Pemain:
Upil abu= pimpinan sebuah kantor yang angkuh dan berpikiran picik
Glen= teknisi yang heboh, perokok berat
Bic= pemain utama, yang berulang tahun ke empat puluh
Pancho=rekan dekat Bic
Fey= programer blondi
Aku= koordinator pesta
Dan rekan-rekan lainnya

Si Upil memberikan ultimatum bahwa pesta kejutan harus berlangsung pukul 5.30 tepat, tidak kurang dan tidak lebih.

Bic seharian tampak sedih dan depresi karena mencapai umur empat puluh dan tak satupun rekan kantor yang memberinya ucapan selamat.

Rekan-rekan lainnya gugup menunggu datangnya kue tart yang dijanjikan oleh istri Bic. Yang seharusnya datang antara jam empat - setengah lima, sudah lewat dari waktunya belum juga muncul.

Rencana Pertama adalah, ketika kue itu datang, aku harus segera menyembunyikannya di ruangan si Upil Abu. Tepat jam setengah lima, Fey akan berusaha mengajak ngobrol Bic supaya dia melihat ke layar komputernya sementara aku harus membawa kue itu ke dapur. Lalu rekan-rekan lainnya satu persatu masuk ke dapur dan menyiapkan kejutan untuk Bic. Fey harus melihat, jika seluruh ruangan sepi, maka pesta telah siap dan dia harus mengajak Bic masuk ke dapur.

Lewat lima belas menit dari waktunya, kue belum datang juga, akupun mulai gugup. Akhirnya aku telpon istri Bic, dia tampak kaget mengetahui kue pesanannya belum datang dan berjanji akan membereskan masalah itu.

Lima belas menit kemudian kue itu datang, seperti rencana semula, segera kue itu aku simpan di ruangan si upil.

Glen tampak berkeliaran di depanku sambil sedikit berteriak: “Mana kuehnya??!!!! Ini udah lewat dari jam setengah lima nih!! akhirnya pesta ini bakal gagal tau???!!!!”

Aku memandangnya dengan muka kesal, “ssssssssst!!! kuenya udah dateng! just shut up!”

Glen tampak tersipu-sipu dan berlari dari hadapanku, masuk ke dalam ruangan Upil untuk melihat kue itu.

Menit-menit berlalu. Aku khawatir kalau si Bic yang sedang depre itu ingin pulang lebih awal, hal yang biasa di kantor ini.

Pukul 5 lewat 20 menit, datang email dari Pancho memberi tahu bahwa Bic berniat pulang cepat dan pesta harus segera dilaksanakan.

Sedetik kemudian kulihat Bic dan Glen berjalan keluar untuk mer0kok, aku pun segera berlari menuju ruangan Upil. Tanpa mengetuk pintu (karena terbuka) aku mencari kue itu dan membawanya ke dapur, sambil memberi tahu rekan-rekan lainnya untuk berkumpul di sana.

Ternyata semua itu diluar dari rencana semula, tapi tampak berjalan lancar karena jasa Glen yang berhasil menarik Bic ke luar kantor.

Kamipun memasang lilin dan bersembunyi di balik pintu dapur, sambil bertukar ide, kata-kata apa yang harus diucapkan. Penantian tampak terasa lama, Pancho sempat keluar untuk memberi isyarat kepada Glen. Belum datang juga, rekan lainnya juga ikutan keluar untuk memberi isyarat pada Glen.

Sampai akhirnya waktu yang dinanti-nanti tiba, Glen membuka pintu dapur, diikuti oleh Bic:
“Surprise………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
“Selamat Ulang Tahun!!!!!!”, diiringi oleh nyanyiannya.

Muka Bic memerah dan terharu, menutup mukanya dengan kedua tangannya, kemudian mengucapkan terima kasih kepada kami semua.

Botol Champange dibuka dan kue dibagi-bagikan. Rekan-rekan menghibur Bic agar tidak bersedih dengan umurnya yang baru itu. Kue coklatnya sangat lezat. Banyak dari kami yang mengulang dua kali, sensasi coklat dan frambuesa.

Pesta selesai jam enam kurang seperempat. Piring-piring masuk ke dalam mesin cuci dan kamipun kembali ke meja masing-masing.