Ternyata di Indonesia yang disebut rakyat miskin itu adalah masyarakat yang berpenghasilan di bawah 122.000 rupiah perbulan (sekitar 13 dolar perbulannya),
Padahal - kalau tidak salah, kalau dalam skala internasional, rakyat miskin itu adalah orang-orang yang berpenghasilan 1 dollar perharinya atau kurang dari 1 dollar, jadi perbulannya sekitar 30 dollar (270.000 rupiah- kalau 1 dollar US= 9000 rupiah).
Menurut sumber yang aku baca dari liputan6.com, tahun 2004 ada 16% (sekitar 36.100.000 orang) saja rakyat Indonesia yang miskin dan menurut grafik, angka ini dari tahun ke tahun menurun.
Percaya? kalau aku langsung tidak percaya dengan data-data yang ingin ditampilkan pemerintah.
Tingkat kemiskinan yang hanya dinilai dari angka yang sangat minim, 122.000 rupiah sebulannya! lalu bagaimana dengan orang-orang yang berpendapatan antara 122.000 sampai 1.000.000 rupiah (13 -111 dollar US) perbulannya? Di porsentasi manakah orang-orang tersebut berada? di antara amat miskin dan menengah ke bawah mungkin?
Saya yakin dari tahun ke tahun, ada banyak gaji yang yang tidak dinaikkan sementara kebutuhan sandang pangan, transportasi, dsb. terus naik tanpa pernah turun. Belum lagi keluarga-keluarga yang menambah jumlah anggota keluarganya, membuat kebutuhan mereka meningkat.
Menurut data dari Bank Dunia sendiri, jumlah orang miskin di Indonesia lebih dari persen yang disebutkan di atas tadi.
Jumlah ini jauh lebih kecil dari data Bank Dunia yang menyatakan, prosentase orang miskin di Indonesia mencapai 53,4 persen (dengan kata lain ada 120.150.000 orang miskin di negara kita!). Dari angka ini dipastikan, masih ada sekitar 30 persen masyarakat miskin yang akan semakin miskin (36. 045.000 orang)
Ayolah pak, jangan anggap yang bergaji 500 ribu perbulan sudah mapan! apakah dengan gaji sejumlah itu dia mampu keluar dari bank mendapatkan kredit untuk membeli sebuah rumah tipe amat sederhana? apakah bapak2 dan ibu2 berpikir dia bisa bertahan sampai akhir bulan tanpa berpuasa? apakah jika ada keluarganya yang sakit keras dia bisa menyulap tabungannya yang mendekati angka nol untuk membantu keluarganya itu? apakah ini bisa disebut lebih baik dari miskin???
Saya yakin ada lebih dari 16% dari 225 juta jiwa yang mengalami kemiskinan. Bukannya saya pesimis dan ingin melawan data dari pemerintah - kenyataannya badan internasional mengatakan hal yang berbeda.
Program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan juga tidak jelas seperti yang aku kutip di sini dari sumber yang sama:
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani menyatakan, pemerintah akan segera memprioritaskan berbagai program pengentasan kemiskinan. Sri juga tidak menutup kemungkinan akan menghidupkan lagi program-program pembangunan masa Orde Baru. Antara lain, merevitalisasi program kesejahteraan rakyat, program pekan imunisasi nasional, dan kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) sehingga seluruh masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan secara merata.
Berbagai program pengentasan itu berbentuk apa ya? bagaimana prosesnya? sepertinya pemerintah sendiri belum mempunyai ide yang jelas untuk diperlihatkan pada rakyat. Sedangkan menurutku program dari Orde Baru seperti imunisasi dan posyandu bukan merupakan bagian dari pengentasan kemiskinan.
Orang ga punya sumber penghasilan kok malah dibantu dengan imunisasi???
Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak para menteri hingga kepala daerah untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan
Sepertinya bapak presiden ingin segera melihat terhapusnya berita busung lapar di daerah-daerah seperti Nusa Tenggara dan Kalimantan.
Kalau saya pikir, pengentasan kemiskinan harus lebih dari sekedar memberi makan orang yang tak sanggup makan. Memang tugas pemerintah Susilo Bambang amat berat.
Orang miskin itu kan orang yang tidak mempunyai sumber daya sendiri untuk mendapatkan pendapatan, dikarenakan absennya pendidikan atau keahlian, hingga mereka hanya bisa bertahan hidup dengan pekerjaan yang kasar yang tak memerlukan keahlian/formasi- dengan pendapatan amat minim atau dengan mengemis. Ditambah dengan lemahnya posisi mereka dikarenakan tidak adanya jaminan sosial yang menutupi biaya kesehatan.
Program pengentasan kemiskinan itu harus berbentuk: penciptaan lapangan kerja yang luas, pendidikan kejuruan bagi orang-orang tak mampu, pemberian kredit usaha kecil, pendidikan gratis hingga tingkat kejuruan atau menengah ke atas.
Menurut sumber, pemerintah telah menyediakan APBN05 sebesar 11 trilyun untuk program pengentasan kemiskinan, dan dana itu sendiripun belum mencukupi.
Dana ini di antaranya terbagi atas program sekolah gratis dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah lanjutan tingkat pertama sebesar Rp 6,27 triliun, perawatan rumah sakit gratis di kelas III dengan total anggaran Rp 3,8 triliun, serta pembangunan infrastruktur 13 ribu desa dengan anggaran Rp 3,34 triliun. Anggaran ini belum ditambah dengan dana kompensasi kenaikan bahan bakar minyak Rp 10,5 triliun.
Resumen:
1. Pendidikan gratis dari SD sampai SMA
2. Biaya berobat gratis di rumah sakit klas III (tidak jelaskan lebih lanjut kriteria penyakit, keadaan ekonomi pasien, dst.)
3. Pembangunan infrastruktrur desa (mungkin contohnya kamar mandi umum, jalan, sekolah2)
4. Kompensasi kenaikan BBM
Apakah langkah ini cukup untuk mengentaskan kemiskinan?
_______________________________________________
Setelah itu saya mencoba untuk mengetahui berapa gaji para anggota DPR, APBN tahun 2005, namun tampaknya tidak ada situs resmi yang memperlihatkan hal-hal tersebut. Mungkin ada baiknya pemerintah dan DPR lebih jelas dalam pengelolaan dana negara, atau mungkin saya yang tidak tahu di mana harus mencari data-data tersebut?
Saya mencoba menampilkan kutipan dari situs: awasi parlemen
3.sejak 1 Desember 2004, anggota anggota DPR akan menempati rumah dinas.
4.Gaji pokok pimpinan DPR termasuk berbagai tunjangan mencapai Rp. 26-27 juta, sedangkan gaji pokok dan tunjangan anggota DPR sekitar Rp. 19 juta.
Resumen:
Pendapatan minimal seorang berkategori miskin di Indonesia= 122.000 rupiah
Gaji seorang wakil rakyat, berkisar 5.000.000 (bersih, setelah dipotong sana sini katanya- ini yang saya baca di surat kabar, karena dari gajinya dipotong untuk membayar asisten, untuk partai, sumbangan2 sosial, etc.)
Pendapatan seorang WAKIL rakyat 41 kali lebih besar daripada pendapatan seorang rakyat miskin.
RAKYAT MISKIN: “Pak kami tak perlu diwakili, daripada uangnya untuk situ semua…mbok ya dibagi-bagi!”
WAKIL RAKYAT: “Oh ga bisa pak! kalau bapak mau bergaji seperti saya, makanya jadi wakil rakyat!”
RAKYAT MISKIN:”Syaratnya opo toh pak supaya bisa jadi anggota DPR?”
WAKIL RAKYAT:”Pendidikan tinggi, punya uang banyak dan kenalan banyak”
RAKYAT MISKIN:”Kalau saya tidak punya uang, saya tidak bisa sekolah tinggi pak, kalau saya tidak punya pendidikan tinggi, saya juga tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang bergaji tinggi”
WAKIL RAKYAT:”Ah…emang enak jadi orang miskin?”
Nah dari sinilah timbul ide penjajahan baru nusantara.
bersambung.
berita lain mengenai kemiskinan dari Tempointeraktif

waduh, masih bersambung tho, padahal aku udah nyerah gak bisa ngitung
Comment by Imponk — June 14, 2005 @ 3:35 pm
aduh…makanya jadi wakil rakyat Ponk! pasti deh pas tau gaji dan fasilitasnya, kamu langsung bisa ngitung!
)
Comment by Administrator — June 14, 2005 @ 4:06 pm
[…] tatistik Menghitung statistik pengunjung blog memang lebih mudah dibandingkan menghitung kemiskinan di Indonesia. Tidak perlu repot-repot mendata seba […]
Pingback by noTrash :: Statistik :: June :: 2005 — June 14, 2005 @ 10:33 pm
tulisan anda sangat bagus dan akademis, walau bernada guyon. anda bisa melakukannya lebih banyak dengan muatan masalah yang lebih banyak juga, kemudian diupayakan agar dapat diperbanyak dan dapat pula dibaca gratis oleh rakyat–rakyat butuh bacaan yang membuat mereka sadar bahwa mereka sedang ditupu oleh bajingan besar di negeri ini–jangan sampai rakyat justru lebih rajin membaca tulisan dari sang penipu-termasuk komspirasi media terhadap kepentingan vinansialis–bayy
Comment by Al Ghozali Wulakada — August 4, 2005 @ 8:05 am
I like your website; I will share this with friends
Comment by Anonymous — August 4, 2005 @ 4:43 pm
I see we share a common interest! Excellent job on the website!
Comment by Anonymous — August 5, 2005 @ 6:43 pm
wakil rakyat biar kata gaji udah berlipat2 banyaknya masih juga minta tambah…, heran deh… koq ga ada puasnya sih jadi orang…
Comment by alina — August 12, 2005 @ 6:23 am
Skrng gini, gaji 5 juta (rata2), dibagi dengan 11.000rup (1€=11.000 rup), hasilnya sekitar 450-500 euro, yang di sini menjadi “pendapatan minimum” (di spanyol). Nah, giliran utk anggota DPR gajinya distandarkan dgn standar minimum eropa, giliran pendapatan rakyat…ya mbuh..melepuh…standarnya standar fakir.
Comment by Administrator — August 12, 2005 @ 12:04 pm
122.000 per bulan,bisa dibayangkan bagaimana kehidupan orang-orang yang berpendapatan sebesar itu.Ternyata indonesia masih tergolong negara yang terbelakang,kapan negara kita bisa lebih maju??
Harusnya pemerintah mendengar suara rakyat,rakyat juga sebaiknya tidak berdemonstrasi,bukankah kita masih bisa saling bertukar pendapat dengan cara yang lebih tenang?
Ditunggu lanjutannya.
Comment by Sar — September 21, 2007 @ 8:00 am
saya jg miskin..
122 rbu per bln itu mrpakan angka yg kcil bg indnsa.. krn indnsia mrpkn ngra dg k’kyaan alam yg luar biasa mlmpahny..
msyrkt indonsia hya bdoh dlm mnglolanya.. ngra sbur mkmur d’biarkan d’rbut ngra lain..
jd skolahkan pnddk indnsia smw….
Comment by ijonk — May 8, 2008 @ 6:35 am
INdonesia lucu bangetttttttttttt dec,,,,,,,
udah ketauan negara “miskin”
masih sempatnya ngelucu
and ketawa ngakak
parah banget dec!!!!!!!!!!
udah geto,,,pemalas lage,,,
komplit deccccccccccccccc
tuc penderitaan nyaaaaaaa
Comment by ariana — May 31, 2008 @ 5:25 am
wakil rakyat enak ya????????
klo geto,,para cewek2 nikah za ma wakil rakyat yaaaaaaaaaaaaaakh???????
Comment by ariana — May 31, 2008 @ 5:27 am
Aku Mo Tanya :
1. Kategori Miskin itu Apa?
2. Penerima BLT syarat2-nya apa?
3. Penerima Raskin jga Syarat2-nya apa?
4. Trus Kalo Penerima JamKesMas syarat2nya donk.
kalo boleh kirim ke E-Mail gw donk, Thanks 4 All
Comment by Moh Yusuf Lacuba — July 19, 2008 @ 1:10 am
Syarat Jamkesmas? sakit gak punya duit alias miskin! : KTP, KK, Ket miskin dari RT RW Kel. Kec n dinas kes/sos
Comment by tiena sahrie — November 14, 2008 @ 3:45 am
Bagus tulisannya. Kita tidak bs berharap banyak dari para Wakil Rakyat untuk berpihak kepada kaum miskin. Sekarang marak orang-orang menjadi caleg yang sebagian besar motivasinya untuk status dan memperkaya diri. Masya Alloh, dengan mengeluarkan pukuhan sampai ratusan juta rupiah dalam berkampanye mencari simpatik dari rakyat agar bisa duduk di legislatif, sementara bnyk saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran bantuan. Semoga mereka yang “mampu” diberikan hidayah agar tergerak hatinya untuk membantu masyarakat minimal yang ada disekitarnya yang membutuhkan. Amien.
Comment by Henz — November 19, 2008 @ 6:19 am
mat kenal admin,blognya bagus dan menarik semangat para blogger,untuk kemajuan bersama.tp alexsa saya masih page Rankings
Comment by tika — March 30, 2009 @ 9:38 pm
bagus banget blognya,menangani masalah kemiskinan memang kompleks, alangkah baiknya kita juga tidak terlalu melemparkan tanggung jawab 100% pada pemerintah, dan juga tidak terlalu mengumbar sedekah, lebih baik kita cari cara bersama dari unit-unit terkecil disekitar kita bagaimana membantu mereka minimal bisa membangunkan dari tidur untuk tidak selalu meratapi kemiskinannya dan ada keinginan paling tidak untuk menghidupi dirinya sendiri dulu.
Tantangan utama yang terberat mengatasi mereka adalah bagaimana merubah pola pikir mereka yang sering minta dikasihani menjadi sosok yang punya harga diri.
Maaf, sy jadi teringat tempo hari ada anak tikus kecil masuk rumah cari makan, bukannya sy kejar tapi sy perhatikan dia berhari-hari terkurung dalam rumah mencari-cari makanan sedangkan induknya hanya menunggu di luar.
Tentu saja tak ada orang yang mau disamakan dengan tikus, tapi hebatnya si tikus yang mungkin baru berumur 2 mingguan ini ternyata sudah lihai cari makan sendiri dengan mengeluarkan segala kemampuannya.
Comment by sura — June 19, 2009 @ 11:35 am
Kemiskinan memang kompleks masalahnya ya … dari mulai peluang usaha alias lapangan kerja yang sempit hingga, tingkat pendidikan yang rendah, sehingga banyak orang yang tidak bisa dilibatkan dalam lapangan kerja yang ada, disamping cara recrutment tenaga kerja yang lebih banyak berwarna KKN. Miskin memang layak untuk disandang negeri ini, selama yg 16% penduduk tidak ditingkatkan penghasilannya dari 122.000/bulan (Bisa apa ya dengan duit sebesar itu ditengah-tengah hedonisme merajalela begini …?). Warna miskin ini bisa ditemui dimana-mana, di kampung maupun di kota-kota. Saya belum punya data berapa % penduduk yang penghasilannya melebihi kebutuhan primernya, saya yakin lebih dari 16% penduduk yang memiliki penghasilan lebih dari 20 jt rupiah/bulan, barangkali dari mereka ini bisa dimobilisasi zakat wajibnya 2,5% saja (Rp 500 ribu)dan masing-masing didistribusikan kepada 16% yang miskin, maka yang 16% penduduk miskin tadi dapat tambahan Rp 500 ribu …. Lumayan kan.
Comment by abah uwi — September 23, 2009 @ 7:16 am