Baru aja baca-baca di liputan 6, FPI protes atas pengiriman kontestan Indonesia untuk Miss Universe 2005.

Apa sih pendapat kamu sendiri?
-setuju Indonesia diwakili di Miss Universe
-tidak setuju
-tidak peduli
-tidak tahu
-komentar lainnya

Dari jaman dulu, jaman Titi Dwijayanti yang mewakili Indonesia, ada keributan juga.

Pendapatku sendiri:
Kayaknya FPI sudah memvonis Indonesia sebagai negara Islam di mana berlaku hukum-hukum agama Islam.

Gimana ya? apa masalahnya? karena harus pake baju renang? karena itu salah karena ngga nutup aurat? Gimana kalo kandidat itu misalnya tidak beragama Islam, hingga secara moral dia merasa tidak bersalah?
Apakah martabat bangsa diukur dari keterbukaan pakaian wanitanya?

Di kontes itu kan ga buka-bukaan selamanya, ada juga di mana dia harus pakai baju pesta, baju tradisional, dst. Begitu juga mereka di tes kepintarannya, kelihaiannya dalam berbagai hal, komunikasinya, reaksi2nya. Ngga gampang loh untuk sampai ke sana!

Ke dua, ngga usah ngeributin masalah moral seseorang deh! Indonesia udah banyak masalah, lagi-lagi masalah kecil dibesar-besarkan (spt. logo album Dewa).

Ketiga, yah…paling tidak ada yang mau berkorban mewakili Indonesia ke dunia internasional, seorang wanita pula. Coba kalau dia menang lalu kemudian diangkat menjadi duta PBB untuk Unicef, nah kan yang kesebut-sebut nama Indonesia juga! Selama ini kita kan terkenal korupsinya doang! coba deh!!!

Padahal apa ga inget, kalau di Indonesia di bagian timur, baju tidak diperlukan? baju cukup minim aja? apa di antara mereka merasa “horny”?, apa harus menutup mata masing2 ke tubuh yang dianggap oleh mereka alami, natural? itu memang budaya mereka.
Dulu di Bali juga wanita telanjang dada.

Sebenernya aku juga ga peduli tentang kontes-kontes kayak gini, ya itu kan cuma bagian dari bisnis, marketing dan tek tek bengek lainnya. Dan aku pikir, orang-orang dari negara lain tidak akan berpikir bahwa martabat bangsa kita bakal jatuh karena mengirim kontestan ke Miss Universe, kalo orang-orang se dunia berpikir begitu, ya tentu kontes ini tidak exist, tidak ada yang mau mengirim wakilnya.