Sampai abad 17 Masehi, tidak terdapat konsep yang ril tentang gas, seperti yang diungkapkan oleh William H. Brock:
“Dan mungkin bagian yang paling tersandung pada perkembangan lebih jauh dari kimia adalah ketidak cukupan analisis, ada kekosongan secara menyeluruh mengenai pengetahuan atau konsep tentang materi yang bersifat gas. Kimia tetap sebagai 2 dimensi alam, yang dipelajari, dan hanya mempunyai peralatan untuk digunakan pada benda solid/keras dan cairan”
Materi ketiga benar-benar baru dikenal pada akhir abad 18 oleh seorang ahli alam perancis, Antoine-Laurent Lavoisier (1743-1794) yang mengatakan:
Semua materi di alam ini menunjukkan pada kita dalam 3 keadaan yang berbeda. Sebagian adalah benda keras, seperti batu, bumi, garam dan metal-metal. Lainnya adalah cairan seperti air, merkuri, spirit dari anggur; dan akhirnya keadaan ketiga yang saya definisikan keadaan dari expansi atau uap air, seperti air yang bila dipanaskan di atas titik didih.
Walaupun begitu, yang dia maksud dengan “keadaan ekspansi atau uap air” tidak jelas.
sumber: OU book 2 “A Temperate Earth”

saya pernah baca sekilas tentang fisika quantum yang pada prinsipnya mengatakan bahwa materi bukan lagi terbuat dari atom, tapi lebih kecil dari atom.
mungkin ada hubungannya, boleh jadi ini nyepam
, tapi saya rasa dengan pendekatan quatum kita bisa menjelaskan “ruang kosong di dalam materi” gas.
Comment by andry — June 9, 2005 @ 8:04 pm