Kursus gratis visual basic terpaksa aku tinggalkan, setelah mencoba datang 2 hari, jumat dan sabtu- minggu yl. Pas hari Senin selanjutnya, kebetulan suami juga ikutan kursus Photoshop gratis di lain tempat dengan jam yang sama.
Jadi jadwalku kalau ikutan kursus, dari jam 8 pagi berangkat dari rumah, jam 9 pagi sampai jam 6 sore di kantor, dari situ berangkat ke tempat kursus, mulai dari jam 7 sore sampai jam 10 malam, pulang sampai rumah, jam 11 malam.
Hanya bisa: “Hai honey” “Selamat malam”…..horrrgggh…pheeewwww trus ngorok!
Besok paginya dengan rutinitas yang sama selama kira-kira dua setengah minggu.
Hari sabtunya aku sempat ingin meledak melihat tumpukan pakaian kotor yang berjibun, kamar mandi yang tak terurus, dapur yang dipenuhi piring dan gelas yang menunggu untuk dicuci, hm…pakaian-pakaian yang menggantung di jemuran menunggu untuk dirapikan dan disetrika, lantai ruang tamu yang dipenuhi partikel-partikel debu, pasir, dan rambut 2 anjingku yang berketurunan nordik!
Aku memegang kepalaku mencoba untuk mengendalikan urat syaraf yang hampir pecah membludak karena darah yang terpompa dengan cepatnya dari kaki.
Suami dengan santai cuma bilang “relax, relax”. Mungkin kalau di Ally Macbeal, dia langsung aku terkam dan aku makan, ha ha….
Akhirnya aku putuskan untuk menghentikan kursus itu. Karena jika kami berdua ikutan kursus dan pulang ke rumah jam 11 malam setiap hari, anjing tidak ada yang ngurus, kulkas akan seperti padang pasir- hanya ada es batu di frizer, di dapur tidak ada makanan karena tidak ada yang pergi belanja dan memasak. Atau alternatif lainnya yaitu membeli hamburger tiap hari atau makanan2 cepat lainnya.
Rumah bagaikan hotel….masih mending hotel, ada receptionist dan restaurant di lantai bawah…he he. Belum lagi badan yang porak poranda.
Di kursus yang sempat aku datangi, hanya aku cewek satu-satunya dan cowok2 itu tampaknya masih tinggal dengan ortu mereka, jadi sepertinya tidak risau dengan hal-hal metafisik disekeliling dirinya.
Begitulah.

dan kodrat wanita adalah mengurus rumah
patriarkis banget! hehehe
Comment by Imponk — June 1, 2005 @ 5:21 pm
Patience is a must. A good wife must have
haha
Comment by andry — June 1, 2005 @ 7:30 pm
Ada satu pemecahannya Mbak, suami juga musti ikutan ngebantu pekerjaan rumah. Saya juga punya masalah yang sama, tapi setelah diskusi yang panjang akhirnya suami tidak hanya cuma bilang relax..relax..dia langsung turun tangan ngebantu.
Comment by Pipit — June 2, 2005 @ 9:09 am
ya emang sih dlm kehidupan sehari2 dia ngebantu, tp kususnya dlam hal ini, ketika kita berdua pulang jam 11/12 malam….ini tak bisa berfungsi. Karena tak ada yg belanja, masak, ngurusin pet (terutma 3 hal ini), ngga kursus aja kadang udah teler, apalagi kursus sampe malam2. Ya biarlah dia kursus dulu, di lain waktu nanti gantian….
Comment by Administrator — June 2, 2005 @ 10:20 am
berat sama dipikul ringan sama dijinjing…eh bener nggak sih tuh…lupa2 inget maksudnya saling gotong royong atuhhh
Comment by diah — June 10, 2005 @ 4:59 pm