Tubuh ini bergetar ketika tiap kali masuk ke situs bank di mana aku menyimpan uang, untuk melihat panorama kantong kempes di awal-awal bulan. Merinding….

Seperti biasanya ada rasa penolakan diri, menolak untuk melihat kenyataan bahwa uang yang baru saja kita terima setelah sebulan penuh bekerja, langsung masuk ke account lain dalam rangka pembayaran hutang kepada si lintah darat!!!! huek pyuh!

Lalu kemudian ada rasa perjuangan maju tak gentar untuk menangkis penipisan perekonomian dengan berangan-angan, menyuarakan mirip-mirip iklannya “american express” tapi dikondisikan dengan keadaan pribadi:

tidak potong rambut, irit 10 euro
tidak ke gymjazz, irit 28 euro
tidak nonton starwars, irit 6 euro
tidak membeli camera olympus, irit 200 euro
usaha untuk menabung, tidak bisa dibeli dengan apapun…

patetik!

Hm…lalu serangan dari pinggir lainnya yaitu bermoto: “bersusah-susah di waktu muda, bersenang-senang di hari tua”.

Sekarang aku jadi ingat iklan Mercedes Benz tipe C, begini kedengarannya:
“Laki-laki ingin merasakan jadi wanita dan wanita menjadi laki-laki” (tampak seorang laki-laki excekutif bekerja keras, dan image seorang wanita yang menggendong bayi dan repot dengan urusan rumah tangga)
“Yang biasa ingin menjadi terkenal, dan yang terkenal ingin menjadi orang biasa” (image seorang terkenal yang ketahuan sedang bermesum dengan seorang wanita tak terkenal. Sementara si org terkenal menutup mukanya, si wanita malah tersenyum-senyum di depan kamera)”
“Yang tua ingin menjadi muda, yang muda ingin…..” (nah di sini orang yang tua ingin kembali menjadi muda, tapi yang muda ternyata ingin Mercedes Benz)

Rangkumannya, Mercedes menawarkan mobil dengan klas yang lebih ekonomis untuk kawula muda, tanpa harus menunggu untuk menjadi tua dan memiliki banyak uang.

Hah! iklan ini sangat menjerumuskan…

Aku masih tetap pada motoku, di kala kita masih kuat, efektif secara fisik, mental dan pikiran, manfaatkanlah waktu ini untuk bekerja keras, menabung dan hidup bersahaja. Karena ketika di kala umur senja, kamu tidak punya uang yang cukup, kamu tidak bisa bekerja sekeras dulu, kesempatan untuk bekerjapun nihil dan kepada siapa kamu bergantung? mau merepotkan anak dan cucu?

Aku pun mulai menyelam lagi pada iklan-iklan yang aku ubah demi menyemangati spirit menabung,

“Tidak punya mobil, ada kendaraan umum”
“Tidak punya anak, manfaatkan untuk menabung”
“Tidak punya uang untuk berhura-hura, ada perpustakaan negri yang memberikan pinjaman buku2 gratis”
“Punya fisik dan jiwa yang sehat, tidak bisa dihargai oleh uang.”