yang pateticJune 1, 2005 3:14 pm

Kursus gratis visual basic terpaksa aku tinggalkan, setelah mencoba datang 2 hari, jumat dan sabtu- minggu yl. Pas hari Senin selanjutnya, kebetulan suami juga ikutan kursus Photoshop gratis di lain tempat dengan jam yang sama.

Jadi jadwalku kalau ikutan kursus, dari jam 8 pagi berangkat dari rumah, jam 9 pagi sampai jam 6 sore di kantor, dari situ berangkat ke tempat kursus, mulai dari jam 7 sore sampai jam 10 malam, pulang sampai rumah, jam 11 malam.

Hanya bisa: “Hai honey” “Selamat malam”…..horrrgggh…pheeewwww trus ngorok!
Besok paginya dengan rutinitas yang sama selama kira-kira dua setengah minggu.

Hari sabtunya aku sempat ingin meledak melihat tumpukan pakaian kotor yang berjibun, kamar mandi yang tak terurus, dapur yang dipenuhi piring dan gelas yang menunggu untuk dicuci, hm…pakaian-pakaian yang menggantung di jemuran menunggu untuk dirapikan dan disetrika, lantai ruang tamu yang dipenuhi partikel-partikel debu, pasir, dan rambut 2 anjingku yang berketurunan nordik!

Aku memegang kepalaku mencoba untuk mengendalikan urat syaraf yang hampir pecah membludak karena darah yang terpompa dengan cepatnya dari kaki.

Suami dengan santai cuma bilang “relax, relax”. Mungkin kalau di Ally Macbeal, dia langsung aku terkam dan aku makan, ha ha….

Akhirnya aku putuskan untuk menghentikan kursus itu. Karena jika kami berdua ikutan kursus dan pulang ke rumah jam 11 malam setiap hari, anjing tidak ada yang ngurus, kulkas akan seperti padang pasir- hanya ada es batu di frizer, di dapur tidak ada makanan karena tidak ada yang pergi belanja dan memasak. Atau alternatif lainnya yaitu membeli hamburger tiap hari atau makanan2 cepat lainnya.
Rumah bagaikan hotel….masih mending hotel, ada receptionist dan restaurant di lantai bawah…he he. Belum lagi badan yang porak poranda.

Di kursus yang sempat aku datangi, hanya aku cewek satu-satunya dan cowok2 itu tampaknya masih tinggal dengan ortu mereka, jadi sepertinya tidak risau dengan hal-hal metafisik disekeliling dirinya.

Begitulah.

ngelmu ah.. 12:08 pm

Ketika kemarin saya baru menterjemahkan bagian pertama dari penelitian Antonio Bru, sudah banyak para dokter dan ahli yang mengkritik penemuannya itu dikarenakan karena hanya baru berfungsi pada satu pasien yaitu yang menderita tumor hati dan lainnya tikus-tikus kelinci percobaan. Mereka menyebutkan bahwa diperlukan lebih dari satu percobaan “in vivo” untuk benar-benar yakin bahwa penemuan itu diakui oleh para ahli. Dan lagi pula, kata mereka, “Dia seorang ahli fisik, bukan dokter!”

Jawaban dari beliau sendiri seperti yang saya kutip: “Kita tidak bisa lagi mengatakan: ‘ kalau anda tikus, kami dapat menyelamatkan anda, namun jika anda manusia, kami tidak bisa’”
“Penelitian kami menunjukkan bahwa mekanisme pertumbuhan tumor itu sama pada binatang maupun manusia dan jawaban dari sistem inmune juga sama dan karena itu hasilnya harus sama pada manusia. Sekarang ini kami sedang mengadakan percobaan pada manusia dan saya berani mengatakan bahwa pada periode yang singkat, kami akan mendapatkan hasil yang membuktikan teori kami dan eksperimen2 awal”

Saya sendiri tidak setuju dengan kritikan itu, mungkin karena saya bukan dokter. Saya pikir, ahli apapun dia, hasil usahanya patut dihargai. Belum lagi itu biaya sendiri dengan menggunakan waktu luangnya. So, kenapa kita tidak memberinya waktu untuk membuktikan keampuhan penemuannya?

Di bidang penelitianpun banyak terjadi sikut sana sikut sini, bahkan menurut apa yang saya baca, untuk mempublikasikan penemuannya di majalah ilmiah yang bonafid, seorang ahli harus membayar tulisannya itu perhalaman dengan harga mahal.

Untuk teman-teman yang sulit mencerna tulisan ini, intinya adalah: dari fisika dan matematik dapat diketahui mekanisme pertumbuhan tumor/sel kanker (dari segala jenis), maka dari sinilah dapat diketahui cara untuk membasmi tumor, yaitu dengan menggunakan sistem inmune yang sudah ada pada diri kita.

Untuk lebih jelasnya, akan saya lanjutkan lagi terjemahan wawancara/penjelasan ini.
(more…)

online