Hari ini seorang rekan kerja berulang tahun yang ke-empat puluh dan pagi tadi istrinya menelpon, memberitahuku bahwa akan dikirim kue ulang tahun sekitar jam 4 sore dan memintaku untuk menyiapkan pesta kejutan untuk suaminya tersayang.
Aku segera memberitahu rekan-rekan lainnya melalui email untuk bersiap-siap dengan rencana ini. Semua orang menjawab dengan antusias dan bahagia.
Namun…tak lama berdering telpon yang menggelapkan semuanya. Berasal dari pimpinan kami. Dia mengatakan, “kenapa pestanya ga diundur sampai jam lima, setengah enam sore, lebih logis kan? sekitar jam segitu kita udah mau pulang? coba kamu telpon istrinya, bla bla bla bla….”
Padahal orang ini terkadang juga mengumpulkan kami sekitar jam yang sama di dapur kantor kalau dia membawa oleh-oleh. Kenapa kali ini dia menentang dan nada bicaranya denganku serius sekali?? seakan-akan akulah pentolan organisasi pesta itu.
Alasan, dia akan menerima kunjungan dari luar pada jam itu di kantor.
Kenapa orang ini tidak bisa fleksibel dan membiarkan orang-orang lain bahagia?
Kalau dia sedang menerima kunjungan dan tak bisa hadir di pesta itu, ya sudah! apa ga ngerti kalo ada istri orang yang ingin membuat bahagia suaminya yang sedang krisis umur pertengahan? betapa egoisnya orang tersebut dan tiap hari membuatku MUAK melihat mukanya!
Toh berapa lama sih makan kue tart? paling lama 20 menit…dan kami akan kembali ke meja kami masing2! dan pesta ini tidak dilakukan sering kali!
Semoga dia mendapat balasan yang setimpal. Omongannya memotong semangat rekan-rekan dan saya.
Terima kasih sekali lagi atas keputusan bodohmu!
