Satu alasan lagi kenapa blog ini belum ditutup.

Satu penemuan cemerlang oleh peneliti Spanyol, Antonio Bru, seorang ahli fisika yang menemukan metodo pertumbuhan tumor dengan cara persamaan matematik dan perhitungan fisika yang menyimpulkan bahwa pertumbuhan tumor apapun jenisnya adalah sama.

Hal ini akan menyebabkan berubahnya metodo penyembuhan tumor/kanker pada pasien penderita. Yaitu dengan mendorong medula ósea untuk memproduksi neutrófilos (salah satu dari lima jenis leucosit dalam darah) dengan obat-obatan yang telah digunakan dipasaran untuk mencegah pertumbuhan tumor.

Yang patut diketahui, Antoni Bru dalam penelitiannya tidak dibiayai oleh negara. Ia bekerja dalam penelitian ini usai tugasnya di lembaga penelitian Spanyol (CSIS) dan tentunya menghabiskan akhir pekan untuk terus bekerja pada penyelidikannya.

Hal yang memacu dirinya untuk menyelidiki perkembangan tumor, dimulai tahun 1993 ketika nenek beliau meninggal dunia akibat tumor, dan dia menyadari bahwa tidak banyak penelitian tentang bagaimana suatu tumor berkembang.

Baik marilah kita telusuri bagaimana pemikirannya dalam penemuan yang hebat ini, diterjemahkan dan disarikan dari:
Discover dsalud

Matematik dari kanker

Yang membuat para ahli kanker terkejut dari penyelidikan Antonio Bru adalah karena adanya kontradiksi dari apa yang telah mereka pelajari, yaitu pengetahuan bahwa pertumbuhan tumor bukan asal-asalan maupun sekehendaknya melainkan dikontrol oleh satu proses yang bisa diformulasikan secara matematik karena tumor-tumor ini dianggap sebagai suatu fractal*

*fractal= bentuk mendatar atau espasial yang terdiri dari elemen yang tak terhitung, yang mempunyai sifat: aspek dan distribusinya secara statistik tidak berubah dalam skala apapun dalam observasinya. Kata fractal digunakan pertama kali oleh peneliti Perancis, B. Mandelbrot, tahun 1975 dan kata ini berasal dari kata latin, fractus.

Atau dengan kata lain fraktal adalah struktur geometri yang mengizinkan untuk menggambarkan proses yang tampaknya sangat penting namun mempunyai orden yang tersembunyi.

Sejak formulasi dari Geometri fraktal, dalam dekade tahun 80, para peneliti telah mengembangkan dalam jumlah besar model-model fraktal untuk mencoba mengerti fenomena alam dari mulai dendritas urat syaraf sampai kapiler dari paru-paru, sampai pada kerang, keping salju, pohon-pohon, badai listrik…dan sekarang tumor-tumor.

Dimulainya studi kanker ini dalam perspektif fisika adalah ketika beliau mempelajari sifat-sifat tanah liat dalam proyek spanyol dalam rangka penyimpanan sampah radioaktif dengan aktifitas tinggi. Idenya adalah bagaimana penyimpanan sampah ini yang containernya dikelilingi oleh materi dari tanah liat tidak bocor atau retak karena masuknya air tanah yang dapat mengkontaminasi sampah itu hingga bisa menyebar ke lingkungan sekitar.

Beliau mempelajari sifat2 dari tanah liat dari segi geometri fractal dan analisis skala yaitu salah satu dari bidang Fisika statistik yang telah berkembang dalam waktu 15 tahun terakhir.

Ternyata dari proses2 di mana lingkungan dari pertumbuhan (tanah liat) yang berkerut-kerut bisa digunakan satu rangkaian formula untuk mengenal dinamika dan mekanisme yang penting pada pertumbuhan/perkembangannya.

Maka pada tahun itulah, ketika nenek beliau meninggal, dia memulai menyelidiki bagaimana pertumbuhan sebuah tumor dan dia menyadari bahwa tidak seorangpun yang tahu atau telah menyelidiki hal ini.

Kemudian Antonio Bru meminta bantuan/kerjasama dengan rekan-rekan dari kedokteran.

Walhasil kesimpulan mereka adalah:
Sifat fraktal dari lingkungan sebuah tumor mengizinkan utnuk menggunakan analisis matematik untuk memutuskan dinamisme dari pertumbuhan sebuah tumor, mengizinkan juga untuk mendefinisikan sifat-sifat utama dari mekansime fisika yang bertanggungjawab akan pertumbuhan itu.

Setelah ditemukan hasil2 dari percobaan pertama, mereka memutuskan untuk membuat klasifikasi dinamik dari tipe kanker yang berbeda dengan pemikiran bahwa setiap kanker memiliki cara perkembangan yang berbeda.

Setelah mencoba 15 tipe yang berbeda-beda, mereka menemukan bahwa hanya ada satu tipe pertumbuhan, satu mekanisme yang unik yang secara nyata mengkontrol semua proses dari segi dinamik dengan beberapa karakteristik morfologi yang telah diuji ulang dalam tiap kasus:

satu mekanisme dari struktur pinggiran di mana sel-sel baru lahir di pinggiran tumor, dimana berkumpul sebagian besar aktifitas tumor itu, mereka menempati lubang-lubang di pinggiran tumor.

Dengan kata lain, mereka telah menguji bahwa sel-sel tumor selalu mencari tempat yang paling dekat yang dikelilingi oleh sel-sel tumor lainnya.

Lebih jelasnya yaitu, mereka menemukan pada uji coba di laboratorium (in vitro), bahwa perkembangan berbagai macam tumor adalah sama. Dinamisme perkembangan ini mempunyai 3 sifat dilihat dari segi matematik:

1. Bahwa sebagian besar dari aktifitas sel dari tumor-tumor berkumpul pada bagian luar dari tumor2 tsb.

2. Bahwa diproduksi apa yang dinamakan difusi permukaan pada pinggiran tumor, dengan kata lain, sel-sel yang baru yang berasal dari divisi dari salah satu sel pada bagian pinggiran tumor bergerak sampai mereka menemukan lubang-lubang dimana mereka dikelilingi oleh sel-sel yang berjumlah lebih banyak daripada tempat mereka dilahirkan

3. Bahwa pertumbuhan koloni kanker adalah konstan dalam waktu, kecuali dalam fase pertama (ketika ada sedikit sel) di mana pertumbuhan, secara logis, adalah exponensial (berlipat ganda/tumbuh secara cepat).

Bahwa pertumbuhan pesat semisalnya dipersulit pada pinggiran koloni dari sel-sel tumor membuat sel-sel interior pada koloni tidak tumbuh pesat dengan ritme yang sama daripada sel-sel luar, dengan kata lain, ada mekanisme yang mencegah selular pada sel-sel kanker; sesuatu yang mirip (dan selanjutnya terlihat bahwa secara praktek mekanismenya sama) dengan sel normal (bukan sel tumor) seperti pencegahan dengan kontak.

Langkah selanjutnya adalah memastikan mekanisme ini pada tumor “in vivo” (bukan di laboratorium, pada tubuh mahluk hidup, misalnya). Dan hasilnya adalah sama.

Dengan kata lain mereka telah menemukan suatu kesamaan dinamis dari berbagai macam pertumbuhan sel dan juga pada pertumbuhan tumor.

Lalu, teori pertumbuhan pesat dari sel tumor, dasar dari pengobatan melawan kanker, menjadi mengambang?

Salah satu dari konsep dari segi matematik dan fisika yang tidak berhasil dimengerti adalah kenapa kalau diketahui bahwa dalam tumor sel apa saja dapat berkembang, durasi duplikasinya suatu sel (bukan tumoral) sangat berbeda dengan durasi duplikasi sel tumor.

Lamanya duplikasi suatu sel adalah antara 48 sampai 72 jam, sementara itu duplikasi sel tumor dalam beberapa kasus, lebih dari 100 hari. Ini tidak logis. Dan yang ternyata terjadi adalah, secara sederhana, adalah tidak benar adanya pertumbuhan tumor secara keseluruhan, melainkan secara fundamental hanya pinggirannya saja.

Dengan kata lain, pertumbuhan tumor 2 cm quibic, yang terdiri dari 109 sel, tidak menjawab dari apa yang diharapkan dari perhitungan convensional yang diterima oleh pergerakan selular. Kami telah menemukan bahwa mereka berbeda!

Menurut pergerakan selular untuk mencapai volumen tumor itu dimulai dari satu sel awal, diperlukan 32 duplikasi namun pergerakan nyata tumor, ditunjukkan pada percobaan kami, dimulai dari sel awal, menunjukkan bahwa sel-sel pinggiran tumor bertambah lebih dari 800 duplikasi!

Ini menjelaskan contohnya bahwa satu tumor yang berukuran 2 cm quibic menjadi sangat berbahaya. Karena setelah 32 kali duplikasi tidak logis sel-sel itu menyebakan kenaikan jumlah kelainan2 cromosom, namun sebaliknya setelah 800 duplikasi, barulah itu mungkin.

Ini menjelaskan fakta-fakta lainya yang tak terhitung. Contohnya, satu metastasis (metastasis= timbulnya satu titik kanker pada suatu organ yang berbeda tempat dari awal dimulainya kanker) adalah lebih jahat daripada tumor asli. Karena metastasis selalu berasal dari sel-sel yang berasal dari pinggir yang berpindah dari satu titik ke titik lainnya dan sel pinggir selalu lebih jahat dan daripada sel tumor awal.

BERSAMBUNG….ENG ING ENG….
(WOAPA SIH?)