Ketika kemarin saya baru menterjemahkan bagian pertama dari penelitian Antonio Bru, sudah banyak para dokter dan ahli yang mengkritik penemuannya itu dikarenakan karena hanya baru berfungsi pada satu pasien yaitu yang menderita tumor hati dan lainnya tikus-tikus kelinci percobaan. Mereka menyebutkan bahwa diperlukan lebih dari satu percobaan “in vivo” untuk benar-benar yakin bahwa penemuan itu diakui oleh para ahli. Dan lagi pula, kata mereka, “Dia seorang ahli fisik, bukan dokter!”
Jawaban dari beliau sendiri seperti yang saya kutip: “Kita tidak bisa lagi mengatakan: ‘ kalau anda tikus, kami dapat menyelamatkan anda, namun jika anda manusia, kami tidak bisa’”
“Penelitian kami menunjukkan bahwa mekanisme pertumbuhan tumor itu sama pada binatang maupun manusia dan jawaban dari sistem inmune juga sama dan karena itu hasilnya harus sama pada manusia. Sekarang ini kami sedang mengadakan percobaan pada manusia dan saya berani mengatakan bahwa pada periode yang singkat, kami akan mendapatkan hasil yang membuktikan teori kami dan eksperimen2 awal”
Saya sendiri tidak setuju dengan kritikan itu, mungkin karena saya bukan dokter. Saya pikir, ahli apapun dia, hasil usahanya patut dihargai. Belum lagi itu biaya sendiri dengan menggunakan waktu luangnya. So, kenapa kita tidak memberinya waktu untuk membuktikan keampuhan penemuannya?
Di bidang penelitianpun banyak terjadi sikut sana sikut sini, bahkan menurut apa yang saya baca, untuk mempublikasikan penemuannya di majalah ilmiah yang bonafid, seorang ahli harus membayar tulisannya itu perhalaman dengan harga mahal.
Untuk teman-teman yang sulit mencerna tulisan ini, intinya adalah: dari fisika dan matematik dapat diketahui mekanisme pertumbuhan tumor/sel kanker (dari segala jenis), maka dari sinilah dapat diketahui cara untuk membasmi tumor, yaitu dengan menggunakan sistem inmune yang sudah ada pada diri kita.
Untuk lebih jelasnya, akan saya lanjutkan lagi terjemahan wawancara/penjelasan ini.
Kenyataannya bertolak belakang bahwa sel-sel baru dari tumor mencari tempat berlindung pada lubang-lubang bawah pinggiran tumor dimana persaingan untuk mendapatkan nutrisi lebih tinggi daripada di tempat2 keluar lainnya pada tumor?
Sesuatu yang penting pada teori kami menunjukkan bahwa persaingan ril selular tidak dikarenakan nutrisi (seperti yang dikenal sekarang ini dan yang menjadi dasar terapi antiangiogénicas) melainkan dikarenakan ruang.
Hal yang universal dari dinamisme pertumbuhan tumor bersifat yang mana pertumbuhan selular mempunyai tempat hanya di perbatasan/bagian depan tumor dan sel-sel yang baru lahir berdifusi sepanjang interfase tumor dengan jaringan organ dimana dia tinggal sebelum mereka bertempat pada posisi yang tetap. Difusi ini mencari untuk menempatkan sel-sel baru pada lubang-lubang tumor bagian dalam.
(catatan dari penterjemah: bayangkan tumor itu seperti bola, sel-sel baru akan mencari lubang-lubang pada permukaan dalam bola).
Benar bahwa mereka lebih berposisi bagus jika mereka mencari tempat pada lubang-lubang luar tumor pada saat interfase tumor, di mana sel-sel bisa mencapai distribusi nutrisi dan oxigen. Dan lagi pH di situ asamnya lebih sedikit karena salah satu konsekuensi jumlah sel tumor yang banyak pada lubang2 dalam adalah tingginya konsetrasi asam yang memproduksi metabolismenya. Ini adalah situasi yang biasa jika halnya sel-sel tumor mencari nutrisi sebagai prioritasnya. Akan tetapi, percobaan kami menunjukkan bahwa sel-sel tersebut bergerak menuju lubang-lubang yang sedikit menguntungkan.
Untuk menjelaskan perbuatan yang tidak logis ini diperlukan kemungkinan adanya kompensasi dari kehilangan distribusi nutrisi dan kelanjutan hidup di lingkungan yang tak ramah.
Alasan terakhir adalah sel-sel tumor di sana menemukan tempat yang lebih luas dan lebih terlindung dari tekanan yang disebabkan oleh jaringan tamu dan dari jawaban inmune yang mencoba untuk melawan pertumbuhan tumor. Ini konsisten dengan observasi bahwa pada interfase tumor bentuknya selalu sangat berkerut, bentuk yang menguntungkan untuk bertahan melawan tekanan.
Sesuai dengan cara mereka tumbuh dan berkembang, tumor-tumor itu pertama harus merusak jaringan tamu untuk dapat mendesak dan menempati ruang baru yang bebas. Matriz (tempat?) extraselualar dirusak oleh lingkungan yang asam yang korosif yang dibuat oleh metabolisme dari sel-sel tumor dan oleh sustansi2 lainnya yang dilepas oleh tumor itu sendiri, diantaranya metaloproteinanas, karena tumor butuh untuk merusak jaringan tamu untuk terus tumbuh.
Tak satupun ahli fisik yang heran jika kepada mereka dikatakan bahwa sebuah masa tumbuh di angkasa, yang ia perlukan dan yang paling penting di atas segalanya adalah, ruang. Ini membuktikan keyakinan umum bahwa tumor pertama mendesak jaringan tamu dan kemudian merusaknya. Kami telah membuktikan bahwa hal itu adalah sebaliknya.
Karena itu, dilihat dari mekanisme penting pada perkembangan tumor yang terdiri dari difusi sel-sel pada pinggiran tumor, kami mengerti bahwa jika kami berhasil menggagalkan mekanisme ini, kami dapat menghentikan pertumbuhan tumor. Dan kami menemukan bahwa yang bertugas menggagalkan hal itu adalah neutrofilos. Dan organ akan mengirimnya tanpa ada kebutuhan untuk kami memimpinnya. Dengan kata lain, sistem inmune itu sendiri akan mengirim neutrofilos pada tempat dimana dibutuhkan.
Jadi apa yang kita lakukan adalah menempatkan kuman penyakit pada tumor di tikus-tikus dan membuatnya memproduksi neutrofilia supaya organisme dapat memproduksi secara banyak neutrofilos di sekitar tumor. Dan percobaan ini membuktikan hasil-hasil yang amat memuaskan.
Quimioterapi dan radioterapi
Jika memang begitu dan dari apa yang telah anda konfirmasikan, kanker muncul disebabkan adanya keadaan inmundepresif (kekurangan inmune), terapi2 yang ada tampaknya malah membuat lebih parah keadaan ini dan tidak efisien. Malah membuktikan kegagalannya.
Well, terapi2 yang dipakai sekarang ini adalah kemungkinan yang terbaik pada saat ini yang tidak bertolak belakang dari hasil-hasil baru yang mengizinkannya untuk menjadi lebih efisien atau menggantikannya di masa depan dengan terapi2 yang lebih baik.
Setelah mengatakan hal ini, saya mempunyai harapan bahwa teori kami dapat menempatkan dalam waktu dekat garis baru dari terapi yang lebih efisien daripada terapi yang ada sekarang ini. Dan untuk menjelaskan hal ini, kembali saya ulang bahwa tumbuh tidaknya bagian pinggir tumor.
Kenapa quimioterapi tidak berhasil mendapatkan hasil pada tumor2 besar? karena produk2 quimioterapi membunuh sel2 yang tumbuh di pinggiran tumor, ya, namun ketika tumor sudah besar, pita pertumbuhan terdiri dari angka porsentual dari sel-sel yang sangat kecil dibandingkan dengan tumor yang bisa kamu bayangkan, hanya mengupas kulitnya saja. Pada saat kamu mengupas kulit itu, yang kamu lakukan adalah mengaktifkan kembali kulit selanjutnya yang ada pada situasi 66% dan semi tidak aktif. Jelasnya, hanya dihilangkan sebagian kecil dari sel-sel pada kulit luar dan tumor tetap aktif dan tumbuh.
Dengan kata lain, quimoterapia hanya berhasil pada tumor yang sangat kecil dimana secara praktis sel-selnya berada pada keadaan tumbuh pesat, ketika tidak ada pita proliferativa (?) yang muncul ketika sudah ada sel-sel pada jumlah tertentu . Itu efektif pada tumor yang berbentuk cairan, karena tidak ada kompetensi untuk merebut ruang, lain halnya pada tumor yang solid. Masalahnya adalah, quimioterapi menyerang juga medula ósea dan melemahkan perlawanan dari sistem inmune.
Karena itu dari apa yang kami ketahui, cukup memberikan organ kapasitas untuk menjawab secara benar atas keberadaan suatu tumor. Intinya adalah membuat aktif kembali sistem inmune dan membiarkannya beraktuasi.

Saya mau tahu dong tentang “radiotion physics + genetic targeting”, teknik pengobatan (radiotherapy-nya kayak apa ya?). Saya lagi belajar tentang itu, maukah anda berbagi ilmu dengan saya? Terimakasih sebelumnya..
Comment by Ismail Hidayat — March 8, 2007 @ 12:34 pm