Tadi baca di koran ada dua petugas bea-cukai yang dipecat karena terlibat pungutan liar di pelabuhan.
Saya jadi ingat pengalaman saya kalau pulang kampung ke Jakarta di airport Soekarno Hatta (sering disingkat CGK di tiket pesawat, yaitu dari nama aslinya yang bersituasi di Cengkareng).
Petugas Bea Cukai memang hanya manusia, tapi entah kenapa mereka yang kebetulan bertugas di CGK bermuka masam. Saya selalu bersikap sopan, sebelum menunjukkan pasport dan tiket saya, saya selalu mengucapkan “Selamat Sore Pak” yang tidak pernah dijawab sekalipun oleh mereka.
Kalau bertanya juga ketus: “Mau kemana ini?! tinggal dengan siapa di sini?!”, hal-hal yang sebenarnya sudah jelas tertera di kartu “boarding”.
Lalu ketika saya berhasil lolos dari pos bea cukai dan mengambil koper saya, saya dicegat lagi oleh seorang berseragam, “Stop stop!….mau kemana dik?”, lalu dia sibuk melihat tiket di koper, entah apa mau dan maksudnya.
Lalu tahun sebelumnya ada lagi ibu-ibu bea cukai yang bermuka manis dan tersenyum-senyum di depan saya, sambil mengatakan, “wah dik, kamu mirip dengan keponakan saya. Dari Spanyol ya? wah…bawa selendang yang khas itu dong ya? Bawa apa dik dari Spanyol? boleh dong ibu dibagi”, sambil mengikuti saya dan koper….
Saya acuhi saja dan terus berjalan, cepat-cepat untuk melihat orang tua saya yang telah menanti.
Terus terang aja, saya tidak takut pada mereka. Mo pasang muka asem, judes, garang, manis-manis menggigit, pungutan liar adalah ilegal. Malu saya pada bangsa sendiri, apalagi CGK itu airport internasional…kok orang, terutama ibu tadi, ndak tau malu…
Keluar dari airport, belum lagi taxi-taxi yang tidak berargo. Saya pilih bis Damri, dan dari terminal dekat rumah saya, dari situ saya ambil taxi. Bis Damri ketahuan harganya berapa dan nyaman!
Saya pernah punya pengalaman ambil taxi dari bandara, sampai rumah saya diporoti.
Aduh amit-amit deh….kadang pulang kampung itu jantung saya berdebar-debar. Malingnya bangsa sendiri, yang jahat itu bangsa sendiri. Saya tahu banyak rakyat miskin, tapi coba pegang harga diri.
PS. Kalau yang di atas tidak tahu malu dan mencuri uang rakyat, maka begitulah akibatnya, rakyat juga mencontoh pemimpin…..

sedihnya…
banyak bangsa kita yang beragama, namun jauh lebih sedikit yang berakhlaq…
terlalu banyak sampah-sampah budaya, sikap, paradigma, mental, dkk yang di hirup ama warga bangsa kita dan peliknya banyak yg gak sadar…
Comment by doeljoni — June 21, 2005 @ 10:33 am
Lebih sedih lagi kalo kita liat TKI yang pulang kampung, kan rata2 mereka kurang pendidikan ya? nah mereka malah dimanfaati utk. diporotin dan diperlakukan seenaknya!
Comment by Administrator — June 21, 2005 @ 11:52 am