain, udah aja Tuhan ciptain adam kedua biar mereka jadi homo…Toh enggak kan??
gue tau, pasti ada way out kalo kalian pengen usaha..tapi selalu berusaha, n sadar, manusia harus berkembang biak n the way out hanyalah melalui hubungan pria dan wanita kan??
(kalo ada ilmuwan yang pengen nyiptain homo bisa hamil gue bakal jadi orang pertama yang bunuh tu ilmuwan)..
seriously, ass is not place of joy, find the vagina and feel it, just feel it..get married with straight women, make childs, make your own world, your own family, leave all of your past just get straigh ato lo ga akan pernah bahagia di dunia yang normal ini, apalagi di akhirat karna untuk agama apapun yang percaya adanya akhirat melarang adanya praktek homoseksuil..
Buat yang bilang sodom itu cuma dongeng..
oke itu firman Tuhan, n kalo lo kekeh mari kita ngadu sumpah, kalo gue yang salah gue rela dalam seminggu ini kesamber petir sampai ga ada sisa atau hangus, tapi kalo gue denger dalam minggu ini ada kejadian orang yang kesamber petir dan hangus sampai ga ada sisa gue yakin orangnya itu lo..
kalo lo berani jawab tantangan gue bales ke email gue di dela_roots@yahoo.com
sekian pernyataan saya..
apabila ada pertanyaan dan koments silahkan kontak saya di email tsb..
(maaf atas kata2 yang terlalu ekstrim)
Comment by Jarwo — March 31, 2007 @ 8:22 am
Terus terang gw dulu udah hampir 8 tahun gw tertarik ama temen sejenis.Tapi sekitar 2 tahun yg lalu gw berhasil untuk keluar dr lingkaran setan tersebut dan skrng hidup lebh bahagia. Mo tau ga obatnya?mo tau ga kenapa gw bisa kmbali ke jalan yang benar?Intinya gw selalu berpikir klo manjadi gay itu menzalimi diri gw sendiri.Gw ngrasa bngt gw jadi ancur, prestasi gw nurun, pikiran gw kacau, logika kebolakbalik,prasaan dosa trus bertambah, dan gw jadi sama sekali ga takut lagi ama yg namanaya neraka ama Tuhan, gw mrasa Jiwa gw dah mati,terbunuh oleh syahwat homo. Oh iya gw muslim jadi pengalaman gw di bawah bukan untuk offense ke non muslim, purely crita pengalaman pribadi. Jadi Untungnya masih ada hati nurani gw yg bisa nyadar klo semua ini ga bener. masak ada ciptaan yg ga takut ama Penciptanya. akhirnya gw selalu berusaha untuk keluar dari homo. Tapi tau ga..itu sulit bngt. Butuh hmpir 2 tahun gw terus berusaha,tapi saat nafsu itu dateng, akal sehat gw ilang.Emang homo itu nikmat banget, tapi gw sadar..itu cmn sesaat. Emang setan itu udah menggoda manusia dr jaman adam, cerdiknya udh selangit.
Tapi akhirnya gw selalu dapet hidayah. Gw selalu somehow dapet sesuatu yg ngingetin gw..dari tiba2 bacaaan di internet, majalah dll, seperti misalnya ini..:Allah akan tetap melindungi jalan hambanya yg ingin lurus dan akan terus menjerumuskan jalan hambanya yg terjerumus. Nah dr sini jelas, misal gw udah terjerumus dan ga ada niatan mo bertaubat, akan terus dijerumuskan, tapi klo gw ada niat untuk bertaubat, akan terus dilindungi jalannya oleh Allah.dan itu benar. Manusia itu makhluk yg lemah,setan bukan tandingan manusia, tapi klo manusia itu minta pertolongan Allah, ia akan dapat mengalahan godaan sebesar apapun dan trus dilindungi oleh-Nya. itu terbukti ke diri gw.Yang kedua gw tiba2 mbaca suatu artikel klo nafsu dan godaan itu dateng dari pandangan mata..berlanjut ke angan2 kosong(pikiran kotor) dan akhirnya perbuatan(misal masturbasi),itu panah setan. nah akhirnya gw berusaha keras banget untuk selalu menjaga pandangan mata krna inilah gerbang utama pertahanan gw.itu sulit banget. tapi gw trus berusaha demi apa yg gw percaya. gw ga mau tersiksa gini terus di dunia dan jg nanti di akhirat. Akhirnya sedikit demi sedikit gw back to normal dan lebih bahagia. Ingat semua emang ga gampang. Kota Roma juga ga dibuat hanya dalam sehari. jadi buat kalian yg merasa gay dan berpikir ga bisa sembuh, ingat..kodrat manusia itu bukan gay.jadi kalian pasti bisa mengatasinya. Itu hnyalah godaan setan belaka yg akan menjerumuskan kalian ke jurang kenistaan. Mau bahagia?jadilah normal.Gw bisa wlopun makan waktu lama. Kalian jg pasti bisa.krna gw muslim, gw terus baca Al quran tiap hari, ngliat maknanya, dan saat syahwat itu dateng gw langsung bertasbih semampu gw. Gw lagi berperang!!inget gw saat itu. Perang yg plng besar adalah perang melawan hawa nafsu!!not anything else!Ini juga tercantum dlm ayat Alquran. Perkara homo udh terjadi ratusan tahun lalu dan obatnya ada di dlm kitab suci Alquran klo lo mau nyari.tapi semua berpulang ke diri lo sendiri.Akhir kata dr gw. Tiada satupun pengingkaran alam pada-Mu.Tiada satupun pengingkaran hati…setiap hamba-Mu. Semoga menjadi Taubat Nasuha, dan bahagia di dunia dan akhirat.Amin.
Untuk kalian yg bilang, kalo hetero juga ga menjamin kalian bahagia, benar. Setan akan terus menggoda manusia kapanpun dimanapun. Bukannya mau dakwah, tapi buat gw sebagai muslim. Kunci kebahagiaan ada di dlm Alquran dan Asssunah Rasul.Kalo lo mau meluangkan waktu lo sedikit, lo bakal nemuin klo gimana kunci kebahagiaan di dlm pernikahan itu ada di dlm al quran dan sunnah. Dan terus waspada terhadap godaan syetan. Ulama dan Ustadz aja ga luput dari godaan setan dan seringkali tergoda , apalagi kita, yg ga punya ilmu apa2.Sekian.(maaf kalo ada kata2 yg krng berkenan)
Comment by Taubat — May 3, 2007 @ 7:19 am
Oh iya kelupaan, mungkin ada beberapa dr lo yg bertanya udah separah apa homo gw,klo ecek2 mah gmpng keluarnya. Gw udh hampir 8 tahun tertarik ama sejenis.Rutin mbuka website2 gay gitu,gmbr2 syur tapi gay..Naudzu bilahi min dzalik.Sampe gw dulu jg pernah kebetulan dpt satu kost ama temen yg dulu klo dia tidur nyenyak sering gw pegang2,gw kulum penisnya dsb parah2 pokoknya. naudzu bilahimindzalik. gw masturbasi hampir tiap hari.Dosa gw dah selangit.klo gw ga taubat, gw akan kekal di neraka selama2nya.Semoga dgn taubat ini, masih bisa diampuni kebjatan gw yg dulu. Dulu gw akuin enak banget, tapi lama2 gw sadar, itu cmn FATAMORGANA. kayak lo ngliat air di padang pasir trus pas lo datengin kosong. Iya itu kenikmatan semu.percaya deh.lama2 gw ngalkuin dan mikir, akal sehat gw berkata itu sama sekali ga nikmat. cukup gw korbannya.korban godaan syetan yg terkutuk.semoga gw terlindung dari hal2 yg gw lakuin dulu.gw percaya hubungan suami istri bakal lebih nikamt lagi. Krna itu jalan yg telah disediakan oleh Allah, pencipta kita. dan bukankah wajar Sang Pencipta bakal lebih tahu apa yg terbaik buat ciptaan-Nya?gw ga peduli dgn ngepost ini gw bakal dicaci maki akan kebejatan gw masa dulu. gw terima. tapi yg penting, gw udah berusaha untuk berubah.Dan gw pengen menyadarkan kaum gay klo perbuatan kalian itu ga bener dan membunuh jiwa lo sendiri.Gw merasa lebih sehat, bahagia dan menjadi manusia yg insya Allah sehat jasmani rohani, bahagia dunia dan Akhirat. Amin.Percaya deh ini bukan hasil karangan gw.ini masa lalu gw yg suram. jangan diikutin yah teman…
Comment by Taubat — May 3, 2007 @ 7:34 am
Sekalian deh biar genap ke 35, he3..iseng,..dulu setiap gw tergoda, gw langsung terkenang masa kecil gw yg gimana ya..bisa dibilang indah. Gimana gw dulu dimomong ibu gw dari bayi(gw inget loh samar2 pas disusui sekali yeah)diantar sekolah TK, SD. dimarahin..dipukul pake sapu ha3..tapi itu prasaan sayang kok. Gw ga bisa mbayangin klo pernikahan homo..dua duanya bapak2..ga bakal ada kasih sayang menurut gw.Gw kasian aja anak gw nanti. Gw brpikir klo gw harus bisa ngasih kasih sayang keluarga yg bener2 sama ato lebih baik dari yg gw dulu dapet saat masih kecil ampe sekolah.Dan cmn ada satu caranya…keluarga yg normal,..bapak ibu,..keluarga sakinah..hmm..bahagianya..Mungkin ceksok suami istri itu wajar..dulu jg sering kok bapak ibu gw..tapi itu ga menghapus kebahagian dan kasih sayang seorang ibu terhadap gw..anaknya.Sampai sekarang pun masih pas gw dah gede dan kerja..Alhamdulillah.I miss u mum.
Comment by Taubat — May 3, 2007 @ 7:48 am
isn’t true that you change the term marriage to be unity. It is different things one and each others.today you have to open your mind that there are really exist. and you have to respect them as the other human being….!!!
Comment by ivan — May 12, 2007 @ 1:20 pm
mnrt gw,,prnikahan sesama jenis itu justru diperlukan,, knapa??? karna prtama,,kaum homoseks itu jg prlu yg namany keadilan dan jg mreka bth kebahagiaan sebagaimana yg ingin mrka rasakan.. dan yg hetero ga prlu susah2 mikirin prkawinan homoseks itu,, karna yg ngerasain adalah yg homoseks,, jd ga prlu sewot.. kan ga pntg gt low.. kedua,,bahwa kita jg harus adil dan menganggap semua orang itu sama,,tak pduli apakah homoseks ataw hetero,, bahwa kita adalah negara yg lebih mengacu dan berlandaskan pada hukum,,dan memang banyak yg menganggap bahwa homoseks itu jijik,,tp harusnya tuh yg hetero tuh jg ngaca donk!!! emangnya mrka itu ga brdosa??? bisa jg kalo yg hetero trnyata lebih menjijikkan drpd yg hetero… jd lebih baik yg hetero itu harus ngehargain yg homoseks kalo yg hetero itu pgn dihargain.. jgn mau menangnya sendiri.. emangnya gampang menerima diri sendiri itu sebagai homoseks??? pikir dunk pake akal dan otak yg sehat… jgn pake dengkul yg kotor… cape deh..
Comment by joe — May 13, 2007 @ 10:03 am
terlepas dari semua perangkat agama dan dosa dosanya..
setiap manusia punya hak untuk hidup menurut caranya dan apa yang diyakininya benar!
jangan pernah merasa diri kita paling lebih benar.. lebih baik.. dari manusia lain!
Comment by iphie — May 24, 2007 @ 10:42 am
Hmm..bener juga sih nasehatnya Jangan merasa dirinya yg paling benar!! Mungkin nasehat ini juga berlaku bagi para kaum homoseks. Jangan merasa diri anda paling benar.coba periksa lagi apakah keyakinan anda benar dengan hidup seperti itu. Kalian yg homoseks ga perlu menerima kok karana itu bukan anda yang sebenarnya. Percaya deh. Ini perkataan dari gw yg dulu jg homo seperti kalian.dulu gw juga merasa gw benar dan harus nrima apa adanya tapi ternyata gw tersadar.
Kehidupan ga bisa dipisahkan dari agama dan dosa2. Ini seperti norma ato peraturan yang akan mencegah manusia dari perbuatan tercela. Manusia dibekali akal dan nafsu, bisa berbuat yg tidak benar dan norma itulah yang mencegah.Bedanya..norma dibuat oleh manusia/masyarakat..agama dari Tuhan sang pencipta.Tanpa ingin merusak kerukunan hidup beragama, gw Cuma mo bilang aja klo di agama gw itu mengatur hampir semua celah kehidupan…menikah, harta waris db. Klo ga ada peraturan seperti itu di agama bisa.porak poranda manusia.Kok gw bisa percaya agama gw bener berlanjut ke ngikutin peraturan tadi?Ini bermula dari kepercayaan trhdp fakta2 alam di dlm sumber agama gw, Quran(dibuat ratusan tahun lalu) yg baru ditemukan skrng dan BENAR!!
Jadi jangan kira kita sebagai manusia itu tau segalanya..kita ga ada apa-apanya. Pencipta kita lah yg Maha Mengetahui. Jadi bagi para kaum homo…tolong crosscheck lagi apakah dgn hidup seperti itu , benar?Pencipta kita sudah bilang itu salah. Klo lo yg homo masih merasa lebih benar dari Pencipta kalian..itu sombong namanya..bukan begitu?Tolong diingetkan klo ada perkataan saya yg salah ya…maaf sekedar mengingatkan.
Comment by Taubat — May 30, 2007 @ 6:33 am
Kebenaran hanya milik Allah semata.
Manusia saja yang kadang membikin yang jelas2 benar menjadi kabur.
Kalo kita Atheis, bisa kita menyatakan “terlepas dari dosa-dosa dan agama”, anyway, it’s no matter. Memang susah ketemunya kalau memahami tentang hak2 kemanusian antara orang beragama dengan atheis.
Kita simple saja dalam menilai perilaku penyimpangan sexual tersebut. Manakah yang lebih banyak manfaat dan mudharatnya ? Orang tua yang gay atau lesbian mengadopsi anak, apa tidak kasihan itu anaknya ? Pertimbangkan juga dong kejiwaan anak2 tersebut, bukannya malah menambah manusia2 gay atau lesbi.
Comment by Dwight — May 31, 2007 @ 5:59 am
Wah seru sekali ya. kalau masing2 mempunyai pendapat yang merasa dirinya bener saling hujat dan hujat. sepertinya tidak akan selesai. sangat bijak seperti yang di katakan mas taubat. saya gay kebetulan juga seorang muslim. senang ada yang berbicara santun, karena yang bersangkutanjuga dulunya juga gay. gay memang tidak bisa dipaksakan untuk berubah. perjalanan hidup seseoranglah yang membuat keputusan tersebut. terus terang saya sudah “menikah ” selama 5 tahun. dalam hati kecil juga kadang berbicara panjang lebar mengapa gay dan sebagainya. haruskah saya punya keturunan dari darah saya atau bisa juga dari anak angkat. jujur saya merasa jauh terkontrol dengan pasangan saya,jika tidak ada dia mungkin saya sudah hancur kesan kemari.
sampai sekarang masihjuga banyak kecamuk pikira,hati dan lainnya.
saya ingin kan orang yang santun untuk berbicara kepada gay bukan cacian dan hinaan. semoga saja saya mengikuti jejak mas taubat.
terima kasih sebelumnya
Comment by nono — June 4, 2007 @ 8:10 pm
Yup semangat untuk mas Nono untuk perjuangannya!!. Emang benar, di agama saya itu DIWAJIBKAN MENIKAH(tentunya dgn lawan jenis) untuk yg sudah baligh(dewasa, dah prnah mimpi basah) dan yg udah ga bisa nahan syahwat/nafsunya.mungkin kenapa diwajibkan ya untuk menceha perbuatan maksiat dan zina termasuk homo tadi.Sama seperti pengalaman mas nono yg tekontrol karna pasangannya..
Jadi bagi yg homo..menikahlah segera dgn lawan jenis dan jangan dipelihara atuh homonya..tambah gemuk entr kambing nafsunya..hehe..mari berubah!!dunia itu hanya sementara..akhiratlah yg kekal selamanya!!Jadi innget lagunya Alm.Chrisye.Jika Surga dan Neraka tak pernah ada..akankah kau sujud kepada-Nya..
Comment by Taubat — June 17, 2007 @ 6:03 pm
Di agama saya pernah dibilang:Kalo mo taubat..mo berubah..sering2lah kumpul dgn sesama muslim.
Mungkin saya rubah bahasanya:Klo mo berubah dari homo jadi normal..sering2lah kumpul dgn orng2 normal dan yg mendukung kenormalan..
Klo kalian percaya surga dan neraka…Inget loh orang yg mendukung maksiat bakal terseret juga ke neraka..kenapa?ya karena kalianlah orng2 yg melakukan maksiat jadi ogah buat berubah ke jalan yg benar..
Comment by Taubat — June 17, 2007 @ 6:11 pm
Dasar dari segala kebutuhan kita adalah Tuhan.Orang ateis sekalipun memiliki sesuatu yang dipuja yang merupakan gambaran dari sesuatu yang dia butuhkan.saya sangat menghargai teman2 sebagai manusia ciptaan Tuhan tapi tidak menerima bentuk kehidupan teman2, bukan skeptis tapi terlepas dari agama manapun saya hanya berpikir kenapa ada sisi yang berbeda,kenapa ada sesuatu yang berlawanan, dan kenapa ada yang membutukan dan memenuhi kebutuhan tersebut. hal ini membuat saya melihat bahwa temen2 memiliki hal demikian. gay/lesbi bukanlah kehidupan yang digariskan untuk kita, hanya kita yang memilih demikian.Tuhan emang baik banget dan sangat mengasihi kita,namun bukan berarti kita bisa membuat segala opini,pendapat dan keinginan kita bisa membuat kita bisa beragumentasi denganNya.kenapa kita tidak langsung mati saat melakukan dosa hal itu dimaksudkan agar dengan waktu yang ada kita bisa bertobat dan menilik kembali hidup kita apakah sesuai dengan kehendak Tuhan. kita tidak bisa menyamakan pemikiran anak2 dengan orang dewasa.menanggapi masukan dari administrator dan dhidhie,sekarang anda dapat berpikiran demikian karena anda tidak benar2 peduli pada kehidupan temen2 gay/lesbi.yang mereka butuhkan adalah dukungan untuk keluar dari kehidupan yang memang tidak akan pernah dapat diterima sekalipun sekarang banyak bentuk persetujuan atas bentuk kehidupan demikian.seorang ibu tidak pernah mengharapkan melahirkan anak yang kelak menjadi gay/lesbi namun jika itu yang terjadi maka (seharusnya) ia membawa anaknya dalam doanya pada Tuhan.TUHAN TIDAK PERNAH SALAH MENCIPTAKAN UMATNYA,TETAPI UMATNYA SELALU SALAH UNTUK MENGERTI,SALAH MEMAHAMI DAN TIDAK PEDULI AKAN SERUANNYA.salam…. tanggapan kirim ke eitania99@yahoo.com.terima kasih
Comment by Kadosh — June 30, 2007 @ 10:31 am
Menurut saya kaum homo tidak merubah apapun pada hidup masyarakat, masalah agama yang mengatakan setiap 2 insan yang menjadi 1 mendapatkan keturunan memang benar. namun kenyataan banyak sekali anak yang dibuang ketika dilahirkan maupun ditelantarkan, dan anak2 tersebut dari pada tidak menerima kasih sayang dari orang tua, lebih baik menerima kasih sayang dari orang tua yang berkaum homo daripada tidak menerima kasih sayang sama sekali
Comment by Kevin — August 13, 2007 @ 5:29 am
gw rasa kaum homo, mahluk yang punya kelainan. Ia memiliki rasa yan set setiap orang miliki. namun mereka menyia-nyiakan apa yang telah meraka anugrahkan sama tuhan. Yang saya tak mengerti apa mahluk homo itu punya hati nirani? atau beragama? please beri saya jawaban!
Comment by wahyu — September 8, 2007 @ 8:52 am
Dulu saya termasuk tertarik sesama jenis sprti yg saya sebutkan di postingan2 sebelumny.Saya beragama islam dan punya hati nurani. Tapi kenapa saya trus menerus berbuat maksiat?
jawabannya adalah hawa nafsu saya terus menerus mengalahkan hati nurani.dibantu dgn pandangan ke gmbr2 syur di situs2 gay ato cowok2 cakep yg sbnrnya panah2 setan untuk lbh berbuat maksiat.Saya semakin sadar untuk berubah setelah saya beberapa kali membca ayat2 di Al Quran seperti surat An Najm(53) dan surat Al Qamar(54).Disana dijabarkan bagaimana dulu Tuhan menghancurkan kaum Luth(Sodom and Gomorah) dan dipringatkan,apakah kmu tidak mengambil pelajaran?.Sesungguhnya AzabKu sangat pedih.Tapi kalo kalian bisa menghindar dari perbuatan keji dan melampaui batas itu(homoseksual) maka nikmat dan ampunan Allah sangat luas.dijanjikan kemenangan di dunia dan akhirat.
disebutkan lagi,akal pikiran manusia itu terbatas sehingga klo menurutku kadangkala kita menganggap gay itu bener kok.Padahal pencipta kita yg Maha Tahu telah memberi plajaran pada kita.
Untuk yang muslim,menurut pengalaman saya..Salat akan mencegah perbuatan keji dan mungkar.Salat yg khusyuk tentunya.Selalu bertasbih pada allah dan ingat akan azabnya yg pedih, Untuk yg bergama laen mungkin bisa kembali pada agamanya masing2 dan luangkan waktu untuk lbh mengingat pada sang pencipta.Sekian.pilih mana?Azab yg pedih dan kenikmatan kecil yg sesaat ato nikmat yg BESAR dan kemenangan dunia akhirat?
Comment by Taubat — September 17, 2007 @ 5:07 am
sebenarnya aku gak tau aku homo apa enggak yang jelas aku memiliki rasa simpatik pada teman priaku! tapi alingkah sangat bodohnya manusia yang hanya memperturutkan hawa napsunya. seharusnya teman-teman pada tau kalo dengan bersaba r mungkin Tuhan akan menunjukkan kekuasaannya! 1 pesan saya: tahan napsu itu, kalo emang kamu bener-bener sayang. berikan sayang kamu di surga bukan di dunia ini ALLAHU AKBAR
Comment by aku — October 1, 2007 @ 6:45 am
pada dasarnya manusia itu diciptain berpasangan, ok, hak memilih pasangan itu adalah hak setiap individu, tapi dengan adanya persatuan atau pernikahan kaum homoseksualitas,bukannya itu lebih mengarah pada penurunan akhlak dan etika bangsa, masa iya sih…kita lebih suka temen sejenis…
Comment by denis — October 2, 2007 @ 2:12 pm
saya nga setuju pernikahan sejenis di”sah”kan oleh hukum dan undang undang,janganlah terpengaruh dengan budaya barat yang melanggar kodrat manusia dan takdir Tuhan ciptakan manusia wanita atau laki laki,semoga negara indonesia masih ada tetap berpegang pada agama dan “ketuhanan yang maha esa ” amin.
Comment by ming — January 9, 2008 @ 12:41 pm
daripada repot2 berdebat lawan batu, mending buka milis ini aja: http://groups.yahoo.com/group/hijrah_euy
moderator, anda mestinya malu dgn org2 itu. mereka yg homoseksual aja mau susah-payah berjuang di jalan yg jauh dari yg anda promosikan. kenapa gak menghormati dan mendukung mereka aja?
Comment by Daddy — March 1, 2008 @ 3:39 am
melegalkan perkawinan sejenis sama dengan mendukung mereka, tuhan sudah menciptakan kita berbeda untuk dipasangkan lalu kenapa kita mesti mengingkari dengan mencari yang sejenis? mereka boleh mengatakan bahwa mereka bahagia tapi bahagia yang bagaimana?karena kebahagiaan yang hakiki adalah kebahagiaan yang didapatkan dari meniti jalan yang telah digariskan oleh tuhan dan aq setuju banget bahwa homo/lesbi bukanlah takdir dari tuhan, manusianyalah yang sengaja membelokkan takdirnya sendiri dengan memilih jalan yang salah. NO HOMO/LESBI TILL THE END!!!!
Comment by tata — May 27, 2008 @ 10:33 am
apa kabar sayang-sayangku yang homo, aku yakin banyak diantara kalian yang jiwanya tidak tentram.oke…..asal mula penciptaan manusia, tuhan tidak menciptakan waria,banci,gay,lesbi atau yang sejenisnya. tuhan hanya menciptakan adam dan hawa saja. kalaupun sekarang ada yang berperilaku homo..itu adalah mutlak kesalahan manusia.tuhan tidak pernah kebablasan dalam proses penciptaan manusia. dan yakinlah bahwa apa yang kalian lakukan sekarang adalah buah dari kebebasan berperilaku dan berbuat tanpa ada hak tuhan untuk melarangnya. ingat sahabatku jangan sekali-kali kamu memisahkan antara agama(islam) dengan permasalahan kehidupan. memang kebebasan adalah dambaan setiap insan. namun apalah makna kebebasan jika hanya akan menimbulkan perpecahan, apalah mekna kebebasan jika hanya menghancurkan sendi-sendi luhur kehidupan?….dan ingat kita hanya manusia yang lemah. hanya pencipta kita yang tau segala-galanya tentang kita dari pada kita,dia tau mau kita seperti apa,dia sangat tau kebutuhan-kebutuhan kita seperti apa. maka dibuatlah aturan agar kita bisa hidup damai.saya tidak membenci homoseksual tapi saya hanya ingin mereka normal kembali,kembali kepada fitrah mereka….saya berbicara seperti ini karena saya sayang kalian semua,bukan membenci kalian.zilka_ok@yahoo.com
Comment by lubna — June 23, 2008 @ 5:48 am
gw bingung……knapa kite kagak sendiri2xaje….maksud gw…buat para homo…kagak perlulah ngarep bakal disahin pernikahan sesama jenis di negara ini…yang perlu kalian lakuin cuma belajar yang rajin..lulus ip-nya cum laude…dapet pekerjaan keren…gaji tinggi…..trus pindah deh keluar negeri sebangsa belanda ato spanyol( lo2x pada malah bisa belanja sesuka hati…disana asalnya MANGO kan?? )….tinggalin deh orang2x yanhg sibuk berdebat demi orang laen…padahal ngek ngok..sama aje….
Comment by nthuz — July 6, 2008 @ 7:28 pm
saya menikah sudah 8th suami sedang jatuh cinta pada seorang pria karena pria itu teman dekat dia bercerita tentang prilaku suami saya yaitu melakukan hubungan .yang saya tanyakan suami saya prilaku seperti itu,apakah suami mempunyai rasa cinta terhadap saya.
Comment by nia nurwati — July 15, 2008 @ 7:18 am
Saya ingin mencari narasumber bisex utk penelitian saya..adakah yg bersedia??Kalau bersedia, tolong kontak ke email saya di ervin_yan@yahoo.com..Tidak harus andanya yg bisex..mgkn seseorang yg deket sama anda..oh y, saya mencari dilingkungan jakarta saja y…terima kasih sebelumnya..
Comment by Ervin Kosasih — July 17, 2008 @ 2:07 pm
Takdir, itulah kata yang tepat untuk kaum gay!! Bisa berubah? Bisa asal ada niat dan usaha. Berapa lama? Lama sekali. Kenapa? Saya pernah kirim-kirim email dgn seorang gay, dan saya sarankan untuk mencari teman hidup (wanita) karena itu lebih baik. Jawabnya apa? Saya gak bisa, karena melihat wanita saja saya gak tertarik sama sekali, bagaimana mungkin saya bisa menyentuhnya? Artinya apa? Katanya Libidonya tdk muncul (hilang sama sekali) kalau dengan wanita, tetapi kalau sesama lelaki apalagi yang handsome and cute, dia begitu tertarik. Salah siapa? Gw jg tak tau. Tapi selain gay ada juga yang biseksual (coba klik biseksual di google misalnya) sangat banyak info tentang hal itu. Libido Biseksual bisa muncul terhadap laki-laki ato wanita. Dia pada umumnya memiliki istri dan anak, dan menikmati hubungan suami istri dengan baik. Biarpun sudah menikah, tapi masih tetap tertarik melihat pria handsome and cute. Dan biasanya kaum biseksual bisa sembuh dari ke gay annya. Kalau seseorang mengaku gay, dan bisa sembuh, mungkin menurut pendapat gw dia itu bukan gay, tapi biseksual. Tapi kalo gay murni (100 % gay) menurut pengakuan mereka, orientasi seks mereka tdk bisa berubah (diubah), dan akhirnya akan tetap gay sampe tua (gak menikah dgn lawan jenis).
Mungkin Tuhan menciptakan dunia ini dengan 3 zona, tiga wilayah, tiga apalah namanya, misalnya Siang, malam dan remang-remang. Panas, dingin dan suam-suam kuku, heteroseks, homoseks (gay murni) dan biseks, dan MUNGKIN Tuhan menyediakan yang 3 itu, sebagai sebuah pilihan. Tau kan? Tuhan itu menciptakan umatnya dengan diberi kebebasan yang sebebas-bebasnya, tetapi Tuhan juga buat aturan, dan terserah manusianya mau bebas sebebas-bebasnya atau ikut aturan Tuhan, tentu dengan konsekuensi masing-masing. Gw tak mau berdebat panjang lebar. Gw mau bilang Tuhan menyediakan ruang, waktu dan kesempatan. Tergantung kita mau kemana, KARENA HIDUP INI ADALAH SEBUAH PILIHAN !!!!!
Comment by warawuri — September 8, 2008 @ 2:24 am
aq da dr dlu suka ma cowok, ampek usiaku yg skr 24th, q blm aj keluar dr yang namanya homo ini, q tdk bisa membohongi dr q sendiri untuk tdk suka ma cowok, bahkan q juga tdk malu blang ma orang laen klo q tu homo, sapa tau stelh dia tau klo q homo malah emang sehati ma q, so.. buat tmn kencan deh.. u mau jd teman kencan q ngak???? hubungi aj email ku, pa kontak langsung ke 085655866899
Comment by hari prasetyo — December 1, 2008 @ 9:36 am
weleh mbak penulis gaulnya ma orang2 kebablasan,hukum maunya menurut hawa nafsu manusia ga ada habisnya,lama2 kaum junkies pada minta ngedrug dilegalisasi juga mbak,toh itu hak mereka mbak asal ga ganggu kita hehehe
Comment by dhimas — December 14, 2008 @ 1:39 pm
untuk teman2 yg cenderung suka ma sesama,tolong jgn ikuti hawa nafsu,ga ada 1pun agama yg mengajarkan kalau homo anugrah Tuhan,jalan keluarnya ya jauhi perbuatan itu,bagi anda yg terlahir dgn gen itu anggap itu cobaan Tuhan untuk keimananmu,stiap manusia punya cobaan masing2,ada yg terlahir sangat miskin,ada yg terlahir cacat,ada yg punya kecenderungan suka mencuri,dan smwa itu tergantung lingkungan dan cara kita menyikapi..amin
Comment by dhimas — December 14, 2008 @ 1:52 pm
Anda Gay? Jika ia jelas terlihat dr tulisan anda, USA aja yg sebebas-bebasnya masih melarang uu perkawinan gay. Gak ada kt toleran u/ gay yg ada hanya berobat, bertobat dan berubah. Saya yakin setip penyakit pasti ada obatnya kecuali tua. Kaum gay skrg kebanyakan menular dr lingkungan so, yg bisa mengubah nasib sifat adalah kita sendiri, mudah2an doa sy u/ mereka terdengar. Dan satu hal lagi, sejarah sodom dan gomarah itu memang adanya, silahkan ke pompey, dan anda akan melihat manusia batu yg menjadi satu adalah laki2 dgn laki dalam keadaan seperti itulah.
Comment by Lia — May 7, 2009 @ 9:09 am